Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Tindakan Intoleran dan Radikalisasi Agama di Yogyakarta

Deklarasi Anti Radikalisme di Yogyakarta (Sabtu/22 Juli/2017). Foto: ristekdikti.go.id

Dikirim oleh Anggalih Bayu Muh Kami, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UGM (0852339796078)

Harian SejarahThe Wahid Institute (kini Wahid Foundation) menobatkan Yogyakarta sebagai kota paling tak toleran nomor dua di Indonesia pada 2014. Dari total 154 kasus intoleransi serta pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan yang dicatat Wahid Foundation sepanjang tahun itu, 21 peristiwa terjadi di Yogya. Setahun kemudian, 2015, peringkat Yogya sebagai kota intoleran turun ke nomor empat. Dari 190 pelanggaran yang dicatat Wahid Foundation, 10 terjadi di kota pelajar ini.  

Laporan ini sudah barang tentu sangat memprihatinkan. Tren peningkatan tindakan intoleransi justru terus terjadi. Sepanjang tahun 2015 hingga memasuki pertengahan tahun 2016, pelanggaran-pelanggaran bukan hanya pada Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB), melainkan pada kebebasan secara umum, berlangsung massif di Yogyakarta. 

Kendati demikian, ada pertanyaan apa yang sebenarnya terjadi di Yogyakarta? Siapakah sebenarnya yang tidak toleran? Pemerintahnya, aparat Kepolisiannya, ormasnya, atau masyarakatnya? Bisakah tindakan yang dilakukan suatu kelompok ormas, lalu seluruh elemen masyarakat Yogya dikatakan tidak toleran? Mungkin jawabnya ya, karena masyarakat sipil di Yogyakarta dianggap diam dan dengan itu berarti membiarkan, dan mungkin membenarkan, tindakan tersebut. Bisakah asumsi demikian diterima? 

Jika tidak bisa, lalu mengapa mereka diam? Aparatus dan unsur pemaksa seperti apa yang bekerja, yang membuat masyarakat sipil diam tidak berkutik, atau secara tidak langsung, akhirnya terkesan mendukung tindakan intoleransi tersebut. Akhirnya apa yang dimaksud (in)toleransi oleh para aktor ini? 

Ancaman eksistensi toleransi di Yogyakarta muncul karena banyaknya perubahan sosial yang terjadi.  Menurut sejumlah penelitian terdahulu, Yogyakarta belakangan ini mengalami pergeseran watak masyarakatnya. Nilai-nilai toleran dan inklusif, sebagaimana tercermin dalam slogan Yogyakarta sebagai kota budaya, kota pelajar, dan kota toleransi, akhir-akhir ini mulai tergerus seiring terjadinya aksi-aksi intoleran dan juga aksi kekerasan di kota ini. 

Gerakan Islamisasi di Yogyakarta juga semakin tak terbendung seiring dengan infiltrasi gerakan Islam radikal ke masjid-masjid dan juga institusi-institusi pendidikan, seperti kampus dan juga sekolah. 

Gema militansi dan radikalisme agama di Yogyakarta terjadi seiring dengan derasnya arus Islamisasi di kota gudeg ini. Jargon “Menerapkan Islam secara ,” “Syariah sebagai solusi permasalahan moral dan sosial”, “Konspirasi Barat untuk menyerang Islam” disuarakan di berbagai masjid, sekolah dan kampus di Yogyakarta. 

Situasi ini selanjutnya membuka ruang bagi masuknya ideologi radikal yang menghendaki perubahan tatanan yang ada. Tatanan yang hendak diubah tidak melulu tatanan politik seperti pendirian khilafah, tapi juga tatanan tradisi lokal yang telah mengakar kuat selama berabadabad di Yogyakarta. Radikalisme agama ini tentu saja harus diwaspadai karena bisa memicu ekslusivisme dan keterasingan (alienasi) dari masyarakat sekitar. 

Banyak pakar gerakan sosial yang mencatat tentang pentingnya hubungan antara identitas kolektif, mobilisasi dan aktivisme dalam konteks radikalisasi agama. Hal-hal tersebut memproduksi solidaritas dan investasi moral yang di-share oleh para pelaku gerakan tentang berbagai isu. Perasaan akan identitas kolektif ini menempa hubungan antara mereka yang bersimpati (pengikut) dengan gerakan, dan disaat yang sama membuat mereka secara internal dan eksternal berbeda dengan yang lain, sebagai contoh berjenggot, berjubah besar, bercadar, belajar Islam, membaca majalah Islam dan sebagainya. 

Dalam bahasa rational choice theory, gerakan ini menyelesaikan masalah dengan mengembangkan program/kegiatan yang menawarkan insentif kolektif terhadap solidaritas grup dan komitmen terhadap tujuan moral. Ini akibat kuatnya jaringan interpersonal yang eksklusif dalam kelompok. Jaringan tersebut dapat dibangun melalui masjid tertentu, sekolah, pekerjaan dan visi idiologis yang memperkuat kesamaan identitas, menciptakan rasa kelompok (group feeling), solidaritas dan perbedaan sehingga membuat mobilisasi lebih mudah. 

Jaringan non formal (social network) ini sangat berguna bagi berbagai aktivitas kelompok radikal seperti memobilisasi supporter, mencari dana, mempromosikan simbol, menyebarkan propaganda dan mengorganisasi protes massa. 

Sejalan dengan menjamurnya ormas-ormas Islam pasca reformasi, pendidikan (tarbiyah) dianggap pintu efektif bagi penyebaran dakwah Islam. Kini, lahir ribuan pendidikan Islam terpadu (jenjang PAUD, TK hingga SLTA) yang didirikan oleh ormas-ormas Islam tertentu dari berbagai jenjang pendidikan. 

Ormas-ormas Islam itu memiliki ciri keagamaan tertentu yang ‘berbeda’ dengan yang lain. Ciri-ciri keagamaan yang mereka anut adalah: 
  1. Khas Islam Timur Tengah; 
  2. Leterlek dan harfiah dalam memahami Islam;
  3. Mengenalkan istilah-istilah baru yang bernuansa Arab seperti, ḥalaqah, dawrah, mabit dan seterusnya. 

Siswa/siswi sekolah menengah atas (SMA/SMK) digarap serius oleh ormas-ormas Islam yang bercirikan seperti di atas.  Momen dawrah, ḥalaqah dan mabit di satu sisi sangat positif dan membantu kerja guru agama untuk menanam akidah dan syariat Islam. Namun di sisi lain, model Islam yang diajarkan cenderung mendorong peserta didik untuk tidak toleran terhadap pihak lain. 


Ada tiga kasus intoleransi yang menjadi sorotan di Yogyakarta yaitu 
  1. Penutupan Pesantren Waria, 
  2. Pembubaran Pesantren Rausyan Fikr, dan 
  3. Penolakan Acara Paskah. Ketiganya dilakukan oleh kelompok yang sama, yaitu Front Jihad Islam (FJI) dan Forum Umat Islam (FUI). 

Pendirian FJI dideklarasikan oleh Abu Bakar Ba’asyir yang merupakan pendiri dan mantan ketua MMI. 

Di kasus pertama, alasan kelompok ini menutup pesantren waria adalah karena (1) Penegakkan hukum Allah, bahwa kodrat manusia hanya laki‐laki dan perempuan, (2) Tidak ada izin, (3) Meresahkan masyarakat. Pada konteks ini secara kultur radikalisme agama mengkonstruksi wacana negatif LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) melalui spanduk‐spanduk, media, broadcast  message yang kemudian direpresentasikan dan diperkuat oleh afirmasi dari para pejabat negara serta Perhimpunan Dokter Kesehatan Jiwa. 

Pada kasus kedua, Rausyan Fikr Institute dibubarkan karena dianggap Syiah dan oleh karena itu dianggap sesat. Kelompok ini menyebarkan wacananya melalui pendekatan kepada warga dan takmir masjid, serta spanduk‐spanduk “Bahaya Syiah”. Wacana itu menjadi semakin kuat ketika muncul stigmatisasi terhadap lingkungan di sekitar Rausyan Fikr Institute yang dilabeli sebagai “Kampung Syiah” sehingga warga sekitar yang awalnya toleran menjadi bersikap intoleran. 

Kelompok tersebut juga melakukan upaya struktural melalui pendekatannya kepada polisi dan tentara serta tuntutannya kepada MUI Yogyakarta untuk mengeluarkan fatwa sesat. Berbeda dengan kasus pertama dan kedua, intoleransi pada kasus ketiga bersifat lintas‐agama dan menggunakan kekerasan fisik. Pada 2014 FJI mengeroyok salah satu anggota Forum Lintas Iman yang mendukung diadakannya penyelenggaraan paskah yang melibatkan 13000 jemaat yang akan digelar di Gunung Kidul. FJI dan FUI menuduh acara tersebut sebagai upaya Kristenisasi. 

Jika membaca secara teliti peristiwa-peristiwa besar kekerasan yang disebabkan oleh agama, ditemukan paling tidak ada tiga peran yang menyebabkan kerentanan agama terhadap kekerasan. 

Pertama, adanya penafsiran agama dalam hubungannya dengan relasi sosial. Tafsiran ini selanjutnya menjadi dasar ideologis dari pemeluk agama dalam ruang sosial. Yakni, tatanan sosial ditafsirkan sedemikian sehingga berdasarkan kerangka religius tertentu. Tatanan masyarakat direpresentasikan sebagai kehendak Tuhan berdasakan hasil tafsirannya sendiri terhadap teks suci. 

Kedua, terbentuknya identitas kolektif keagamaan yang terintegrasi dengan identitas etnik. Ini dapat dilihat misalnya sada pengidentifikasian masyarakat Aceh sebagai masyarakat Muslim dan Batak adalah Kristen, Bugis Islam dan Toraja Kristen, Nusa Tenggara Barat Muslim dan Nusa Tenggara Timur Kristen, dan lain-lain.  Pengidentifikasian ini membawa pada sikap yang fanatik, karena pada saat yang sama memiliki dua alasan sekaligus. Rawannya, masyarakat yang mengidentifikasi diri dalam salah satu kelompok ini sulit menerima keberdaan orang lain. 

Ketiga, semakin kuatnya legitimasi moral dalam tatanan sosial. Berbeda dengan yang pertama, yang melihat tatanan sosial dalam kerangka tafsir teologis, pada bagian ini agama dilegitimasi dan direpresentasikan dalam suatu nilai yang sudah penuh. Mereka merasa tidak memerlukan lagi perangkat nilai lain yang datang dari luar, seperti nilai egaliter, kemanusiaan, keadilan, dan lain lain. 

Nilai-nilai seperti ini dipandangnya sebagai sesuatu yang baru, sehingga ditolak dan dipandang sebagai produk Barat yang kafir. Islam dipahami, bahkan, sebagai agama yang tidak memiliki keterkaitan dengan tradisi lain. 

Radikalisme agama dapat pula bersumber dari pembacaan yang salah terhadap sejarah agama yang dikombinasikan dengan idealisasi berlebihan terhadap doktrin agama pada masa tertentu. Ini terlihat dalam pandangan dan gerakan ortodoksi yang selalu eksis dihampir semua agama. Tema pokok dari sel ortodoksi ini adalah pemurnian agama— membersihkan agama dari pemahaman dan praktek keagamaan yang mereka pandang sebagai ‘sesuatu yang menyimpang’. 

Namun upaya pemurnian tersebut justru acapkali dilakukan dengan cara-cara kekerasan. Dengan pemahaman dan praksis keagamaan seperti itu, kelompok dan sel radikal ini ‘menyempal’ (splinter) dari mainstream agama yang memegang ‘otoritas’ teologis. 

Untuk menyelesaikan masalah tersebut dapat diselesaikan dengan berbagai langkah. Upaya untuk menjaga keberagamam ditunjukan secara variatif, baik melalui kekuatan masyarakat sipil, nilai, program dan kebijakan. Meski dari beberapa hal tersebut ada yang terlaksana dan tidak. 

Perlu ada semangat dari masyarakat sipil semua golongan dan semua aspek untuk menyerukan perlawanan terhadap pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan yang telah terjadi secara masif baik secara terangterangan maupun lewat media lain yang lebih halus. Kekuatan masyarakat sipil untuk bersama melawan pelanggaran tersebut setidaknya memberi bukti bahwa masih banyak yang peduli untuk menciptakan negara Indonesia yang nyaman dan tenteram. Peran pemerintah sangat penting untuk menekan semakin maraknya pelanggaran KBB yang terjadi. 

Dengan masyarakat mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan yang mampu mengayomi semua umat beragama tanpa adanya diskriminasi dan keberpihakan pada satu pihak serta tidak adanya pembiaran dari pemerintah, hal itu akan semakin menekan tinggi pelanggaran KBB. Adanya ketegasan aparat penegak hukum dengan cara menuntaskan kasus pelanggaran terhadap KBB dan menindak dengan adil para pelakunya, akan membuat masyarakat merasa aman dan terlindungi tanpa perlu khawatir akan terjadinya lagi pembiaran pelanggaran KBB. 

Dalam ranah edukasi, pendidikan multikultural menjadi kunci penting mencegah radikalisasi. Dalam praktik pembelajaran multkultural sendiri setidaknya menjadikan murid bukan sekedar objek pendidikan, tetapi juga sebagai subjek pendidikan. 

Hal ini dikarenakan proses belajar mengajar disesuaikan dengan arah partumbuhan dan perkembangan anak. perbedaan bukan menjadi suatu halangan bagi para civitas akademika untuk saling berinteraksi dengan mengangkat nilai-nilai universal dalam agama, seperti halnya welas asih terhadap sesama, tenggang rasa, dan saling menghargai satu sama lain. 

Perdebatan masalah teologi justru akan mengarah pada sikap disintegrasi dan profanestik sempit sehingga berujung pada friksi–friksi yang nanti akan mengarah munculnya konflik. Konflik sesama siswa terlebih bagi mereka yang melakukan penonjolan identitas, baik dari segi kekayaan, fisik, maupun prestasi justru dilarang oleh pihak sekolah. Hal itu dilakukan karena semua itu justru akan merusak tatanan egaliter yang dibangun sekolah. 

Daftar Pustaka

Damanik, Caroline, 2 Mei 2017 ”Kasus Intoleransi, DI Yogyakarta Diminta Waspada. Kompas
Hasani, Ismail dan Bonar Tigor Naipospos. Ed. Dari Radikalisme Menuju Terorisme Studi Relasi Dan Transformasi Organisasi Islam Radikal Di Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta . Jakarta: Pustaka Masyarakat Setara, 2012.
Kusumadewi, Anggi, 2 Mei 2017 ” Yogyakarta, Kota yang Makin Tak Toleran,”CNN Indonesia
Nurudin,” Basis Nilai-Nilai Perdamaian: Sebuah Antitesis Radikalisme Agama di Kalangan Mahasiswa,” Jurnal Multikultural & Multireligius, Vol. 12, No.2, September – Desember 2013.
Radikalisme Islam Dan Upaya Deradikalisasi Paham Radikal,” Jurnal Walisongo, Volume 20, Nomor 1, Mei 2012.
Rumbaru, Musa dan Hasse J.,” Radikalisme Agama Legitimasi Tafsir Kekerasan di Ruang Publik,” Jurnal Al-Ulum, Volume 16 Number 2 December 2016.
Takwin, Bagus, dkk., Studi Tentang Toleransi Dan Radikalisme Di Indonesia Juni 2016 Pembelajaran Dari 4 Daerah Tasikmalaya, Jogjakarta, Bojonegoro Dan Kupang. Jakarta : International NGO Forum On Indonesia Development, 2016.


Penjelasan Singkat Sistem Politik Inggris Raya

Parlemen Rendah Inggris Raya. Foto: appgdrones.org.uk

Harian Sejarah - Sistem politik Inggris Raya (The British Political System) adalah salah satu sistem politik modern yang paling tua di dunia. Parlemennya disebut sebagai The Mother of Parliament yang mengindikasikan bahwa sistem politik parlemennya merupakan role-model banyak negara demokrasi modern di seluruh dunia. Inggris Raya –negara industri modern itu, secara politik dijalankan oleh dua badan besar yang disebut Parlemen Nasional dan pemerintah. 

Parlemen Nasional merupakan badan legislatif yang mewakili setiap konstituensi –daerah perwakilan di Inggris. Parlemen Nasional ini terdiri dari House of Commons (parlemen rendah) dan House of Lords (parlemen tinggi). Pada tahun 2017, Parlemen rendah terdiri dari total 650 anggota parlemen yang kesemuanya mewakili konstituensi yang berbeda-beda.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memahami sistem politik Inggris Raya adalah sistem kewilayahannya. Apa yang disebut sebagai Inggris berbeda dengan Britania Raya, pun juga berbeda dengan United Kingdom. United Kingdom adalah keseluruhan wilayah yang biasa kita sebut sebagai ‘Inggris’, wilayah ini terdiri dari daerah England atau Inggris, Wales, Scotland dan Northern Ireland. Kata Inggris yang kita anggap berarti sama dengan United Kingdom ternyata tidak benar-benar mencakup keseluruhan wilayahnya. 

Berbeda pula dengan Britania Raya yang merujuk pada daerah-daerah di British Isles yaitu England, Wales dan Scotland. Sedangkan, kata Inggris sendiri sebenarnya hanya merujuk pada England yang merupakan ‘negara bagian’ di selatan kepulauan Britania. Demikian pula, perlu diketahui bahwa bagian selatan Irlandia tidak termasuk dalam wilayah Inggris Raya, mengingat mereka merupakan sebuah republik terpisah yang mempunyai sistem politik tersendiri. 

Untuk memudahkan pemahaman, dalam penulisan ini, digunakan kata ‘Inggris Raya’ untuk merujuk pada United Kingdom. Pemahaman terhadap hal ini sangatlah penting mengingat sistem politik Inggris Raya yang mengenal wilayah konstituensi. Wilayah konstituensi ini sendiri tersebar di seluruh bagian Inggris Raya, bukan hanya Inggris. 

Wilayah konstituensi ini memegang peranan penting, karena di wilayah-wilayah inilah dilaksanakan pemilihan umum. Jika kita tinggal dan menjadi warga negara di Inggris Raya, kita akan mendapatkan hak pilih untuk mengikuti pemilihan umum di satu konstituensi ketika sudah mencapai usia dewasa. Dalam pemilihan umum ini, pada umumnya semua partai akan mengirimkan kandidat untuk menjadi perwakilan di parlemen. 

Kandidat-kandidat akan dipilih pada pemilihan umum di satu konstituensi. Biasanya akan ada sekitar lima atau lebih kandidat dari partai politik yang berbeda-beda. Pemilihan umum di Inggris Raya secara umum akan dilaksanakan setiap lima tahun –namun pada tahun 2017 dilaksanakan pemilihan umum untuk memastikan perimbangan kekuatan di parlemen.

Kandidat yang datang dari partai yang berbeda ini menjelaskan bahwa ada beberapa aliran pemikiran politik yang berbeda di Inggris. 650 anggota parlemen yang sedang menjabat pada awal 2017 ini berasal dari lima partai politik yang berbeda: Green Party, Labour Party, Liberal Democrat Party, Conservative Party dan United Kingdom Independence Party. Sesuai dengan urutannya, partai-partai ini diawali dengan sayap kiri hingga diakhiri dengan sayap kanan. 

Dalam kaitannya, dapat kita lihat bahwa Green Party merupakan partai yang paling left-winged di antara kesemuanya, disusul dengan Labour yang masih berada di sayap kiri, kemudian dengan Democrat yang berada di tengah dan selanjutnya Conservative yang cukup kanan dan UKIP  yang paling right-winged. Setiap partai juga memiliki warna yang identik dengannya: Green identik dengan warna hijau, Labour dengan warna merah, Democrat dengan warna kuning, Conservative dengan warna biru dan UKIP dengan warna ungu. 

Posisi partai-partai ini dalam kompas politik juga sangat mempengaruhi kebijakan yang mereka perkenalkan ketika menjabat. Partai-partai di sayap kiri akan lebih sosialis dalam pemikiran dan tindakan mereka, demikian pula partai di sayap kanan akan berbeda. 

Meskipun begitu, sesuai dengan kepentingan nasional, partai-partai ini juga sangat mungkin mengubah ciri kebijakannya saat diperlukan. Labour beberapa tahun sebelum ini misalnya, cukup mengambil kebijakan sayap kanan untuk mengatasi berbagai permasalahan. Demikian pula, tindakan individu dalam partai juga dapat saja berbeda dengan pemikiran partai. 

Selain berasal dari partai-partai yang telah disebutkan di atas, ada pula partai-partai nasional (National Party) misalnya Scottish National Party atau SNP. Demikian pula, ada yang disebut sebagai kandidat independen, yang terdiri dari orang-orang yang cukup populer untuk dipilih tanpa perlu bergabung dengan salah satu partai politik. 

Selain itu, ada pula sebuah partai politik unik yang tidak mempunyai kursi di parlemen, namun memiliki beberapa kandidat yang terpilih sebagai pemerintah lokal: Official Monster Raving Loony Party  -yang terdiri dari orang-orang eksentrik dengan pakaian yang luar biasa aneh dan berwarna-warni. 

Partai Politik ini muncul pada tahun 1963 dan didirikan oleh Screaming Lord Sutch, berawal dari pemikiran bahwa “bila tidak ada kandidat dari partai politik lain yang disukai, pilihlah Loony Party”. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes ketika tidak ada kandidat dari partai politik lain yang cukup baik, setiap suara untuk mereka disebut sebagai protest vote. Beberapa dari kandidat partai kemudian memenangi pemilihan umum lokal dan bahkan menjadi mayor. 

Dalam kaitannya dengan perimbangan kekuatan di parlemen, dapat kita ketahui bahwa pemerintah dibentuk dari perimbangan kekuatan itu. Partai yang memiliki mayoritas kursi di parlemen akan membentuk pemerintah. Dalam tahun 2017 ini, partai yang memiliki mayoritas itu adalah Conservative yang kemudian membentuk kabinet pemerintahannya di bawah perdana menteri Theresa May. 

Secara umum, ketua partai akan menduduki posisi perdana menteri ketika partai yang dipimpinnya memenangkan pemilihan umum dan mendapat perolehan suara terbesar di parlemen. Sedangkan rivalnya yang tidak mendapat cukup mayoritas kursi akan menduduki kursi oposisi dan membentuk kabinet bayangan. Kabinet bayangan ini dibentuk sebagai pengawas kebijakan pemerintah. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa Leader of the Opposition akan mengawasi dengan baik Perdana Menteri, demikian pula Shadow Education Secretary akan mengeluarkan kritik terhadap Education Secretary

Semua hal ini akan dikemukakan dalam debat terbuka maupun tertutup di House of Commons yang merupakan salah satu bagian parlemen di Inggris Raya yang berkedudukan di Westminster. Di dalam debat-debat inilah pihak pemerintah akan memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang datang dari seluruh anggota parlemen, dan dalam waktu yang sama juga mempertahankan kebijakan yang telah dirancang oleh mereka sebelum akhirnya menjadi kebijakan lebih lanjut yang akan diperkenalkan ke publik. 

Hal ini dilakukan di parlemen mengingat sistem demokrasi yang meletakkan pemerintah di satu sisi dan pengawas pemerintah di sisi lain yang mengawasi dan dalam waktu-waktu tertentu juga harus menghentikan kebijakan. Praktik semacam ini mungkin terlihat sangat agresif, namun demikianlah bagaimana sistem politik di Inggris Raya berjalan –supaya setiap suara didengar di parlemen.

Lalu, ada pertanyaan yang mungkin tersisa dari penjelasan tentang mayoritas suara. Pertanyaan tentang apa yang terjadi bila tidak satu pun partai yang mendapat mayoritas suara pada pemilihan umum. Bila hal ini terjadi, partai dengan suara terbanyak biasanya akan membentuk koalisi. Hal ini terjadi pada tahun 2010 di mana konservatif memenangi pemilihan umum, namun tidak mendapat mayoritas kursi. 

Dengan demikian, partai konservatif membentuk koalisi dengan Liberal Democrat dan membentuk kabinet pemerintah bersama dengan mereka. Demikian pula, ini adalah hal yang direncanakan Labour pada tahun-tahun ini dengan membentuk koalisi bersama beberapa partai untuk mempersiapkan pertempuran pada pemilihan umum berikutnya. Pada tahun 2017 ini, Partai Konservatif memiliki sedikit mayoritas kursi sehingga mereka dapat menjalankan pemerintahan, meskipun dengan serangan dari berbagai sisinya.

Demikian, sistem politik nasional juga dibantu oleh sistem politik lokal yang terdiri dari council yang dipimpin oleh seorang councillor. Dalam ranah yang lebih besar, kita juga mengenal ward yang terdiri dari bebera council dan dipimpin oleh seorang mayor. Di London sendiri, terdapat lebih dari tiga puluh council dan merupakan satu ward tersendiri yang dipimpin oleh seorang Mayor of London yang berkedudukan di London Assembly. Demikianlah sistem politik Inggris Raya yang mempertahankan Inggris selama berabad-abad hingga tetap mempertahankan posisinya sebagai negara besar di tengah aksi Brexit yang mereka lakukan demi memisahkan diri dari Uni Eropa. 


Penulis : C.Reinhart dapat dihubungi di christopher.reinhart@ui.ac.id.
Editor: Imam Maulana

Referensi
Childs, David. 2012. Britain since 1945: A Political History. London: Penguin.
Butler, David. 1995. British General Election since 1945. London: Tanpa Penerbit.
Gill. 2017. Introduction to the British Politics. London: Engvids. 

Pemandangan Indah di Bukit Jambul, Bali

Pemandangan landscape Bukit Jambul, Bali. Foto: Kintamani.id

Aku tinggal di Desa Pesaban. Letaknya jauh di pedalaman. Jaraknya kira-kira 50 kilo meter dari Kota Denpasar, ibu kota Provinsi Bali. Kalau lalu lintas lancar, perjalanan sepanjang ini memakan waktu sejam dengan kendaraan beroda empat.

Desaku termasuk wilayah dataran tinggi, kurang lebih 1000 meter di atas permukaan laut. Pagi hari udara sangat sejuk. Di sekeliling pemukiman penduduk terhampar lahan-lahan pertanian yang luas dan subur. Kecamatan Rendang adalah  pusat pemerintahan yang melingkupi segenap urusan kerakyatan di desaku.

Sebagian besar penduduk di desaku mata pencahariannya adalah bercocok-tanam. Petani menanam padi di sawah. Sayang, hampir semua penduduk di desaku tergolong petani gurem. Hal ini disebabkan oleh sempitnya sawah yang menjadi sandaran setiap kepala keluarga.

Tanaman bunga yang dikembangkan di desaku beberapa dasawarsa terakhir, menjadi tumpuan harapan bagi petani kecil. Selain tidak membutuhkan banyak lahan, bunga harganya sangat bagus di pasaran. Petani dapat menanam bunga sebagai selingan seusai panen padi di sawah.

Orang-orang muda di desaku sekarang banyak yang berlayar, menjadi awak kapal pesiar. Tidak sedikit yang berhasil mengumpulkan uang dalam jumlah yang besar. Di samping tentu saja bisa singgah di negeri-negeri asing di mana pun di seluruh dunia. Sebuah petualangan tersendiri sebagai anak buah kapal yang mengasyikkan bagi anak muda yang mengalaminya.

Kabupaten Karangasem melingkupi pemerintahan di tingkat  kecamatan. Kabupaten ini termasuk wilayah ujung timur Pulau Dewata. Orang-orang berpendidikan tinggi dapat bekerja sebagai pegawai negeri / swasta di Kota Amlapura, yang merupakan ibu kota kabupaten.

Bukit Jambul adalah kawasan wisata yang menjadi primadona desaku. Jalan menuju ke tempat ini berliku-liku, menanjak dan banyak tikungan bila di tempuh dari arah selatan. Sawah-sawah bertingkat di sebelah jalan, tampak hijau ketika musim tanaman padi.

Panorama di Bukit Jambul sangat indah. Para pengunjung sering mengabadikannya dengan kamera / handicam sebagai kenang-kenangan. Di tempat ini ada rumah-makan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati hidangan masakan tradisional.

Bukit Jambul adalah tempat singgah sementara sebelum berangkat menuju daerah tujuan wisata Pura Besakih, yang terbesar di Bali.



Kiriman Kontributor oleh I Wayan Budiartawan, Pengajar dan Peneliti di ITB 1992 – 1997, dapat dihubungi: 082250815282

Apa itu Sekularisme?


Banyak dari kita yang berbicara mengenai sekulerisme. Namun sebenarnya apakah kita benar-benar mengetahui apa itu sekulerisme? Sekulerisme khususnya di Indonesia selalu dikait-kaitkan dengan paham yang bertentangan dengan agama, mengukung agama, erat dengan liberalisme, kapitalisme, atau atheis, benarkah demikian?

Untuk itu pada artikel ini saya akan membahas secara singkat mengenai apa itu sekulerisme? Apakah sekulerisme itu gerakan keagamaan? penghapusan agama? atau penentang agama?

Secara singkat, sekulerisme merupakan sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan negara harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan. Dengan hal ini kita mengetahui bahwa tinjauan sekulerisme berarti berkaitan dengan pemurusan antara politik dan agama. Sekularisme sendiri menentang suatu agama diberi hak istimewa sebagai suatu pengambil keputusan bernegara.

Sekulerisme berkembang di Eropa pada masa Renaisans ketika orang-orang Eropa mulai memfokuskan pada ajaran Humanisme yang mengedepankan peran manusia membangun peradaban dan pencapaian budaya yang tinggi. Sekulerisme yang berkembang pada Abad Pertengahan memberikan jalan pada manusia untuk memikirikan dan menjalankan kehidupan dunia dengan maksimal dan berpikir secara rasional terhadap perkembangan manusia ketimbang merenungi kehidupan yang akan datang (akhirat).

Orang Eropa pada Abad Pencerahan beranggapan bahwa ajaran Kristen harus berfokus pada penerapan nilai-nilai agama yang diaplikasikan kepada kehidupan manusia di Dunia ketimbang berfokus terlalu jauh tentang kehidupan akhirat dan melalaikan kehidupan di Dunia.

Sekulerisme sendiri menganggap bahwa perlakuan semua agama yang berkembang dalam suatu negara haruslah sama, tanpa meninggikan suatu agama tertentu yang berakibat untuk mengambil suatu kebijakan yang mempengaruhi agama lain.

Orang yang menganut ideologi sekulerisme di sebut sebagai "sekuleris." Sekuleris sangat peduli dengan pendidikan modern. Ideologi sekuler menganut bahwa sekolah agama akan memecah belah, dan merusak keharmonisan masyarakat dengan agama, budaya, dan etnis yang beragam.

Sekulerisme tidak melarang seseorang untuk memeluk suatu agama, hanya saja secara murni sekulerisme hanya berusaha memisahkan kehidupan politik dan bernegara karena keputusan agama dianggap tidak dapat menyelesaikan kehidupan warga negara yang ragam etnis dan agama, sehingga dalam kehidupan negara sekuler agama merupakan privatisasi individu yang tidak boleh mengalami intervensi orang lain atau mengintervensi orang lain.

Dalam ideologi sekulerisme perlindungan telah diberikan oleh undang-undang, termasuk undang-undang hak asasi manusia. Undang-undang tersebut bertujuan melindungi dari serangan atau diskriminasi.

Seperti yang banyak ditentang oleh masyarakat, khususnya di negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim yang masih memegang erat ajaran agama, bahwa sekulerisme berkaitan erat dengan fakta kebanyakan orang sekuler adalah atheis. Namun, sebetulnya kebanyakan sekuler juga orang beriman. Keimanan dalam pandangan sekulerisme merupakan anugerah tuhan yang diberikan kepada setiap individu dan merupakan tanggung jawab pribadi yang tidak boleh dipaksakan ke orang lain atau dipaksa orang lain, hanya itu saja.
Tidak memandang manusia dari agama yang dianut merupakan hal yang diterapkan dalam sekulerisme. Foto: The Freethinker
Sehingga pada akhirnya bahwa sekulerisme yang berkembang di Barat bukan menggambarkan arti ideologi sekulerisme yang murni, hal tersebut karena masyarakat negara Barat, karena memang terjatuh terlalu jatuh pada prinsip rasionalisasi pikiran; memegang terlalu ekstrim faham Humanisme;  dan memisahkan agama dengan segala aspek kehidupan. Padahal sekulerisme merupakan ideologi yang hanya memisahkan agama terhadap kebijakan politik saja.

Saya sendiri beranggapan bahwa sekulerisme merupakan suatu ideologi yang berdiri ditengah ideologi sayap kiri dan kanan. Ketika ideologi kiri cenderung ekstrem mengatakan bahwa agama itu candu dan merupakan adat lama yang harus disingkirkan, atau ideologi kanan yang cenderung mengedepankan kebebasan yang pada akhirnya berujung pada atheisme dan supermasi akal. Ideologis sekulerisme berdiri di tengah keduanya, sekulerisme tidak melarang warga negara untuk memeluk agama seperti komunisme, atau terlalu membebaskan kehidupan seperti liberalisme. Akan tetapi sekulerisme menjamin kehidupan multirasial, keberagaman kehidupan beragama, dan tidak meninggikan derajat suatu agama apapun dalam kehidupan bernegara.

Fakta Sekulerisme
  • Pemisahan institusi keagamaan dengan pemerintahan
  • Kegamaan bergerak di luar pemerintahan
  • Tidak adanya kementerian agama
  • Tidak adanya agama resmi yang diakui oleh negara, semua orang bebas dengan kepercayaan dan agama masing-masing
  • Seorang pejabat disumpah atas nama rakyat, bukan atas sumpah agama
  • Institusi agama tetap mendapatkan perlindungan dari pemerintaha dalam menjalankan kegiatannya dan persoalan anggaran.
  • Penghapusan hak istimewa yang diberikan kepada organisasi keagamaan.
  • Penghapusan perlindungan khusus yang diberikan kepada kelompok agama.
  • Pembatasan sekolah keagamaan atau mengkonversikan sekolah agama ke sekolah umum yang menjamin pemenuhan pendidikan bagi setiap anak yang berbeda agama.
  • Pendidikan agama harus bersifat non-denominasional dan multi-agama.
  • Tidak ada agama yang harus diajarkan sebagai fakta dan tidak ada agama yang digambarkan lebih tinggi daripada yang lain.
  • Pendidikan juga harus mencakup cara-cara non-religius untuk melihat dunia
  • Ini tidak akan mengecualikan referensi agama di mata pelajaran lain seperti sejarah, seni dll.
  • Penghapusan hukum penghujatan atau penodaan agama.
  • Sekularisme mendukung perlindungan orang yang menganut suatu kepercayaan, namun tidak melindungi kepercayaannya.
  • Kelompok sekuler sepenuhnya menentang diskriminasi terhadap orang karena kepercayaan agama mereka.
  • Sekularisme percaya bahwa hukum seharusnya tidak membatasi kritik agama yang masuk akal dan kuat.
  • Sekularisme percaya bahwa hukum seharusnya tidak mencegah kritik yang menyakitkan perasaan religius.
  • Sekularisme percaya bahwa hukum seharusnya tidak membiarkan hasutan untuk membenci agama.
  • Sekularisme mendukung undang-undang untuk melarang diskriminasi dalam pekerjaan dengan alasan agama (atau kekurangannya).

Indonesia dan Sekulerisme

Di Indonesia, sekulerisme berkembang bukan sebagai ideologi yang dikosntitusikan. Sekulerisme dianggap sebagai ideologi yang sesat oleh beberapa elemen-elemen masyarakat, khususnya oleh kalangan kelompok-kelompok Islam. Penerapan sekulerisme di Indonesia dilihat dari kebebasan memeluk agama di Indonesia yang dijamin oleh pemerintah dan mendapatkan perlindungan serta pemenuhan hak yang tanpa melihat identitas berdasarkan agama.

Namun meskipun begitu Indonesia bukanlah negara sekuler dan juga bukan negara Islam meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Indonesia memiliki suatu ideologi nasional yang disebut Pancasila. Pancasila sendiri merupakan ideologi yang menyatukan kemajemukan masyarakat Indonesia dari barat sampai timur yang berbeda secara suku, etnis, budaya, warna kulit, agama, dan keturunan. Konstitusi memang bukan berdasarkan agama, akan tetapi diterapkan berdasarkan nilai-nilai agama. Indonesia memiliki kementerian agama, peradilan agama, dan hukum waris berdasarkan agama yang mengurus dan menaungi permasalahan enam agama resmi yang diakui: Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha, dan Khonghucu.

Indonesia menjamin kehidupan beragama setiap masyarakat Indonesia sesuai konstitusi negara Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 28 E ayat 1 dan 2; Pasal 28I ayat 1; Pasal 28J ayat 1 dan 2; dan Pasal 29 ayat 2. 

Dalam Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 juga menyatakan bahwa: 

"Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama."

Dalam hal ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Indonesia bukanlah negara sekuler atau negara teologis, akan tetapi kita dapat melihat bahwa nilai-nilai sekulerisme dan agama secara kolektif diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Setiap anak Indonesia dapat mengenyam pendidikan dan peningkatan ekonomi sebagai hak warga negara yang tidak dilihat dari agamanya. Dalam berniaga dan kehidupan sosial, masyarakat Indonesia hidup dalam lingkungan yang erat dengan toleransi. Hal ini dapat terjadi karena persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia diikat oleh rasa kebangsaan, ideologi bangsa: Pancasila, dan patriotisme.

"Masyarakat Indonesia merupakan manusia yang sejak lahir memiliki gen patriot."

- Panglima TNI - Jenderal Gatot. N

Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya


Harian Sejarah - Tanda baca merupakan simbol yang berfungsi untuk menunjukan struktur dan tata kata suatu tulisan, dan berfungsi untuk mengatur intonasi, serta jeda ketika membaca. Tanda baca tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang.

Berikut ini jenis-jenis tanda baca disertai dengan contoh pengaplikasiannya:

1. Tanda titik (.)

Fungsi dan pemakaian tanda titik:
  • Untuk mengakhiri sebuah kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan,
  • Diletakan pada akhir sinkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan,
  • Pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum,
Contoh :
  • Menggunakan tanda baca dengan benar agar tidak terjadi kesalah pahaman.
  • Dr. Adit senang mengobati orang sakit.
  • Kutipan menarik itu diambil dari hlm 5 dan 8. 

2. Tanda Koma (,)

Fungsi dan pemakaian tanda koma antara lain:
  • Memisahkan unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilang,
  • Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat,
  • Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dakam kalimat, dll.
Contoh :
  • Studio tersebut tersedia berupa gitar, drum dan bass.
  • Apabila keliru memilih bidang spesialisasi, usaha tidak dapat melaju. 
  • “Jangan buang sampah sembarangan,” kata Rudi.

3. Tanda Seru (!)

Fungsi dan pemakaian tanda seru :
  • Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.
Contoh :
  • Jangan letakan benda itu di depan saya !

4. Tanda Titik Koma (;)

Fungsi dan pemakaian titik koma adalah:
  • Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara
  • Memisahkan kalimat yang setara didalam satu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
  Contoh :
  • Hari makin sore; kami belum selesai juga. 
  • Desi sibuk bernyanyi; ibu sibuk bekerja di dapur; adik bermain bola. 

5. Tanda Titik Dua (:)

Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai berikut
  • Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
  • Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
  • Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukan pelaku dalam percakapan
Contoh :
  • Fakultas Ekonomi UPN Jogja memiliki tiga jurusan: Akuntansi, Managemen, dan Ilmu Ekonomi. 
  • Project By: Alland Project
  • Penulis: Indra Lesmana
  • Editor: Wicak     
  •  Budi: “Siap, Pak.” 

6. Tanda Hubung (-)

Tanda hubung dipakai dalam hal-hal seperti berikut:
  • Menyambung unsur-unsur kata ulang
  • Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing—-
Contoh :
  • Anak-anak kelaparan di negara Afrika adalah akibat globalisasi. 
  • di- packing 

7. Tanda Elipsis (…)

Tanda elipsis dipergunakan untuk menyatakan hal-hal seperti berikut
  • Mengambarkan kalimat yang terputus-putus
  • Menunjukan bahwa satu petikan ada bagian yang dihilangkan
Contoh :
  • “PLAK ….. ALHAMDULLLIILAHH ……” kuda itu berjalan dengan cepat, sampai-sampai orang itu tidak bisa mengendalikanya, di depan terlihatlah jurang yang sangat dalam. 

8. Tanda Tanya (?)
  • Tanda tanya selalunya dipakai pada setiap akhir kalimat tanya.
  • Tanda tanya yang dipakai dan diletakan didalam tanda kurung menyatakan bahwa kalimat yang dimaksud disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh :
  • Siapa Presiden Indonesia saat ini? 

9. Tanda Kurung ( )

Tanda kurung dipakai dalam ha-hal berikut
  • Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan
  • Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan
  • Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan
Contoh :
  • Jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga disebut demand (permintaan). 

10. Tanda Kurung Siku ( [..] )

Tanda kurung siku digunakan untuk:
  • Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain
  • Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung
Contoh :
  • Persamaan akuntansi ini (perbedaannya ada di Bab 1 [lihat halaman 38-40]) perlu dipelajari disini. 

11. Tanda Petik (“…”)

Fungsi tanda petik adalah:
  • Mengapit petikan lagsung yang berasal dari pembicaraan, naskah atau bahan tertulis lain
  • Mengapit judul syair, karangan, bab buku apabila dipakai dalam kalimat
  • Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal
Contoh :
  • Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, “Bahasa negara adalah Bahasa Indonesia.” 

12. Tanda Petik Tunggal (‘..’)

Tanda Petik tunggal mempunyai fungsi :
  • Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain
  • Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing
Contoh :
  • “Dia bilang padaku ‘jangan kau ganggu dia’, seketika itu aku ingin mengingatkannya kembali.” Ujar Andi.  

13. Tanda Garis Miring (/)
  • Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat
  • Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per atau nomor alamat
Contoh :
  • Modem itu memiliki kecepatan sampai 7,2 Mb / s. 

14. Tanda Penyingkat (Apostrof) (‘)
  • Tanda Apostrof menunjukan penghilangan bagian kata.
Contoh :
  • Budi bertugas sebagai pembaca pembukaan UUD ‘45. 

Inilah 9 Desain Awal Kapal Selam Modern Dunia

USS Naulitus. Foto: Gizmodo

Mungkin kapal selam bertenaga nuklir yang kita lihat sekarang dapat ditelusuri jejaknya sejak tahun 1500-an. “Kapal bawah air” pertama di dunia awalnya tidak lebih dari perahu dayung yang dikemudikan manusia, namun di abad ke-19 M para penemu telah menciptakan kapal selam dari besi yang bertenaga listrik dan dapat bergerak di dalam laut, bahkan beberapa telah digunakan dalam pertempuran.

Berikut ini 9 kapal selam pertama yang diciptakan manusia:

1.Drebbel: 1620-1624
Inilah 9 Desain Awal Kapal Selam Modern Dunia
(Foto: acastprod)
Ahli matematika berkewarganegaraan Inggris, William Bourne, membuat beberapa desain awal kapal selam sekitar tahun 1578, namun desain kapal selam pertama di dunia yang bisa dikendarai dibangun pada abad ke-17 oleh Cornelius Drebbel, seorang polymath dan penemu di bawah komando Raja Britania James I. Kapal selam miliknya merupakan modifikasi dari perahu dayung yang dilapisi kain berminyak dan dikemudikan oleh sekelompok pendayung.

Sekitar tahun 1620, ia mencoba menggunakan kapal selam tersebut untuk menyelami Sungai Thames dalam acara demonstrasi yang disaksikan oleh Raja James dan ribuan warga London. Sayangnya, tidak ada satupun desain kapal selam milik Drebbel yang tersisa saat ini, hal ini membuat para sejarawan hanya bisa mengira bagaimana bentuk dan mekanisme “kapal selam” tersebut.

Beberapa sumber menyatakan benda tersebut dapat menyelam karena desain bulat ataupun berkat tanki kayu pemberat, sementara sumber lain mengira bahwa desainnya yang miring dan system pengatur berat digunakan untuk membuat kapal tersebut berada di dalam air ketika dioperasikan.

2.Turtle: 1775
Inilah 9 Desain Awal Kapal Selam Modern Dunia
(Foto: breedshill.org)
Selama revolusi Amerika, David Bushnell menyediakan pasukan colonist sebuah senjata rahasia dalam bentuk kapal selam bernama “Turtle.” Kapal kayu berpenumpang satu ini bergantung kepada kekuatan manusia untuk bergerak. Sebuah tanki udara bertenaga kayuhan pedal membuatnya dapat naik ke permukaan dan menyelam dan system pemberat membuatnya bisa tetap di bawah air.

Jika digunakan secara benar, kapal tersebut mampu mendekati kapal musuh tanpa terdeteksi dan memasang ranjau laut seberat 150 pon di bawah air. Dini hari tanggal 7 September 1776, prajurit Ezra Lee meluncurkan penyerangan kapal selam pertama di dunia ketika ia mengemudikan Turtle. Hanya dengan latihan singkat menyebabkan ia gagal untuk memasang bom waktu di lambung kapal, ia menolak misi tersebut dan meledakkan ranjau tersebut di permukaan laut.

Bushnell kemudian meninggalkan proyeknya setelah beberapa kegagalan yang juga gagal menenggelamkan kapal musuh, namun penemuannya ini membuatnya mendapatkan pujian dari beberapa tokoh Negara. Ketika ditanya mengenai Turtlem George Washington menjawab, “Saya berpikir dan masih berpikir bahwa karya tersebut merupakan ciptaan dari manusia jenius.”

3.Nautilus: 1800
Inilah 9 Desain Awal Kapal Selam Modern Dunia
(Foto: pinimg.com)
Ketika mengabdi kepada pemerintah Perancis tahun 1800, penemu berkewarganegaraan Amerika Robert Fulton mendesain “Nautilus,” sebuah kapal besi yang kadang disebut sebagai kapal selam modern pertama. Kapal berukuran 21 kaki tersebut menggunakan fitur-fitur revolusional seperti lambung kapal berbentuk rokok dan menara kemudi dari tembaga.

Menggunakan tenaga tangan, empat motor penggerak dan juga terdapat layar portable untuk berlayar di permukaan. Pesawat juga digunakan untuk menemani pelayaran kapal selam, Fulton juga bereksperimen dengan tanki udara bertekanan untuk menyuplai oksigen awak kapal. Meskipun Nautilus berhasil melalui beberapa tes penyelaman di awal abad ke-19, namun proyek itu gagal menang dalam persaingan dengan angkatan laut Inggris dan Perancis. Fulton nantinya kembali ke Amerika dan menjadi terkenal karena mengembangkan kapal uap komersial pertama.

4.Sea Devil: 1855
Inilah 9 Desain Awal Kapal Selam Modern Dunia
(Foto: History.com)
Wilhelm Bauer membuat kapal selam pertamanya tahun 1850, namun hampir merenggut nayawanya setelah tenggelam sedalam 50 kaki ketika didemonstrasikan. Hal tersebut tidak dipikirkannya, ia kembali melanjutkan eksperimennya dan mendapatkan pendanaan dari pemerintah Rusia untuk alat tempur baru. Setelah berkunjung ke St. Petersburg tahun 1855, ia membuat “Sea Devil,” kapal selam berukuran 52 kaki berawak banyak orang.

Kapal ini digadang-gadang memiliki teknologi revolusioner dengan beberapa tanki udara untuk menambah kemampuan apung. “Sea Devil” nantinya berhasil menjalani 130 penyelaman sebelum hilang di tengah laut. Kabar yang paling tidak wajar berembus ketika pengangkatan Czar Alexander II, ketika kapal itu menyelam dengan empat awak. Saksi mata nantinya melaporkan bahwa merka dapat mendengar suara nyanyian lagu kebangsaan Rusia dari bawah air.

5.CSS H.L. Hunley: 1863
Inilah 9 Desain Awal Kapal Selam Modern Dunia
(Foto: photobucket.com)
Desain awal kapal selam temput HL. Hunley dibentuk untuk membantu pasukan Konfederasi kabut dari barikade angkatan laut pasukan Union selama Perang Sipil. Dibangun secara khusus di Mobile, Alabama tahun 1683, dibentuk dari daur ulang mesin tangki uap dan dapat memuat delapan awak—satu untuk menyetir dan tujuh lainnya untuk mengayuh alat penggerak.

Terdapat senjata tombak dengan ujung torpedo yang akan meledak ketika menyerang kapal musuh. Pengujian awal memberikan nama lain kapal Hunley dengan “peripatetic coffin”. Kapal ini tenggelam selama pengujiannya, membunuh sekitr 13 awak, termasuk teknisi Horace Lawson Hunley dan dinamakan karena jasanya itulah.

Dalam penyerangan, kapal tersebut berhasil menyerang USS Housatonic, meski kapal tersebut juga rusak dalam penyerangan tersebut. Meskipun menjadi kapal selam pertama dalam sejarah yang menghancurkan kapal lawan, pasukan Dixon dan semua anggota Konfederasi gagal memenangkan Perang Sipil.

6.Le Plongeur: 1864
Inilah 9 Desain Awal Kapal Selam Modern Dunia
(Foto: wikimedia.org)
Kapal selam ini adalah kapal selam pertama yang ditenagai mesin, “Le Plongeur” (“Sang Penyelam”) merupakan kapal selam Perancis buatan Simeon Bourgeois dan Charles Brun. Tidak seperti kapal selam lain yang menggunakan tenaga manusia, kapal yang berukuran 140 kaki ini menggunakan mesin piston yang ditenagai udara terkompresi yang dari dalam tanki.

Tanki ini juga menyediakan oksigen bagi awak kapal yang menyeimbangkan tekanan udara dalam kapal selam. Kapal selam ini berhasil melalui beberapa tes penyelaman, namun karena suplai udara yang terbatas dan strukturnya yang tidak stabil membuatnya tidak digunakan tahun 1872. Banyak masalah ini yang kemudian diperbaiki tahun 1888 dengan konstruksi kapal selam “Gymnote” yang lebih stabil dan ditenagai oleh listrik.

7.Ictineo II: 1865
Inilah 9 Desain Awal Kapal Selam Modern Dunia
(Foto: alrededordelmundo)
Setelah menyaksikan kematian seorang penyelam tahun 1857, seorang aktivis politik sekaligus penemu yakni Narcís Monturiol i Estarriol terinsiprasi membangun sebuah kendaraan bawah laut untuk menambah keselamatan para pekerja. Hasilnya adalah Ictineo II, kapal selam yang bertenaga mesin pertama didunia.

Pendahulu Ictineo II adalah Ictineo I, Ictineo II yang berukuran 46 kaki sangat stabil karena system pengatur berat dan empat tanki bertekanan udara yang ditaruh di dalam lambung ganda kapal. Untuk membuat system pendorong, Monturiol membangun system kerja mesin yang menggunakan reaksi kimia yang menimbulkan panas dan oksigen. Mesin yang berfungsi baik membuat serangkaian ujicoba berhasil di akhir 1867, namun kapal selam tersebut dijual karena kekurangan pendanaan. System pendorong tersebut tetap menjadi yang terbaik dan digunakan hingga abad ke-20 M.

8.Argonaut: 1897
Inilah 9 Desain Awal Kapal Selam Modern Dunia
(Foto: History.com)
Kemajuan pesat dalam bidang kapal selam memang terjadi di akhir abad ke-19 masehi, namun masih terdapat kekurangan yakni dalam durasi perjalanan di bawah air. Hal tersebut berubah tahun 1897 ketika insinyur Amerika Simon Lake membangun Argonaut, kapal selam berukuran 36 kaki dengan mesin bensin bertenaga 30 kuda.

Fitur kapal selam yang paling tidak biasa adalah satu set roda yang membuatnya bisa bergerak di pantai. Juga terdapat periskop, ruang kemudi dan selang terapung yang menyediakan udara bagi mesin dan awak kapal. Lake menggunakan Argonaut untuk menemukan kapal yang tenggelam di Pantai Chesapeake, namun tahun 1898 ia menggunakannya untuk berlayar dari Norfolk di Virginia hingga Sandy Hook di New Jersey yang merupakan perjalanan lautan pertama yang dilakukan sebuah kapal selam. Perjalanan tersebut mendapat apresiasi besar dari banyak pihak.

Ia kemudian mengembangkan banyak kendaraan bawah air untuk Angkatan Laut Amerika dan memiliki lebih dari 200 paten ilmiah.

9.USS Holland: 1898
Inilah 9 Desain Awal Kapal Selam Modern Dunia
(Foto:pigboats.com)
Dalam perayaan di New Port, Kepulauan Rhode, tanggal 12 Oktober 1900, USS Holland menjadi kapal selam pertama yang secara resmi bertugas untuk Angkatan Laut Amerika. Dibangun tahun 1898, kapal berukuran 54 kaki ini diambil dari nama penemunya, John Philip Holland, seorang insinyur kelahiran Irlandia yang menjadi salah satu insinyur kapal selam ternama di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Bagian kapal tersebut terdiri dari corong torpedo dan meriam udara yang dikenal dengan “dynamite gun.” Kapal ini ditenagai mesin berbahan bakar bensin 4 silinder untuk bergerak di permukaan, namun juga termasuk motor listrik 160 tenaga kuda untuk bergerak di dalam air.

Karena Holland tidak pernah mengalami perang, kapal tersebut menjadi alat pelatihan dan kapal selam eksperimental karena merupakan regu kapal selam pertama bagi Amerika. Kapal tersebut pension tahun 1905 karena Angkatan Laut telah memiliki setengah lusin kapal selam yang bertugas.

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Harian Sejarah - Agama-agama polytheis tentulah mengenal banyak dewa-dewi yang menjadi junjungannya. Semua dewa-dewi ini umumnya dikenal sebagai penolong umat manusia dengan segala kebolehannya yang terspesialisasi. Sedikit orang yang mengetahui bahwa ada juga dewa-dewi yang bersifat antagonis ataupun dewa-dewi yang terlarang.

Menurut sejarah, sejak masa Kertanegara, sudah kita kenal praktik-praktik yang mengundang dewa-dewi ini sebagai penangkal kedatangan musuh atau bahkan praktik ofensif terhadap musuh.

1. Dewi yang Tak Boleh Diundang, Dhumavathi

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Dhumavathi dikenal sebagai dewi kemiskinan dan perpecahan. Cerita dari dewi ini bermula dari salah satu masa kehidupan Dewa Siva di Bumi, Ia menjelma menjadi manusia bersama dengan pasangannya, Dewi Parvati. Dewa Siva kemudian meninggal mendahului Dewi Parvati, menurut adat setempat, istri yang ditinggal meninggal suaminya harus ikut dibakar dalam api pembakaran. Dari api pembakaran tubuh Parvati muncul asap hitam yang pekat dan menakutkan, dari situlah muncul sosok Dhumavathi yang menyerupai wanita tua dengan rambut tak tertata.

Menurut teks-teks Hindu, Dewa Siva dan Dewi Parvati bahkan tidak berani menemui sosok Dhumavathi karena Dhumavathi begitu kuat. Siapapun yang mengundang Dhumavathi akan mendapatkan kemalangan. Dhumavathi muncul ke dunia agar manusia sadar bahwa kekayaan dan harta tidak berarti apapun sehingga manusia harus meninggalkannya dan mencari jalan pencerahan. Dhumavathi memberikan berkat berupa kemiskinan, penyakit, dan hal lain yang secara duniawi dianggap sebagai sesuatu yang negatif.

2. Roh Suci yang Namanya Tak Boleh Disebut, Dorje Shugden

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Di Negeri Atas Awan, Tibet, Dorje Shugden adalah sesosok pelindung yang dipercaya masyarakat sebagai perwujudan suci dari Boddhisattva Manjushri (Wen Shu). Keabsahan roh ini sebagai roh suci masih menjadi perdebatan di kalangan para petinggi Buddhist Tibet. Sebagian percaya roh ini adalah roh pelindung Dharma dan sebagian lagi percaya bahwa ini hanyalah roh jahat. Bahkan Yang Mulia Dalai Lama XIV, Tenzin Gyatso memberikan arahan agar para umat tidak menyembah roh yang bernama Dorje Shugden ini.

Sejarah mencatat bahwa sosok asli Shugden adalah Tulku Drakpa Gyeltsen, seorang petinggi Buddhist Tibet yang meninggal dibunuh oleh orang-orang yang tidak menyukai kepopulerannya karena menjadi rival dari Dalai Lama V, padahal sejatinya Tulku Drakpa Gyeltsen adalah sahabat terdekat Dalai Lama V. Setelah kematiannya Tibet diliputi asap hitam pembakaran mayatnya, asap itu berbentuk tangan yang memayungi Tibet.

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Alasan mengapa kita tidak boleh menyebutkan namanya (bukan nama yang dituliskan, Shugden memiliki nama lain yang lebih sakral) adalah untuk menghindari pengundangannya. Dituliskan dalam teks-teks Buddhist bahwa menyebut nama Dorje Shugden secara lengkap akan menyebabkan kedatangan roh ini. Dan larangan untuk memanggil roh ini disebabkan sifatnya yang tidak diketahui, entah baik atau jahat. Yang jelas, jika saja roh ini adalah roh jahat, maka Ia adalah roh yang sangat kuat hingga bahkan Yang Mulia Dalai Lama V sendiri pada masanya tidak dapat mengusir roh ini.

3. Dewa yang Doanya Pantang Dibaca, Atavaka

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Masyarakat Jepang tentu sangat familiar dengan nama dewa yang satu ini, Ialah Atavaka salah satu dari kelompok dewa pelindung (Wisdom Kings atau Myo’o) di Jepang. Begitu populernya Atavaka, sosok pelindung ini pada masa modern telah dipakai menjadi karakter pendukung di beberapa game keluaran Jepang. Sesuatu yang unik dari sosok dewa pelindung ini adalah kepercayaan bahwa mantra atau doanya tidak boleh dibacakan secara lengkap.

Atavaka memiliki doa yang cukup panjang dan tidak boleh dibaca sampai habis. Teks-teks Shingon menyebutkan bahwa pembacaan doa Atavaka sampai selesai akan menyebabkan seseorang muntah darah hingga mengeluarkan seluruh isi perutnya. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa Atavaka adalah dewa yang begitu suci dan terang sehingga orang yang pernah punya pikiran tentang nafsu duniawi tidak boleh membaca doanya. Sampai sekarang, doa Atavaka hanya dibaca oleh para biksu tinggi Shingon.

4. Dewi yang Mengutuk Segala Macam Kelebihan, Nemesis

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Dalam pembacaan mitologi Yunani tentu sosok Narcissus adalah salah satu sosok yang populer. Ia adalah asal mula adanya kata “narsis”. Narcissus adalah pria pemburu dalam mitologi Yunani yang wajah dan penampilannya sangat cantik (dalam hal ini terlalu tampan) hingga dia dicintai dewa-dewi dan segala macam makhluk hidup.

Lalu mengapa ia memiliki akhir hidup tragis dengan mencintai pantulan wajahnya di air danau hingga ia jatuh ke dalam danau itu? Ialah Nemesis, seorang dewi dalam mitologi Yunani, yang mengutuknya karena memiliki terlalu banyak kelebihan. Nemesis berjanji untuk mengutuk setiap orang yang memiliki kelebihan melebihi dewa-dewi.

Ia sebenarnya adalah kelompok dewa Oceania yang berada di bawah Poseidon, pemujaanya di Yunani kuno juga cukup populer dengan pendirian cukup banyak kuil, tetapi cerita tentang dewi ini lebih banyak mengatakan bahwa ia membawa manusia kepada kesialan daripada keberuntungan. Satu lagi hal yang menakutkan dari Nemesis adalah tentang janjinya yang akan merusak hubungan pasangan yang sama-sama memiliki kelebihan seperti kecantikan dan ketampanan.

5. Dia yang Menguasai Kematian, Thanatos

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Thanatos, bersama dengan Ker adalah dewa pembawa kematian dalam mitologi Yunani. Thanatos adalah personifikasi dari kematian yang damai, berbeda dengan Ker yang merupakan personifikasi dari kematian yang menyakitkan. Thanatos bisa jadi merupakan pembawa kematian yang damai, tetapi ia tetap tidak sukai oleh manusia dan dewa.

Alasannya, Thanatos diberi kewenangan untuk mengambil nyawa seseorang yang belum seharusnya mati menurut Hades dan ia boleh mengambil nyawa dewa yang sejatinya tidak tersentuh kematian yang diatur Hades. Kata Euthanasia juga berasal dari nama Thanatos.

6. Raja yang Ada di Antara Surga dan Neraka, Salomo yang Bijaksana

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Salomo yang Bijaksana adalah raja legendaris yang disebut-sebut dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dengan remarkable action-nya dalam kasus “Pengadilan Salomo”. Sebagai sosok suci, tentu saja banyak yang berpendapat pastilah Raja Salomo akan diterima di surga. Akan tetapi, ada cerita menarik tentang Raja Salomo yang tentu akan mencengangkan kalian. Salomo adalah putra hasil perselingkuhan anatara Raja Daud dan Bathsheba, ia disebut sebagai The Son of the Sin atau Anak dari Dosa oleh Daud.

Menurut sejarah, Salomo dikurung dalam istana sampai masa tua Daud. Selama masa ini, Lesser Key of Solomon atau Lemegeton menyebutkan bahwa Salomo bersahabat dengan Asmodeus, Raja dari Para Iblis, karena sebuah kebetulan. Kitab Raja-raja kemudian menyebutkan bahwa Salomo akhirnya meneruskan Takhta Daud sebelum Daud wafat dan menyingkirkan saudaranya yang seharusnya adalah penerus sah, Adonijah.

Sisi Lain dari Roh-Roh Suci: Sebuah Tinjauan Religius

Dia kemudian menempatkan Daud di dalam istana sama seperti Daud memperlakukan dirinya. Salomo kemudian memerintah dengan bijaksana dan dia memperistri 700 istri dan 300 selir. Istri-istrinya berasal dari berbagai negara seperti putri dari  Firaun, wanita-wanita Moab, Ammon, Sidonia dan  Hittites. Hal ini membawanya jauh dari Tuhan. Misteri besar dari masa Salomo begitu banyak, diantara adalah; Segel Salomo yang disebut-sebut sebagai segel perjanjiannya dengan Asmodeus, benda ini berbentuk cincin yang dapat mengontrol semua iblis di neraka, banyak rumor yang menyebutkan bahwa cincin ini masih ada di dunia.

Ada juga Kuil Salomo atau Solomon Temple yang menjadi bangunan suci Ksatria Templar. Selain itu ada juga lima buku yang bernama The Lesser Key of Solomon, buku-buku ini berisi segel-segel iblis, malaikat dan roh serta cara pemanggilannya, buku-buku ini ditemukan kembali pada abad ketujuh belas.

Sumber :
  • Bandopadhyay , Gayatri. 2013. Das Mahavidya. Gorakhpur: Gita Press.
  • Black, Jonathan. 2007. The Secret History of the World. London: Quercus.
  • Graves, Robert. 1993. The Greek Myths. London: Penguin Books.
  • Kinsley, David R. 1997. Tantric Visions of the Divine Feminine: The Ten Mahavidyas. California: University of California Press.
  • Lama, Dalai. 2015. Negeriku dan Rakyatku. Jakarta: Kadam Choeling.
  • Wellman, Jeff. 1999. Lemegeton - The Complete Lesser Key of Solomon. Montreal: Metatron Books.
  • Yamamoto, Chikyo. 1990. Mahavairocana Sutra (Sata-pitaka series). Columbia: South Asia Books.
Sumber Gambar :
  • Card, Bible. Tanpa Tahun. Solomon and the plan for the First Temple. Providence Lithograph Co.
  • Dorjeshugden.net. Tanpa Tahun. Dorje Shugden. Dorjeshugden.net.
  • Giordano, Luca. Tanpa Tahun. Dream of Solomon – God promises Solomon Wisdom. Tanpa Penerbit.
  • Rethel, Alfred. 1837. Nemesis. Tanpa Penerbit.
  • Tanpa Pelukis. 2013. Dhumavathi Mahavidya. Pinterest.
  • Tanpa Pelukis. Tanpa Tahun. Thanatos. Temple of Artemis.
  • Tensei, Megami. Tanpa Tahun. Atavaka. Megami Tensei Wiki.

Penulis : C.Reinhart
E-mail: christopher.reinhart@ui.ac.id.

" Penulis merupakan mahasiswa dan peneliti dari Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia dengan Spesialisasi sejarah Buddhisme dan agraris. "