Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Thursday, January 5, 2017

Ketika Ulama Dihina


Harian Sejarah - Zaman akhir sudah mulai nampak. Ulama sebagai tokoh agama dihina dan difitnah. Tidak tanggung-tanggung, hinaan dan fitnah itu disebarkan kemana-mana dengan media sosial. Yang melakukan fitnah bukan orang lain, tapi saudara Islam sendiri yang mengaku paling Islam.

Sekali beda dianggap kafir, yahudi, liberal, syi'ah dan lainnya. Lalu siapa mereka itu? Dan bagaimana kita menghadapinya?

Yang jelas bahwa ulama yang dihina dan difitnah adalah berhaluan ahlussunnah wal jama'ah annahdliyyah. Berarti para penghina dan pemfitnah adalah yang tidak suka aswaja bangkit di bumi pertiwi.

Dalam menghadapi suasana seperti ini, maka perlu sekali makin mendekat dengan para Kyai. Kyai yang jelas-jelas keilmuannya dan memiliki integritas di tengah masyatakat. Bukan sosok ustadz karbitan yang bermodal surban dan peci putih.

Suasana yang semacam ini, ulama akan menghadapi ujian dunia sudah jauh hari diramalkan oleh Syekh Subakir (tokoh pembawa Islam di Jawa). Sejak itu ia menitipkan agar Jawa dijaga saat manusia sudah banyak. "Ingat-ingatlah pesanku dan laksanakanlah" pesan Syekh Subakir kala itu.

Ini menunjukkan nyata bahwa menjaga Islam rahmatan lil 'alamin itu tidak mudah. Islam yang sedang diperjuangkan di bumi Indonesia adalah Islam kelanjutan Walisongo. Ulama lah yang melanjutkan perjuangan Walisongo.

Jadi jika ada yang mencoba berani melawan ulama, maka bisa dipastikan dari kelompok yang anti-Walisongo. Gerakan bid'ah dan takfiri itu yang diusung untuk melemahkan kemuliaan Kyai dalam membimbing umatnya.

Bagi Kyai, dihina dan difitnah itu hal biasa. Justeru akan menambah nilai plus dalam menguji kedekatan pada Allah. Namun bagi santri, belum siap jika Kyainya difitnah hingga melecehkan pribadi-pribadi.

Dalam rangka menghadapi suasana krisis moral ini, bergandeng tangan menjadi hal penting. Dekatlah pada Kyai agar kita dibimbing tidak dengan emosi. Dan perjuangan menjaga marwah aswaja tetap dilakukan dengan baik.

M Rikza Chamami
Dosen UIN Walisongo

Repost From Ala NU in Instagram : ala_nu

Tuesday, January 3, 2017

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Harian Sejarah - Agama-agama polytheis tentulah mengenal banyak dewa-dewi yang menjadi junjungannya. Semua dewa-dewi ini umumnya dikenal sebagai penolong umat manusia dengan segala kebolehannya yang terspesialisasi. Sedikit orang yang mengetahui bahwa ada juga dewa-dewi yang bersifat antagonis ataupun dewa-dewi yang terlarang.

Menurut sejarah, sejak masa Kertanegara, sudah kita kenal praktik-praktik yang mengundang dewa-dewi ini sebagai penangkal kedatangan musuh atau bahkan praktik ofensif terhadap musuh.

1. Dewi yang Tak Boleh Diundang, Dhumavathi

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Dhumavathi dikenal sebagai dewi kemiskinan dan perpecahan. Cerita dari dewi ini bermula dari salah satu masa kehidupan Dewa Siva di Bumi, Ia menjelma menjadi manusia bersama dengan pasangannya, Dewi Parvati. Dewa Siva kemudian meninggal mendahului Dewi Parvati, menurut adat setempat, istri yang ditinggal meninggal suaminya harus ikut dibakar dalam api pembakaran. Dari api pembakaran tubuh Parvati muncul asap hitam yang pekat dan menakutkan, dari situlah muncul sosok Dhumavathi yang menyerupai wanita tua dengan rambut tak tertata.

Menurut teks-teks Hindu, Dewa Siva dan Dewi Parvati bahkan tidak berani menemui sosok Dhumavathi karena Dhumavathi begitu kuat. Siapapun yang mengundang Dhumavathi akan mendapatkan kemalangan. Dhumavathi muncul ke dunia agar manusia sadar bahwa kekayaan dan harta tidak berarti apapun sehingga manusia harus meninggalkannya dan mencari jalan pencerahan. Dhumavathi memberikan berkat berupa kemiskinan, penyakit, dan hal lain yang secara duniawi dianggap sebagai sesuatu yang negatif.

2. Roh Suci yang Namanya Tak Boleh Disebut, Dorje Shugden

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Di Negeri Atas Awan, Tibet, Dorje Shugden adalah sesosok pelindung yang dipercaya masyarakat sebagai perwujudan suci dari Boddhisattva Manjushri (Wen Shu). Keabsahan roh ini sebagai roh suci masih menjadi perdebatan di kalangan para petinggi Buddhist Tibet. Sebagian percaya roh ini adalah roh pelindung Dharma dan sebagian lagi percaya bahwa ini hanyalah roh jahat. Bahkan Yang Mulia Dalai Lama XIV, Tenzin Gyatso memberikan arahan agar para umat tidak menyembah roh yang bernama Dorje Shugden ini.

Sejarah mencatat bahwa sosok asli Shugden adalah Tulku Drakpa Gyeltsen, seorang petinggi Buddhist Tibet yang meninggal dibunuh oleh orang-orang yang tidak menyukai kepopulerannya karena menjadi rival dari Dalai Lama V, padahal sejatinya Tulku Drakpa Gyeltsen adalah sahabat terdekat Dalai Lama V. Setelah kematiannya Tibet diliputi asap hitam pembakaran mayatnya, asap itu berbentuk tangan yang memayungi Tibet.

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Alasan mengapa kita tidak boleh menyebutkan namanya (bukan nama yang dituliskan, Shugden memiliki nama lain yang lebih sakral) adalah untuk menghindari pengundangannya. Dituliskan dalam teks-teks Buddhist bahwa menyebut nama Dorje Shugden secara lengkap akan menyebabkan kedatangan roh ini. Dan larangan untuk memanggil roh ini disebabkan sifatnya yang tidak diketahui, entah baik atau jahat. Yang jelas, jika saja roh ini adalah roh jahat, maka Ia adalah roh yang sangat kuat hingga bahkan Yang Mulia Dalai Lama V sendiri pada masanya tidak dapat mengusir roh ini.

3. Dewa yang Doanya Pantang Dibaca, Atavaka

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Masyarakat Jepang tentu sangat familiar dengan nama dewa yang satu ini, Ialah Atavaka salah satu dari kelompok dewa pelindung (Wisdom Kings atau Myo’o) di Jepang. Begitu populernya Atavaka, sosok pelindung ini pada masa modern telah dipakai menjadi karakter pendukung di beberapa game keluaran Jepang. Sesuatu yang unik dari sosok dewa pelindung ini adalah kepercayaan bahwa mantra atau doanya tidak boleh dibacakan secara lengkap.

Atavaka memiliki doa yang cukup panjang dan tidak boleh dibaca sampai habis. Teks-teks Shingon menyebutkan bahwa pembacaan doa Atavaka sampai selesai akan menyebabkan seseorang muntah darah hingga mengeluarkan seluruh isi perutnya. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa Atavaka adalah dewa yang begitu suci dan terang sehingga orang yang pernah punya pikiran tentang nafsu duniawi tidak boleh membaca doanya. Sampai sekarang, doa Atavaka hanya dibaca oleh para biksu tinggi Shingon.

4. Dewi yang Mengutuk Segala Macam Kelebihan, Nemesis

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Dalam pembacaan mitologi Yunani tentu sosok Narcissus adalah salah satu sosok yang populer. Ia adalah asal mula adanya kata “narsis”. Narcissus adalah pria pemburu dalam mitologi Yunani yang wajah dan penampilannya sangat cantik (dalam hal ini terlalu tampan) hingga dia dicintai dewa-dewi dan segala macam makhluk hidup.

Lalu mengapa ia memiliki akhir hidup tragis dengan mencintai pantulan wajahnya di air danau hingga ia jatuh ke dalam danau itu? Ialah Nemesis, seorang dewi dalam mitologi Yunani, yang mengutuknya karena memiliki terlalu banyak kelebihan. Nemesis berjanji untuk mengutuk setiap orang yang memiliki kelebihan melebihi dewa-dewi.

Ia sebenarnya adalah kelompok dewa Oceania yang berada di bawah Poseidon, pemujaanya di Yunani kuno juga cukup populer dengan pendirian cukup banyak kuil, tetapi cerita tentang dewi ini lebih banyak mengatakan bahwa ia membawa manusia kepada kesialan daripada keberuntungan. Satu lagi hal yang menakutkan dari Nemesis adalah tentang janjinya yang akan merusak hubungan pasangan yang sama-sama memiliki kelebihan seperti kecantikan dan ketampanan.

5. Dia yang Menguasai Kematian, Thanatos

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Thanatos, bersama dengan Ker adalah dewa pembawa kematian dalam mitologi Yunani. Thanatos adalah personifikasi dari kematian yang damai, berbeda dengan Ker yang merupakan personifikasi dari kematian yang menyakitkan. Thanatos bisa jadi merupakan pembawa kematian yang damai, tetapi ia tetap tidak sukai oleh manusia dan dewa.

Alasannya, Thanatos diberi kewenangan untuk mengambil nyawa seseorang yang belum seharusnya mati menurut Hades dan ia boleh mengambil nyawa dewa yang sejatinya tidak tersentuh kematian yang diatur Hades. Kata Euthanasia juga berasal dari nama Thanatos.

6. Raja yang Ada di Antara Surga dan Neraka, Salomo yang Bijaksana

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Salomo yang Bijaksana adalah raja legendaris yang disebut-sebut dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dengan remarkable action-nya dalam kasus “Pengadilan Salomo”. Sebagai sosok suci, tentu saja banyak yang berpendapat pastilah Raja Salomo akan diterima di surga. Akan tetapi, ada cerita menarik tentang Raja Salomo yang tentu akan mencengangkan kalian. Salomo adalah putra hasil perselingkuhan anatara Raja Daud dan Bathsheba, ia disebut sebagai The Son of the Sin atau Anak dari Dosa oleh Daud.

Menurut sejarah, Salomo dikurung dalam istana sampai masa tua Daud. Selama masa ini, Lesser Key of Solomon atau Lemegeton menyebutkan bahwa Salomo bersahabat dengan Asmodeus, Raja dari Para Iblis, karena sebuah kebetulan. Kitab Raja-raja kemudian menyebutkan bahwa Salomo akhirnya meneruskan Takhta Daud sebelum Daud wafat dan menyingkirkan saudaranya yang seharusnya adalah penerus sah, Adonijah.

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Dia kemudian menempatkan Daud di dalam istana sama seperti Daud memperlakukan dirinya. Salomo kemudian memerintah dengan bijaksana dan dia memperistri 700 istri dan 300 selir. Istri-istrinya berasal dari berbagai negara seperti putri dari  Firaun, wanita-wanita Moab, Ammon, Sidonia dan  Hittites. Hal ini membawanya jauh dari Tuhan. Misteri besar dari masa Salomo begitu banyak, diantara adalah; Segel Salomo yang disebut-sebut sebagai segel perjanjiannya dengan Asmodeus, benda ini berbentuk cincin yang dapat mengontrol semua iblis di neraka, banyak rumor yang menyebutkan bahwa cincin ini masih ada di dunia.

Ada juga Kuil Salomo atau Solomon Temple yang menjadi bangunan suci Ksatria Templar. Selain itu ada juga lima buku yang bernama The Lesser Key of Solomon, buku-buku ini berisi segel-segel iblis, malaikat dan roh serta cara pemanggilannya, buku-buku ini ditemukan kembali pada abad ketujuh belas.

Sumber :
  • Bandopadhyay , Gayatri. 2013. Das Mahavidya. Gorakhpur: Gita Press.
  • Black, Jonathan. 2007. The Secret History of the World. London: Quercus.
  • Graves, Robert. 1993. The Greek Myths. London: Penguin Books.
  • Kinsley, David R. 1997. Tantric Visions of the Divine Feminine: The Ten Mahavidyas. California: University of California Press.
  • Lama, Dalai. 2015. Negeriku dan Rakyatku. Jakarta: Kadam Choeling.
  • Wellman, Jeff. 1999. Lemegeton - The Complete Lesser Key of Solomon. Montreal: Metatron Books.
  • Yamamoto, Chikyo. 1990. Mahavairocana Sutra (Sata-pitaka series). Columbia: South Asia Books.
Sumber Gambar :
  • Card, Bible. Tanpa Tahun. Solomon and the plan for the First Temple. Providence Lithograph Co.
  • Dorjeshugden.net. Tanpa Tahun. Dorje Shugden. Dorjeshugden.net.
  • Giordano, Luca. Tanpa Tahun. Dream of Solomon – God promises Solomon Wisdom. Tanpa Penerbit.
  • Rethel, Alfred. 1837. Nemesis. Tanpa Penerbit.
  • Tanpa Pelukis. 2013. Dhumavathi Mahavidya. Pinterest.
  • Tanpa Pelukis. Tanpa Tahun. Thanatos. Temple of Artemis.
  • Tensei, Megami. Tanpa Tahun. Atavaka. Megami Tensei Wiki.

Penulis : C.Reinhart
E-mail: christopher.reinhart@ui.ac.id.

" Penulis merupakan mahasiswa dan peneliti dari Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia dengan Spesialisasi sejarah Buddhisme dan agraris. "

Sunday, January 1, 2017

Menggiring Meninggalkan Islam Yang Harmoni


Harian Sejarah - Kalau kita melihat sekarang ini. Mungkin kita melihat serangkaian pengamanan yang sangat ekstra untuk mengawal sahabat-sahabat kita umat Nasrani yang sedang melaksanakan ibadah Natal mereka. Sebenarnya kenapa ini harus dilakukan ? Saya rasa ini ada yang salah, seolah-olah negara kita adalah negara komunis yang mengintervensi agama. 

Padahal meskipun dalam catatan sejarah Indonesia, PKI pernah melangsungkan ‘kudeta’, tetapi Komunisme di Indonesia berbeda dengan Komunisme di negara lain. Banyak dari tragedi berdarah ganyang PKI yang kebanyakan adalah guru ngaji, ustad, santri, dan segala macam golongan. Mereka ikut PKI mungkin termakan oleh jargon Ideologi “ Sama rata, sama bahagia “ yang belum terwujud pada Era Pemerintahan Presiden Soekarno. 

Dan lagi pula saya berpendapat orang-orang yang mengisukan PKI secara berlebih-lebihan adalah orang BODOH, karena Komunisme ada karena kelaparan dan kemiskinan, sedangkan Indonesia merupakan surga yang menyediakan limpahan kebutuhan kita dan masyarakat kita sudah pintar dan bukan ikut segala  macam intrik politik berdasarkan sodoran memuaskan perut (walaupun masih ada yang menyukai nasi bungkus).

Kembali saya tekankan, mengapa kita harus takut merayakan hari raya penganut agama lain ? Kita adalah negeri yang mayoritas Islam. Dan sepanjang saya belajar sejarah dari SMP (SMP ya kan?). Saya selalu mendapatkan gambaran bahwa Islam adalah agama yang toleran dan memperjuangkan kemerdekaan bersama kawan-kawan saya Mu’ahid (sebutan terhadap non muslim). Dan selama saya belajar sejarah hingga saat ini saya mengenyam Pendidikan S1 Sejarah, saya selalu disuguhkan bahwa Islam adalah rahmat bagi semesta alam, membawa kedamaian bagi pemeluknya, dan mengasihi kepada seluruh umat manusia.

Akan tetapi sekarang harus sadari! Bahwa ancaman Komunisme bukanlah satu-satunya ancaman bagi Ideologi kebangsaan kita, Dan isu PKI adalah salah satu cari golongan-golongan Islam Transaksional yang menginginkan Ideologi Khilafah di bumi Nusantara untuk menggiring opini umat Islam Indonesia membenarkan tindaknnya dan secara laten membuat pola pikir umat Islam Indonesia menjadi radikal (yang tadinya rahmatan lil alamin).

Membuat provokasi adalah cara yang mereka lakukan untuk menggesekan kesatuan bangsa kita. Mereka menghina keimanan agama lain di media sosial. Sehingga membuat pencitraan permusuhan antara Umat Islam dan Golongan Mu’ahid. Mereka menciptakan opini untuk membuat keretakan terhadap keutuhan bangsa kita dengan cara penghasutan dan mengajarkan kekerasan.
Bunuh!!! Bunuh!!! Bunuh!!! Bunuh!!! Bunuh!!!

Itu merupakan cara mereka untuk memperngaruhi pemikiran golongan-golongan Islam kita yang bersatu dengan budaya lokal Indonesia yang luhur. Mereka menciptakan sebuah eskplansi bahwa Islam tidak boleh bercampur dengan budaya, akan tetapi mereka mencampuradukan Islam kita dengan budaya kekerasan.

Kita sekarang harus sadar. Bahwa kita dalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang berada di Indonesia. Kita harus memiliha opini-opini yang berkembang untuk menggiring kita melakukan perpecahan. Islam mengajarkan untuk memberikan hidayah dengan lemah lembut. Islam memberikan kasih kepada semua orang. Karena Islam diturunkan untuh menjadi rahmat bagi semesta alam. Melindungi seluruh umat manusia (baik islam maupun Mu’ahid).
Islam Indonesia mengajarkan :

“ Kasih, Sayang, Memaafkan, Adil “

Yang merupakan pencerminan dari nama-nama Allah yang baik, sedangakan

“ BUNUH, KAFIR, CINA KOMUNIS, PROVOKASI, PERANG, BUNUH. “

Sama sekali bukan penggambaran dari Umat Islam Indonesia, bahkan bukan gambaran dari Ajaran Islam yang saya pelajari sejak SMP.

Sejarah yang saya pelajari sejak SMP bukan mengajarkan untuk mengatakan pahlawan itu kafir atau pahlwan itu tak pantas karena kafir. Tapi Sejarah mengajarkan saya bahwa kita berjuang untuk Tanah Air dengan menanggalkan identitas primodial kita, agama kita bawa ke medan perjuangan untuk memanjatkan doa kepada Allah. Kalau sejak dulu kita mempermasalahkan agama dalam perjuangan kemerdekaan. Sudah jelas negara Indonesia pasca RIS akan tepercah.

Akan tetapi ? Kita tetap bersatu.

“ Karena Agama adalah cara kita mendekatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Akan tetapi Rasa Nasionalisme adalah cara kita mendekatkan pada Persatuan Bangsa, Ya Bangsa Indonesia “

* Artikel ini merupakan posting ulang, pertama kali saya posting di Seword.com

Saturday, December 31, 2016

Hari-Hari Suci Orang Yahudi

Tembok Ratapan. Foto: pixabay.com

Harian Sejarah - Dalam agama samawi ada hari-hari yang disucikan bagi umatnya. Hari-hari ini tersebut bernilai sacral karena berhubungan langsung  dengan pencipta. Salah satu tema pembahasan kali ini adalah hari-hari suci agama orang Yahudi, yaitu Judaisme, salah satu rumpun agama samawi.
Tema-tema dari pengampunan dan pertobatan merefleksikan di hari-hari penting orang Yahudi, Rosh Hashanah (hari tahun baru Yahudi)  dan Yom Kippur (hari penebusan dosa)  ini merupakan hari-hari suci diperingati di September atau Oktober tergantung penanggalan Yahudi.

Sinagoga terisi penuh dengan banyaknya gelombang pengunjung bagi orang-orang yang sebelumnya tidak bisa hadir di sepanjang tahun.  Rosh Hashaana diikuti 10 hari kemudian oleh berdoa dan puasa yang disebut Yom Kippur untuk Yahudi keseluruhan periode ini adalah waktu Genting dimana Tuhan tidak hanya memutuskan nasib mereka tetapi juga menunjukkan belas kasih kepada mereka yang ingin memperbaiki Jalan mereka.

1. Rosh Hashanah 

Hari-Hari Suci Orang Yahudi

Festival ini ditandai dengan pembuatan dunia oleh Tuhan, ini juga terlihat sebagai waktu penghakiman ketika Tuhan menyeimbangkan Perbuatan baik terhadap perbuatan buruk dan memutuskan akan ditaruh kemana  mereka di tahun selanjutnya.  

Penilaian dicatat di satu dari tiga buku, satu untuk kebaikan, satu untuk kejahatan, dan satu untuk rata-rata seseorang. Selama 10 hari kemudian dikatakan sebagai hari perenungan orang-orang diberikan kesempatan untuk bertobat karena hari penghakiman Allah tertutup pada hari Yom Kippur.
Ciri khas dari Rosh Hashanah itu sendiri terdiri dari

a. Shofar

Hari-Hari Suci Orang Yahudi

Selama Rosh Hashanah,  sinagoga melayani  lebih lama dan lebih khusyuk dari biasanya dan termasuk pengakuan dan pertobatan.  Sebuah ritual penting di lambangkan dengan kesempatan menyuarakan Shofar,  sering dibuat dari tanduk biri-biri jantan yang dikorbankan oleh Ibrahim. Suara dari Shofar juga dimaksudkan untuk panggilan membangunkan, menginspirasi orang-orang memikirkan tahun yang berakhir dan memutuskan menuju hidup lebih baik di tahun depan.

b. Kebiasan Tahun Baru

Pada komunitas sama orang-orang mengirim kartu tahun baru. Tidak seperti tahun baru sekuler, waktu ini bagi Yahudi untuk meminta maaf kepada Tuhan dan mereka yang telah disakiti, dizalimi dan lainnya.

c. Tahun Baru Manis


Pada malam festival biasanya memakan bagian dari apel yang dicelup madu, dengan harapan bahwa tahun baru akan manis orang-orang juga memakan buah asing yang belum mereka makan untuk beberapa waktu atau menggunakan baju baru

2. Yom Kippur


Hari tersuci dari kalender Yahudi adalah Yom Kippur, selain dari mereka yang sakit dan mengkonsumsi obat-obatan, setiap orang usia Bar atau Bat Mitzvah berpuasa untuk 25 jam, dan Hampir semua orang menghabiskan waktu keseluruhan hari untuk berdoa di sinagog untuk menebus kesalahan dengan pencipta mereka. Kebaktian Yom kippur berakhir dengan tiupan sekali dari Shofar, dan setiap orang kembali ke rumah rasa perasaan telah dibersihkan dan memiliki tujuan baru

Hari-Hari Suci Orang Yahudi

Ciri khas yang menonjol dari Yom Kippur adalah kebiasaan ber-Tzedakah atau beramal. Doa paling tinggi hari suci disebutkan bahwa mereka yang sungguh bertaubat, berdoa. dan memberikan amal akan dijamin memiliki tahun yang baik. Meskipun tidak ada uang ditangani pada Yom Kippur sendiri,  di banyak sinagog Rabbi akan membuat orang-orang terdorong untuk memberikan uangnya ke lembaga amal tertentu.


Wednesday, December 28, 2016

Fragmentasi Umat Islam

umat islam

Harian Sejarah - Ada sekitar 1,6 miliar  orang Islam di bumi, atau sekitar 23% dari seluruh penduduk bumi. Dari 1,6 miliar itu, sekitar 1,3 miliar juta adalah Islam Sunni, termasuk hampir seluruh masyarakat Indonesia adalah penganut Islam Sunni. India adalah juga negara dengan penduduk muslim terbesar ketiga dunia setelah Indonesia dan Pakistan.  250 juta umat Islam adalah Islam Syiah, yang terbesar ada di Iran dan Iraq. 3 juta Islam Ibadi atau Khawarij.   Sisanya Islam Ahmadiyah, Sufi, Quraniyyah, dsb.

3 golongan besar Islam yaitu Sunni, Syiah, dan Ibadi timbul karena perebutan kekuasaan seusai Nabi Muhammad meninggal. Sunni menganggap 4 khalifah yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali sebagai khalifah yang sah. Syiah menganggap hanya Ali dan keturunannya sajalah yang layak memimpin umat Islam, sedangkan Ibadi menentang keduanya.

3 diantara 4 khulafaurrasyidin mati terbunuh, Umar dibunuh oleh budak dari Iran yang tidak rela Iran dikuasai muslim , Utsman dibunuh oleh pemberontak muslim sendiri, sedangkan Ali dibunuh oleh Khawarij.

Setelah Ali, praktis khalifah adalah raja biasa yang kebetulan beragama Islam, yang tentunya gaya hidupnya jauh dari gaya hidup Nabi Muhammad atau Khulafaurrasyidin, beberapa diantaranya mulai punya istri puluhan dimana di Alquran maksimum hanya 4 sampai hidup serba mewah.

perpecahan

Konflik antar denominasi Islam ini masih terjadi hingga sekarang bahkan tak jarang berperang, yang Sunni benci dengan Syiah, yang Syiah benci dengan Sunni, lalu keduanya benci Ahmadiyah, Ibadi, dsb. Hanya Islam Sufi yang secara umum menghindari konflik antar denominasi ini.

Kesamaan dari semua denominasi adalah bahwa banyak diantara meraka yang menjual agama demi kepentingan duniawi semata, ulama yang menjual ayat maupun ulama yang berkolaborasi dengan penguasa untuk berkuasa bersama seperti yang terjadi di beberapa negara yang mayoritas Islam, khususnya di wilayah Timur Tengah.

Fragmentasi ruwet ini ketika tidak ditarik dengan pendalaman sejarah hanya akan menghasilkan perang-perang dan kebencian baru, padahal dalam sejarah sudah begitu jelas bahwa kepemimpinan orang baik dan sederhana seperti Nabi Muhammad dan Khulafaurrasyidin lah yang seharusnya ditiru, bukannya perang dan kebencian yang memang sejak jaman Khulafaurrasyidin dihembuskan oleh manusia-manusia haus kekuasaan.

Tentunya tak heran, jika Utsman dan Ali termasuk cucunya Nabi Muhammad Hasan dan Husein saja bisa dibunuh demi kekuasaan, jaman modern ini orang yang mengaku Islam bisa melakukan apapun demi kekuasaan dan keduniawian serta diperalat oleh sejumlah 'Elit Politik' yang menginginkan umat terkotak-kota dalam mengoyang suatu pemerintahan atau memuluskan jalan pemerintahan.

Kekuatan asing turut serta dalam lingkaran perpecahan. Pihak asing seringkali terlibat untuk mempertahankan kepentingannya di suatu kawasan, misalnya Amerika dan Russia yang berada dibalik beberapa peperangan di Timur Tengah, salah satunya yang sekarang terjadi di Suriah. Keduanya berada dibalik dua sisi yang bertikai sehingga menimbulkan keruwetan, ditambah lagi dengan masuknya Arab Saudi dan Iran sebagai simbol dari perpecahan Sunni dan Syiah di kawasan Timur Tengah dan Teluk.

Semua ini memunculkan suatu pemasalahan global. Kekerasan menjadi suatu yang melekat pada Islam sejauh maraknya Islamphobia. Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang ramah tamah, dan Islam yang mengedepankan permusyawarahan tergerus oleh faham-faham Islam Transaksional. Faham ini berujung pada penyebaran Islam garis keras seperti wahabi ke pelbagai negara. Mereka akhirnya membentuk kelompok-kelompok militan yang kerap kali melangsungkan aksi Terorisme yang bertujuan mendirikan Kekhilafahan. Kekhilafahan ini menuru mereka adalah solusi dari perpecahan Islam dan kemunduran Islam.

Fragmentasi Umat Islam

Padahal jika kita berpikir logis, kemunduran Islam justru karena peperangan dan pengedepanan ajaran Islam yang keras, ajaran Islam yang mengedepankan peningkatan Ilmu Pengetahuan modern guna menunjang intelektualitas umat dianggap sebagai sesuatu yang kontra terhadap ajaran agama. Surga merupakan iming-iming yang kerap kali diberikan kepada umat Islam yang kering akan pemahaman dan perbandingan ilmu.