Loading...

Hubungan Antara Koloni Eropa dan Indian di Amerika

Pada 1640 Inggris memiliki koloni yang kokoh di sepanjang pantai New england dan teluk Chesapeake. Di tengahnya terdapat koloni Belanda dan komunitas kecil Swedia. ke barat adalah wilayah orang Amerika asli, yang dulu disebut Indian.

terkadang berteman, terkadang bermusuhan, suku-suku di wilayah timur tidak lagi asing bagi orang eropa. Walaupun Pribumi Amerika mendapat keuntungan dari akses terhadap teknologi baru dan perdagangan, penyakit dan keinginan besar untuk memiliki lahan garapan yang juga dibawa pemukim awal membawa permasalahan serius bagi gaya hidup yang sudah lama mereka anut.
source: arcgis.com
Pada awalnya berdagang dengan pendatang eropa membawa keuntungan: pisau, kampak, senjata, perabot masak, kail pancing, dan sejumlah besar barang lain. Suku Indian yang lebih awal berdagang memiliki keuntungan yang lebih signifikan daripada saingan yang tidak melakukannya. Dalam rangka memenuhi tuntutan eropa, suku-suku seperti Iroquois mulai mencurahkan perhatian lebih besar dalam mendapatkan bulu binatang selama abad ke-17. Bulu dan kulit hewan menjadi cara bagi suku-suku itu untuk membeli barang-barang kolonial sampai akhir abad ke-18

hubungan awal antara koloni dan Pribumi Amerika merupakan campuran kerjasama dan konflik yang mudah meletus. Di satu sisi, terdapat relasi luar biasa yang bisa bertahan selama setengah abad pertama eksistensi Pennsylvania. Di sisi lain, terdapat rangkaian panjang kemunduran, pertempuran, serta peperangan dan hampir semuanya mengakibatkan kekalahan pihak Indian dan semakin berkurangnya wilayah Indian.

kebangkitan penting pertama oleh Pribumi Amerika terjadi di Virginia pada 1622, ketika 347 orang kulit putih terbunuh, termasuk sejumlah misionaris yang baru saja datang ke jamestown.

Pendudukan orang kulit putih di wilayah Sungai Connecticut memicu Perang Pequot pada 1637. Pada 1675 raja Philip, anak laki-laki kepala pribumi yang dulu mengadakan perdamaian dengan kaum Pilgrim pada 1621, berusaha menyatukan suku-suku di selatan New england untuk melawan pendudukan orang eropa semakin jauh ke dalam wilayah mereka. Namun, dalam upayanya itu, Philip kehilangan nyawanya dan banyak Indian yang dijual sebagai budak.

Pendatang yang terus membanjiri wilayah hutan dari koloni timur mengacaukan kehidupan Pribumi Amerika. Akibat makin banyaknya buruan yang dibunuh, suku-suku dihadapkan pada pilihan sulit antara kelaparan, pergi berperang, atau pindah dan menghadapi konflik lain dengan suku lain di barat.

Suku Iroquois, yang mendiami wilayah di bawah danau Ontario dan erie di utara New York dan Pennsylvania, lebih sukses dalam menahan gerak maju bangsa eropa. Pada 1570, lima suku bergabung dan membentuk bangsa Pribumi Amerika paling kompleks pada waktu itu, yaitu “Ho-De-No-Sau-Nee.” atau Liga Iroquois. Liga itu dikuasai oleh dewan yang terdiri atas 50 perwakilan dari kelima suku. Dewan mengurusi masalah umum semua suku, tapi tidak dapat mengatur urusan sehari-hari kelima suku yang bebas dan sederajat itu. tidak ada suku yang diperbolehkan berperang sendirian. Dewan mengeluarkan aturan untuk menangani kejahatan seperti pembunuhan.

Liga Iroquois memiliki kekuasaan yang besar di era 1600-an dan 1700-an. Liga itu berdagang bulu hewan dengan Inggris dan memihak Inggris untuk melawan Perancis dalam perang perebutan kekuasaan Amerika antara 1754 dan 1763. Inggris mungkin tidak bisa memenangkan perang itu tanpa bantuan Liga. Liga Iroquois tetap kuat sampai revolusi Amerika. Lalu, untuk pertama kalinya, dewan tidak dapat mencapai suara bulat dalam memutuskan siapa yang akan mereka dukung. Setiap suku mengambil keputusan sendiri-sendiri, beberapa bertempur bersama Inggris, beberapa memihak koloni, sementara beberapa tetap netral. Sebagai akibatnya, semua orang berkelahi melawan Iroquois. kekalahan mereka amat telak hingga liga itu tidak pernah pulih kembali
Loading...

0 Response to "Hubungan Antara Koloni Eropa dan Indian di Amerika"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel