Arab Spring: Sejarah, Tujuan, dan Penyebabnya

Arab spring adalah merupakan sebuah momen bersejarah dalam gerakan masyarakat sipil arab kurun abad 21 saat ini. Gerakan masyarakat sipil yang dimulai dari Tunisia telah berhasil menumbangkan kekuasaan otoritarian yang berkuasa selama puluhan tahun. Dari Zein Abidin Ben Ali dari Tunisia, Hosni Mubarak dari Mesir, Khadafi dari Libya, dan Ali Abdullah dari Yaman. Kekuasaaan mereka yang dipertahankan dengan kuat runtuh begitu saja dalam tempo yang singkat.
Arab Spring di Yaman. Sumber: Wikimedia.org
Gerakan Arab Spring sendiri merupakan gerakan demokratisasi. Berkaca pada masa era 80an dan 90an  telah terjadi gerakan demokratisasi yang melanda dunia terutama di negara-negara Eropa Timur yang mempunyai ideologi komunisme. Demokratisasi yang terjadi bercorak liberalisme khas barat, dimana hal itu juga telah berhasil meruntuhkan Uni Soviet sebagai corong utama ideologi komunisme.

Arab Spring merupakan momentum melakukan demokratisasi kehidupan bagi dunia arab secara keseluruhan, meruntuhkan kekuasaan rezim-rezim lama yang terkenal diktator dan sarat dengan KKN. Dari kasus Arab Spring yang terjadi hanya Tunisia saja yang berhasil melakukan proses demokratisasi.

Libya dan Yaman jatuh dalam krisis berkepanjangan yang menyebabkan dua negara tersebut tidak stabil. Mesir pun jatuh kembali kepada rezim militer. Suriah pun masih dililit perang saudara tidak berkesudahan hingga saat ini. Rezim Suriah pun masih mampu berdiri kokoh bertahan.

Di negara-negara yang terjadi peristiwa Arab Spring, masyarakatnya menuntut hal yang sama. Hal yang dituntut yaitu adanya keran kebebasan bagi aktivisme masyarakat sipil yang ada, serta penegakan Hak Asasi Manusia yang selama ini tidak diterapkan dalam rezim otoritarian Arab.

Kelompok penentang pemerintah pun dalam Arab Spring hadir dalam dua ciri khas tertentu, pertama adalah masyarakat sipil biasa non ideologis mayoritas pemuda dan yang kedua merupakan kelompok islam. Kelompok Islam ini hadir terutama di Mesir yang dimotori oleh Ikhwanul Muslimin. Namun perlu diberi catatan khusus bahwasannya Ikhwanul Muslimin awalnya tidak hadir dalam gerakan permulaan ini. Namun karena adanya desakan para kader muda, baru IM hadir dalam aksi Arab Spring ini.

Gerakan ini bersifat spontanitas tanpa adanya afiliasi atau pun tujuan tertentu. Kekuatan oposisi lama yang telah hadir lama pula, seharusnya mampu melawan rezim yang bersifat otoritarian. Namun mereka tidak mampu, hal ini terbukti para penguasa Arab mampu bertahan lama selama puluhan tahun.   Mereka tidak bisa menjadi oposisi yang aktif selama kurun beberapa tahun sebelum adanya Arab Spring ini ini.

Kekuatan lama ini juga sebenarnya telah dikebiri oleh pemerintah yang berkuasa. Agar mereka tetap hidup mau tidak mau mereka harus mengikuti aturan pemerintah yang ada. Kekuatan lama juga tidak bisa berhasil membaca situasi kedepan bahwasannya akan terjadi gerakan ini. Oleh sebab itu gerakan Arab Spring ini didominasi oleh pemuda yang mayoritas tidak berafiliasi dengan ideologi tertentu. Pemuda-pemuda ini dipengaruhi oleh nilai-nilai liberalisme ala barat yang mereka dapatkan dari perkembangan sosial media. Mereka banyak menyerukan penegakan HAM yang selama ini diabaikan.

Tidak luput juga gerakan ini dihadiri oleh serikat buruh di setiap negara yang ada. Kondisi ekonomi yang dipenuhi dengan kesenjangan sosial membuat mereka turut ikut dalam gerakan Arab Spring.  Tujuan utama mereka adalah melenyapkan rezim diktatorisme. Mereka mempercayai bahwasannya aktivitas politik oposan telah gagal. Rezim yang berkuasa juga sebenarnya telah berhasil melemahkan kekuatan-kekuatan oposan yang ada yaitu kekuatan sekuler dan islamis dengan cara menciptakan konflik diantara dua kelompok terbesar tersebut. Dengan disibukan konflik mereka tidak akan bisa menjadi kekuatan efektif sebagai oposisi pemerintah yang berkuasa.

Gerakan Arab Spring ini sendiri mempunyai sisi kelemahan, yaitu gerakan ini tidak terorganisir secara rapi dan bersifat desentralis. Gerakan mereka juga bersifat non ideologis. Hal ini patut dimaklumi karena gerakan ini mayoritas digerakan oleh pemuda dimana sebenarnya mereka sebelumnya apatis dengan yang namanya politik.

Gerakan yg bersifat perlawan politis biasanya terorganisir rapi, bersifat hirarkis, dan dalam perlawanannya juga biasanya muncul sosok yang berkharismatik dan mempunyai pengaruh yang besar dalam gerakan. Mungkin menurut penulis sendiri hal ini yang membuat gerakan ini banyak menemui kegagalan dan menciptakan masalah baru hingga saat ini, yang berimplikasi luas dari masalah regional menjadi permasalahan global.

Gerakan Arab Spring ini mempunyai ciri khas yang unik yaitu menggunakan media sosial dalam mobilisasi massa yang ada. Penggunaan media sosial sendiri sudah menjadi tren global yang melanda kaum muda tidak terkecuali pemuda Timur Tengah. Hadirnya media sosial ini telah menyatukan para pemuda Timur Tengah dalam suatu gerakan yang sama.

Dengan menggunakan media sosial ini paling tidak mereka bisa melihat bahwasannya kondisi diluar wilayah mereka. Selain itu dengan media sosial mereka dapat melihat cerita-cerita kondisi sosial yang terjadi dalam negara mereka. Hadirnya media sosial ini menjadikan mereka mempunyai wadah diskusi politik yang selama ini sangat diminimalisir hadir di negara yang bersifat otoritarian.

Media sosial seperti Facebook dan Twitter merupakan corong gerakan mereka dalam mengkonsolidasi kekuatan yang ada. Memang pada pergerakan mereka menerima tekanan dari pemerintah dengan ditutupnya media-media sosial yang ada. Namun penutupan media sosial yang ada tidak memberikan efek signifikan dan meredam gerakan tersebut. Selalu ada berbagai cara untuk mengakses media sosial yang ada.

Kesimpulan dari ringkasan ini adalah pemuda memainkan peranan penting dalam gerakan Arab Spring. Gerakan ini pun tidak bersifat ideologis dengan menuntut hal-hal tertentu. Gerakan ini lebih dititik beratkan untuk menumbangka rezim otoriterian.  Pemuda-pemuda ini mempunyai alat baru yaitu media sosial dalam gerakannya. Bahkan media sosial saat ini pun telah menjadi wadah diskusi politik di berbagai belahan dunia yang mempunyai pengaruh besar dalam gerakan politik modern saat ini.

Sumber:

  • Arab Spring: The Awakening of Civil Society. A Geral Overview. Oleh Francesco Cavorta
Bourbon Semoga situs ini bermanfaat bagi anda. salam hangat dari saya

0 Response to "Arab Spring: Sejarah, Tujuan, dan Penyebabnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel