Loading...

Tokoh-tokoh Filsafat China

Menanggapi semua kekacauan yang terjadi pada Periode Musim Semi dan Musim Gugur dan Periode Negara-negara Berperang, beberapa tokoh filsafat muncul di China.

konfucius (551- 479 SM)
source: pixabay.com
Seorang pembuat reformasi lahir di negara Lu pada tahun 551 SM. Ia bernama Kong Fuzi yang pengikutnya berkembang selama berabad-abad. Orang barat menyebut Kong Fuzi dengan nama Konfucius (Confusius). Konfusius berasal dari keluarga miskin yang terpandang. Dari kecil dia adalah anak yang teratur dan sangat menaruh minat pada ritual-ritual penghormatan nenek moyang dan berbagai ritual-ritual keagamaan China lainnya. Ritual-ritual ini dibarengi dengan puisi dan syair yang diwariskan turun-temurun secara lisan sebelum ditulis dan dibukukan.

Konfusius memiliki daya ingat yang kuat. Dia bisa mengingat ratusan ritual-ritual. Saat berusia dua puluh tahun dia bekerja sebagai seorang pencatat pengiriman biji padi milik negara. Dia mendapat reputasi yang sangat besar pada minatnya, dia menjadi semacam penyimpan data pelaksanaan ritual yang berjalan. Dia sering mendapat panggilan dari istana untuk memastikan apakah ritual-ritual sudah berjalan dengan benar. Dia mulai mempunyai murid-murid yang bersemangat untuk belajar, dan bahkan dia menjadi pengajar bagi putra-putra pejabat kerajaan. Dia mengajar muridmuridnya mencari, baik keteraturan maupun stabilitas yang tidak tampak di dalam dunia.

Konfusius bukanlah seorang penemu filsafat. Ajarannya mencoba untuk mempertahankan yang terbaik dari masa lalu dengan maksud mencari jalan untuk masa depan. Penyelidikannya akan masa lalu memberinya pengetahuan bahwa China yang terpecah-pecah, baik ketenangan maupun kebaikannya, disebabkan karena cara melaksanakan kewajiban-kewajiban yang tidak sesuai. Menurutnya dengan aturan-aturan kesopananlah watak dibentuk. Tanpa aturan-aturan kesopanan, kehormatan menjadi kesibukan yang menghabiskan tenaga, kehati-hatian menjadi sifat malumalu, keberanian menjadi pembangkangan, dan keterusterangan menjadi kekasaran. Dia mengumpulkan puisi-puisi dan lagu-lagu paling kuno China dan dari sanalah muridnya dapat belajar. Sebelum umurnya empat puluh tahun ia terpaksa melarikan diri dari Lu karena sebuah pergolakan. Pada tahun-tahun terakhir hidupnya ia menulis sebuah buku sejarah, sebuah kisah yang terkenal sebagai Sejarah Musim Semi dan Musim Gugur. Dia meninggal pada tahun 479 SM.

Sun tzu
source: amazon.com
Seorang filsuf lain membuat dasar-dasar berpikir untuk menyatukan China. Dia adalah Sun-Tzu seorang jendral perang. Pada tahun 500 SM dia menulis sebuah buku yang berjudul “Seni Berperang”. Dalam bukunya itu ia menulis bahwa seni berperang adalah bagaimana menaklukan musuhmusuh sambil menghindari sebanyak mungkin perang yang sesungguhnya. Keunggulan tertinggi adalah mematahkan perlawanan musuh tanpa berperang. Menurutnya penyerangan sebuah kota secara ekstrim bukanlah strategi yang baik, karena akan menghabiskan banyak tenaga dan memberi kesempatan bagi pemimpin lain dari dalam negeri untuk memegang kekuasaan. Dia berpendapat bahwa musuh dalam negeri sama berbahayanya dengan musuh dari negara sebelah. Dia juga berpendapat bahwa semua perang didasarkan pada kebohongan: pada saat menyerang kita harus kelihatan tidak bisa, ketika menggunakan kekuatan kita harus kelihatan seperti tidak aktif, ketika kita dekat kita harus membuat musuh percaya bahwa kita masih jauh, dan ketika kita jauh kita harus membuat musuh percaya bahwa kita sudah dekat. Dalam bukunya ia menyimpulkan bahwa perang yang berkepanjangan tidak akan menghasilkan keuntungan apa-apa.

Aliran tao
Pada periode negara-negara berperang munculah aliran filsafat Tao (artinya: jalan). Menurut ajaran Tao, manusia membawa kebejatan moral sejak lahir. Para penganut Tao percaya bahwa jalan menuju kedamaian adalah dengan pasif menerima segala sesuatu apa adanya, yang kelihatan pasti dapat dilakukan dengan nyata. “apa yang terjadi, terjadilah” inilah filosofi praktis pada masa yang sangat buruk. Panganut Tao yang paling terkenal adalah Chuang Tzu.

Sumber: Sekilas Sejarah Dunia Oleh Tim Program BSB
Loading...

0 Response to "Tokoh-tokoh Filsafat China"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel