Tuesday, March 14, 2017

Kematian Bung Hatta, 14 Maret 1980

Foto terakhir Bung Hatta sebelum masuk rumah sakit, tanggal 1 Maret 1980. Foto: Deppen dan Ipphos

Dr.(HC) Drs. H. Mohammad Hatta atau yang dikenal sebagai Bung Hatta. Merupakan tokok proklamator Indonesia dan Pahlawan Nasional Indonesia. Lahir dengan nama Mohammad Athar di Fort de Kock (sekarang Bukit Tinggi, Sumatera Barat), Hindia Belanda pada 12 Agustus 1902.

Kunjungan kerja Wakil Presiden Moh.Hatta ke Yogyakarta tahun 1950. Foto: Dokumen Keluarga Pranoto Reksosamodra

Bung Hatta merupakan pejuang pergerakan nasional, ekonomi, dan juga proklamator kemerdekaan Republik Indonesia bersama Ir. Soekarno. Bung Hatta pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia yang pertama dan Perdana Menteri Indonesia pada kabinet Hatta 1, Hatta II, dan RIS. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Pada masa tuanya, banyak yang mengabarkan bahwa Bung Hatta kesulitan membayar iuran air dan pajak bumi bangunan, karena uang pensiun yang kecil. Hal inilah yang membuat gubernur Jakarta saat itu, Ali Sadikin untuk mengajukan Bung Hatta menjadi warga kota utama. Atas perhatian Bang Ali ini lah Bung Hatta tidak membayar iuran air dan pajak bumi bangunan (PBB).

Bung Hatta wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta setelah sebelas hari ia dirawat di sana. Selama hidupnya, Bung Hatta telah dirawat di rumah sakit sebanyak 6 kali pada tahun 1963, 1967, 1971, 1976, 1979, dan terakhir pada 3 Maret 1980. Keesokan harinya, dia disemayamkan di kediamannya Jalan Diponegoro 57, Jakarta dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir, Jakarta disambut dengan upacara kenegaraan yang dipimpin secara langsung oleh Wakil Presiden pada saat itu, Adam Malik. Bung Hatta wafat di usia 77 tahun.

Pemerintah Orde Baru memberikan gelar Pahlawan Proklamator kepada Bung Hatta pada 23 Oktober 1986 bersama dengan mendiang Bung Karno. Pada 7 November 2012, Bung Hatta secara resmi bersama dengan Bung Karno ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Pahlawan Nasional.




Artikel Terkait


EmoticonEmoticon