Friday, March 31, 2017

Budi Utomo: Organisasi Awal Pencarian Jati Diri Bangsa

Pergerakan nasional bangsa Indonesia diyakini oleh sebagian besar bangsa Indonesia berawal sejak tahun 1908. Banyak sejarawan yang mengemukakan perjuangan sebelum 1908 adalah perjuangan yang bersifat keadaerahan dan antara golongan yang memiliki tujuannya masing-masing. 

Berdirinya organisasi Budi Utomo pada 1908 dijadikan sebagai tonggak awal pergerakan nasional, meskipun beberapa sejarawan mengungkapkan pada tahun 1905 mahasiswa bumiputera yang bersekolah di Hindia Belanda telah mendirikan Indische Vereeniging.
Budi Utomo Sebagai Organisasi Awal Pencarian Jati Diri Bangsa
Mahasiswa STOVIA 1916 (Foto: Arsip Nasional RI)
Namun karena Budi Utomo berdiri di Hindia Belanda, dapat dimaklumi bahwa Budi Utomo lebih santer dan dekat dalam persoalan perjuangan di masyarakat Bumiputera di Hindia Belanda ketimbang Indische Vereeniging di negeri Belanda.

Pada masa awal pergerakan nasional. Nama Indonesia belum muncul sebagai suatu identitas nasional. Istilah Bumiputera atau Indiche merupakan simbol yang dari masyarakat pribumi Hindia Belanda, bahkan nama Bumiputera masih dijadikan suatu simbol utama dibandingkan Indonesia sejak Budi Utomo berdiri. Masa pada tahun 1908 dapat kita katakana sebagai masa pencarian jati diri bangsa.

Budi Utomo Sebagai Organisasi Awal Pencarian Jati Diri Bangsa

Berdirinya Budi Utomo diawali oleh kampanye dr. Wahidin Soedirohoesodo keliling Jawa. Pada saat di Batavia ia berbicara di depan mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) di Hindia Belanda mengenai kebutuhan adanya Studie Fonds (beasiswa) untuk masyarakat Bumiputera agar bisa bersekolah, kampanye dr. Wahidin berorientasi mengenai pemerataan pendidikan masyarakat Bumiputera.

Kampanye ini menggugah mahasiswa STOVIA di Batavia yang dipimpin oleh Soetomo untuk mendirikan Budi Utomo. Pendirian Budi Utomo didasari oleh tergugahnya mahasiswa STOVIA terhadap kampanye dr. Wahidin.

Budi Utomo oleh pemerintah kolonial disebut sebagai Het Schome Stroven, seperti bunga mekar ditengah masyarakat yang terbelakang, titik cerah dari masyarakat terjajah. 

Budi Utomo pasca pendiriannya 20 Mei 1908. Budi Utomo terus berkembang dan mempunyai redaksi surat kabar (koran) yang bernama Darmo Kondo yang menyiarkan program-program yang dikemukakan Budi Utomo.

Namun agak disayangkan bahwa Budi Utomo dalam menjalankan programnya masih memusat pada budaya jawa, hal ini dikarenakan Budi Utomo dalam pendanaannya masih dibiayai oleh priyayi-priyayi jawa.dari kalangan keraton. 

Perpecahan terjadi ditubuh Budi Utomo, ketika Budi Utomo mengadakan kongres II. Perpecahan mengakibatkan dua kubu di dalam Budi Utomo, keduanya memiliki pandangan yang berbeda dalam tujuan dan orientasi ke depan organisasi. Golongan tersebut antara lain sebagai berikut :
  • Golongan Konservatif : golongan ini menginginkan Budi Utomo berfokus pada pengembangan budaya jawa dan pendidikan, serta keanggotaan bersifat ekslusif untuk kalangan priyayi jawa dan madura.
  • Golongan Moderat : golongan ini menginginkan Budi Utomo memiliki orientasi yang besar merangkul semua golongan dan tidak bersifat kedaerahan, serta keanggotaannya bersifat terbuka bukan sebatas untuk kalangan priyayi jawa dan madura.
Golongan moderat ini kemudian dipimpin oleh dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, Soeryadi Soerja Diningrat (Ki Hajar Dewantara) dan Douwes Dekker mendirikan Indiche Partij yang lebih berorientasi pada politik.

Budi Utomo merupakan organiasi modern pertama yang lahira dari pemikiran orang-orang Bumiputera. Ada kesadaran bahwa orang Bumiputera melakukan emansipasi dari masyarakat tertindas ke masyarakat mandiri, meskipun organisasi ini bersifat eksklusif. 

Organisasi ini diijinkan berdiri oleh pemerintah kolonial karena bersifat kooperatif dengan pemerintah dan tidak pernah mengkritik atau ikut campur mengenai kebijakan yang dilakukan Pemerintah Hinda Belanda.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon