Friday, February 3, 2017

Komunis Di Sana Sini

Komunis Di Sana Sini

Sudah kita ketahui belakangan ini kata-kata komunis begitu mudah keluar dari mulut-mulut pengikut atau simpatisan dari habib tertentu. Sampai-sampai karena  sangking takutnya dengan komunis uang kertas pun disalahkan karena mengandung komunisme di lambangnya. Bisa dibilang habib itu  menganut hyper komunisphobia. Kaum-kaumnya pun tidak ketinggalan apa pun yang berbentuk menyerupai lambang komunis akan dibilang komunis, lawan politik dituduh komunis, bahkan  pemerintah Jokowi dituduh komunis. 

Kalau bicara tentang tuduhan komunis, saya mengingat bahwasannya ini adalah cara-cara Orde Baru  mencap yang anti terhadapnya. Terkadang kaum ini membingungkan, mereka cap komunis sana sini tapi mereka  sebenarnya tidak tau apa-apa tentang PKI itu sendiri. Tuduhan mereka  tidak lebih karena kebencian semata. Terutama pada pemerintah.

Bagaimana bisa dituduh komunis? Wong  antek-antek Orde Baru pun bercokol  di  Pemerintahan. Sebagaimana diketahui bahwasanyaa  orang orde baru membenci komunisme. Pengusutan pembantai tragedi pasca G30S pun tidak  terealisasi hingga saat ini di pemerintahan  Jokowi. Padahal dia waktu itu berjanji akan menuntaskan kasus HAM masa lalu. Namun  itu semua dihalangi oleh unsur pemerintahan yang lalu. Mereka tidak ingin mengungkap sejarah kelam bangsa, dimana  terjadi pembunuhan jutaan anak bangsa ditangan saudara sendiri. Saya tentunya  bukan pembela PKI, sayaa berhaluan politik bersebrangan dengan PKI. Namun kalau urusan kemanusian hati saya tergerak akan hal itu.

Mengapa kita begitu takut akan komunisme? Padahal sistem Komunisme sudah gagal dan masuk liang lahat sejarah bersama pencetusnya Uni Soviet. Negara seperti Cina yang notabennya komunis tidak menjalankan komunis secara utuh, bahkan ekonomi mereka bercorak “Kapitalisme Negara”, Vietnam pun juga sama menganut paham ekonomi kapitalisme meskipun saya tidak tau kapitalisme apa yang dianutnya, Korea Utara lah yang masih dibilang penganut komunisme  yang kuat hingga saat ini. 

Tapi kita bisa lihat Korea Utara keadaannya menyedihkan kontras sekali dengan saudaranya di Selatan Korea. Lantas mengapa mereka bilang “Hati-hati bangkitnya PKI”? Padahal beberapa tahun lalu  ada anak yang ditangkap oleh aparatur negara karenaa menggunakan  kaus berlambang komunisme. Harusan jika mereka bilang pemerintah Jokowi adalah Komunis, anak itu harusnya dipelihara bukan ditangkap.

Komunisme tidak akan bangkit karena masih ada TAP MPR XXV mustahil Komunis bangkit. Lagipula siapa yang menganut sistem usang yang sudah gagal  dalam sejarah. Terkadang kaum ini sangat lucu. Selain melempar tuduhan komunis mereka juga mencap sebagai syiah, yahudi, kapitalis. Wong ini lah yang disebut gagal paham, maklumlah kaum ini kesehariannya hanya mengunyah nasi bungkus dan berdemo menuntut ahok sang penista agama menurut mereka. 

Padahal bagi orang terdidik Kapitalis dan Komunis saja sudah  bersebrangan. Syiah dan Yahudi pun berbeda ajaran. Tuduhan melempar penyataan komunis adalah  perbuatan tidak etis hanya di lakukan oleh para panasbung dan habibnya. Bagi anda yang merasa terdidik ada baiknya anda mengkaji ulang apa itu komunisme sendiri? Sejarah PKI itu seperti apa? Apa saja yang telah diperbuat PKI selama ini di bumi  nusantara? Mengapa orde baru membenci sekali komunisme?. Anda yang merasa terdidik jangan asal ikut-ikutan  Anda tidak boleh mempunyai keyakinan buta, sifat seorang terdidik adalah sifat keterbukaan.  Membaca adalah kunci untuk mengetahui semua yang terjadi di masa lalu.  Yang disebut orang terdidik “Orang yang mampu berpikir jernih mendahulukan nalarnya dibandingkan kebenciannya”.


Salam sejahtera bagi semua mahluk di semesta (Candide)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon