Corak Pemikiran Soekarno

1) Nasionalisme
Perkembangan paham nasionalis di Indonesia mulai berkembang sekitar tahun 1921. Dalam hal ini, Soekarno banyak terpengaruh oleh pemikiran HOS Tjokroaminoto yang pada saat itu masih memimpin Partai Serikat Islam sekaligus Partai Nasionalis.

Meskipun pada dasarnya Soekarno lebih kental dengan nuansa demokratis, akan tetapi beliau sangat menjunjung tinggi nasionalis. Pemikiran ini muncul dari seorang Soekarno pada saat menipisnya rasa kebangsaan dalam masyarakat dan berkembangnya paham kesukuan/kedaerahan. Dia melihat bahwa solusi yang sangat diperlukan ketika itu adalah persatuan seluruh rakyat Indonesia dari segala kalangan untuk bangkit melawan keterjajahan. Namun realitas yang ada ternyata masyarakat Indonesia terpecah belah dalam berbagai kelompok dan latar belakang yang berbeda.

Berangkat dari kenyataan tersebut Soekarno bangkit dan menyadarkan rakyat Indonesia bahwa kemerdekaan tidak akan terwujud jika kekuatan dari semua rakyat ini tidak disatukan. Dengan demikian, tidak peduli latar belakang kehidupan, dari segi ekonomi, relegiusitas dan aliran pemikiran, hendaknya semua kalangan harus bersatu padu untuk mencapai satu tujan yaitu kemerdekaan.

2) Islamisme
Menurut Soekarno, Islam tidak bertentangan dengan akal, maka untuk penafsiran yang lebih relevan dengan masa kebangkitan, tidak ada salahnya memberikan interpretasi terhadap agama Islam dan sumbernya tentang nilai-nilai sosial dengan mengedepankan akal rasional. Untuk mencapai kemajuan ummat seharusnya lebih kreatif, memandang agama tidak asal terima saja, hendaklah akal digunakan semaksimal mungkin. Dalam hal ini akan terlihat bahwa akal benar-benar digunakan untuk memahami agama Islam secara utuh sesuai dengan perkembangan zaman dimana masyarakat itu terus berkembang. Hal yang demikian ini menurut Soekarno sama sekali tidaklah merugikan Islam.

Dari beberapa pendapat Soekarno sebagai mana tertulis di atas, dapat dilihat bahwa pemikirannya mengenai Islam sangat dipegaruhi oleh beberapa pemikir rasionalis Islam seperti, Farid Wadjdi, Sjakib Arselan, Muhammad Ali, dan satu nama lagi yang mendapat tempat dalam pemikiran rasionallis Soekarno yaitu, Sayyid Amir Ali. Pemikiran rasional yang berkembang ketika itu sangat mempengaruhi pemikiran Soekarno terutama ketajaman rasionalitasnya dalam berfikir.

Secara garis besar, pemikiran Soekarno tentang Islam dapat disimpulkan menjadi tiga prinsip, pertama, tidak ada agama kecuali Islam yang lebih mementingkan persamaan, semua orang Islam memiliki hak yang sama dalam berpartisipasi terhadap Islam, oleh karena iu jangan ada yang memonopoli pemahaman tentang Islam. Kedua, Islam pada dasarnya adalah rasional dan sederhana, hal ini menurut Soekarno untuk menerangkan kelebihan Islam dibanding dengan agama lain. Ketiga, Islam berarti kemajuan, menurut Soekarno Islam telah cukup mangandung potensi kemajuan, yang perpangkal pada konsep tauhid, dan sifat elastisitas hukum Islam.

Sumber: Skripsi Demokrasi Ala Soekarno (Demokrasi Terpimpin) oleh Hamdan Hamid

0 Response to "Corak Pemikiran Soekarno"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel