Gerakan Kemerdekaan Bangsa di Afrika

1. Perjuangan Kemerdekaan Libya
Foto: cdn.ar.com
Libya adala suatu negara yang berada pada posisi strategi dikawasan Afrika Utara, sehingga wajar jika menjadi incaran negara-negara lain yang menguasainya. Ini dapat dilihat dari sejarah Libya dari abad ke 2 sampai dengan abad 19 yang sering berganti yang menguasainya. Akan tetapi yang paling terkenal menguasai Libya adalah Italia. Pada perlawanan rakyat Libya terhadap Italia juga melahirkan sebuah gerakan Islam yang bernama gerakan Sanussy.

Gerakan Sannusy adalah suatu gerakan agama yang bertujuan mengembangkan ajaran ajaran Islam dan menanamkan cara-cara beribadah menurut Sanusy. Gerakan ini didirikan oleh Sayyid Muhamad Ali As-Sanusy. Gerakan ini yang secara gigih mengadakan perlawanan terhadap penguasa Lybia pada saat itu yaitu Italia tetapi usaha tersebut juga selalu gagal.

Libya, pada masa pemerintahan Turki Utsmani tumbuh dengan pesat. Pada masa itu ada suatu gerakan sufitik yang disebut dengan Tarekat Sufi Sanusiah. Kelompok itu tidak saja bergerak dalam ranah sosial keagamaan, namun juga bergerak di bidang politik. Pada tahun 1911 M penjajah Italia di bawah pimpinan Benito Mussolini mulai memasuki pinggiran Kota Libya dan terus bercokol di kawasan itu. Tepatnya tempat kapal­kapal perang Italia berlabuh di tepi pantai Tripoli.

Kemudian Italia meminta kepada Kekhalifahan Turki Utsmani agar menyerahkan Tripoli kepada mereka. Bahkan Italia melontarkan tekanan­tekanan militer terhadap rakyat Libya dan berusaha untuk merebut kekuasaan Libya dari tangan Turki Utsmani. Namun, bersama rakyat Libya, Kekhalifahan Turki Utsmani menolak permintaan tersebut. Karena merasa mendapat penghinaan akhirnya kota Tripoli dibom oleh Italia selama tiga hari tiga malam. Mendapat serangan dari penjajah, mujahidin Libya bersama tentara Turki bersatu melawan pasukan Italia.

Namun pada tahun 1912 M, akibat kekalahan dalam perang. Sultan Turki terpaksa menandatangani sebuah perjanjian damai yang ditafsirkan sebagai simbol menyerahnya Libya kepada Italia. Perjanjian itu dilaksanakan di kota Lausanne, Switzerland. Dan setelah perjanjian itulah pemerintahan kolonial Italia benar­benar berkuasa di Libya. Namun, perjanjian itu
mendapat penolakan dari rakyat Libya. Rakyat Libya tetap melanjutkan perang jihad melawan penjajah Italia. Bahkan di beberapa wilayah, mereka masih tetap mendapat bantuan dari tentara Turki yang tidak mematuhi perintah dari pusat kekhalifahan di Istanbul.

Tujuan Italia menguasai Lybia adalah untuk menguasai Laut Tengah sebagai usaha awal untuk memdirikan kerajaan Romawi baru di Afrika. Untuk menjalankan hal tersebut Italia menggunakan cara kekerasan dengan melebur Libia sama sekali dan dijadikan suatu daerah jajahan Italia.

2. Pembentukan Republik Afrika Selatan
Nelson Mandela 
Afrika Selatan merupakan negara di benua Afrika yang terletak di bagian ujung selatan.  Negara ini mulai terkenal sejak ditemukanya Tanjung Harapan oleh Bartolomeuz Diaz. Adapun untuk penduduk selain bangsa kulit hitam disana juga tinggal orang-orang kulit putih keturunan dari bangsa belanda yaitu orang Boer. Pada dasarnya orang Boer ini tidak suka dengan Inggris  akhirnya orang Boer ini mengadakan migrasi yang besar-besaran ke daerah-daerah yang belum dikuasai oleh koloni Inggris. 

Saat pindah mereka menggunakan alat transportasi berupa pedati yang ditarik oleh Lembu. Peristiwa ini sampai sekarang sangat terkenal dan dikenal sebagai ” The Great Trek”, terjadi pada tahun 1836-1940. Usaha yang dilakukan bangsa Boer untuk mengadakan perlawanan pada Inggris selalu gagal dan akhirnya Afrika Selatan menjadi Domonion Inggris pada tahun 1910.

Pada tahun 1958 mulai diterapkan politik Apartheid di Afrika selatan oleh Pemimpin partai Nasional Dr Malam. Tahun 1958 Partai Nasional dipimpin oleh Hendrik F. Verwoerd yang juga memperteguh Apartheid . pada saat itu muncul suara dari Penduduk  kulit putih yang merupakan minoritas untuk melepaskan Afrika Selatan dari Inggris. Dan pada tanggal 31 mei 1961 negara Afrika Selatan resmi Merdeka dengan nama Republik Afrika Selatan.

3. Kenya dan Tanganyika
Sejarah Kenya dimulai sejak abad ke-7 M. Dimulai dari orang orang Arab yang tinggal di sepanjang pantai. Kemudian datanglah orang Eropa, bangsa Eropa yang pertama datang adalah Portugis dibawah pimpinan Vasco da Gama. Perkembangan setelah itu adalah Kenya berada dibawah Protektorat Inggris tentu saja dalam hal ini rakyat Kenya juga ingin merdeka secara penuh. 

Pada masa perjuangan inilah muncul gerakan “Mau-mau” yang mngejutkan masyarakat Eropa pada tahun 1952. Gerakan Mau-mau adalah  Sebuah organisasi rahasia yang terutama diikuti  oleh masyarakat Kikuyu dengan tujuan Untuk mengusir Pemjajah dari Kenya. Dengan juru bicara Jomo Kenyatta. Akhirnya Kenya berhasil merdeka pada tanggal 12 Desember 1963 dan Jomo Kenyatta diangkat sebagai perdana Menteri pertama.


Gerakan kemerdekaan juga muncul di Tanganyika dengan tokoh Yulis Nyrere seorang pemimpin Tanganyika African National Union (TANU). Mei 1961 Tanganyika Memperoleh hak mengatur pemerintahan dan pada Desember 1961 Tanganyika resmi merdeka.

4. Kamerun
Istilah Kamerun pertama diungkapkan oleh bangsa Portugis “Rio Dos Camaoes”.Sebelum Perang Dunia I, Kamerun merupakan derah protektorat Jerman. Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia I maka Kamerun dibawah mandat LBB. Dalam hal ini LBB menyerahkan pada Inggris dan Perancis. Kamerun dibawah Perancis merdeka pada tahun 1960, sedangkan kamerun dibawah Inggris merdeka 1961. baru pada 1972 setelah keluar undang-undang Kamerun dapat bersatu dengan nama Republik Persatuan Kamerun dengan Presiden merangkap sebagai kepala pemerintahan

5. Republik Somalia
Sejarah Somalia dimulai sejak abad ke 7 m dari orang orang Arab sebagai cikal bakalnya. Sejarah moderen Somalia dimulai sejak dikuasai oleh Inggris yang secara bergantian  menguasai Somalia dengan Italia. Orang Somalia Inggris mulai memperjuangkan kemerdekaanya dan berhasil pada juni 1960 disusul 1 bulan kemudian Somalia Italia. Dan keduanya bergabung membentuk Republik Somalia. Republik ini merupakan negara Demokrasi Parlementer sampai tahun 1969 saat presiden terbunuh dan kekuasaan diambil alih oleh militer.

6. Angola
Orang Eropa pertama yang datang di Angola adalah Diogo Cao dari Portugis, sehingga mulai saat itu Portugis yang menguasai Angola. Pada saat bersamaan Inggris yang sedang memperluas wilayah juga ingin menguasai Angola sehingga diadakan perjanjian dengan Inggris yang mengatur wilayah perbatasan. Setelah PD II Portugis mengubah status hukum tanah jajahan jadi Propinsi Sebrang Laut. Setelah terjadi kekacauan di Portugis  maka portugis memberikan kemerdekaan pada Angola pada tahun 1975. Walaupun begitu bukan berarti masalah Angola selesai Karena setelah merdekapun masih terjadi banyak kekacauan di Angola.

7. Mozambik
Sama halnya dengan Angola Mozambik juga daerah bekas kekuasaan Portugis. Portugis juga menjadikan Mozambik sebagai propinsi sebrang laut. Budaya portugis juga sangat kental berlaku disana. Sama halnya dengan negara lain rakyat Mozambik juga menuntut kemerdekaan penuh pada Portugis.

Sehingga munculah gerakan pemberontakan pada tahun 1964 yang disebut Fremilo (Front Pembebasan Mozambik) dengan wadah Fremilo, rakyat Mozambik terus memperjuangkan kemerdekaan. Pada akhirnya setelah terjadi kekacauan yang disebabkan Revolusi Bunga di pemerintah Portugis,  maka Mozambik resmi diberi kemerdekaan pada tanggal 25 juni 1955 dengan Presiden pertama Samora Mackel yang juga tokoh Fremilo. Selain itu tokoh-tokoh Fremilo juga banyak diangkat sebagai pejabat pemertintah.

0 Response to "Gerakan Kemerdekaan Bangsa di Afrika"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel