Nostalgia dengan Lagu Bung Karno, 'Mari Bersuka Ria Iramanya Lenso'


Mungkin kita mengenal Bung Karno sebagai seorang politikus ulung, macan podium, dan kharismatik. Tahukah? bahwa Bung Karno juga orang yang dapat menghilangkan melankolis. Bung Karno pernah menciptkan sebuah lagu yang dirilis bersama dengan Orked Irama pimpinan Jack Leksmana. Lagu tersebut dikenal dengan Bersuka Ria. Iramanya lenso, sebagai pengiring tarian kegemaran Bung Karno yang juga bernama sama dengan irama lagunya: lenso.

Mari Bersuka Ria dengan Irama Lenso adalah album kompilasi yang dirilis pada tahun 1965 dengan label Irama. Album ini menghadirkan penyanyi-penyanyi kenamaan seperti Bing Slamet, Rita Zahara, Titiek Puspa, dan Nien Lesmana. Orkes Irama pimpinan Jack Lesmana menjadi pengiring dalam lagu-lagu di album tersebut. Album ini dipersembahkan bagi para seniman Indonesia serta karyawan Irama dalam peringatan sepuluh tahun Konferensi Asia-Afrika

Bisa dibilang berdasarkan beberapa sumber bahwa ini lagu tersebut merupakan satu-satunya karya pemimpin besar revolusi Indonesia. Lagu tersebut kemudian dipopulerkan oleh Suara Bersama, kelompok musik yang digawangi Jack Lesmana dan bersama Bing Slamet. Jack Lesmana adalah ayah sineas Mira Lesmana dan musisi Indra Lesmana.

Mari Bersuka Ria dengan Irama Lenso adalah album berisi sejumlah lagu yang dinyanyikan oleh Bing Slamet, Rita Zahara, Titiek Puspa, dan Nien Lesmana, diiringi orkes Irama pimpinan Jack Lesmana. Diedarkan pada tahun 1965 oleh The Indonesian Music Company Irama LTD. Dalam covernya tertulis “dipersembahkan oleh para seniman Indonesia dan karyawan IRAMA bertalian dengan DASA-WARSA KONFERENSI AFRIKA-ASIA”. dibagian lain juga tertulis “Saja restui. Setudju diedarkan, Soekarno 14/4 ’65″.

Foto: twitter.com/kineruku

Di sampul belakang piringan hitam album itu terdapat tulisan berwarna merah:Dipersembahkan oleh para seniman Indonesia dan karyawan IRAMA bertalian dengan DASA-WARSA KONFERENSI AFRIKA-ASIA. Pada bagian atas tulisan tersebut tertera kalimat persetujuan dan tanda tangan Sukarno yang berbunyi: “Saja restui. Setudju diedarkan, Soekarno 14/4 ’65”.

Foto: Historia

Pada masanya, lagu tersebut sangat populer dan masih mengenang pada benak orang Indonesia pasa tersebut. Lagu ini pernah dua kali bergemuruh di Stadion Gelora Bung Karno dan sering diputar di TVRI.

Pertama, pada Kongres Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) di Istora Senayan, 29 September 1965. Kedua, pada saat Musyawarah Nasional Teknik (Munastek), juga di Istora Senayan, 30 September 1965. Di kedua perhelatan tersebut, Sukarno memulai pidatonya dengan menyanyikanBersuka Ria, yang digubah sesuai tema musyawarah tersebut. Seluruh hadirin turut serta menyanyi bersama.

Siapa bilang saya tidak suka opor bebek/kan bebek sama saja dengan itik/Siapa bilang saya tidak senang kepada Munastek atau karena saya seorang orang teknik.

Siapa bilang sukarelawati ini tidak berani bertempur atau meskipun dia memakai kain batik atau Siapa bilang masyarakat kita tidak akan jadi adil dan makmur atau Revolusi kita kan didukung oleh kaum teknik.

Menurut Solichin Salam dalam Bung Karno Putra Fajar, lagu ciptaan Bung Karno itu kata-katanya sederhana, gampang dipahami dan mudah dimengerti. Dengan menyanyikan lagu itu, tidak saja rakyat dididik untuk memiliki kesadaran politik, akan tetapi juga rakyat dididik untuk menjadi bangsa yang periang, gembira dalam hidup, tidak kecut menghadapi hidup.

Berikut lirik lagu Bersuka Ria:

Mari kita bergembira sukaria bersama
Hilangkan sedih dan duka mari nyanyi bersama
Lenyapkan duka lara bergembira semua
Lalalaalaa laaaa la mari bersuka ria

Siapa bilang bapak dari blitar
Bapak kita dari prambanan
Siapa bilang rakyat kita lapar
Indonesia banyak makanan

Mari kita bergembira sukaria bersama
Hilangkan sedih dan duka mari nyanyi bersama
Lenyapkan duka lara bergembira semua
Lalalaa lalala lalaaaala mari bersuka ria

Tukang sayur nama si salim
Menjualnya ke jalan lembang
Indonesia anti nekolim
Para seniman turut berjuang

Jalan-jalan ke Surabaya
Lebih cantik memakai pita
Janganlah sering memandang saya
Nanti bisa jatuh cinta

Mari kita bergembira suka ria bersama
Hilangkan sedih dan duka mari nyanyi bersama
Lenyapkan duka lara bergembira semua
Lalalalala lalaaala mari bersuka ria

Pagar kawat pagar berduri
Cat basah jatuh di kabel
Kalau niat mencari istri
saya pilih yang pinter nyambel

Mari kita bergembira suka ria bersama
Hilangkan sedih dan duka mari nyanyi bersama
Lenyapkan duka lara bergembira semua
Lalalalala lalaaala mari bersuka ria

Berikut Video Musiknya: 


0 Response to "Nostalgia dengan Lagu Bung Karno, 'Mari Bersuka Ria Iramanya Lenso'"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel