Lonjakan Pesat Era 1920-an

Presiden Wilson, sedikit terganggu oleh perang, lalu ditumbangkan oleh stroke, telah salah menangani hampir semua permasalahan pascaperang. ekonomi yang melonjak di pertengahan 1920-an mulai meluncur turun. kandidat presiden dan wakil dari partai republik, Warren G. harding dan Calvin Coolidge, dengan mudah mengalahkan lawan dari partai Demokrat, james m.Cox dan Franklin D. roosevelt.

Setelah meratifikasi amandemen ke-19 dalam konstitusi, kaum wanita untuk pertama kalinya menggunakan hak suaranya dalam pemilihan presiden.

Dua tahun pertama masa pemerintahan harding merupakan perpanjangan resesi ekonomi yang sudah dimulai sejak masa presiden Wilson. Akan tetapi, selama 1923, kemakmuran hadir kembali. Selama enam tahun berikutnya Amerika menikmati ekonomi yang paling kokoh sepanjang sejarah, paling tidak di daerah urban. kebijakan ekonomi sepanjang 1920-an teramat konservatif. Didasari keyakinan bahwa jika pemerintah menumbuhkan usaha swasta, keuntungan akan menyebar ke hampir seluruh penduduk

Bertalian dengan itu, partai republik mencoba menciptakan kondisi paling menguntungkan bagi industri di Amerika. Cukai Fordney-mcCumber pada 1922 dan Cukai hewley-Smoot pada 1930 menghasilkan hambatan perdagangan Amerika yang memprihatinkan, menjamin pengusaha industri Amerika dalam berbagai bidang untuk memonopoli pasar dalam negeri, tapi memblokir perdagangan sehat dengan eropa yang sebenarnya mampu memperkuat perekonomian internasional. Ini terjadi pada awal masa Depresi Besar, sehingga hawley-Smoot memicu aksi balasan dari negara industri lain yang meningkatkan penderitaan ekonomi dunia.

Pemerintah Amerika juga memulai program pemotongan pajak, mencerminkan keyakinan menteri keuangan Andrew mellon bahwa pajak tinggi atas penghasilan pribadi dan perusahaan menghambat investasi terhadap industri baru. Dalam hukum  yang diloloskan antara 1921 sampai 1929, kongres mendukung proposal mellon.

“Bisnis pokok rakyat Amerika adalah berbisnis.” ujar Calvin Coolidge lantang, wakil presiden kelahiran Vermont yang menggantikan presiden pada 1923 setelah kematian harding, dan terpilih pada 1924. Coolidge memangkas kebijakan ekonomi konservatif partai republik namun dirinya administrator yang lebih terampil daripada harding yang malang, dengan pemerintahan yang dinodai tuntutan korupsi beberapa bulan sebelum kematiannya.

Sepanjang era 1920-an, swasta mendapat dukungan besar, termasuk kredit pembangunan, kontrak pos yang menguntungkan, dan subsidi tak langsung lainnya. Dalam UU transportasi pada 1920, misal-nya, mengembalikan pengelolaan kereta api dikembalikan kepada pihak swasta, yang selama perang dikelola pemerintah. merchant marine atau Pedagang Lautan, yang sebelumnya dimiliki dan sebagian besar dioperasikan oleh pemerintah, dijual kepada pengelola swasta

Akan tetapi, kebijakan pertanian partai republik menghadapi kritikan keras, karena petani paling tidak merasakan kemakmuran era 1920-an. Periode sejak 1900 adalah periode kenaikan harga komoditas pertanian. Permintaan komoditas pertanian Amerika semasa perang yang tidak terduga merangsang perluasan industri. tapi pada akhir era 1920-an, dengan berhentinya perang secara mendadak, komoditas utama pertanian seperti gandum dan jagung menurun tajam. Banyak faktor penyebab pertanian Amerika mengalami depresi, namun faktor terbesar adalah menghilangnya pasar luar negeri. Sebagian akibat aksi balasan kebijakan tarif Amerika, tapi juga karena komoditas pertanian berlebihan yang menjadi fenomena global pada waktu itu. ketika Depresi Besar pada era 1930-an menghantam, hal itu turut menghancurkan pertanian Amerika yang memang sudah rapuh.

mengesampingkan penderitaan pertanian Amerika, pada era 1920- an ini hampir seluruh rakyat merasakan nikmatnya kehidupan. Dekade di mana keluarga biasa pertama kalinya membeli mobil, kulkas, mesin penyedot debu, mendengar radio untuk hiburan dan secara teratur pergi ke bioskop. kemakmuran itu nyata dan terdistribusi secara merata. Oleh karenanya, partai republik diuntungkan secara politik, dengan menuntut pengakuan atas keberhasilan tersebut.

0 Response to "Lonjakan Pesat Era 1920-an"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel