Thursday, March 16, 2017

Seppuku, Ritual Kehormatan atau Hukuman?

Seppuku yang memiliki arti, “potong perut”, di Barat dikenal dengan “harakiri” merupakan ritual bunuh diri yang dilakukan prajurit samurai Jepang. Seppuku adalah bagian dari kode kehormatan bushido, dan dilakukan secara sukarela oleh samurai yang menginginkan mati terhormat daripada tertangkap musuh (dan disiksa), atau sebagai bentuk hukuman mati untuk samurai yang telah melakukan pelanggaran serius, atau dilakukan berdasarkan perbuatan lain yang memalukan.

Seppuku sendiri dilakukan dengan cara menusukan sebuah pedang atau pisau (?) pendek yang disebut “Tantō” pada area perut, mengiris hingga perut terbuka, dan menggerakan pedang dari kiri kekanan atau sebaliknya, terkadang membentuk “huruf z.” Bentuk seppuku yang paling umum dilakukan laki-laki adalah merobek perut, dan setelah samurai tersebut selesai merobek perutnya, ia menengadahkan kepala sebagai isyarat agar kepalanya segera dipancung oleh seorang rekan (Kaishakunin) yang berada di belakangnya, dan bertugas sebagai pendamping samurai dalam ritual seppuku. Seorang samurai juga dapat menghunuskan pedangnya menembuh lehernya untuk mengakhiri Seppuku.
Seppuku dilakukan dengan disaksikan oleh orang-orang. Foto: Pinterest
Seppuku pertama kali dilakukan pada abad ke-12 sebagai cara bagi seorang samurai untuk mencapai kematian yang terhormat. Seppuku dilakukan untuk menghindari penangkapan musuh ketika kalah di medan perang. Seorang samurai lebih memilih bunuh diri ketimbang menjadi tawanan, mengaku kalah, atau disiksa oleh lawan. Seppuku juga dilakukan sebagai ungkapan kekecewaan, kesedihan, protes atau kehilangan atas pemimpin yang dihormatinya.

Seppuku dimaksudkan sebagai pemulihan kehormatan seorang samurai, mereka yang bukan termasuk kelas samurai tidak pernah diperintahkan atau diharapkan untuk melaksanakan Seppuku. Samurai juga umumnya melakukan tindakan seppuku hanya kalau diizinkan oleh tuannya.

Pada abad ke-15, Seppuku menjadi bentuk umum hukuman bagi seorang samurai yang melakukan kejahatan. Seppuku dinilai sebagai tindakan ekstrim dan pengorbanan diri sebagai seorang samurai yang menjunjung bushido (kode prajurit). Dalam Seppuku dikenal juga seorang perempuan yang disebut “jigai” yang dilibatkan dalam Seppuku seorang samurai. Jigai akan membantuk tenggorokan seorang samurai dengan pisau kecil yang disebut “Tantō.”
tanto
Pisau yang digunakan untuk untuk melakukan Seppuku. Foto: Pinterest
Pada akhir abad ke-19, ritual Seppuku mulai menurun dilakukan seiring dengan istilah samurai yang mulai meredup. Meskipun demikian ritual Seppuku tidak pernah hilang. Pada 1912, seorang jenderal Jepang, Jenderal Nogi Meresuke melakukan Seppuku sebagai bentuk kesetian terhadap mendiang Kaisar Meiji. Pada detik-detik kekalahan Jepang pada Perang Dunia II
Prajurit Jepang melakukan Seppuku pasca kekalahan Jepang pada Perang Dunia II. Foto: Pinterest
Banyak tentara Jepang melakukan Seppuku sebagai simbolis menolak mengakui kekalahan dari Sekutu. Banyak diantaranya memilih demikian ketimbang menjadi tawanan Sekutu atau dihukum mati sebagai penjahat perang.

Yukio Mishima melakukan Seppuku pada tahun 1970. Foto: Pinterest

Pada masa kontemporer abad ke 20. Pada tahun 1970, Yukio Mishima, seorang nobelis terkenal Jepang yang pernah tiga kali menjadi nominasi Nobel Kesusastraan melakuukan Seppuku. Hal itu dia lakukan setelah gagal memimpin kudeta terhadap pemerintah Jepang.

Berikut video yang menayangkan seperti apa ritual sekutu :


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon