Sejarah Singkat Kekaisaran Bizantium

Kekaisaran Bizantium merupakan lanjutan dari kekaisaran Roma, tetapi tempatnya jauh ke timur di wilayah yang sekarang disebut Turki. Ibu kota Kekaisaran Bizantium adalah Constantinopel (saat ini Istanbul). Pada abad 5 M wilayahnya meliputi Yunani, Anatolia (Turki), Suriah, Palestina dan Mesir. Setelah keruntuhan kekaisaran Roma di Eropa Barat, kerajaan ini terus berperan di Timur Tengah selama 1000 tahun. Constantinopel diruntuhkan oleh kaum Turki (Ottoman) pada tahun 1453 M.

Peradaban Bizantium terbentuk dari unsur-unsur budaya yang beda: agama Kristen, tapi menggunakan budaya dan bahasa Yunani. Bizantium mendominasi Mediterania bagian timur sambil memengaruhi Eropa Barat walaupun wilayahnya di Turki bertahap-tahap menghilang. Kota Constantinopel didirikan oleh kaisar Constantin Agung tahun 324 M. Sebelumnya kota ini disebut Bizantium yang merupakan pelabuhan perdagangan internasional. Kota ini tepat berada di sisi barat selat Bosporus. Selat Bosporus memisah Asia dengan Eropa. Selama beberapa abad kekaisaran Bizantium dapat meluaskan wilayah kekuasaannya ke pesisir Afrika Utara sampai ke Spanyol Selatan. Pada tahun 627 M bahasa Latin diganti dengan bahasa Yunani sebagai bahasa nasional.

Ibu kota Constantinopel berkembang cepat karena posisi geografisnya sangat strategis: penghubung antara laut Hitam dan laut Mediterania dan jauh dari serangan suku-suku German dan Frank. Bizantium lebih makmur daripada kekaisaran Roma di barat karena menjadi kota perdagangan utama di Timur Tengah.

Dari timur dan barat, Bizantium diserang beberapa kali oleh tentara Arab pada tahun 633 M dan 716 M, oleh suku Viking pada tahun 860 M, dan Bulgaria pada tahun 1018 M. Bala tentara bangsa Turk yang berasal dari Asia Tengah, bertahap-tahap menyerang wilayah timur Bizantium sejak tahun 1071 M.

Pada abad 11 dan 12 M bala tentara yang berasal dari Eropa Barat melakukan perjalanan Perang Salib melewati wilayah kekaisaran Bizantium. Akibat perbedaan pendapat tentang tujuan Perang Salib, hubungan antara kekaisaran Bizantium dan Eropa Barat mengalami kemunduran. Kemakmuran Bizantium menurun dan kekuasaannya melemah.

Dua aliran agama Kristen, Kristen Katolik di barat dan Kristen Ortodoks di timur saling menyimpang. Perselisihan pandangan-pandangan tentang inti-inti agama Kristen antara dua aliran ini terus menajam dan menjadi permusuhan langsung pada saat mereka bersaing dalam perebutan pengaruh di wilayah Eropa Timur. Pada tahun 1054 M dua aliran agama tersebut saling memfitnah dan saling mengucilkan.

Kekaisaran Bizantium melemah akibat serangan-serangan dan perang sipil. Kekaisaran Roma tidak berkuasa lagi di Eropa sejak abad 5 M dan di Timur Tengah sejak tahun 1453 M, setelah berperan lebih dari 1500 tahun. Pada tahun 1453 M kekaisaran Bizantium ditaklukan oleh bangsa Turki dan Kota Constantinopol direbut.

Warisan budaya Bizantium luar biasa bagus, semua tradisi budaya Roma dilestarikan dan dikembangkan dengan baik. Khususnya dalam bidang seni mosaik, musik, sastra dan arsitektur. Alfabet cyrillik diciptakan, dan hurufhuruf itu masih digunakan sampai sekarang di Rusia, Serbia dan Bulgaria. Gereja St. Sophia dibangun, dan terkenal di dunia pada waktu itu sebagai gereja terindah.

0 Response to "Sejarah Singkat Kekaisaran Bizantium"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel