Showing posts with label Kontemporer. Show all posts
Showing posts with label Kontemporer. Show all posts

Saturday, April 8, 2017

Sejarah Pelaksanaan UMPTN di Indonesia


Pada tahun 1976 universitas atau institut terkemuka di tanah air yang tergabung dalam paguyuban yang disebut Sekretariat Kerjasama antar Lima Universitas (SKALU), yaitu Universitas Indonesia di Jakarta, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada di Yogyakarta dan Universitas Airlangga di Surabaya memutuskan untuk menyelenggarakan ujian masuk bersama. Ujian masuk tersebut dikenal dengan nama Ujian Masuk SKALU. Sistem pendaftaran dan pelaksanaan ujian benar-benar baru dan berbeda dengan sistem sebelumnya.

Ujian dengan soal yang persis sama diselenggarakan pada waktu yang bersamaan di lima kota dimana kelima universitas atau institute anggota SKALU berada., yaitu Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Dokumen pendaftaran dan lembar jawaban dikumpulkan, kemudian diolah di Pusat Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Sebanyak 75 % peserta ujian dengan nilai terbaik dinyatakan lulus dan kepadanya diberikan kartu yang dapat dipakai untuk mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa di, universitas atau institut anggota SKALU. Sedang 25 % sisanya dinyatakan gagal dan tidak diizinkan untuk mendaftar sebagai calon mahasiswa.

Sistem baru ternyata hanya berhasil mengurangi beberapa masalah yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan ujian masuk. Antara lain dapat mengurangi mobilitas peserta ujian yang harus mondar mandir dari satu kota ke kota lain untuk mengikuti ujian. Soal Ujian bisa dibuat baku dan pengadaannya bisa lebih efisien, karena masing-masing universitas atau institut tidak perlu membuat soal sendiri. Beban biaya secara nasional, baik dari sisi pemerintah maupun dari sisi masyarakat dapat dikurangi.

Walaupun sistem baru tersebut berhasil mengurangi beberapa masalah, tetapi sistem baru juga menimbulkan masalah baru. Banyak calon mahasiswa yang salah mengerti dan menganggap kartu yang diterimanya sebagai tanda bahwa dia telah diterima menjadi mahasiswa. Setelah mengetahui bahwa dia telah diterima belum merupakan jaminan yang bersangkutan diterima sebagai mahasiswa, mereka menjadi resah. Persoalan lama tentang tempat kosong juga belum teratasi. Hampir semua peserta ujian yang dinyatakan lulus masih tetap mondar mandir dari satu kota ke kota lain untuk mendaftarkan di universitas pilihannya. Beberapa diantaranya ada yang mendaftar lebih dari satu program studi atau universitas, bahkan ada yang mendaftar di kelima universitas anggota SKALU.

Masalah tempat kosong menjadi semakin parah. Karena setiap universitas atau institut berusaha menerima calon mahasiswa yang terbaik menurut acuan yang sama., yaitu hasil ujian yang persis sama, maka banyak calon mahasiswa dengan nilai ujian tinggi diterima di beberapa program studi, sementara mahasiswa dengan nilai ujian yang kurang baik, tidak diterima dimanapun. Karena calon mahasiswa yang diterima dibeberapa tempat harus memilih salah satu, maka banyak tempat terutama pada program studi yang kurang popular tetap kosong. Bahkan ada program studi yang tempat kosongnya mencapai 50 %.

Pada tahun 1977 beberapa perbaikan dilakukan. Pada saat mengisi formulir pendaftaran, peserta ujian langsung menentukan dua program studi pilihannya, pilihan pertama dan pilihan kedua. Setelah diperoleh hasil ujian, peserta diurutkan menurut nilai ujiannya, dari yang tertinggi sampai yang terendah. Panitia mengalokasikan peserta ujian pada program studi pilihannya dengan ketentuan bahwa peserta dengan nilai yang lebih baik mendapat prioritas untuk dialoksasikan lebih dahulu. Peserta ujian hanya bisa diterima di program studi pilihannya. Tidak mungkin peserta ujian diterima di program studi atau universitas yang bukan pilihannya. Jika masih ada tempat kosong pada program studi pilihan pertama, dia akan diterima pada program studi pilihan pertama. Jika tempat pada program studi pilihan pertama sudah penuh, dan masih ada tempat pada program studi pilihan kedua, dia akan diterima pada program studi pilihan kedua. Jika tempat pada program studi pilihan pertama dan kedua sudah penuh, maka peserta tersebut tidak diterima, walaupun nilainya masih cukup tinggi.

Pemeriksaan hasil ujian dan proses pengalokasian dilakukan sepenuhnya dengan komputerisasi Pusat Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Dengan SKALU sistem baru, mobilitas peserta ujian masuk perguruan tinggi dapat ditekan. Calon mahasiswa hanya perlu datang ke salah satu tempat (Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya) untuk mengisi formulir pendaftaran dan mengikuti ujian masuk. Mereka tidak perlu datang ke kampus dimana program studi pilihannya berada. Pengumuman hasil ujian juga dapat dilihat di tempat calon mahasiswa mengikuti ujian masuk. Karena setiap peserta ujian hanya bisa diterima di satu program studi, maka bangku kosong yang ditinggalkan oleh calon mahasiswa yang diterima di beberapa program studi juga hilang dengan sendirinya.

Karena keberhasilan SKALU dalam menyederhanakan sistem penerimaan mahasiswa baru, dan untuk memberi kesempatan yang lebih besar kepada lulusan SMTA di daerah lain, maka pada tahun 1979 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional menawarkan kepada 6 universitas lain untuk bergabung dengan SKALU dalam penerimaan mahasiswa baru. Universitas Pajajaran di Bandung, Universitas Diponegoro di Semarang, Universitas Brawijaya di Malang, Institut 10 November di Surabaya dan Universitas Sumatera Utara di Medan memutuskan untuk bergabung dengan SKALU. Sementara Universitas Hasanuddin di Ujung Pandang belum bersedia untuk bergabung. Sistem penerimaan mahasiswa baru yang kemudian dikenal sebagai Proyek Perintis I (PPI).

Di bawah pimpinan Institut Pertanian Bogor empat universitas terkemuka (IPB, UI, ITB dan UGM) juga melaksanakan sistem penerimaan mahasiswa baru tanpa ujian yang sejak tahun 1972 telah dikembangkan oleh IPB, yang dikenal sebagai Proyek Perintis II (PP2). PP2 menjaring calon mahasiswa baru melalui pemanduan bakat dan informasi yang diberikan oleh sekolah. Sekolah yang diikutsertakan dalam seleksi tersebut adalah sekolah-sekolah yang mempunyai sejarah yang baik, diantaranya adalah sekolah yang lulusannya mempunyai prestasi yang cukup baik di universitas atau institut anggota PP2. Masing-masing SMTA biasanya diberi jatah tertentu untuk mencalonkan siswanya sebagai calon mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Sistem PP2 hanya dimanfaatkan untuk menjaring calon mahasiswa pada program studi yang kurang populer, seperti pertanian, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Sementara itu 23 universitas lainnya mengembangkan sistem penerimaan mahasiswa baru yang lain. Mereka menyelenggarakan ujian yang mirip dengan PP1. Soal ujiannya menggunakan acuan yang sudah dibakukan, tetapi memberi kesempatan kepada universitas anggotanya untuk menambahkan muatan lokal, yaitu soal-soal yang dianggap cocok dengan keadaan setempat. Sistem yang dipakai oleh ke 23 universitas ini disebut Proyek Perintis III (PP3).

Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) negeri yang jumlahnya ada 10 juga mengembangkan sistem penerimaan mahasiswa baru sendiri, yang disebut Proyek Perintis IV (PP4). Sistem PP4 hampir sama dengan dengan PP1, perbedaannya hanya pada soal-soalnya yang lebih menekankan pada soal untuk menggali kemampuan peserta ujian dalam bidang pendidikan dan pengajaran.

Keempat sistem tersebut (PP1, PP2, PP3, dan PP4) berlangsung sampai tahun 1983, ketika Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan memutuskan untuk menggunakan PP1 dan PP2 secara nasional. Sistem baru tersebut dinamakan Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru), terdiri dari Ujian Tulis yang seratus persen sama dengan PP1 dan Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK) yang merupakan perluasan dari PP2.

Perbedaan antara PP2 dan PMDK, adalah peserta PP2 hanya siswa terpandai dari SMA yang terpilih, sedangkan PMDK menyertakan seluruh siswa dari seluruh SMTA yang ada di Indonesia. Program ini kemudian diganti namanya menjadi Program Penelusuran Kemampuan dan Bakat (PPKB). (Sumber: SKK Warta UI Nomor 82, Tahun XX, Juli 1997).

Hingga saat ini telah diselenggarakan pelbagai UMPTN di Indonesia, salah satunya kita mengenal SNMPTN dan SBMPTN yang menjadi jalur legal dan formil bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi negeri.


Sumber: Rani. Warta Universitas Indonesia 30 Maret 2006

Monday, March 27, 2017

Proyeksi Kebijakan Militer Presiden Donal Trump


Presiden Donald Trump mengusulkan anggaran militer sebesar US$ 54 miliar atau sekitar Rp 700 triliun yang diutamakan untuk belanja pesawat, kapal, dan tunjangan tentara. Pengajuan anggaran tersebut sesuai dengan janji kampanyenya untuk meningkatkan belanja Pentagon atau anggaran pertahanan AS. Perlu diketahui bahwa anggaran militer AS sendiri sejak tahun 2013 sebesar US$ 569,3 miliar atau Rp 7.393,5 triliun.

Dikutip dari beritasatu.com, Direktur Anggaran Gedung Putih, Mick Mulvaney, mengatakan peningkatan belanja Pentagon akan membawa total anggaran pertahanan mencapai US$ 603 miliar atau sekitar Rp 7.800 triliun. Anggaran itu, belum termasuk puluhan miliar dolar untuk operasi militer di luar negeri.

AS telah menghabiskan anggaran pertahanan yang besar termasuk untuk NATO, namun pemimpin militer telah mengeluh tentang pesawat militer yang menua. Kongres AS telah mendapat laporan bahwa usia rata-rata pesawat Angkatan Udara AS adalah 27 tahun, dan lebih dari setengah dari persediaan layanan ini akan memenuhi syarat untuk antik plat nomor kendaraan di Virginia.

Kebijakan Militer dan Keamanan
Pasukan Amerika Serikat. Foto:Aclaim Images
Walaupun Amerika Serikat terus mencoba mengurangi keterlibatan dan belanja militernya, belanja militer negara itu tetap menjadi yang terbesar di dunia. Bahkan, hampir tiga kali lebih lipat dari negara kedua yang memiliki anggaran militer terbesar dunia.

Amerika Serikat menghabiskan lebih dari gabungan anggaran pertahanan 15 negara berikutnya. Tiongkok adalah satu-satunya negara yang mendekati anggaran pertahanan Amerika Serikat dengan 216 miliar USD

Banyak pihak yang merasa cemas dengan posisi Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Beberapa waktu lalu Presiden Donal Trump mengeluarkan beberapa kebijakan kontroversial seperti pelarangan masuk imigran muslim dari beberapa negara berpenduduk Islam terbesar.

Mengenai hal tersebut bukan hanya masyarakat Amerika, melainkan juga sekutu-sekutu negara adidaya tersebut, termasuk sejumlah negara yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Donald Trump diprediksi akan mengeluarkan kebijakan kontroversial di bidang perta
hanan dan keamanan AS.

Berikut pernyataan Trump dalam kampanyenya soal isu-isu pertahanan dan keamanan, baik di AS maupun internasional.
  • Anggaran militer AS akan ditambah
  • Tembok Perbatasan akan menutup Perbatasan Meksiko-AS.
  • Menghancurkan ISIS akan menjadi prioritas
  • Mengultimatum negara NATO agar tidak terlalu bergantung kepada AS
  • Mengancam tidak akan melindungi para sekutu NATO karena kontribusi mereka terhadap anggaran NATO tidak adil atau tidak sepadan
  • Hanya akan membela sekutu NATO yang memenuhi kewajiban finansial mereka
  • Mengizinkan Jepang dan Korea Selatan memiliki senjata nuklir
  • Menarik mundur tentara AS dari semenanjung Korea dan membiarkan Jepang, Korut dan Korsel terlibat perang nuklir
  • Meminta kontribusi tentara Arab Saudi untuk memerangi ISIS. Jika menolak, Trump akan menghentikan pembelian minyak dari negara tersebut
  • Mengembargo kembali Iran. Menurut Donald Trump, Iran adalah terorist Islam nomor 1 di dunia.
AS ingin lipat gandakan anggaran militer di Eropa
Pasukan Jerman yang tergabung dalam NATO. Foto: Getty Images
Anggaran militer Amerika Serikat tercermin dalam tanggung jawab internasional yang diasumsikan negara tersebut. Amerika Serikat adalah kekuatan ekonomi dan militer terkemuka di NATO .

Dengan demikian , Amerika Serikat menjadi penyumbang untuk sekitar 2/3 dari seluruh anggaran pertahanan NATO, meskipun organisasi tersebut kehadiran tambahan 27 negara.

Pemerintah Amerika ingin menerapkan pendekatan yang berimbang dan berani untuk mencegah apa yang ia sebut agresi Rusia.
"
Selama 25 tahun kita tak pernah mengkhawatirkan hal ini... sekarang kita khawatir (dengan Rusia)," kata Carter, Menteri Pertahanan AS saat menjelaskan rencana anggaran pertahanan di Washington, hari Selasa (02/02/2016). 

Dilansir dari BBC, AS meminta anggaran militer di Eropa ditambah menjadi US$3,4 miliar, naik empat kali lipat dari jumlah saat ini yang mencapai US$789 juta.

Sejumlah kalangan melihat tindakan ini sebagai respons Amerika atas keputusan Rusia mencaplok Crimea dan mendukung kelompok separatis di kawasan Ukraina timur.

Jika disepakati, maka penambahan anggaran akan dipakai untuk mendanai penempatan pasukan dalam jangka panjang, latihan perang, pembelian peralatan, dan membangun sejumlah infrastruktur.
Selain itu Kementerian Pertahanan Amerika juga mengusulkan penambahan anggaran untuk memerangi kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, mengatakan pihaknya menyambut baik rencana penambahan anggaran militer Washington di Eropa.

Sunday, March 26, 2017

Konflik Arab-Israel: Akar dan Permasalahan


Konflik Arab-Israel merupakan suatu fenomena modern, yang berujung pangkal pada akhir abad ke-20. Konflik tersebut menjadi menjadi suatu masalah besar internasional dengan lahirnya negara Israel pada tahun 1948. Konflik yang menyebabkan paling tidak lima perang besar dan sejumlah konflik yang lebih kecil, termasuk dua intifada(pembrontakan) Palestina ini semakin kompleks karena diwarnai dengan klaim-klaim keagamaan.

Ketegangan antara orang Yahudi dan Arab mulai muncul setelah dekade 1880-an, ketika imigrasi orang Yahudi Eropa meningkat sejalan dengan perkembangan gerakan Zionisme, sebuah gerakan politik yang menginginkan pendirian sebuah negara Yahudi di tanah leluhurnya.

Imigrasi ini meningkatkan jumlah penduduk Yahudi di Palestina: pada tahun 1880, hanya empat persen dari sekitar 590.000 penduduk Palestina yang berasal dari kaum Yahudi dan menjadi sekitar 85.000 orang pada saat Perang Dunia I pecah. Karena itu, sejak awal imigrasi Yahudi ini ditentang oleh orang-orang Arab, karena dianggap mengancam kekuasaan mereka atas tanah Palestina.


Konflik meningkat ketika Perang Dunia I pecah dan Turki, yang mengusai Palestina, memihak Jerman. Untuk merongrong kekuasaan Ottoman, Inggris menjajikan sebuah negara Arab Raya jika orang Arab bersedia membantu mereka melawan Turki. Namun pada saat yang bersamaa, lewat Deklarasi Balfour, Inggris menjanjikan sebuah "Tanah Air" Yahudi di Palestina jika orang Yahudi bersedia membantu mereka melawan kekuatan Sentral.

Ternyata, Inggris tidak menepati kedua janji itu setelah menang perang. Alih-alih memperoleh sebuah negara Arab Raya, Inggris dan Prancis memecah-belah Timur Tengah di antara mereka, dimana Palestina dijadikan sebuah negara Permandatan.

Untuk menenangkan orang Arab dan menjaga kepentingan nasionalnya, Inggris kemudian mendirikan Kerajaan Transyordan di bawah Dinasti Hashemite yang mencakup 77 persen wilayah Permandatan Palestina serta menolak dominasi orang Yahudi di sisa wilayah Palestina. Akibatnya, timbul konflik segitiga orang Inggris, Arab, dan Yahudi, yang sering kali memakan korban jiwa.

Ketika konflik semakin memanas setelah Perang Dunia II, PBB mengusulkan pembagian wilayah Palestina menjadi dua bagian sebagai upaya untuk memecahkan konflik. Sementara orang Yahudi menerimanya, orang Arab menolaknya. Akibat, ketika negara Israel diproklamasikan setelah kekuasaan Inggris berakhir, pecahlah Perang Arab-Israel Pertama tahun 1948.

Perang berakhir dengan kekalahan Arab dan tetap berdirinya negara Israel. Namun perang tersebut tidak diakhiri dengan suatu perdamaian. Sebaliknya, kedua kubu tetap berhadapan sebagai musuh dan bersiap melanjutkan peperangan babak berikutnya.


Sumber: Nino Oktorino. Enam Hari Yang Mengguncang Dunia


Tatang Koswara, Sniper Terbaik Milik Indonesia


Lahir di Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat, 12 Desember 1946. Tercatat sebagai di dalam buku Sniper Training, Techniques and Weapons karya Peter Brookesmith terbitan 2000 sebagai pencetak rekor 41 di bawah Philip G Morgan (5 TH SFG (A) MACV-SOG) dengan rekor 53, dan Tom Ferran (USMC) dengan rekor 41 dan masuk sebagai 1 dari 14 Sniper terbaik di Dunia.

Tatang Koswara atau yang lebih dikenal dikalangan tentara sebagai Pembantu Letnan Satu (Purn.) Tatang Koswara adalah Sniper terbaik TNI dari Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) TNI AD yang terkenal sepanjang operasi Seroja di Timor-Timor.

Dilansir dari laman Indomiliter, dalam suatu penyerbuan di Remexio, bagian selatan Kota Dili, Tatang berhasil menewaskan 49 prajurit musuh dengan berbekal 50 peluru kaliber 7,62 mm. Tatang memang selalu menyisakan sebutir peluru dalam setiap penugasan untuk misi bunuh diri bila dalam keadaan terdesak.

Seorang penulis buku Sniper asal Amerika Serikat (AS), Peter Brookesmith, melalui bukunya yang berjudul Sniper: Training, Techniques and Weapons menyandingkan Tatang Koswara di jajaran para sniper kelas dunia dengan confirmed kills sebanyak 41. Jumlah kills 41 yang dicatat Peter sebenarnya jauh dari angka riilnya. Pasalnya, Tatang dalam misi tempurnya di Timor Leste mengaku telah menumbangkan musuhnya lebih dari 100 orang.

Riwayat Hidup
Tatang Koswara Saat Aktif Dinas TNI
Kehidupan di Bandung, Jawa Barat, hidup ditengah keluarga militer. Pada tahun 1966 di Banten, Tatang Koswara masuk menjadi tentara melalui jalur Tamtama. Pada tahun 1974-1975, Tatang bersama tujuh rekannya terpilih masuk program mobile training teams (MTT) yang dipimpin pelatih dari Green Berets Amerika Serikat, Kapten Conway. 

Tahun itu, Indonesia belum memiliki antiteror dan sniper. Muncullah ide dari perwira TNI untuk melatih jagoan tembak dari empat kesatuan, yakni Kopassus (AD), Marinir (AL), Paskhas (AU), dan Brimob (Polri). Namun, sebagai langkah awal, akhirnya hanya diikuti TNI AD. Mereka dilatih untuk membidik jitu pada jarak 300, 600, dan 900 meter. 

Dari dua tahun masa pelatihan, dari 60 hanya 17 orang yang lulus termasuk Tatang, kemudia peserta yang lulus masing-masing mendapat senjata Winchester model 70. Pada 1977 - 1978 ia bertugas dalam operasi di Timor Timur. Dikutip dari majalah Angkasa dan Shooting Times, Winchester 70 yang disebut "Bolt-action Rifle of the Century" ini juga digunakan sniper legendaris Marinir AS, Carlos Hathcock, saat perang Vietnam. Senjata ini memiliki keakuratan sasaran hingga 900 meter.

Dalam operasi tersebut, lebih dari 40 orang fretilin menjadi korban tembakan jitunya. Ia memiliki sandi "Siluman 3". Ia pensiun dari militer pada tahun 1996 dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Satu (Peltu). Meski begitu, Tatang masuk jajaran penembak jitu terbaik dunia. Dalam buku Sniper: Training, Techniques, and Weapons karya Peter Brookesmith terbitan 2000, nama Tatang masuk dalam daftar 14 besar Sniper’s Roll of Honour di dunia.

Merah Putih Sebagai Penolong dan Ambil Peluru dengan Gunting Kuku


Suatu hari Tatang mendapatkan misi untuk masuk ke jantung pertahanan lawan, Tatang berada ditengah kepungan 30 orang bersenjata. Tatang dihujani peluru oleh pasukan musuh. Tatang mengalami luka dan menyebabkan luka dibagian kaki yang menimbulkan darah yang bercucuran.

Tatang baru bisa bergerak malam hari. Ia mencoba mengikatkan tali bambu di kakinya. Dengan bantuan gunting kuku, dia mencongkel dua peluru yang bersarang di betisnya. Namun, darah tak juga berhenti mengalir. Ia pun melepas syal merah putih tempat menyimpan foto keluarga. Sambil berdoa, dia mengikatkan syal tersebut di kakinya.

Tatang baru bisa bergerak dari persembunyiannya pada malam hari. Ia berusaha mengikatkan tali bambu dikakinya. Tatang mencongkel dua peluru yang bersarang di kakinya dengan gunting kuku. Namun karena darah tak berhenti mengalir, ia melepas syal merah putih tempat tersimpannya foto keluarga. Darah pun berhenti mengalir.

Senjata Legendaris Tatang 


Senjata yang digunakan Tatang Koswara saat aktif dinas TNI merupakan sebuah senjata pabrikan AS yang merupakan jenis senapan runduk. Senjata tersebut adalah Winchester M-70 yang merupakan pengembangan dari Winchester-54. Winchester M-70 mulai diproduksi 1936. Senjata tersebut sebetulnya banyak digunakan oleh komunitas berburu di AS.


Namun pada saat perang Vietnam, senjata ini dikenal sebagai " Pencabut nyawa komandan perang. " Winchester M-70 menggunakan sistem operasi bolt action sehingga ia menjelma menjadi senjata sangat mematikan dan efektif serta efisien saat digunakan mengeliminasi target terpilih.

Uang Pensiun Tatang


Dikutip dari Tempo, Tatang Koswara pensiun dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Satu (Peltu) mendapatkan dana pensiun sekira Rp1.000.000 per bulan.

Tatang wafat Selasa, 3 Maret 2015 karena serangan jantung setelah diwawancarai dalam acara Hitam Putih Trans. Tatang meninggal diperjalanan menuju Rumah Sakit Medistra.

Referensi
  1. Winchester Pencabut Nyawa Para Komandan Perang
  2. Fakta Tatang Koswara Sniper Terbaik Dunia
  3. Mengenal Senjata Maut Tatang Koswara
  4. Detik-Detik Kematian Tatang Koswara
  5. Kisah Sniper Terbaik.Dunia Selamat dari Maut karena Merah Putih
  6. 10 Hal Tentang Seniper Terbaik Indonesia Tatang Koswara

Moehammad Jasin, Bapak Brimob Indonesia


Dia dikenal sebagai Bapak Brimob, atau kependekan dari Brigade Mobile. Sikapnya yang keras membuat sosoknya begitu dihormati oleh kawan dan ditakuti lawan.

Pertempuran pertamanya dimulai saat menundukkan sebuah benteng Jepang di Semarang. Dengan penuh keberanian, dia menerobos tembakan peluru dan meminta agar balatentara Jepang menyerah kepada rakyat Indonesia. M Jasin dan pasukannya juga sangat berperan dalam pertempuran 10 November. Jasin juga yang berhasil menangkap Mayor Sabarudin yang bikin takut warga Surabaya dan sekitarnya karena sering bikin teror.

Jasin merupakan satu dari sedikit perwira polisi yang dididik Marinir AS. Dia berjasa besar mengembangkan kepolisian dan membela kemerdekaan.

Setelah Indonesia merdeka, Jasin terlibat secara aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, misalnya memproklamasikan Polisi Istimewa menjadi Polisi Indonesia. Dengan proklamasi itu, ia berhasil melepaskan keterikatan Polisi Istimewa dengan Jepang dan mengubah status polisi ini dari polisi kolonial menjadi polisi negara merdeka.

Selain berkiprah di lingkungan kepolisian, Jasin pernah diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), anggota MPRS dan MPR. Ia pun pernah ditunjuk sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Tanzania.

Pada tahun 2015 Bapak Brimob ini dianugerahi oleh Presiden Joko Widodo gelar Pahlawan Nasional Indonesia

Thursday, March 23, 2017

Indonesia Dalam Perang Asimetrik


Perang Asimetrik merupakan perang yang memiliki suatu pola yang berbeda dengan pola peperangan yang secara umum kita kenal. Perang Asimetrik dilakukan bukan secara militer; mengerahkan pasukan; menggunakan alutsista atau menginvasi suatu negara.

Perang Asimetrik dilakukan secara nirmiliter (tanpa kekuatan militer), jangkauan area perangpun lebih luas dari perang militer, dan dapat dilakukan tanpa mendeklarasikan perang atau mengerahkan pasukan. Aspek yang dapat dijangkaupun bukan hanya sekadar militer atau politik.

Lebih luas lagi Perang Asimetrik memiliki daya untuk mempengaruhi segala aspek kehidupan. Prinsip yang digunakan dalam Perang Asimetrik adalah menggunakan sumber daya seminimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Sasaran Perang Asimetrik
  • Belokan sistem suatu negara
  • Melemahkan ideology serta pola pikir masyarakat secara masif
  • Menghancurkan ketahanan pangan dan kekuatan pertahanan dengan mempengaruhi gaya hidup masyarakat
  • Menciptakan suatu ketergantungan suatu negara terhadap negara lain

Jenis Perang Asimetrik
  • Proxy War – Konfik antara dua negara atau lebih dimana negara yang bertikan tidak turun secara langsung. Melainkan melibatkan negara lain untuk berperang satu sama lain dibawah pengaruh negara yang berkonfik.
  • Information Warfare – Tindakan dengan menjaga, serta melindungi integeritas sistem informasi sendiri dari gangguan upaya perusakan oleh lawan.
  • Hybrid Warfare – Suatu strategi militer dalam mengkombinasikan taktik perang konvensional, irregular, dan Perang Cyber.
Perang Asimetrik yang pernah terjadi di Indonesia
  • Pemberontakan PRRI/PERSEMSTA 1957-1961 – Tertembaknya pesawat Amerika Serikat ( CIA/Allen Pope) dalam konflik PERSEMESTA disinyalir membuka keterlibatan Amerika Serikat dalam pemberontakan PERSEMESTA kepada NKRI
  • Lepasnya Timor-Timor 1999 – Refrendum kemerdekaan provinsi Timor-Timor yang ditunggangi kepentikan politik Australia di Timor-Timor yang menyebabkan lepasnya Timor-Timor akibat kekalahan Indonesia di Mahkamah Internasional
  • Gerakan Aceh Merdeka 1975-2005 – Upaya suplai senjata, pelatihan militer, dan penyandang dana sebagai perbekalan mendukung GAM yang dilakukan oleh negara lain (beberapa yang terungkap adalah Afgahnistan)

Peningkatan Kewaspadaan Indonesia

 Peta Persebaran Pangkalan Militer AS di Asia Tenggara. Foto: Jalur Militer

Indonesia diharapkan dapat mawas diri dalam menghadapi ancaman Perang Asimetik ini. Perlu disadari bahwa sekarang ini Indonesia berposisi sebagai negara penghasil bahan baku, selain menjadikan potensi pertahanan pangan, Indonesia bisa menjadi target pendudukan, jika suatu saat terjadi perang. Saat ini, negara yang menjadi ancaman kedaulatan bangsa adalah Amerika Serikat.

"Terdapat sekitar 15 pangkalan militer Amerika Serikat yang mengelilingi Indonesia. Pangkalan militer tersebut terletak di negara yang memiliki kedekatan dengan Amerika Serikat di kawasan Asia Tenggara: Singapura, Papua New Guini, Thailand, Malaysia, Australia, Jepang."

Seperti yang kita ketahui pada masa pendudukan Jepang (1942-1945). Jepang menduduki Indonesia sebagai upaya untuk memanfaatkan SDAnya untuk mendukung keperluan Perang Asia Timur Raya, pasca dijatuhkannya embargo minyak oleh Amerika Serikat kepada Jepang. Indonesia diperas habis-habisan oleh Jepang untuk memenuhi kebutuhan peperangan, misalnya untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah, minyak jarak, dan pemenuhan kebutuhan beras untuk pangan pasukan Jepang (karena Jepang menjadikan nasi sebagai makanan pokok).

Hal tersebut pula dilakukan oleh Nazi Jerman dalam upaya menyerang Uni Soviet pada Perang Dunia II (1939-1945). Dalam upaya menaklukan kota Moskow yang merupakan ibukota Uni Soviet. Jerman terlebih dahulu menaklukan Kota Kiev dan Ukraina yang menjadi pemasok gandum di Jerman, dan itulah yang dibutuhkan oleh Jerman untuk memenuhi kebutuhan pangan pasukan yang saat itu terjebak dimusim dingin saat peperangan.

Oleh karena itu kita sebagai bangsa Indonesia perlu waspada terhadap upaya penghancuran dari dalam. Moral dan kehidupan masyarakat kita tengah diuji saat ini. Maraknya tontonan yang tak pantas meracuni pola pikir generasi penerus bangsa.

Hal ini terus menjadi sumber kekhawatiran kita akan generasi yang mempertahankan kemerdekaan kita. Jangan sampai Indonesia terseret kedalam kehancuran yang disebabkan oleh ketidakmampuan bangsa Indonesia sendiri dalam menangkal arus globalisasi yang turut berperan didalam Perang Asimetrik ini.


Daftar Pustaka

Arreguin-Toft, I. (2001). A Theory of Asymmetric Conflict. In “How The Weak Win Wars : A Theory of Asymmetric Conflict, International (p. 21).
Darwanto, H. (2015, 12 26). Perang Asimetris Untuk Hancurkan Nasionalisme dan Ideologi.
Dr. Ir. Yono Reksoprodjo, D. (2016, 10 01). Perang Asimetrik Menwa UI.
Kecskemeti. (1958). Strategic Surrender. London: Oxford University Press.
Manoppo, A. (2014). PERAN PEMUDA DALAM MENGHADAPI PERANG MODERN "PROXY WAR". Buku Letjen TNI Gatot Nurmantyo (Pangkostrad) .
Pranoto, M. A. (2015, 04 16). Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya.



Monday, March 20, 2017

Medan Het Parijs van Sumatra, Medan Paris di Sumatra

“Mak, ini bukan ecek-ecek lagi.

Sekarang ini kita sudah berada di Paris.

Khan Medan sudah disebut-sebut sebagai

Parijs van Sumatra.

Ayo Mak, cobalah baret ini.”

(Joesoef 2005:11)

" Ketika Medan tumbuh menjadi kota yang makmur, terbuktilah apa yang kerap diucapkan oleh Dr. H Van Der Veen, guru ilmu bumi yang ucapannya sering diajarkan kepada anak-anak sekolah Sumatra: Molukken is het verleden, Java is het heden en Sumatra is de toekomst, Maluku adalah masa lalu, Jawa adalah masa sekarang, dan Sumatra adalah masa depan. "
- Chairil Anwar

***

Sepenggal kenangan Daoed Joesoef, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 1978-1983 tentang tren baret Perancis di Medan tahun 1930-an sedikit-banyak menguak romantisme seputar Parijs van Sumatra. Parijs van Sumatra? Ya tentu saja! Dahulu, Medan adalah Paris-nya Sumatera!

Paris? Ya, Paris ibukota Perancis, metropolis yang menjadi ‘kiblat’ kebudayaan modern dan mercu tanda revolusi. Coup d’etat dan slogan legendaris: Liberté, Égalité, Fraternité ou la mort lahir dan berpengaruh signifikan pada pemikiran dan gerakan kelompok revolusioner di seluruh dunia berasal dari kota ini.

Medan pun demikian, menjadi mercu tanda kemakmuran dan representasi keajaiban ekonomi perkebunan sekaligus revolusi. Segala hal tentang tata kelola perkebunan masa kini berasal dari kawasan yang secara resmi bernama Sumatra Oostkust (SOK) ini. Revolusi yang berlangsung begitu rumit pun berlangsung di kawasan ini.

Kawasan yang lebih sering disebut Deli ini adalah Cultuurgebied atau sabuk perkebunan Sumatera. Dari kawasan ini tuan-tuan kebon meraup laba dari tembakau, karet, kelapa sawit dan sejumlah tanaman lain. Tidak keliru jika kemudian kawasan ini didaulat sebagai The Jewel in the Dutch Imperial Crown.

Onze koloniën! begitulah Deli diucapkan dengan bangga. Kebanggaan ini membuat kenangan akan cengkeh, pala dari Maluku atau kopi, teh dan indigo dari Jawa seolah-olah terlupakan. Kenangan itu digantikan oleh cerita tentang daun tembakau pembungkus cerutu dari Deli.

Kebanggaan para tuan kebon akan pencapaian mereka di Deli -barangkali- turut mengilhami lahirnya ungkapan romantik ‘Molukken is het verleden, Java is het heden en Sumatra is de toekomst’ bahwa Maluku adalah masa lalu, Jawa masa kini dan Sumatera adalah masa depan.

Medan pun sangat lekat dengan ‘keajaiban’ itu. Dari sebuah kampung berpenduduk 200 jiwa pada 1823, kota yang dirintis sejak 1869 ini menjelma menjadi kota yang benar-benar baru. Saking barunya, sejarah kota baru ini seolah-olah terlepas dari kisah Kampung Medan Puteri di tempuran Sungai Deli dan Babura.

Lahir dan berkembang di tangan tuan kebon yang mendaku Deliaan membuat Medan identik dengan mereka. Deliaan, seperti gambaran A. Reid, menciptakan tradisi yang dibangun di atas kesenangan, kemewahan dan keangkuhan yang tiada tara jika dibandingkan dengan orang Belanda lain di luar daerah ini.

Deliaan alias Belanda-Deli mendedikasikan hidup mereka untuk menumpuk harta dari tantieme dan pesta. Generasi pertama Deliaan dikenal karena sifat kasarnya, pemabuk, kurang adat dan benci pada birokrasi. Mereka merasa lebih pantas menghormati Direktur Deli Mij. ketimbang Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Deliaan menjadi représentation collectives yang membentuk citra kota dan orang di Medan. Medan dikenal sebagai kota yang keras dan demikian pula dengan Ourang Medan, dikenal keras, lepas, temperamental, hiperbolis, sarkastis, solider dan karena semua pembawaan itu -secara anekdotal- tersebut juga kisah jenakanya.

Keinginan dan kebanggaan Deliaan pada Medan, membentuk dan memperlihatkan cara bertindak orang Medan kepada publik. Citra inilah yang dinamakan représentation collectives itu. Citra ini secara langsung maupun tidak, menentukan arah perkembangan sosiologis di kota Medan, setuju atau tidaknya setiap individu.

Parijs van Sumatra begitulah Medan ditahbiskan. Bukan karena Medan mirip kota Paris melainkan karena Deliaan merasa kisah tentang Paris yang romantik, etos dan gelora Paris itu menjiwai perasaan, semangat, keberanian serta kerja keras mereka pada kota yang mereka bangun dengan uang mereka sendiri.

Inilah alasan mengapa sosok Deliaan seolah-olah memancar dari setiap sudut kota Medan. Gedung-gedung bercorak Art deco yang bercat putih, ragam monumen, taman, jalanan serta simbolisasi di ruang publik kota Medan pasti terkait dengan perkebunan tembakau, citra Eropa dan kebanggaan diri sebagai Deliaan.

Kebencian Deliaan pada birokrasi pemerintah ditambah kisah membara tentang perseteruan tradisional antara Belanda dan Inggris di Eropa berperan mengarahkan Deliaan memilih Paris sebagai julukan untuk kota cantik yang mereka bina ketimbang Amsterdam atau London.

Hasrat mengimbangi Georgetown di Pulau Pinang dan Singapura yang menjadi proxy Inggris memacu para Deliaan menaiktarafkan derajat agar Medan lebih tinggi atau setidaknya sejajar dengan dua kota pulau itu. Oleh sebab itu segala yang menjadi tren di Eropa diimpor utuh dan menjadi bagian utama dari budaya baru perkotaan.

Baret Perancis yang dikenang Joesoef serta sejumlah tren yang melanda Eropa dalam kadar yang kurang-lebih sama berlangsung juga di Medan. Hobi baru pun bermunculan; menonton opera, ke bioskop, mengikuti mode, pakansi atau membaca roman picisan bertema percintaan dan detektif. Semuanya, setali tiga uang dengan hobi orang Eropa pada waktu sama.

Seperti Paris, keterbukaan, kebebasan dan kemeriahan menjadi ciri utama Medan. Sensus 1930 menunjukkan pertumbuhan dan komposisi penduduk yang dinamis. Para pendatang yang berasal dari pelbagai latar belakang ikut melahirkan budaya perkotaan serta beragam kemeriahan lewat suratkabar yang memantulkan semangat nasionalisme yang sedang dikungkung.

Kebebasan pun berlangsung demikian. Pesta-pesta untuk tuan-tuan kebon, pesta lepas-sambut kedatangan pejabat pemerintah, jamuan makan, pacuan kuda, passer malam besar, pesta lelang, pawai, ronggeng dan beragam kegiatan yang bertujuan memamerkan apa saja yang dapat ditunjukkan sebagai sebuah pencapaian kerap digelar di Medan.

Sejarah dan tata ruang kota Medan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendatang Eropa. Sejarah kota ini -terlepas dari paradoks di balik sejarahnya- adalah epos tuan kebon sedangkan kota seluas 288 hektar (1874) yang dirancang, dibangun dan dipelihara sangat baik dipandang sebagai mahakarya tuan-tuan kebon Tembakau Deli.

Kesan tentang Medan itu dikenang bangga oleh H. Blink ‘Medan sebagai pusat perkebunan dijiwai oleh semangat kemajuan, keberanian dan kerja keras. Sejarah dan orang-orang di sana diresapi oleh semangat itu. Di sini orang tidak suka kelambanan, mereka harus aktif. Penduduk Medan bersifat internasional dan yang terutama adalah unsur Barat’.

L. Couperus pun demikian, ia menegaskan kebanggaan Blink pada kota Medan yang sudah menjadi destinasi wisata baru bagi pelancong Eropa. ‘Kota ini (Medan) muncul berkat kehidupan perkebunan yang luar biasa sibuknya. Medan merupakan kota yang betul-betul unik di Hindia Belanda; modern, bergaya Eropa serta bernuansa Inggris’.

Pada  bagian lain, Couperus juga menuliskan betapa pengalaman dan suasana di Medan membekas padanya. ‘kita tidak akan menemukan kota lain yang sama baiknya dengan Medan, baik di Sumatera maupun Jawa’. Begitulah nukilan tentang Medan masa itu. Oleh karena itu pastilah bukan tanpa alasan jika Parijs van Sumatra jadi julukan kota ini.

Sebagai Paris-nya Sumatra, Medan dikenang sebagai kota yang asri dengan gedung-gedung segar berwarna putih di tengah petak-petak rumput hijau dan segar pula. Jalanan kota terlihat selalu bersih, disirami setiap pagi dan sore hari. Malam hari, sudut-sudut utama kota terlihat terang disinari lampu gas yang memendar ketika malam semakin dingin.

Medan tidak dibangun seluas perkebunan yang melingkungi kota itu namun kota ini menjadi salah satu pusat dari berbagai jejaring terkemuka. Medan menjadi daerah tujuan para perantau dan petualang dari Hindia Belanda, Asia dan Eropa meskipun dari sisi lain Medan dan Sumatera Timur -oleh Jan Breman- disamakan dengan Wild Wild West.

Penguatan birokrasi pemerintah kolonial menyusul penghentian kebijakan berlandaskan Pax Neerlandica di buitengewesten, Medan pun tak luput dari proses itu. Medan dijadikan salah satu pusat administrasi kolonial, swasta asing, profesional atau politisi. Mereka menjadikan Medan sebagai pusat kegiatan baru atau membuka cabang kantor mereka.

Tercatat, J. van den Brand, advokat yang membongkar kekejaman tuan kebon lewat dua brosur bertajuk De Millioenen uit Deli membuka kantor di Medan. Demikian pula dengan perusahaan asing sekelas Harrisons & Crossfields, Fraser & Neave atau partai politik seperti Parindra, National Indische Partij (NIP), Permi, Muhammadiyah dan salah satu organ Nazi memiliki cabang di kota ini! Itulah Medan! Kota yang dirintiskembangkan dengan peran minimal Batavia. Satu hal lain yang jarang disinggung ialah kota ini baru mempunyai Burgermeester (walikota) definitif pada tahun 1919, kira-kira 50 tahun sesudah masa rintisan! Daniel Baron Mackay, nama penjabatnya. Jadi, siapakah yang ‘berkuasa’ di Medan sebelum tahun itu?

Seperti Paris, Medan sesudah Perang Dunia II terlihat dengan wajah yang berbeda. Perang menjadikan Medan serta sejumlah kota seperti berhenti berkembang. Revolusi yang lahir sesudah itu menjungkirbalikkan keadaan dan segala tatanan lama. Proses ini menenggelamkan citra Medan sebagai salah satu kota terkemuka di Hindia Belanda.

Medan menjadi simbol revolusi meskipun revolusi sosial yang disebutkan dalam sejarah tidak berlangsung di kota ini. Medan pun tidak pernah dikuasai kaum revolusioner selama perang kemerdekaan. Kenangan tentang Medan selama revolusi adalah kenangan tentang pertempuran hebat di kawasan yang diberi tanda Fixed Boundaries Medan Area oleh Sekutu.

Sesudah penyerahan kedaulatan, julukan Paris van Sumatra masih terdengar meskipun samar-samar hingga penghujung tahun 1950-an. Indonesianisasi -konsep yang dikenalkan J.O. Sutter- mendorong pemerintah menghilangkan ciri/simbol kolonial dari ruang publik di Medan; pada umumnya mengganti nama hingga dapat menampilkan ciri sebagai kota Indonesia.

Kenangan akan Parijs van Sumatra adalah sebuah fakta sosial yang merekam jejak perubahan dan kesinambungan mentalitas masyarakat Medan. Oleh sebab itu, apapun kenangan tentang Medan di masa lalu adalah rujukan untuk menata kota sebagai karya terbesar manusia dalam evolusi peradaban untuk mencapai otonomi diri melalui ekstrapolasi.

Kini Paris-nya Sumatera itu perlina. Tiada lagi yang mencari inspirasi akan kenangan akan Paris di kota ini seperti dilakukan M.H. Székely-Lulofs, Tan Malaka, Lily Clerkx, Hamka atau Emil W. Aulia. Juga (mungkin) tidak akan ada lagi yang pernah mengucapkan Paris Je t’aime untuk Medan atau Medan ik houd van jou! Semua tinggal romantisme.

Tulisan: NASRUL HAMDANI, S.S,. Pertama kali dipublikasikan di kebudayaan.kemdikbud.go.id (dengan sedikit pengubahan)