Lend-lease act: Bantuan Amerika Serikat terhadap Sekutu untuk Memenangkan PD II

Inggris memang berhasil memenangi pertempuran udara Battle of Britain, namun Inggris mulai kehabisan ongkos untuk melanjutkan perang lagi yang masih berkobar di Eropa dan Afrika Utara. Mengalami kondisi tersebut maka tidak mungkin Inggris lama-kelamaan akan menyerah terhadap Jerman. Presiden Roosvelt berpikiran bahwasannya jika Inggris jatuh maka akan repot bagi Amerika Serikat sendiri, karena keamanan Amerika Serikat terancam. Amerika Serikat akan menghadapi Jerman sendirian yang jauh di eropa sana dan ongkos perang sendiri tentunya tidak murah, selain itu mengorban sumber daya manusia juga.  Pada bulan Desember 1940, Churchill memperingatkan Roosevelt bahwa Inggris tidak lagi mampu membayar persediaan logistik lagi. Pada tanggal 17 Desember, Presiden Roosevelt mengusulkan sebuah inisiatif baru yang akan dikenal sebagai Lend-Lease. Amerika Serikat akan memberi Inggris persediaan logistik yang dibutuhkan untuk melawan Jerman, namun tidak akan menuntut pembayaran segera(lend-lease act, Office of Historian US).

Presiden Roosvelt berpidato pada 20 Desember 1940 yang mengatakan kepada publik Amerika bahwa Nazi berusaha mendominasi dunia dan mengusainya. Nazi berusaha merusak nilai-nilai kebebasan yang dianut oleh Amerika Serikat. Dalam pidato tersebut juga muncul istilah yang dikeluarkan oleh Roosvelt Amerika Serikata sebagai “Arsenal of Democracy”. Disini terlihat ada upaya Presiden Roosvelt untuk menarik simpati simpati publik Amerika agar mau terjun langsung atau tidak langsung dalam perang Dunia II. Pada awal Januari 1941, Roosvelt meminta kongres jika ia dapat melakukan sesuatu hal kecil yang berbeda yaitu menginginkan kekuasaan untuk Lend-Lease (meminjam-menyewa) kepada negara-negara yang dianggap demokratis sekaligus mitra strategis oleh Amerika Serikat.


Diusulkan pada akhir 1940 dan disahkan pada Maret 1941, Lend-Lease Act adalah sarana utama untuk memberikan bantuan militer AS kepada negara-negara asing selama Perang Dunia II. Ini memberi wewenang kepada presiden untuk mentransfer senjata atau bahan pertahanan lainnya. Dengan argumen Presiden Amerika Serikat "pemerintah negara manapun yang perlu dibela dianggap penting oleh Presiden untuk pertahanan Amerika Serikat." Dengan mengizinkan transfer logistik perang tanpa kompensasi ke Inggris, Cina, Uni Soviet, dan negara-negara lain, tindakan itu memungkinkan Amerika Serikat untuk mendukung kepentingan perangnya tanpa terlalu ikut campur dalam pertempuran. Selama perang berlangsung, Amerika Serikat kerjasama perjanjian Lend-Lease dengan lebih dari 30 negara, memberikan bantuan sebesar US$ 50 miliar(lend-lease, History.com).

Program lend-lease yang mencakup militer diperkiran sebesar US$ 25 miliar( Office of The Chief of Military History Departement of The Army, The United States Army In World War II Statics Lend-Lease). Bantuan tersebut memang bukan hanya militer tapi hal-hal lainnya, termasuk dalam hal ini pangan, kendaraan, dan produk manufaktur lainnya. Inggris merupakan salah satu negara yang menerima porsi paling besar dalam lend-lease hal ini diwajarkan karena Inggris satu-satunya negara kuat yang mampu menghadapi Nazi Jerman dan jika tidak disokong dengan kuat juga maka akan menyebabkan perang akan langsung di halaman Amerika Serikat. Berikut dibawah ini merupakan daftar lima negara yang menerima porsi paling besar dalam lend-lease selama periode 1941-1945 beserta rute konvoi pengiriman logistic tersebut:

Bantuan Pinjam-Beli diperluas ke Cina pada musim semi 1941 dan ke uni soviet di musim gugur. Pada akhir perang dunia II, lebih dari 40 negara telah menerima bantuan Lend-Lease. Keputusan hukum yang awalnya menyediakan hingga $ 7 miliar dalam alokasi sampai 30 Juni 1942, tetapi jumlah ini akan bertumbuh hingga lebih dari $ 50 miliar sampai saat Presiden Harry S.Truman mengakhiri program itu pada 21 Agustus 1945. Amerika Serikat bukan berarti memberikan bantuan tersebut secara cuma-cuma terhadap negara yang dibantu.

“Undang-Undang lend-lease menyatakan bahwa benefit bagi Amerika Serikat mungkin pembayaran atau pembayaran dalam bentuk barang atau properti, atau manfaat langsung atau tidak langsung lainnya yang dianggap Presiden memuaskan. Perjanjian lend-lease yang dibuat berdasarkan ketentuan Undang-Undang yang disediakan untuk bantuan timbal balik, umumnya disebut sebagai pinjaman timbal-balik. Para sekutu kami menyediakan pinjaman pinjaman balik Amerika Serikat senilai sekitar $ 7.819.000.000 sebagai suatu kompensasi terhadap total $ 50.200.000 yang dipasok oleh Amerika Serikat. Porsi dari total pinjaman peminjaman terbalik yang merupakan manfaat utama bagi Departemen Perang daripada lembaga Federal lainnya tidak diketahui. Negara-negara yang memasok Amerika Serikat secara terbalik meminjamkan sewa adalah Kerajaan Inggris, $ 6.752.000.000; Prancis, $ 868.000.000; Belgia, $ 191.000.000, dan jumlah kecil dari Cina, Belanda, dan AS. (Office of The Chief of Military History Departement of The Army, “The United States Army In World War II Statics Lend-Lease")“

Dikutip dari Laporan 10 April 1944 British Information Service An Agency of The British Government dengan judul laporan Britain’s Part in Lend-Lease and Mutual Aid, Inggris membantu penyediaan gizi sebanyak 20% untuk Tentara Amerika Serikat yang berada di Inggris. Selain itu kurang lebih ada 10.000 warga Inggris yang bekerja kepada tantara Amerika Serikat yang upahnya dibayar oleh Pemerintah Inggris. Inggris juga menyediakan persenjataan tambahan dan logistic tempur untuk Amerika Serikat secara gratis. Pasokan medis juga disediakan bagi tantara angkatan darat Amerika Serikat. Inggris memasok kebutuhan 80% tantara Amerika Serikat di Inggris. Produk yang termasuk krim cukur, silet, pasta gigi, sikat, hair tonic, saputangan,  cairan lebih ringan, korek api, cermin, kantong tembakau, pembersih pipa, paku  file, kartu remi, senter, dan banyak hal lainnya. Inggris punya  100.000 kartu pinochle yang dicetak khusus untuk memenuhi permintaan  dari Angkatan Darat AS. Pinochle bukan permainan Inggris. Bisa dibilang Inggris menyediakan banyak kebutuhan untuk tantara Amerika Serikat sampai dengan menyiadakan alat hiburan untuk tantara Amerika Serikat yang bermukim. Sampai pada rilisnya laporan tersebut, nilai bantuan timbal balik yang diberikan oleh Inggris ke Amerika Serikat hingga akhir Juni 1943 berjumlah kurang dari US$ 4 miliar. Berikut adalah rincian dari laporan tersebut:
sumber data: (British Information Service An Agency of The British Government, Britain’s Part in Lend-Lease and Mutual Aid)

USSR atau lebih dikenal Uni Soviet menerima bantuan kedua terbesar kedua setelah Inggris menerima bantuan sebesar US$ 5.5 miliar dollar. Dengan rincian, USSR menerima total 44.000 jip Amerika, 375.883 truk kargo, 8.071 traktor dan 12.700 tank. Selain itu, 1.541.590 selimut, 331.066 liter alkohol, 15.417.000 pasang sepatu bot tentara, 106.893 ton kapas, 2.670.000 ton produk minyak dan 4.478.000 ton persediaan makanan masuk ke Uni Soviet. Kenyataannya Uni Soviet lebih suka menyembunyikan fakta bahwa mereka telah menerima bantuan dari luar. Seolah-olah Uni Soviet dan Tentara Merahnya mampu berjuang sendirian tanpa bantuan asing.(RBTH, “Lend-Lease: How American supplies aided the USSR in its darkest hour”)

0 Response to "Lend-lease act: Bantuan Amerika Serikat terhadap Sekutu untuk Memenangkan PD II"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel