Uka Tjandrasasmita, Sejarawan dan Arkeolog Islam Indonesia

Foto: Wikipedia
Dr. Uka Tjandrasasmita merupakan Sejarawan dan ahli purbakala yang produktif menghasilkan karya tulis ilmiah dan melakukan penelitian. Di samping itu, ia mendalami sejarah dan arkeologi Islam. Uka dilahirkan di Kuningan, Jawa Barat, 8 Oktober 1930. Setelah menamatkan SMP di Cirebon (1949), ia melanjutkan SMA di Jakarta sambil mengajar di Sekolah Dasar Matraman (1949-1952). Tamat SMA, ia bekerja di Dinas Purbakala sambil berkuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Jumsan Sejarah Kuno dan llmu Purbakala. Semasa berkuliah ia menjadi asisten dan kemudian Kepala Dinas Purbakala Jakarta (1952-1960).

Bidang tugas dan pekerjaannya berkaitan dengan sejarah purbakala. Ia memangku jabatan sebagai Kepala Dinas Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional (1960-1975) dan Pembina Utama Direktarat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah Purbakala (1975-1985).

Setamat kuliah ia terus melanjutkan di Dinas Purbakala Jakarta (1952-1960), sehingga Uka Tjandrasasmita akhirnya mencapai jabatan sebagai Kepala Dinas.[1] Kariernya meningkat menjadi Kepala Dinas Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional (1960-1975), dan selanjutnya sebagai Pembina Utama Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah Purbakala (1975-1985).

Ketika menjabat sebagai Direktur Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala (PPPSP) Departemen P & K, Uka melakukan pemugaran dan penggalian kepurbakalaan di 26 provinsi, termasuk pemugaran terhadap 121 candi dan peninggalan sejarah di seluruh Indonesia.

Menurut dia, perlindungan dan pembinaan peninggalan sejarah nasional dapat berfungsi merangsang kembali gairah kehidupan budaya nasional. Mendalami sejarah dan arkeologi Islam,

Uka TjandrasasmitaUka Tjandrasasmita juga dikenal sebagai penulis yang produktif. Ia telah menulis Sultan Ageng Tirtajasa: Musuh Besar Kompeni Belanda (1967), Pasang Surut Perdjuangan Pangeran Jayakarta Wijayakrama (1971), Sejarah Jakarta: Dari Zaman Prasejarah Sampai Batavia Tahun (kurang lebih) 1750 (1977), dan The Arrival and Expanson of Islam in Indonesia Relating to South East Asia (1985).

Buku terakhirnya berjudul "Arkeologi Islam Nusantara" itu merupakan kumpulan tulisannya. Buku berisi 23 naksah karya Uka dibagi dalam tiga bab, yakni Arkeologi Islam dan Dinamika Kosmopolitanisme, Arkeologi Islam dan Dinamika Lokal di Nusantara dan Arkeologi Islam dan Penaskahan Nusantara.

Uka TjandrasasmitaUka Tjandrasasmita meninggal dunia pada 22 Mei 2010 setelah bertahan menghadapi sakit kanker usus yang cukup lama.

Dikutp dari Antara, menurut Ketua Program Studi S1 Arkeologi UI, Dr Nini Susanti, almarhum merupakan figur yang penuh dedikasi terhadap ilmu arkeologi.

"Bahkan ketika dia sakit, masih tekun dan bisa menulis sebuah buku," kata Nini Susanti yang juga pernah menjadi murid dari Dr Uka.

"Memang sudah cukup lama beliau tidak mengajar di UI lagi, tapi kami tetap mengenalnya sebagai pribadi yang baik. Beliau tidak pernah berhenti menuangkan pikirannya di bidang arkeologi Islam,

0 Response to "Uka Tjandrasasmita, Sejarawan dan Arkeolog Islam Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel