Kurt Student, Komandan Pasukan Payung Jerman

File:Bundesarchiv Bild 146-1979-128-26, Bernhard-Hermann Ramcke, Kurt Student crop.jpg

Kurt Student dilahirkan di Birkhonz, Jerman pada tanggal 12 Mei 1890. Student bergabung dengan Angkatan Darat Jerman pada tahun 1911. Dia kemudian di Jawatan Udara pada tahun 1913. Student masuk sebagai Fähnrich pada tahun 1910 dan diangkat sebagai letnan Maret 1911 di Angkatan Darat Prusia. Dia memenuhi syarat sebagai pilto pada tahun 1931 dan menjadi Pilot pengitai dan pembom selama Perang Dunia I.

Lahir12 May 1890
BirkholzGerman Empire
Meninggal1 July 1978 (aged 88)
LemgoWest Germany
Kesetiaan
 German Empire (to 1918)
 Weimar Republic (to 1933)
 Nazi Germany (to 1945)
PengabdianPrussian Army
Reichsheer
Balkenkreuz (Iron Cross) Luftwaffe
Lama Pengabdian1910–45
Pangkat TerakhisGeneraloberst
Pemimpin7th Air Division
XI Fliegerkorps
1st Parachute Army
Peperangan
World War I

World War II
PenghargaanMendali Salib Kesatria dengan Daun Oak

Pasca Perang Dunia I, Student tetap bertugas di Angkatan Darat Jerman dan kemudian dipindah tugaskan ke Luftwaffe pada tahun 1934. Student kemudian dikenal sebagai penasihat senior dan memainkan peranan penting dalam membangun Angkatan Udara Jerman yang baru. Dia kemudian diangkat menjadi General Leutnant, dan kemudian menginstruksikan membentuk batalyon pasukan payung untuk Jerman pertama kali pada tahun 1938. Pembentukan pasukan payung tersebut menjadi cikal bakal terbentuknya 7.Fliegerdivision Jerman.

Pasukan payung yang dibangun oleh Student memiliki catatan keberhasilan yang baik selama pengerahan besar di Normandia, Belgia, dan Belanda pada tahun 1940. Namun selama operasi di Rotterdam ia harus dirawat karena mengalami luka berat akiba tertembak dibagian kepala.

Kurt Student meninjau Fallschirmjäger (Pasukan Payung)

Student sempat dilibarkan pada memimpin penerjunan Pasukan Payung Jerman di Inggris dan Gibraltar. Akan tetapi kedua operasi tersebut dibatalkan. Sebagai gantinya Student harus memimpin operasi penerjunan pasukan payung terbesar dalam sejarah untuk merebut Pulau Kreta. Pada pertempuran yang berlangsung antara 20 Mei 1941 hingga Juni 1941, pasukan payung dipimpinna menderita kerugian yang besar meskipun berhasil merebut Kreta.

Sejak saat itu Hitler melarang penerjunan pasukan payung berskala besar dan memfokuskan dalam membangun infantry. Student sendiri kemudian memegang komando 1.Fallschirmarmee yang dilibatkan dalam usaha membentuk perluasan Front Kedua Sekutu di Eropa Barat. Student berakhir sebagai Panglima Satuan Darat Grup Vistula pada akhir Perang Dunia II.


Pada bulan Mei 1947, Student diadili atas delapan tuduhan penganiayaan dan pembunuhan tawanan perang oleh anak buahnya di Kreta. Dia ditemukan bersalah atas tiga tuduhan, dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara sebagai hukuman. Kemudian, Student diberi pembebasan awal tahun 1948 karena alasan medis. Student kemudian meninggal pada tahun 1978.

0 Response to "Kurt Student, Komandan Pasukan Payung Jerman"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel