Showing posts with label Ilmu Sosial. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Sosial. Show all posts

Wednesday, January 11, 2017

Masyarakat Majemuk


Masyarakat majemuk merupakan suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau beberapa komunitas atau kelompok-kelompok yang secara kultur (budaya) dan ekonomi memiliki struktur lembaa yang berbeda-beda dan beragam.

Pengertian Masyarakat Menurut Definisi Para Ahli

  • Emile Durkheim : Menurut Emile Durkheim, pengertian masyarakat adalah suatu kenyataan objektif dari individu-individu yang merupakan anggotanya. 
  • Karl Marx : Menurut Karl Marx, pengertian masyarakat adalah suatu sturktur yang mengalami ketegangan organisasi maupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah secara ekonomi
  • M. J. Herkovits : Menurut M. J. Herkovits, pengertian masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu cara hidup tertentu. 
  • J. L. Gillin dan J. P. Gillin : Menurut J. L. Gillin dan J. P. Gillin, pengertian masyarakat adalah kelompok yang tersebar dengan perasaan persatuan yang sama
  • Max Weber : Menurut Max weber, pengertian masyarakat adalah suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nila yang dominan pada warganya
  • Selo Soemardjan : Menurut Selo Soemardjan, pengertian masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. 
  • Paul B. Horton : Menurut Paul B. Horton, pengertian masyarakat adlaah sekumpulan manusia yang relatif mandiri dengan hidup bersama dalam jangka waktu cukup lama, mendiami suatu wilayah tertentu dengan memiliki kebudayaan yang sama, dan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu.
  • Soerjono Soekanto : Menurut Soerjono Soekanto, masyarakat pada umumnya memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut :
    • Manusia yang hidup bersama; sekurang-kurangny terdiri atas dua orang
    • Bercampur atau bergaul dalam jangka waktu yang cukup lama. Berkumpulnya manusia akan menimbulkan manusia baru. Sebagai akibat dari hidup bersama, timbul sistem komunikasi dan peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia. 
    • Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan 
    • Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu sama lain. 
  • Marrion Levy : Menurut Marion Levy, Empat kriteria yang perlu dipenuhi agar suatu kelompok dapat disebut masyarakat, adalah sebagai berikut :
    • kemampuan bertahan yang melebihi masa hidup seorang anggotanya 
    • perekrutan seluruh atau sebagian anggotanya melalui reproduksi atau kelahiran 
    • adanya sistem tindakan utama yang bersifat swasembada
    • kesetiaan terhadap suatu sistem tindakan utama secara bersama-sama
  • Talcon Parsons : Menurut Talcott Parsons, menambahkan kriteria kelima dari pendapat Marion Levy yaitu melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya.

Ciri-ciri Masyarakat Majemuk

  • Segmentasi ke dalam kelompok-kelompok atau terdiri dari bermacam suku yang masing- masing memiliki budaya yangberbeda-beda.
  • Kurang mengembangkankonsensus.
  • Sering mengalami konflik vertikal dan horizon- tal.
  • Integrasi sosial ataspaksaan.
  • Dominasi suatu kelompok atas kelompok lain. Istilah lain kemajemukan masyarakat adalah diferensiasi sosial.
  • Bersifat heterogen.
  • Hubungan sosial individu.

Jenis-Jenis Masyarakat Majemuk

  • Kompetisi seimbang adalah masyarakat majemuk yang tersusun oleh sejumlah komunitas atau etnik yang memiliki kekuatan kompetitif tidak yang kurang lebih seimbang.
  • Mayoritas dominan adalah masyarakat majemuk yang tersusun oleh sejumlah komunitas etnik dgn kekuatan kompetitif lebih besar dari pada kelompok yang lainnya. dgn kata lain bahwa suatu kelompok etnis mayoritas mendominasi kompetisi politik atau ekonomi sehingga posisi kelompok-kelompok yang lain menjadi lebih kecil.
  • Minoritas dominan adalah suatu masyarakat di mana satu kelompok etnik minoritas memiliki keunggulan kompetitif yang luas sehingga mendominasi kehidupan politik atau ekonomi masyarakat.
  • Mayoritas fragmentasi adalah masyarakat yang terdiri dari sejumlah kelompok etnik, namun semuanya dalam jumlah yang kecil sehingga tidak ada satu kelompok pun yang memiliki posisi politik atau ekonomi yang dominant terhadap yang lainnya.

Faktor Penyebab Kemajemukan Masyarakat

  • Letak dan keadaan geografi Indonesia.
  • Keanekaragaman cara hidup masyarakat karena perbedaan curah hujan dan perbedaan ke- suburan tanah, timbul perbedaan pertanian.
  • Adanya berbagai suku bangsa, etnis, ras, dan agama yang hidup dalam suatu masyarakat.
  • Adanya masyarakat dalam negara yang terdiri atas pulau-pulau.
  • Primordialisme dalam Masyarakat Majemuk
  • Primordialisme merupakan keterkaitan seseorang dalam kelompok atas dasar ikatan kekerabatan, sukubangsa, asaldaerah, bahasa, danadatistiadat sehingga melahirkan pola perilaku serta cita-cita yang sama (Ramlan S.) atau dapat diartikan juga dengan loyalitas yang berlebihan terhadap budaya subnasional seperti suku bangsa, ras, agama, dan kedaerahan (Robuskha dan Shepsle).
  • Beberapa sebab munculnya gejala primordialisme, di antaranya adalah adanya sesuatu yang sikap untuk mempertahankan suatu kelompok atau kesatuan sosial terhadap ancaman dari luar dan adanya nilai-nilai yang berhubungan dengan sistem keyakinan seperti nilai-nilai keagamaan dan pandangan.

Proses Terwujudnya Integrasi Masyarakat

  • Proses integrasi sosial merupakan proses penyesu- aian di antara unsur-unsur sosial yang berbedabeda sehingga membentuk suatu kesatuan masyarakat yang serasi.
  • Proses menuju sebuah integrasi masyarakat meng- alami beberapa taraf, yaitu sebagai berikut.
  • Taraf akomodasi yaitu proses penyesuaian diri atau kerjasama antarindividu atau kelom- pok dalam bidang-bidang terbatas, taraf ini merupakan taraf kompromi dan toleransi.
  • Taraf kooperasi yaitu taraf ketika telah terjadi perkembangan reaksi-reaksi yang sama terha- dap berbagai problem yang dihadapi bersama, taraf ini tercapai sesudah hubungan kerjasama antar- kelompok bisa bertahan lama.
  • Taraf koordinasi yaitu beberapa individu dan kelompok sudah mulai bersedia bekerjasama dalam bidang-bidang yang semakin luas se- hingga menuntut adanya pembagian kerja dan koordinasi. Pada tingkatan ini solidaritas mulai nyata dan mulai berkurangnyaprasangka.
  • Taraf akulturasi, terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda sehingga unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menghilangkan ciri kebudayaan sendiri.
  • Taraf asimilasi yaitu bersatunya dua kebu- dayaan atau lebih dalam kelompok sosial ma- syarakat yang akhirnya melahirkan kebuda- yaan baru yang berbeda dari sebelumnya. Taraf demikian dianggap paling ideal dalam terwujudnya integrasi masyarakat.


Kebudayaan


Kebudayaan secara etimologi berasal dari bahasa Sanskerta buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi, artinya budi atau akal. Dari sini kita bisa menarik bahwa Kebudayaan dapatlah diartukan sebagai sesuatu yang memiliki keterkaitan dengan budi dan akal manusia. Maka banyaklah sumber mengatakan bahwa Kebudayaan merupakan hasil cipta dan karya budi daya manusia. Artinya kebudayaan itu merupakan ciptaan yang bersumber dari pemikiran manusia sendiri.

Dalam bahasa Inggris itilah kebudayaan dikenal dengan culture dan bahasa belanda cultuur. Kemudian berumpun dari bahasa Latin yaitu colere yang memiliki arti mengelolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah. Dengan demikian kebudayaan dapat didefinisikan secara umum sebagai segala daya dan upaya yang dilakukan oleh manusia untuk mempertahankan atau mempermudah kegiatan manusia.

Definisi Kebudayaan menurut para ahli :

  • Ralph Linton mengatakan bahwa kebudayaan merupakan keseluruh dari pengetahuan, sikap, dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota dari suatu masyarakat tertentu.
  • Koentjaraningrat mendefinisikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kerangka kehidupan masyarakat yang dijadikan bagian dari manusia dalam belajar.
  • Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebaga semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
    • Karya: teknologi dan kebudayaan yang bersifat kebendaan atau hasil kebudayaan jasmaniah (material culture).
    • Rasa: hasil yang ditumbulkan dari rasa yang meliputi jiwa manusia dengan segala kaidah dan nilai sosial, rasa juga meliputi agama, ideologi, kebatinan, kesenian, dan segala unsur yang merupakan hasil atau ekspresi manusia.
    • Cipta: kemampuan mental dan berpikir manusia dalam memandang atau memikirkan setiap hal dan merumuskan hasil pemikirannya tersebut, contohnya ilmu pengetahuan dan filsafat.
Wujud Kebudayaan

  • Kebudayaan yang letaknya terdapat pada pemikiran manusia sehingga tidak dapat diraba dan digambarkan, kebudayaan ini sifatnya abstrak (samar).
  • Kebudayaan yang letaknya terdapat pada pola dan tindakan yang menghasilkan perbuatan serta aktivitas di dalam masyarakat, kebudayaan ini dapat dirasakan, diingat, digambarkan dan bersifat konkret (nyata)

Unsur Kebudayaan

Unsur kebudayaan menurut Clyde Kluckhoh terdiri atas tujuh unsur (culture universal) yaitu :

  • Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (Teknologi): pakaian, perumahan, alat rumah tangga, senjata, dan alat produksi.
  • Mata pencaharian dan sistem ekonomi: pertanian, perkebunan, sistem produksi dan distribusi.
  • Sistem kemasyarakatan: kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, dan perkawinan.
  • Bahasa: lisan dan tulisan, atau isyarat
  • Kesenian: seni rupa, suara, dan senia ukir, dll.
  • Sistem pengetahuan:  metode, hasil penelitian, hasil penelitian.
  • Sistem kepecayaan: agama, keyakinan, dan ideologi.

Fungsi Kebudayaan

  • Hasil karya manusia yang menciptakan kebudayaan berupa teknologi.
  • Perwujudan dari karsa manusia yang merupakan cerminan dari norma dan nilai sosial yang dapat menghasilkan tata tertib dan sistem pergaulan kemasyarakatan.
  • Terciptanya pola-pola perilaku (Pattern be behaviou) yang merupakan cara-cara masyarakat untuk bertindak atau berkelakuan yang sama dan harus diikuti oleh semua anggota masyarakat.
  • Karakteristik Kebudayaan
  • Milik bersama
  • Hasil dari belajar
  • Didasarkan pada lambing atau simbol
  • Berintegrasi antara budaya yang satu dan lainnya

Sifat Kebudayaan

Universal, namun dalam perwujudannya memiliki ciri-ciri khusus yang sesuai dengan situasi dan lokasinya (beradaptasi).
  • Stabil dan dinamis.
  • Cenderung untuk menentukan jalan kehidupan manusia, terkadang tanpa disadari.
  • Hubungan antara unsur-unsur kebudayaan dalam masyarakat
  • Sebagai peralatan dan perlengkapan hidup
  • Alat-alat produksi
  • Senjata
  • Wadah
  • Sumber makanan dan minuman
  • Pakaian dan perhiasan
  • Tempat berlindung dan perumahan
  • Alat-alat transportasi
Sistem mata pencaharian
  • Berburu dan meramu
  • Berternak
  • Bertani
  • Menangkap ikan
Sistem kemasyarakatan
  • Sistem kekerabatan
  • Organisasi sosial
  • Bahasa
  • Kesenian
Sistem pengetahuan
  • Pengetahuan sosial
  • Pengetahuan alam
  • Pengetahuan anatomi manusia
  • Pengetahuan mengenai ruang dan waktu
  • Sistem Religi

Bentuk-bentuk Mobilitas Sosial


Bentuk-bentuk Mobilitas Sosial

  • Mobilitas Sosial Horizontal, perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau kelompok dalam lapisan yang sama.
  • Mobilitas Sosial Vertikal, perpindahan status sosial seseorang atau kelompok warga pada lapisan sosial yang berbeda. 

Mobilitas vertikal ke atas (Social climbing)

Mobilitas vertikal ke atas atau social climbing mempunyai dua bentuk yang utama

  • Masuk ke dalam kedudukan yang lebih tinggi. Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi, di mana kedudukan tersebut telah ada sebelumnya. Contoh: A adalah seorang guru sejarah di salah satu SMA. Karena memenuhi persyaratan, ia diangkat menjadi kepala sekolah.
  • Membentuk kelompok baru. Pembentukan suatu kelompok baru memungkinkan individu untuk meningkatkan status sosialnya, misalnya dengan mengangkat diri menjadi ketua organisasi. Contoh: Pembentukan organisasi baru memungkinkan seseorang untuk menjadi ketua dari organisasi baru tersebut, sehingga status sosialnya naik.


Mobilitas vertikal ke bawah (Social sinking)

Mobilitas vertikal ke bawah mempunyai dua bentuk utama.

  • Turunnya kedudukan. Kedudukan individu turun ke kedudukan yang derajatnya lebih rendah. Contoh: Nelson Piquet Jr. dipecat dari tim Renault karena gagal meraih poin di F1 2009.
  • Turunnya derajat kelompok. Derajat sekelompok individu menjadi turun yang berupa disintegrasi kelompok sebagai kesatuan. Contoh: Juventus terdegradasi ke seri B. akibatnya, status sosial tim pun turun.

Mobilitas antargenerasi

Mobilitas antargenerasi secara umum berarti mobilitas dua generasi atau lebih, misalnya generasi ayah-ibu, generasi anak, generasi cucu, dan seterusnya. Mobilitas ini ditandai dengan perkembangan taraf hidup, baik naik atau turun dalam suatu generasi. Penekanannya bukan pada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan pada perpindahan status sosial suatu generasi ke generasi lainnya.
Contoh: Pak Parjo adalah seorang tukang becak. Ia hanya menamatkan pendidikannya hingga sekolah dasar, tetapi ia berhasil mendidik anaknya menjadi seorang pengacara. Contoh ini menunjukkan telah terjadi mobilitas vertikal antargenerasi.

Mobilitas intragenerasi
Mobilitas sosial intragenerasi adalah mobilitas yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam satu generasi.
Contoh: Pak Darjo awalnya adalah seorang buruh. Namun, karena ketekunannya dalam bekerja dan mungkin juga keberuntungan, ia kemudian memiliki unit usaha sendiri yang akhirnya semakin besar. Contoh lain, Pak Bagyo memiliki dua orang anak, yang pertama bernama Endra bekerja sebagai tukang becak, dan Anak ke-2, bernama Ricky, yang pada awalnya juga sebagai tukang becak. Namun, Ricky lebih beruntung daripada kakaknya, karena ia dapat mengubah statusnya dari tukang becak menjadi seorang pengusaha. Sementara Endra tetap menjadi tukang becak. Perbedaan status sosial antara Endra dengan adiknya ini juga dapat disebut sebagai mobilitas intragenerasi.

Mobilitas sosial geografis

Gerak sosial ini adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah lain seperti transmigrasi, urbanisasi, dan migrasi.
Faktor-faktor yang memengaruhi mobilitas sosial[sunting | sunting sumber]

Saluran mobilitas sosial menurut Pitirim A. Sorokin


Saluran mobilitas sosial menurut Pitirim A. Sorokin:

  • Angkatan bersenjata, karena jasanya prajurit akan mendapat kesempatan naik pangkat se- hingga memiliki kekuasan, wewenang yang lebih besar.
  • Lembaga keagamaan, agama mengajarkan bahwa di mata Tuhan hanya keimanan yang membedakan manusia. Maka semakin tinggi tingkat pengetahuan agama seseorang akan semakin tinggi pula statusnya.
  • Lembaga kependidikan, merupakan saluran konkret mobilitas sosial karena dari tamatan- tamatan jenjang pendidikan akan menem- patkan pada jabatan tertentu sesuai dengan ijazah yang dimiliki.
  • Organisasi politik, ekonomi dan keahlian, orang-orang yang  mempunyai  keahlian dalam bidang tertentu akan mendapatkan kedudukan tersendiri di dalam bermasyarakat dan menduduki lapisan tertinggi.
  • Perkawinan, melalui perkawinan akan terjadi mobilitas sosial vertikal naik ataupun turun.


Dampak Positif dan Negatif Konflik


Konflik tidak hanya memberikan hasil yang berakibat negatif bagi masyarakat, namun konflik juga memberika dampak yang berakibat positif yang bermanfaat bagi masyarakat. Macam-macam dampak positif dan negatif konflik adalah sebagai berikut :

Dampak Positif Konflik 

  • Adanya yang memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau belum tuntas dipelajari
  • Adanya penyesuaian kembali norma dan nilai yang diserta dengan hubungan sosial dalam kelompok yang bersangkutan. 
  • Jalan untuk mengurangi ketegangan antarindividu dan antarkelompok 
  • Untuk mengurangi atau menekan adanya pertentangan yang terjadi dalam masyarakat
  • Membantu menghidupkan kembali norma lama dan menciptakan norma baru

Dampak Negatif Konflik

  • Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang mengalami konflik dengan kelompok lain.
  • Keretakan hubungan antar anggota kelompok, seperti akibat konflik antarsuku
  • Menimbulkan perubahan kebribadian pada individu, seperti adanya rasa benci dan saling curiga akibat perang
  • Adanya kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia
  • Terdapat domoniasi, juga penaklukan, yang terjadi pada salah satu pihak yang terlibat dalam konflik


Macam-Macam Konflik


Macam-Macam Konflik Berdasarkan Pihak Yang Terlibat Di Dalamnya

  • Konflik dalam diri individu (conflik within the individual), adalah konflik yang terjadi karena memilih tujuan yang saling bertentangan, atau karena tuntutan tugas yang terlampau banyak untuk di tinggalkan. 
  • Konflik antar-individu (conflik among individual), adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepribadian antara individu yang satu dengan individu yang lainnya.  
  • Konflik antar individu dan kelompok (conflik among individual and groups),  adalah konflik yang terjadi karena terdapat individu yang gagal beradaptasi dengan norma-norma kelompok dimana tempat ia bekerja. 
  • Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama (conflik among groups in the same organization) adalah konflik yang terjadi karena setiap kelompok memiliki tujuan tersendiri dan berbeda yang ingin di capai. 
  • Konflik antar organisasi (conflik among organization), adalah konflik yang terjadi karena tindakan yang dilakukan oleh anggota organisasi yang menimbulkan dampak negatif bagi anggota organisasi lain.   
  • Konflik antar individu dalam organisasi yang berbeda (conflik among individual in different organization),  adalah konflik yang terjadi karena sikap atau perilaku anggota organisasi yang berdampak negatif anggota organisasi lain. 

Macam-Macam Konflik Berdasarkan Fungsinya

  • Konflik konstruktif, adalah konflik yang mempunyai nilai positif kepada pengembangan organisasi. 
  • Konflik destruktif, adalah konflik yang memiliki dampak negatif kepada pengembangan organisasi. 
  • Macam-Macam Konflik Berdasarkan Posisi Seseorang dalam Struktur Organisasi
  • Konflik vertikal, adalah konflik yang terjadi antara karyawan yang memiliki jabatan yang tidak sama dengan dalam organisasi.  
  • Konflik horizontal, adalah konflik yang terjadi karena memiliki kedudukan/jabatan yang sama atau setingkat dalam organisasi. 
  • Konflik garis staf, adalah konflik yang terjadi karyawan yang memegang posisi komando, dengan pejabat staf sebagai penasehat dalam organisasi. 

Konflik peran,  adalah konflik yang terjadi karena individu memiliki peran yang lebih dari satu.

  • Macam-Macam Konflik Berdasarkan Dampak Yang Timbul 
  • Konflik fungsional, adalah konflik yang memberikan manfaat atau keuntungan bagi organisasi yang dapat dikelola dan dikendalikan dengan baik. 
  • Konflik Infungsional, adalah konflik yang dampaknya merugikan orang lain. 
  • Macam-Macam Konflik Berdasarkan Sumber Konflik 
  • Konflik tujuan, adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan individu, organisasi atau kelompok yang memunculkan konflik
  • Konflik peranan, adalah konflik yang terjadi karena terdapat peran yang lebih dari satu. 
  • Konflik nilai, adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan nilai yang dianut oleh seseorang berbeda dengan nilai yang dianut oleh organisasi atau kelompok. 
  • Konflik kebijakan, adalah konflik yang terjadi karena individu atau kelompok tidak sependapat dengan kebijakan yang diambil oleh organisasi. 

Macam-Macam Konflik Berdasarkan Bentuknya

  • Konflik realistis, adalah konflik yang terjadi karena kekecewaan individu atau kelompok atas tuntutannya. 
  • Konflik nonrealistif, adalah konflik yang terjadi karena kebutuhan yang meredakan ketegangan. 
  • Macam-Macam Konflik Berdasarkan Tempat Terjadinya 
  • Konflik in-group, adalah konflik yang terjadi dalam kelompok atau masyarakat sendiri
  • Konflik out-group, adalah konflik yang terjadi antara suatu kelompok atau masyarakat dengan suatu kelompok atau masyarakat lain.

Macam-Macam Konflik Berdasarkan Pendapat Dahrendorf

  • Konflik antara atau dalam peran sosial, seperti antara peran seseorang dalam keluarga dan peran dalam pekerjaan (profesi). 
  • Konflik antara kelompok-kelompok sosial,  
  • Konflik antara kelompok yang terorgansiasi dengan kelompok yang tidak terorganisasi,  
  • Konflik antara satuan nasional, seperti konflik antara KPK dan Porli dalam menangani kasus tertentu. 
  • Konflik antarnegara atau antara negara dan organisasi internasional


Norma Sosial


Manusia tidak pernah lepas dari peraturan. Di mana pun dan kapan pun di sekeliling kita terdapat aturan yang membatasi perilaku manusia. Norma Sosial adalah patokan perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat. 

Fungsinya adalah untuk memberi batasan berupa perintah atau larangan dalam berperilaku, memaksa individu untuk menyesuaikan diri dengan nilai yang berlaku di masyarakat dan menjaga solidaritas antaranggota masyarakat. Oleh karena fungsi-fungsi tersebut, maka sosialisasi norma memiliki peran yang penting dalam mewujudkan ketertiban sosial.

Di dalam kehidupannya, yang tidak dapat hidup serta memenuhi kebutuhannya sendiri, manusia memerlukan pengaturan agar dapat hidup harmonis. Tata pengaturan itulah yang disebut norma sosial. Norma sosial adalah sesuatu yang berada di luar individu, sehingga bersifat membatasi/sebagai pengontrol dan memiliki sanksi.

    Pengertian Norma Sosial Menurut Definisi Para Ahli 
    1. John J. Macionis: Menurutnya norma adalah aturan-aturan dan harapan-harapan masyarakat untuk memandu perilaku anggota-anggotanya
    2. Robert Mz. Lawang: Pengertian norma menurut Robert Mz. Lawang adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan baik dan pantas sehingga sejumlah angggapan yang baik dan perlu dihargai sebagaimana mestinya
    3. Hans Kelsen: Menurut Hans Kelsen, pengertian norma adalah perintah yang tidak personal dan anonim 
    4. Soerjono Soekanto: Pengertian norma menurut soerjono soekanto adalah suatu perangkat agar hubungan antar masyarakat terjalin dengan baik. 
    5. Isworo Hadi Wiyono: Pengertian norma menurut Isworo Hadi Wiyono bahwa norma adalah peraturan atau petunjuk hidup yang memberi ancar-ancar perbuatan mana yang boleh dijalankan dan perubatan mana yang harus dihindari. 
    6. Antony Gidden: Menurut Antony Gidden bahwa pengertian norma adalah prinsip atau aturan konkret yang seharusnya diperhatikan oleh masyarakat.
    Prof. DR. Soerjono Soekanto, S.H., M.A. (lahir di Jakarta, Januari 1942, umur 75 tahun) merupakan ahli hukum dan sosiolog Indonesia. Ia mendapat gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Universitas Indonesia (1965), sertifikat metode penelitian ilmu-ilmu sosial dari Universitas Indonesia (1969), Master of Arts dari University of California, Betkeley (1970), Sertifikat dari Academy of American and International Law, Dallas (19972) dan gelar doktor Ilmu Hukum dari Universitas Indonesia (1977). Diangkat sebagai Guru besar sosiologi hukum Universitas Indonesia (1983).

    Ciri-Ciri Norma Sosial
    • Norma sosial pada umumnya tidak tertulis: Dalam masyarakat, norma sosial tidak tertulis yang hanya diingat dan diserap serta mempraktekkannya dalam interkasi antara anggota kelompok masyarakat
    • Hasil kesepatakan bersama: Sebagai peraturan sosial yang difungsikan untuk megnarahkan perilaku seluruh anggota masyarakat. Norma sosial dibentuk dan disepakati bersama seluruh warga masyarakat
    • Mengalami perubahan: Sebagai aturan yang lahir dari proses interkasi sosial di masyarakat, norma mengalami perubahan sesuai atas keinginan dan kebutuhan dari anggota masyarakat itu sendiri. 
    • Ditaati bersama: Norma sosial merupakan seperangkat aturan sosial untuk mengarahkan dan menertipkan perilaku anggota masyarakat untuk dari keinginan bersama. Oleh sebab itu, norma didukung dan ditaati bersama. 
    • Pelanggar norma mendapatkan saksi: Norma sosial bersifat memaksa individu agar berperilaku untuk sesuai dengan kehendak bersama. Sehingga pelanggaran diberikansanksi dengan tindakan atau daya ikat norma.

    Norma sosial terdiri atas 6 golongan berikut.
    1. Cara (usage), terbentuk dari proses interaksi yang terus-menerus. Norma ini mempunyai kekuatan sanksi yang lemah. Pelanggaran terhadap norma ini hanya dianggap tidak sopan.
    2. Kebiasaan (falk ways), adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. Pelanggar- nya akan mendapat teguran atausindiran.
    3. Tata kelakuan (mores), kebiasaan yang tidak hanya dijadikan sebagai cara berperilaku, melainkan diterima sebagai norma pengatur. Sanksi yang diberikan bagi yang melanggar yaitu diusir atau diasingkan.
    4. Adat istiadat  (custom),  yaitu  tata  kelakuan  yang kuat integrasinya dengan pola perilaku masyarakat, sehingga mengikat dan menjadi adat istiadat (custom).
    5. Norma hukum (laws), tepatnya disebut sebagai hukum tertulis. Berisi ketentuan, kewajiban, dan larangan agar terwujud suatu ketertiban dan keadilan di dalam masyarakat. Laws memiliki sanksi paling tegas dibandingkan norma lainnya.
    6. Mode atau fashion, cara atau gaya melakukan atau membuat sesuatu yang sering berubah-ubah dan diikuti orang banyak.

    Macam-macam Norma Sosial
    1. Norma Agama
    2. Norma Kesusilaan (Mores)
    3. Norma Adat
    4. Norma Kebiasaan
    5. Norma Kesopanan
    6. Norma Hukum

    Macam-Macam Norma Sosial Berdasarkan Aspek-Aspeknya 

    1. Norma Agama 
    Norma agama adalah peraturan sosial bersifat mutlak karena berasal dari Tuhan. Norma agama berasal dari ajaran agama dan kepercayaan-kepercayaan yang lainnya, semisalnya:
    • Melakukan sembahyang kepada tuhan
    • Mengaji 
    • Melaksankan sholat tepat waktu 
    • Melasanakan segala perintah agama
    • Menjauhi segalah larangan-larangan agama atau kepercayaan

    2. Norma Kesusilaan 
    Norma kesusilaan adalah peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan akhlak. Dari adanya norma kesusilaan, seseorang dapat membedakan baik dan buruk. Pelanggaran norma kesusilaan berdampak atau berakibat dari sanksi yang sifatnya pengucilan secara fisik mapun secara batin, semisalnya
    • Dilarang Pelacuran, perzinaan, korupsi 
    • Menghormati orang lain terutama orang tua
    • Memiliki sikap jujur dan adil dalam masyarakat
    • Tidak menfitnah orang lain
    • Selalu menolong orang lain 

    3. Norma Kesopanan 
    Norma kesopanan adalah peraturan sosial yang mengarah pada tingkah laku wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Pelanggaran norma mendapatkan celaan, kritik, dan pengucilan, semisalnya
    • Tidak meludah disembarang tempat
    • Memberi atau menerima makanan dengan tangan kanan
    • Jangan makan sambil berbicara 
    • Bersikap dan bersifat rukun dengan siapa saja

    4. Norma Kebiasaan 
    Norma kebiasaan adalah sekumpulan peraturan sosial yang dibentuk secara sadar atau tidak yang berisi mengenai petunjuk akan perilaku secara terus-menerus sehingga menjadi kebiasaan individu. Pelanggaran norma kebiasaan berupa sanksi celaan, kritik dan pengucilan, semisalnya
    • Membawa oleh-oleh ketika pulang dari suatu tempat
    • Mencuci tangan sebelum makan 
    • Membaca doa sebelum melakukan sesuatu
    • Menggosok gigi setelah makan 
    • Mandi dengan teratur

    5. Norma Hukum 
    Norma hukum adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu, seperti pemerintah yang bersifat tegas, memaksa untuk berperilaku sesuai dengan aturan tersebut. Pelanggaran norma hukum akan mendapatkan sanksi yag berupa denda atau hukuman fisik, semisalnya:
    • Kewajiban membayar pajak
    • Dilarang menerobos lampu merah
    • Menyeberang jalan dengan melaui jembatan penyeberangan
    • Dilarang mengganggu ketertiban umum
    • Tidak terlamat masuk sekolah

    Macam-Macam Norma Berdasarkan Sifat Resminya

    1. Norma Tidak Resmi (Nonformal)
    Norma tidak resmi adlaah patokan yang dirumuskan secara tidak jelas dan pelaksanaannya tidak diwajibkan untuk masyarakat. Norma yang tumbuh dan berkemang dari kebiasaan bertindak secara seragam dan diterima oleh masyarakat. Walaupun tidak diwajibkan tetapi semua anggota sadar akan patokan tidak resmi harus ditaati dan memiliki kekuatan memaksa yang lebih besar dibandingkan dengan patokan resmi, contoh:
    • Aturan adat istiadat 
    • Aturan dalam keluarga
    • Pantanga-pantanga dalam lingkungan masyarakat

    2. Norma Resmi (Formal) 
    Norma resmi adlaah patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang untuk semua masyarakat. Keseluruhan norma forma merupakan suatu badan hukum yang dimiliki masyarakat modern dan diperkenalkan dari pengumuman sosial, contoh:
    • UUD 1945
    • Perpu
    • Surat Keputusan 
    • Keputusan Presiden
    • Perda

    3. Fungsi dan Peranan Norma Sosial
    1. Sebagai pedoman hidup untuk seluruh masyarkat di wilayah tertentu
    2. Memberikan stabilitas dan keteraturan dalam kehidupan warga masyarkat
    3. Menciptakan kondisi dengan susanan yang tertip dalam masyarakat
    4. Wujud konkret terhadap nilai-nilai di masyarakat
    5. Mengikat seluruh warga masyarkat, karena disertai dengan sanksi dan aturan tegas bagi yang melanggar
    6. Merupakan standar atau skala dari seluruh kategori tingkah laku suatu masyarkat
  1. at