Showing posts with label Sejarah Peradaban Kuno. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Peradaban Kuno. Show all posts

Friday, May 5, 2017

6 Sejarawan Kuno Dunia Terkemuka

Foto: ltkcdn.net

Harian Sejarah - Beberapa peradaban besar kuno ini telah mencatatatkan masa lalu yang dapat ditulis. Namun, disiplin sejarah dalam bentuk modern tidak akan muncul sampai orang-orang Yunani, serta orang-orang Romawi , dan Cina mulai melakukan sebuah penelitian yang besar. Sebuah bentuk sekulerisasi peristiwa yang membuat setidaknya beberapa upaya untuk memisahkan fakta dari mitos. 

-1-
Herodotus


Dijuluki sebagai "bapak sejarah," Herodotus digambarkan dengan dasarnya menciptakan genre, asal-usul yang terletak di epos dan catatan perjalanan. Dalam karyanya, "The Histories," dibermaksud pada awal niatnya untuk "mencegah terhapusnya jejak sejarah manusia oleh waktu." Dia kemudian mendalam secara rinci mengenai ekspansi Kekaisaran Persia dan bentrokan berikutnya dengan negara-kota Yunani di abad 5 SM. 

Sementara juga menambahkan dalam selain dari kabar yang berkembang, seperti tuduhan bahwa perempuan Mesir buang air kecil berdiri. Menahan kritik dari Aristoteles dan Plutarch, antara tokoh-tokoh lainnya, "The Histories" yang tetap bersumber pada Perang Yunani-Persia. Meskipun Orang Yunani, Herodotus lahir sekitar 485 SM di masa kini Turki, yang kemudian di bawah kekuasaan Persia. Sedikit yang diketahui tentang hidupnya, selain itu ia tampaknya mendapatkan popularitas yang luas biasa di Athena dan kemudian bergabung dengan koloni Athena yang disponsori oleh Italia selatan.

-2-
Thucydides

Seorang aristokrat Athena yang setidaknya sebagian dari kekayaannya umumnya berasal dari pertambangan emas, Thucydides disajikan secara singkat sebagai seorang Jenderal selama Perang Peloponesos. Dia diasingkan dari Athena, bagaimanapun, karena gagal mencegah persaigan Sparta untuk menguasai sebuah kota utama, dan setelah itu mengalihkan perhatian untuk mencatatat konflik yang menghancurkan, yang terjadi sekitar 431-404 SM dengan memiliki sumber yang wawancara dari kedua belah pihak. 

Thucydides relatif obyektif dalam mengawali tulisan pertamanya, berjudul "Sejarah Perang Peloponnesia." Dia apa lagi menghindari suatu sensasi dari Herodotus, kontemporer tua, dan termasuk banyak sedikit referensi untuk para dewa. Sayangnya, teks berakhir tiba-tiba di 411 SM-mungkin karena kematiannya, meninggalkannya sebuah catatan untuk sejarawan Yunani lainnya untuk merekam tahap akhir kemenangan Sparta atas Athena.

-3-
Livy

Sebagai bagian bentuk yang terpisahkan dari kebudayaan Yunani, Romawi juga mengembangkan daya tariknya terhadap sejarah. Namun semua sejarawan awal mereka pada dasarnya amatiran, baik politisi, atau pejabat militer yang menulis di waktu luang mereka. Tidak ada waktu yang cuku bagi sejarawan Romawi untuk muncul sampai masa pemerintahan Kaisar Augustus, ketika Titus Livius, lebih dikenal sebagai Livy, menulis 142 buku yang menakjubkan (hanya 35 yang masih bertahan). 

Meskipun lahir di masa kini Padua di Italia utara, Livy pindah ke Roma dan mulai bekerja, segera setelah perang saudara mematikan terjadi pada 31 SM. Tidak seperti Herodotus dan Thucydides, ia tidak ragu-ragu untuk menutupi masa lalu, dimulai bahkan sebelum seharusnya berdirinya Roma pada 753 SM dan dari sana perlahan membuat jalan melalui delapan abad berikutnya. Mungkin yang paling terkenal karena deskripsi umum tentang Hannibal Kartago, legenda menyatakan bahwa seorang pria setelah berangkat sepanjang jalan dari Cádiz, Spanyol, hanya untuk dapat melihat dia.

-4-
Tacitus

Lahir sekitar 56 Masehi, disekitar Gaul selatan (sekarang bagian tenggara Prancis), Tacitus pindah ke Roma pada pertengahan tahun 70-an Masehi dan memulai karir dalam politik dan hukum. Dengan bantuan ayah mertuanya dalam hubungan politik, dia terus naik melalui pangkat resmi, menjadi senator dan konsul sementara juga mendapatkan ketenaran sebagai orator dan jaksa. Pengejaran ini, bagaimanapun, semua akan berakhir mengambil kursi belakang untuk menulis. 

Pada 98 Masehi, dia menulis karya pertamanya yang dikenal sebagai biografi ayah mertua dan studi etnografi dari suku Jerman suku, serta dijalanjutkan sampai dengan penulisan buku tentang pidato. Tacitus kemudian berbalik ke sejarah, menyelesaikan satu penulisan provokatif dari dinasti Flavianus dan lain dari dinasti Julio-Claudian yang mengambil tepat di mana Livy tinggalkan. Seorang kritikus kekuasaan mutlak yang mengambil menembaki beberapa kaisar Romawi, "senyawa sejarah dan moralitas" nya akan mendorong Thomas Jefferson untuk memanggilnya "penulis pertama di dunia tanpa terkecuali."

-5-
Sima Qian


Tanpa sepengetahuan orang-orang Yunani dan Romawi, Cina secara bersamaan mengembangkan tradisi mereka sendiri dalam sastra dan sejarah, contoh terbaiknya adalah dalam karya Sima Qian, yang sering disebut orang Herodotusnya Cina. Ditunjuk sebagai sejarawan agung dan peramal pasca kematian ayahnya, yang memegang jabatan yang sama, Sima Qian melakukan sesuatu hal pertama yang pertama kali tercatatat di dalam sejarah universal China dan sekitarnya, berjudul "Shiji (Rekaman Sejarah)." 

Sama seperti Livy, ia mulai dengan bagaimana seharusnya peradaban berdiri, legendaris Kaisar Kuning sebagai dasarnya Cina yang setara dengan Romulus dan melanjutkan ke dalam waktu itu sendiri. Proyek monumentalnya hampir saja dibatalkan di 99 SM, ketika ia memancing amarah kaisar. Ia Diberikan pilihan hukuman, Sejarawan itu konon memilihi hukuman untuknya itu dengan dengan cara pengebirian sebagai hukumannya, meskipun mempermalukan dirinya dan keluarganya, hal itu dilakukan agar ia bisa melanjutkan pekerjaannya.

-6-
Ban Zhao

Meskipun cukup jarang , Sejarawan perempuan juga tercatatan dalam peradaban kuni. Di Cina, misalnya, Ban Zhao melangkah untuk menyelesaikan sebuah catatan besar mengenai sejarah dari dinasti Han, yang berjudul "Han shu," setelah ayah dan kakaknya keduanya meninggal pada pertengahan proyek. 

Lahir di 45 Masehi sebagai keluarga terkemuka, ia menikah pada usia 14 tahun. Tapi ketika suaminya meninggal segera setelah itu, ia bersumpah mengakhiri hubungan dan pengabdian dirinya untuk kegiatan intelektual. Selain "Han shu," yang dimodelkan setelah "Shiji," Ban Zhao menulis banyak puisi dan esai, termasuk panduan untuk perilaku perempuan yang menekankan kerendahan hati, kerja keras dan ketaatan agama.

Monday, May 1, 2017

Mengenal Peradaban Babilonia Kuno

Foto: The Tap Blog

Sungai Euftat dan Sungai Tigris bermuara melalui teluk parsi dikenal mengalir secara bersamaan, akan tetapi dahulu mengalir secara sendiri-sendiri. Searah sejajar, bagian palung dua sungai menempati suatu dataran rendah yang subur. Sekitar 4000 tahun SM telah terbangun tanggul, bendungan, kanal, dan terusan yang memfasilitasi mengalirnya air menuju tanah pertanian babilonia yang subur. 

Teknik pertanian, seni bangunan, dan penulisan : huruf paku membuktikan peradaban babilonia yang cukup maju pada zaman tersebut. Di antara sungai Efrat dan Tigris berbatasan langsung dengan daerah arab yang sebagian besar terselimuti gurun. Kemudian dari sanalah datang serbuan bangsa-bangsa peternak : mereka mengalahkan peradaban yang ada dan menggantinya dengan peradaban yang lebih maju. 
Perpindahan Bangsa-bangsa diantara Mesir dan Mesopotamia (Anderson). Foto: Daldjoeni (1982)
Bangsa-bangsa semit (Samyah) yang menduduki tanah subur tersebut menjadikan negeri itu sebagai Babilonia Semit. Dalam mengembangkan peradabannya, meskipun mampu menerima peradaban yang dijumpai dan menyesuaikan diri dengan sempurna. Namun, bangsa semit tersebut tidak memiliki daya untuk menemukan hal-hal yang baru, selain mendapatkan sesuatu dari peradaban bangsa lain. 

Mesopotami dalam sejarah peradaban lembah sungai Efrat dan Tigris mendeskrisikan sistem kepemilikan tanah yang luas : yang berkuasa adalah raja, bangsawan, dan kaum rohaniawan. Petani dalam kapasitasnya hanya sebagai pengelola dan memastikan tetumbuhan tumbuh subur dan melimpah sesuai yang diharapkan. Di babilonia, insinyur atau ahli teknik banguanan dan pengairan , ahli perbintangan, dan ahli ilmu pengetahuan dijalankan oleh para pemimpin agama. 

Berbeda dengan babilonia, Mesir dalam menjalankan peradabannya lebih terpusat kepada para raja, sedangkan posisi pemimpin agama, walau tetap dianggap penting. Hanya sekadar bertugas dalam posisi ahli ilmu kebatinan dan pengetahuan. Bangsa Mesir dan Babilonia mengenal satuan tahun berdasarkan lintasan benda langit yang terbagi atas 360 hari, 12 bulan, dan 52 minggu yang terdiri masing-masing sejumlah 7 hari, semua hal tersebut dilakukan berdasarkan ilmu falak (ilmu yang mempelajari lintasan benda langit). 

Selain ilmu falak, Kesusastraan yang maju juga terlihat berelasi dengan dongeng tentang hewan dan cerita keagamaan, misalnya riwayat taman firdaus dan nabi Ayub yang jua terdapat di dalam Alkitab. Karena hal tersebut, terdapat pendapat hipotesis mengenai agama bangsa israil yang berelasi dengan agama bangsa bailonia, serta akibatnya terdapat perkembangan agam-agama samawi lainnya seperti Kristen dan Islam. 

Dalam menjalankan ritus keagamaan cenderung dingin dan kurang tegas. Padanya tidak terdapat catatan yang mengungkapkan kesalehan dan ketaatan orang Babilonia, kesetian orang-orang israel dan kesukaan mediasi oleh orang Aria, selain dari pengingkaran dan catatan azab yang tuhan turunkan kepadanya. 

Suatu hal yang cukup dinggin untuk diharapkan oleh bangsa barat yang mengharapkan keindahan yang justru tidak terdapat didalam dinginnya relief yang dilukiskan di dinding dan lantai bangunan bangsa-bang tersebut. Akan tetapi jika kita kaitkan dengan masa tersebut, kiranya peradabang orang-orang yang mendiami lembah sungai Efrat dan Tigris cukuplah menakjubkan.


Rujukan

Daldjoeni.N. 1982. Geografi Kesejaharah. Salatiga : Alumni/1995/Bandung  

Peradaban India Kuno: Kehidupan Awal

Foto: Pinterest

Harian Sejarah - India yang sekarang Nampak. Merupakan suatu rentetan persitiwa geologis yang cukup panjang. Pasca berakhirnya zaman es, suhu bumi mulai meningkat secara bertahap menuju tahap yang stabil. Jajirah India pun bertahap muncul menampakan bentuk geomorfologis yang makin mantab seperti yang sekarang kita lihat dipeta-peta sekarang ini.

Sementara itu iklim tengah mengalami goncangan berabad-abad yang terdiri atas perubahan musim-musim. Tingkat kelembaban udara, awan, dan atmosfer. Daratan India kian cocok untuk ditempati tetumbuhan dan fauna untuk hidup. Setelah datang Zaman Pluvial (zaman yang pada saat itu terjadi hujan yang begitu periodik dan berkepanjangan ) dengan hujan-hujannya yang banyak, disertai dengan suhu yang cukup hangat.

India Selatan yang secara khusus berdekatan dengan garis khatulistiwa memiliki hawa yang cukup panas, lembab dan pengap. Akan tetapi kondisi ini justru mendorong pesatnya tetumbuhan menyebar luas dan hewan-hewan berkembang biak. Di daerah ini pula telah banyak orang-orang berkulit hitam bermukim yang diperkirakan kondisi ini berlangsung pada masa Pra-Sejarah India.

Sungai Indus Sekarang. Foto: S &C

Adapun India Utara agak berbeda dengan India Selatan. Hal ini dikarenakan perbedaan relief wilayah dan hutan-hutan di tanah tinggi, serta lerengnya tak begitu banyak dibandingkan dengan daratan rendahnya. Di bagian lembah sungai Indus dan Gangga, bagian-bagian dari daratan rendah yang luas itu memberikan keuntungan bagi suku-suku yang nomaden di daerah tersebut. Mata pencaharian mereka dari hasil hutan, kemudian mereka terus berkembang hingga mengenal bercocok tanam dan menjadi petani dengan membabat hutan.

Perkembangan lingkungan hidup di India membuat flora dan fauna cukup beragam. Hal ini dikarenakan cukup luasnya Jazirah India yang cukup subur. Hewan dan Tetumbuhan terdapat disekitar lembah sungai Gangga. Terdapat pula di negara-negara Asia Tenggara. Masyarakat India, yaitu Dravida sebelum kedatangan dan ekspansi bangsa Aria dari barat menggunakan jasa kuda untuk bertani. Di India Selatan, pada sudah lama dikenal dan tanaman tebu cukup berhasil tumbuh disini.

Mohenjo Daro

Mohenjo Daro. Foto: enkispeaks.com

Mohenjo adalah salah satu situs dari sisa-sisa permukiman terbesar dari Kebudayaan Lembah Sungai Indus, yang terletak di provinsi Sind, Pakistan. Dibangun pada sekitar tahun 2600 SM, kota ini adalah salah satu permukiman kota pertama di dunia, bersamaan dengan peradaban Mesir Kuno, Mesopotamia dan Yunani Kuno.

Zaman dahulu, Mohenjo-daro merupakan salah satu pusat administratif Peradaban Lembah Indus kuno. Pada puncak kejayaannya, Mohenjo-daro adalah kota yang paling terbangun dan maju di Asia Selatan, dan mungkin juga di dunia. Perencanaan dan tekniknya menunjukkan kepentingan kota ini terhadap masyarakat lembah Indus.

Harrapa

Harrapa. Foto:Pinterest

Harappa ialah sebuah kota di Punjab, timur laut Pakistan sekitar 35 km tenggara Sahiwal. Kota ini terletak di bantaran bekas Sungai Ravi.

Kota modernnya terletak di sebelah kota kuno ini, yang dihuni antara tahun 3300 hingga 1600 SM. Di kota ini banyak ditemukan relik dari masa Budaya Indus, yang juga terkenal sebagai budaya Harappa. Peradaban Lembah Indus adalah sebuah peradaban sungai kuno yang berkembah di lembah sungai Indus di India Kuno (kini di Pakistandan India Barat Laut). Peradaban ini juga dikenal sebagai "Peradaban Harappa."

Kebudayaan Indus berkembang berabad-abad lamanya, lalu mengalami kebangkitan sekitar tahun 3000 SM. Peradaban tersebut menjangkau wilayah yang kini diduduki negaraPakistan dan India Utara, tetapi tiba-tiba mengalami kemerosotan sekitar tahun 1900 SM. Pemukiman Peradaban Indus tersebar sejauh pantai Laut Arab di Gujarat di selatan, perbatasan Iran di barat, dengan kota perbatasan di Bactria. Di antara permukiman-permukiman itu, pusat kota utama berada di Harappa dan Mohenjo-daro, dan juga Lothal

Masyarakat

Orang-orang Dravida yang diperkirakan merupakan pendiri kota kuno ini sendiri menjadi tanda tanya bagi para arkeolog. Riwayat mereka tak dapat ditelusuri hingga sekarang. Bahasa dan aksara yang mereka gunakan dalam artefak-artefak yang ditemukan di sana masih belum dapat dipecahkan hingga sekarang.

Uniknya di kota tersebut tidak ditemukan bangunan untuk kegiatan religius dan tanda-tanda sistem kasta. Hal ini mengakibatkan para peneliti berspekulasi kalau masyarakat Mohenjo Daro dan Harappa merupakan peradaban yang hidup bergantung sepenuhnya pada ilmu pengetahuan (sudah meninggalkan praktik keagamaan) dan memiliki filosofi hidup yang tinggi (terlihat dari ketiadaan sistem kasta dalam hierarki sosial

Rujukan

N.Daljoeni. Geografi Kesejarahan. Jilid I. Bandung. 1991
Rhoma Dwi Aria Yuliantri. 2005. Peradaban di Lembah Sungai Indus. UNY : Yogyakarta

Monday, April 24, 2017

Pertempuran Marathon 490 SM

Ilustrasi panasnya Pertempuran Marathon. Foto: Pinterest

Pertempuran Marathon dilancarkan di Dataran Maraton di timur laut Attica pada 490 SM. Menandai pukulan pertama Perang Yunani-Persia. Dengan orang-orang Persia yang mendekati ibukota Yunani, majelis Jenderal Athena Miltiades mengambil alih komando tentara yang diformasikan dengan sangat cepat. Miltiades menggunakan strategi yang sukses di mana ia melemahkan pusat kekuatannya untuk memperkuat sayapnya, menyebabkan kebingungan di kalangan orang Persia.

Kemenangan "orang-orang Marathon" menangkap imajinasi kolektif orang-orang Yunani, dengan kisah utusan yang berjalan sejauh 25 mil ke Athena untuk menyampaikan berita kemenangan Yunani. Hal tersebut mendorong terciptanya lari maraton modern.

Orang-orang Yunani tidak dapat berharap untuk menghadapi kontingen kavaleri Persia di dataran terbuka, tapi sebelum fajar, orang-orang Yunani mengetahui bahwa kavaleri tersebut untuk sementara absen dari perkemahan Persia, dimana Miltiades memerintahkan serangan umum terhadap infanteri Persia.

Dalam pertempuran berikutnya, Miltiades memimpin kontingennya sebesar 10.000 orang Athena dan 1.000 warga Plataeans untuk meraih kemenangan atas kekuatan Persia sebesar 15.000 pasukan dengan memperkuat sisi-sisi pejalannya dan dengan demikian menarik pasukan terbaik Persia untuk mendorong kembali pusatnya.
Pertempuran di pesisir pantai. Foto: Ancient Greek Battles
Untuk memenuhi kekuatan penyerbuan yang lebih besar, komandan Milisiade Athena memperlemah serangan dan memperkuat sisi sayap pasukan, dengan harapan para hoplites bisa bertahan di tengah, sementara sayapnya menerobos infanteri Persia yang lebih ringan. Sebenarnya, Athena telah kacau, tapi cukup lama bagi orang Atena untuk mengusir sayap Persia dan bertemu di belakang, menyebabkan kepanikan umum di antara penduduk.

Pasukan Persia mulai menarik mundur pasukan mereka. Persia telah kehilangan 6.400 pasukan tewas, semantara orang Yunani kehilangan 192 pria, termasuk Callimachus. Pertarungan tersebut membuktikan keunggulan tombak panjang, pedang, dan baju besi Yunani atas senjata Persia.

Hampir seketika, kemenangan "orang-orangg Marathon" menangkap imajinasi kolektif orang-orang Yunani. Gundukan upacara pemakaman dari 225 orang Athena yang legendaris dan orang-orang Platae yang setia didirikan di medan perang. Epigrams disusun dan mural panorama dipajang. Tidak mengherankan: ini adalah jam terbaik di Athena, ketika yeomen demokratisnya sendiri telah mengalahkan kekuatan kekaisaran Persia.

Menurut legenda, seorang utusan Athena dikirim dari Marathon ke Athena, dengan jarak tempuh sekitar 25 mil (40 km), dan di sana, dia mengumumkan kekalahan Persia sebelum meninggal karena kelelahan.

Kisah ini menjadi basis perlombaan lari maraton modern. Herodotus, menceritakan bahwa pelari yang terlatih, bernama Pheidippides, dikirim dari Athena ke Sparta sebelum pertempuran untuk meminta bantuan dari orang-orang Sparta.  Pheidippides dikatakan telah berlari menempu jarak 150 mil (240 km) dalam waktu sekitar dua hari.

Kerugian: Persia, 6.000 tewas dari 20.000; Yunani, 200 tewas dari 10.000.


Sunday, April 23, 2017

Perang Troya sebagai Mitologi Yunani

Akhilles menyeret tubuh pangeran Hector saat Perang Troya. Foto: Pinterest

Kisah Perang Troya merupakan konflik antara kerajaan Troya dan Yunani yang melintasi sejarah dan mitologi Yunani kuno dan mengilhami para penulis terbesar zaman kuno, dari Homer, Herodotus dan Sophocles sampai Virgil.

Sejak penemuan kembali situs Troya pada abad ke-19 di tempat yang sekarang menjadi wilayah Turki barat, para arkeolog telah menemukan semakin banyak bukti sebuah kerajaan yang berjaya dan mungkin telah hancur sekitar 1.180 SM yang mungkin merupakan dasar bagi kisah-kisah yang diceritakan oleh Homer sekitar 400 tahu,  kemudian di "Iliad" dan "Odyssey."

NARASI PERANG TROYA

Menurut sumber-sumber klasik, perang dimulai setelah penculikan (atau kawin lari) Ratu Helen dari Sparta oleh Paris pangeran Troya. Suami Helen yang cacat, Menelaus meyakinkan saudaranya Agamemnon, raja Yunani Mycenae, untuk memimpin sebuah ekspedisi untuk mengambilnya kembali. Agamemnon bergabung dengan pahlawan Yunani, Akhilles, Odiseus, Nestor dan Ajax, dan disertai dengan armada lebih dari seribu kapal dari seluruh dunia Hellen. Mereka menyeberangi Laut Aegea ke Asia Kecil untuk mengepung Troy dan menuntut kembalinya Helen oleh Priam, raja Troya.
Kuda Troya, tipu muslihat yang dilakukan oleh orang-orang Yunani untuk menyelinap melewati Dinding Kota Troya. Foto: Greek Mythology Wiki
Pengepungan tersebut, diselingi oleh peperangan dan pertengkaran berujung pada kematian pangeran Troya, Paris dan Hektor, serta Pahlawan Yunani Akhilles dan Aias yang hampir tak terkalahkan. Perang ini berlangsung lebih dari 10 tahun sampai pada suatu pagi tentara Yunani mundur dari perkemahan mereka, meninggalkan seekor kuda kayu besar di luar gerbang Troy. Setelah banyak perdebatan (dan peringatan yang tidak diindahkan oleh putri Priam Cassandra), Troya kemudian menarik kuda misterius itu ke kota. Ketika malam tiba, kuda itu terbuka dan sekelompok prajurit Yunani, yang dipimpin oleh Odiseus, keluar dan menjarah Troy dari dalam.

Setelah kekalahan Trojan, pahlawan Yunani perlahan-lahan berjalan pulang. Odiseus membutuhkan waktu 10 tahun untuk melakukan perjalanan pulang-pergi yang sulit dan sering terganggu ke Ithaca yang diceritakan dalam "Odyssey." Ratu Helen, kedua suaminya (Menelaus dan Paris) terbunuh selama perang, kembali ke Sparta untuk memerintah. Setelah kematiannya, beberapa sumber mengatakan bahwa dia diasingkan ke pulau Rhodes, di mana dendam seorang janda perang telah membuatnya digantung.

SYAIR PERANG TROYA
Para Ksatria hebat dalam Perang Troya. Foto: Pinterest
Sedikit yang diketahui tentang sejarah Homer. Sejarawan yang menyelesaikan sebuah karya yang berjudul "Iliad" sekitar 750 SM, dan "Odyssey" sekitar 725. Keduanya dimulai dari tradisi lisan, dan pertama kali ditulis dalam beberapa dekade atau berabad-abad setelah potongan-potongan kisah keduanya terkumpul.

Banyak episode perang yang paling dikenal, dari penculikan Helen samapi "kuda Troya" dan karung Troy, berasal dari apa yang disebut "Epic Cycle" dari narasi yang dikumpulkan pada abad keenam SM. Dari tradisi lisan yang lebih tua.

Pada abad pertama SM. Penyair Romawi Virgil menyusun "Aeneid," epik klasik ketiga yang terinspirasi oleh Perang Troya. Epik ini mengikuti sekelompok Troya yang dipimpin oleh pahlawan Aeneas meninggalkan kota mereka yang hancur untuk melakukan perjalanan ke Kartago sebelum mendirikan kota Roma. Tujuan Virgil adalah untuk memberi dinasti kekaisaran pertama Roma sebagai cerita asal yang mengesankan seperti Yunani.

SEJARAH, ARKEOLOGI, DAN PERANG TROYA

Banyak bagian epik Perang Troya sulit dibaca secara historis. Beberapa tokoh utama digambarkan sebagai keturunan langsung dewa-dewa Yunani, seperti Helen yang merupakan ayah dari Zeus, yang menyamar sebagai angsa dan memperkosa ibunya Leda, dan sebagian besar tindakannya dipandu (atau terganggu oleh) oleh berbagai dewa yang bersaing. Meskipun pengepungan panjang dicatat dalam era, tetapi kota-kota terkuat di Troya hanya bisa bertahan selama beberapa bulan, bukan 10 tahun penuh seperti yang tergambarkan.

Penggalian utama di lokasi Troya pada tahun 1870 di bawah arahan arkeolog Jerman Heinrich Schliemann mengungkapkan gundukan benteng kecil dan lapisan puing setinggi 25 meter. Studi selanjutnya memiliki lebih dari 46 tahap pembangunan yang dikelompokkan menjadi sembilan kelompok yang mewakili penghuni situs ini dari 3.000 SM sampai ditinggalkannya Troya pada akhir di 1350 M. Penggalian baru-baru telah menunjukkan suatu daerah yang dihuni 10 kali ukuran benteng, menggambarkan Troya secara signifikan sebagai kota di Zaman Perunggu.

Lapisan dari penggalian, yang bertanggal sekitar 1180 SM, mengungkapkan puing-puing hangus dan kerangka yang tersebar sebagai bukti kehancuran semasa perang yang mungkin telah mengilhami bagian-bagian dari kisah Perang Troya. Di hari Homer menggambarkan perang tersebut, 400 tahun kemudian, reruntuhannya dan panasnya perang terlihat dari puing-puing masih terlihat.



Artikel merupakan hasil terjemahan dari laman History.com (dengan pengubahan).

Artikel asli: TROJAN WAR in History.com
Penerjemah: Imam Maulana

Sunday, April 16, 2017

Teori Asal Usul Bangsa Semit


Dalam ragam kesempatan, termasuk membahas mengenai sejarah dunia, terkada kita pernah mendegar mengenai istilah bangsa Semit, siapakah mereka? Istilah Semit sendiri merujuk pada anggota dari berbagai suku bangsa yang menggunakan bahasa Semit kuno maupun modern, yang umumnya berdiam di Timur Dekat.

"Timur dekat merupakan kawasan Levant atau Sham (sekarang Israel, Jalur Gaza, Lebanon, Suriah, Tepi Barat dan Yordania), Anatolia (sekarang Turki), Mesopotamia (Irak dan Suriah timur), dan Plato Iran (Iran)."

Kata "Semit" berasal dari bahasa Ibrani Alkitab, "Sem" dan bahasa Arab, "Syam" yang berarti "nama." Semit sendiri merupakan istilah yang mula-mula digunakan dalam linguistik dan etnologi untuk merujuk kepada sebuah "keluarga atau rumpun bahasa" asal Timur Tengah, yang sekarang disebut "Rumpun bahasa Semit."

Rumpun ini meliputi bentuk bahasa-bahasa kuno dan modern, yaitu Ahlamu, Akkadia (Assyria-Babilonia), Amharik, Amori, Arab, Aram/Suryani/​​Suriah, Kanaan/Fenisia/Kartago, Kasdim, Ebla, Edom, Ge'ez, Ibrani, Malta, Mandaik, Moab, Sutean, Tigre dan Tigrinya, serta Ugarit, dan sebagainya.

Diantara dua keturunan bangsa semit yang masih bertahan saat ini, orang-orang keturunan Arab yang jumlahnya lebih banyak ketimbang keturunan Yahudi, telah melestarikan ciri khas fisik dan sikap mental Rumpun bangsa ini.

Berkas:Semitic 1st AD.svg
Perkiraan distribusi rumpun bahasa Semit pada sekitar abad ke-1 M. Foto: Sting

Bahasa mereka, meskipun termaksud yang termuda diantara Rumpun bangsa Semit dari sisi Kesusastraanya, lebih banyak memuat keunikan bahasa asli Semit, termaksud iramanya, dibanding bahasa Ibrani dan bangsa serumpun lainya. karena itu bahasa Arab merupakan kunci penting untuk mempelajari bahasa-bahasa semit lainya.

Agama Islam, dalam bentuk yang asli, juga penyempurnaan logis dari agama-agama Semit. di Eropa dan Amerika, kata " Semit" memiliki konotasi Yahudi, dan mengingatkan kita pada penyebaran orang yahudi kedua Benua itu. ''Karakteristik Semit" yang seringkali di rujuk, termasuk bentuk hidung yang Khas, sama sekali tidak ada hubunganya dengan Semit.

Karakteristik itu merupakan karakteristik yang membedakan orang yahudi dari Rumpun Semit lainya, dan jelas menggambarkan hasil pernikahan silang antara bangsa Hitti-Hurrian dengan bangsa ibrani. Bangsa Hitti sendiri merupakan bangsa kuno di kawasan Anatolia yang membangun kerajaan di Asia Barat pada abad ke-2 SM, sedangkan Bangsa Hurri adalah bangsa kuno yang mendiami wilayah Surih dan Mesopotamia sekita 1500 SM.

Hal yang paling menjadi pertanyaan dan perdebatan secara historis dan arkeologis mengenai asal usul tempat awal bangsa Semit ini. Dari mana mereka bermigrasi? Atau memang mereka sudah berada di kawasan Timur Tengah?

Setidaknya terdapat empat teori yang memiliki argumen mengenai kawasan asal Bangsa Semit yang dikemukakan oleh beberapa peneliti, yaitu :

1. Teori Afrika

Teori Afrika ini dikemukakan oleh Theodor Noldeke. Ia mengatakan bahwa “ Keserumpunan Bangsa Semit dan Bangsa Hemit menunjukkan bahwa kawasan asal Bangsa Semit adalah Afrika ”. Bangsa Hemit adalah penduduk asli Afrika.

Theodor Noldeke mendasarkan teorinya ini pada kesamaan bentuk fisik antara Bangsa Semit dan Bangsa Hemit. Kesamaan bentuk fisik dari kedua bangsa tersebut yaitu mereka sama-sama memiliki ukuran tulang betis yang kecil dan keduanya memiliki bentuk rambut yang keriting.

Akan tetapi, Theodor Noldeke menegaskan bahwa teori yang dikemukakan oleh dirinya ini hanya hipotesa dan masih dapat diperdebatkan oleh ilmuwan lain. Akhirnya teori ini mendapatkan kritikan dari ilmuwan lain, karena apabila Bangsa Semit berasal dari Afrika, maka seharusnya Bahasa Semit telah menyebar di sana. Berbeda dengan hal itu, bahwa faktanya adalah Bahasa Semit tidak tersebar di seluruh Afrika, melainkan hanya tersebar di sebagian kecil Afrika yaitu Ethiopia dan Tunisia.

2. Teori Armenia

Teori Armenia ini dikemukakan oleh seorang peneliti dari Perancis bernama Renan. Ia mengatakan bahwa “ Bangsa Semit berasal dari berbagai kawasan di Armenia ”.

Renan mendasarkan teorinya ini pada Kitab Perjanjian Lama, yaitu :
  • Pasal tentang Penciptaan Alam Semesta dalam Perjanjian Lama, yang pada salah satu referensi terdapat pada ayat 10 butir 22 – 24 (10 / 22 - 24). Namun setelah diteliti lebih dalam lagi, ternyata bukan pada ayat tersebut, tetapi terdapat pada ayat 10 butir 30 (10 / 30). Pasal-pasal tersebut berbunyi :
    • Ayat 10 butir 22 - 24 (10 / 22 - 24) berbunyi : “ Keturunan Sem ialah Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud, dan Aram. Keturunan Aram ialah Us, Hul, Geter, dan Mas. Arpakhsad memperanakan Selah, dan Selah memperanakan Eber.“
    • Ayat 10 butir 30 (10 / 30) berbunyi : “ Daerah kediaman mereka terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu Pegunungan di sebelah timur (Pegunungan Ararat di Armenia).”
  • Pasal tentang Penciptaan Alam Semesta dalam Perjanjian Lama ayat 8 butir 4 (8 / 4), yang berbunyi : “ Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat (dalam peta modern berada di wilayah timur, dekat Armenia dan perbatasan Iran).”
Pada teori Armenia ini terdapat terdapat asumsi mengenai perbatasan Armenia dan Iran yang merupakan tempat kelahiran tidak hanya umat Islam, tetapi juga seluruh umat manusia. Hal ini menunjukkan bahwa pasal-pasal sebelumnya sangat bertentangan dengan pasal tentang Penciptaan Alam Semesta dalam Kitab Perjanjian Lama ayat 11 butir 2 (11 / 2) yang berbunyi : “ Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di Tanah Sinear (Bukit Sinai), lalu menetaplah mereka di sana (Babilonia) ”.

Ayat-ayat tersebut membuktikan bahwa pasal-pasal yang terdapat di dalam Kitab Perjanjian Lama hanyalah berdasarkan pada cerita-cerita rakyat setempat yang diucapkan secara turun temurun dari nenek moyang mereka yang bersifat subjektif.

3. Teori Babilonia

Teori Babilonia ini dikemukakan oleh dua orang peneliti yang bernama Ignatius Guidi dan Frets Hummel. Mereka mengatakan dalam tulisannya yang diterbitkan di Roma pada tahun 1879 bahwa : “ Kawasan asal Bangsa Semit adalah hilir Sungai Eufrat yaitu Lembah Daratan Irak (Babilonia) ”.

Dalam tulisannya, mereka mendasarkan teori Babilonia ini dengan ditemukannya kesamaan sebagian besar nama-nama dan istilah di Babilonia lebih dekat dengan Bahasa Akkadia.

Selain itu, mereka juga melihat kesamaan beberapa kosa kata Bahasa Semit Kuno di kawasan tersebut, seperti : Dalam seluruh Bahasa Semit kata نهر (sungai) adalah نهر . Akan tetapi, teori ini tidak dapat diterima begitu saja oleh para peneliti lain, karena masih banyak kosa kata yang berbeda, seperti : Dalam Bahasa Arab kata ﺠﺒﻞ (gunung), dalam Bahasa Ibrani ﻫﺮ, dalam Bahasa Aramea ﻄﻮرﺍ , dan dalam Bahasa Akkadia شد . Sedangkan semua bahasa-bahasa tersebut adalah rumpun dari Bahasa Semit.

4. Teori Arab

Teori Arab ini dikemukakan oleh Esbiringer, dkk. Mereka mengatakan bahwa “ Jazirah Arab merupakan kawasan asal Bangsa Semit ”.

Esbiringer mengatakan hal demikian karena mereka memiliki beberapa argumen yang mendukung teorinya tersebut, diantaranya :
  • Kawasan subur di antara Sungai Tigris dan Sungai Eufrat selalu didatangi Suku Badui dari padang pasir yang melakukan imigrasi.
  • Bangsa Akkadia adalah orang asing yang menaklukan penduduk asli yaitu Bangsa Sumery.
  • Ditemukannya artefak dengan Bahasa Sumery yang isinya bahwa negara mereka selalu dalam keadaan bahaya karena sering didatangi penduduk-penduduk asing.
  • Penduduk padang pasir selalu berambisi menguasai kawasan subur dan perkotaan yang lebih maju dari mereka.
  • Orang Arab yang secara genetika belum tercampur dengan bangsa lain, memiliki bentuk fisik yang sama. Hal ini menunjukan orisinalitas fisik orang Arab.
Teori arab yang dikemukakan oleh Esbringer berdasarkan argumen-argumen bahwa Jazirah Arab merupakan kawasan asal Bangsa Semit dan dari sanalah mereka berpencar ke berbagai kawasan sekitar yang lebih subur dan berperadaban. 

Pada awalnya bangsa Semit bertempat tinggal di daerah padang pasir yang bukan merupakan tempat yang baik untuk didiami, sehingga mereka melakukan imigrasi ke daerah lain. Argumen tersebut juga diperkuat dengan tidak adanya perbedaan antara situasi padang pasir pada zaman dulu dengan situasi padang pasir pada zaman sekarang.

Friday, April 7, 2017

Cleopatra, Kehidupan Seorang Ratu Mesir


Harian SejarahCleopatra mempunyai nama lengkap Cleopatra Selene Philopator. Namun dikenal sebagai Cleopatra VII. Cleoptara lahir pada tahun 69 Sebelum Masehi (SM) di Alexandria, Mesir dan meninggal dunia di usia 39 tahun pada 30 SM.Cleopatra adalah putri Ptolemy Auletes (Ptolemy XII), salah satu dinasti Ptolemy penguasa Mesir Kuno mantan orang kepercayaan Alexander The Great sang penguasa Macedonia. Ptolemy XII punya empat putri dan dua putra. Namun semuanya meninggal saat masih sangat muda.


Ia adalah penguasa Mesir bersama ayahnya Ptolemeus XII, saudara laki-laki sekaligus suaminya: Ptolemeus XIII dan Ptolemeus XIV, dan akhirnya anaknya Caesarion. Cleopatra berhasil mengatasi kudeta yang dirancang oleh pendukung saudara laki-lakinya dengan bersekutu dengan Julius Caesar dan dilanjutkan Mark Antony. Cleopatra memiliki 1 anak dari Julius Caesar dan 3 anak dari Mark Antony (dua diantaranya adalah kembar).

Masa Kecil

Sedikit yang diketahui tentang masa kecil Cleopatra, tetapi Cleopatra berdarah Yunani, bukan keturunan Mesir. Ia dilahirkan pada awal tahun 69 SM, anak ke-3 dari 6 orang dan lahir di kalangan Dinasti Ptolemaik Yunani. Ia mempunyai 2 orang kakak dan seorang adik perempuan serta dua adik laki-laki. Ia dilahirkan dan dibesarkan di Alexandria yang merupakan kota terbesar dan termewah saat itu.

Kerajaan dari ayah Cleopatra tidak aman akibat tekanan dan konflik dari luar dan dalam perebutan kekuasaan, serta konflik dalam seperti pemerintahan sentralisasi dan korupsi politik. Hal ini memimpin pemberontakan dan hilangnya Siprus dan Cyrenaica yang menyebabkan masa kekuasaan Ptolemeus sebagai salah satu yang paling mematikan di dinasti tersebut. Semasa kecil, Cleopatra telah melihat persengketaan dalam keluarganya sendiri.

Dikatakan bahwa ayahnya selamat dari 2 usaha pembunuhan ketika seoragn pelayan menemukan ular berbisa yang mematikan di tempat tidurnya dan pelayan yang mencicipi minuman anggur tuannya yang selanjutnya pelayan tersebut meninggal.

Kakak perempuan tertuanya, Tryphaena juga mencoba untuk meracuni Cleopatra sehingga ia mulai menggunakan juru cicip. Ketika ia berusia belasan tahun, ia menyaksikan kejatuhan ayahnya sendiri dan ayahnya menjadi boneka Kekaisaran Romawi akibat beban utang yang terlalu tinggi, tetapi masih berharap agar Romawi tidak menaklukan Mesir.

Keadaan itu menyebabkan Ptolemeus XII diusir rakyat dari Alexandria yang akhirnya melarikan diri ke Romawi. Pada tahun 58 SM, ibunya, Cleopatra V mengambil alih pemerintahan bersama anaknya, Berenice IV dengan bantuan gubernur Suriah yang dikuasai Romawi, Aulus Gabinius selama setahun hingga ibunya meninggal, lalu Berenice IV memerintah sendiri. Ptolemeus XII menggulingkan anak perempuan tertuanya pada tahun 55 SM dan menghukum mati anaknya, Berenice IV.

Kakak perempuan Cleopatra lainnya, Tryphaena mengambil tahta dan tidak lama kemudian ia meninggal yang menyisakan Cleopatra dengan suaminya dan adiknya, Ptolemeus XIII sebagai penerus tahta.

Naik Tahta


Ptolemeus XII meninggal pada bulan Maret tahun 51 SM, membuat Cleopatra yang saat itu berusia sekitar 18 tahun dan Ptolemeus XIII yang berusia sekitar 12 tahun sebagai pemimpin gabungan. 3 tahun pertama kekuasaan mereka sulit karena permasalahan ekonomi, kelaparan, banjir sungai Nil dan konflik politik. Walaupun Cleopatra menikahi adiknya, ia menunjukan bahwa ia tidak memiliki keinginan untuk berbagi kekuasaan dengannya.

Turun Tahta


Pada bulan Agustus tahun 51 SM, relasi mereka rusak. Cleopatra menurunkan nama Ptolemeus dari dokumen resmi dan wajahnya muncul sendiri di uang koin yang berada diluar tradisi Ptolemaik yang menyatakan bahwa pemimpin wanita dibawahkan oleh pemimpin laki-laki.

Hal ini menghasilkan kelompok rahasia orang yang tidak termasuk dalam istana, dipimpin oleh eunuch Pothinus, menurunkan Cleopatra dari kekuasaan dan menjadikan Ptolemeus pemimpin pada tahun 48 SM (atau lebih awal, dan terdapat sebuah dekrit pada tahun 51 SM dengan nama Ptolemeus sendiri). Ia mencoba untuk melakukan pemberontakan disekitar Pelusium, tapi ia terpaksa melarikan diri dari Mesir dengan adiknya yang tersisa, Arsinoe.

Kembali Naik Tahta

Ketika Cleopatra pergi dari Mesir, Pompey melibatkan diri dalam perang saudara Romawi. Pada musim gugur tahun 48 SM, Pompey melarikan diri dari pasukan Julius Caesar ke Alexandria dan mencari suaka. Ptolemeus saat itu berusia 15 tahun dan menunggu kedatangannya. Pada tanggal 28 September 48 SM, Pompey dibunuh oleh salah satu mantan opsirnya yang sekarang bekerja untuk Ptolemaik. Ia dipenggal di depan istri dan anaknya, yang berada di kapal yang baru saja ia turuni. Ptolemeus berpikir bahwa dengan ia telah memerintahkan kematian Pompey untuk menyenangkan Julius Caesar. Hal ini adalah kesalahan Ptolemeus yang besar.

Ketika Caesar tiba di Mesir dua hari kemudian, Ptolemeus memberikan kepala Pompey. Caesar yang melihat hal ini sangat marah karena fakta bahwa walaupun ia musuh politik Caesar, Pompey adalah konsul Roma dan duda dari anak Julis Caesar, Julia. Caesar menguasai ibukota Mesir dan menjadikannya wasit dari klaim antara Ptolemeus dan Cleopatra.

Cleopatra mengambil kesempatan ini dan kembali ke istana dan bertemu dengan Caesar. Dipercaya bahwa Caesar terpesona dengan langkahnya, dan Cleopatra menjadi kekasihnya. 9 bulan setelah pertemuan pertama mereka, Cleopatra melahirkan bayi. Pada saat ini, Caesar meninggalkan rencananya untuk menggabungkan Mesir, dan mendukung klaim Cleopatra atas tahta. Setelah perang saudara pendek, Ptolemeus XIII tenggelam di sungai Nil dan Caesar mengembalikan Cleopatra ke tahtanya, dengan adiknya yang lain Ptolemeus XIV sebagai wakil pemimpin baru.

Hubungan Cleopatra dengan Julius Caesar

Walaupun perbedaan umur Cleopatra dan Julius Caesar sebesar 30 tahun, Cleopatra dan Caesar menjadi kekasih selama Caesar berada di Mesir tahun 48 SM sampai 47 SM. Mereka bertemu ketika Cleopatra berusia 21 tahun dan Caesar berusia 50 tahun. Pada tanggal 23 Juni 47 SM, Cleopatra melahirkan Ptolemeus Caesar (disebut "Caesarion" yang berarti "Caesar kecil"). Cleopatra mengklaim Caesar sebagai ayahnya dan berharap untuk menjadikan anak itu sebagai ahli waris, tetapi Caesar menolak dan lebih memilih cucu lelakinya, Octavian.

Caesarion dimaksudkan untuk mewarisi Mesir dan Romawi, menyatukan timur dan barat. Cleopatra dan Caesarion mengunjungi Roma pada tahun 47 SM sampai tahun 41 SM dan hadir ketika Caesar dibunuh pada tanggal 15 Maret 44 SM. Sebelum atau sesudah pembunuhan, ia kembali ke Mesir. Ketika Ptolemeus XIV meninggal karena kesehatannya memburuk, Cleopatra menjadikan Caesarion penerusnya. Untuk menjaganya dan Caesarion, adiknya Arsinoe meninggal.

Hubungan Cleopatra dengan Mark Anthony

Ilustrasi Cleopatra dan Anthony. Foto: Silicon Valley Shakespeare

Cleopatra berusaha memikat Antony sebagaimana yang pernah ia lakukan terhadap Caesar dan pada 41 SM. Dia tiba di Tarsus dengan pakaian laksana Venus, dewi cinta Romawi. Anthony terpikat dengan kemolekan tubuh dan rupa Cleopatra. Antony dan Cleopatra kemudian pergi bersama ke Alexandria. Di sini mereka menghabiskan musim dingin dengan pesta-pora dan percintaan yang panas. Pada 40 SM, Anthony kembali ke Romawi dan menikahi saudara perempuan Octavian bernama Octavia dalam upayanya untuk menjadi sekutu Octavian.

Sementara itu, kekuasaan triumvirat semakin memburuk. Pada 37 SM, Antony berpisah dengan Octavia dan mengadakan perjalanan ke timur dengan tujuan untuk mengajak Cleopatra bergabung dengannya di Suriah. Pada saat itu Cleopatra telah melahirkan bayi kembar laki-laki dan perempuan. Menurut pelaku propaganda Octavian, mereka lantas menikah yang mana hal ini dilarang oleh peraturan Roma yang melarang warganya menikah dengan bangsa asing.

Kekalahan pasukan militer Anthony melawan Parthia pada 36 SM mengurangi wibawanya. Namun pada 34 SM, dia berhasil mengalahkan Armenia. Untuk merayakan kemenangan ini, dia melakukan prosesi kemenangan di sepanjang jalan-jalan di Alexandria di mana ia dan Cleopatra duduk di singgasana keemasan, dan Caesarion serta anak-anaknya diberi gelar kebangsawanan. Banyak kalangan Romawi menilai (yang dipicu oleh Octavian) bahwa Antony berniat hendak menyerahkan Romawi ke tangan asing.

Kematian

Cleopatra bunuh diri sewaktu Augustus (Octavianus) naik tahta dan menyerang Mesir, dengan cara memasukkan tangannya sendiri kedalam keranjang penuh ular berbisa.

Diabadikan dalam Kesenian


Kisah hidupnya sering didramatisasikan dalam berbagai bentuk karya, termasuk "Antony and Cleopatra" dari William Shakespeare, Opera Cleopatra, beberapa film modern (Cleopatra-Elizabeth Taylor ; Asterix & Cleopatra-Monica Bellucci) dan Komik Asterix karya Uderzo.


Source: Historypedia