Sejarah Konflik Laos

Perancis menguasai Indocina meliputi laos, vietnam, kamboja 1893-1954. Laos sempat diduduki oleh Jepang sepanjang 1941-1945. Prancis lalu mengambil alih lagi Indochina 1945 dan sebulan  kemudian ada gerakan Laos yang memproklamasikan kemerdekaan.

Selama peralihan kekuasaan muncul dua gerakan. anti-Jepang Luang Prabang sebagai pimpinan dan Pangeran Boun oum dari Champassak sebagai wakil. Gerakan anti-Perancis atau free Laos atau Lao Issara yang mana dipimpin oleh pangeran Ratavongosa.

Kembalinya pasukan prancis 1946 anggota Lao Issara melarikan diri dan Prancis mengakui otonomi internal LAOS dibawah raja Luang Prabang, Sisavang Vong. Pada tahun 1949, konvensi Granco-Laotioan ditandatangani yang memberikan Laos pemerintahan sendiri terbatas dalam Uni Prancis. Muncul gerakan radikal baru Pathet Lao (“Tanah Laos”) yang dibentuk pada tahun 1950.
sumber: nne.se
Selama bertahun-tahun kemudian mereka bergabung dengan Viet Minh melawan pemerintahan Prancis. Prancis memberikan kemerdekaan pada Laos pada tahun 1953 namun aspek militernya masih dikontrol Prancis. Gerakan Pathet Lao ini pada tahun 1954 berhasil mengontrol dua provinsi negara Laos. Para persetujuan Jenewa (1954) Perancis menandai akhir eksistensinya di Laos lalu pemerintahan Laos dibawah kerajaan Laos. Namun dua provinsi masih dikuasai oleh Pathet Lao atau komunis Laos.

Terjadi yang disebut “perang rahasia” di Laos dalam periode Perang Besar Vietnam. Perang ini merupakan perang sipil yang dimulai 9 Desember 1953. Konflik ini terjadi antara faksi kiri Lao Issara, Pathet Laos melawan pemerintahan Laos dibawah Lao Lao.

Perjanjian Jenewa dianggap gagal karena tidak mampu meredam gejolak yang negeri Laos. Pemerintahan Lao Lao mendapatkan dukungan dari Thailand, Vietnam Selatan, dan Amerika Serikat. Disaat terjadi perang sipil, Laos juga menjadi medan pertempuran perang Vietnam. Konflik dalam negeri Laos pun berakhir pada 2 Desember 1975 dengan kemenangan Pathet Lao dan mereka segera menghapus negara monarki. Negara berbentuk komunis bernama Republik Demokratik Rakyat Laos dengan Partai komunisnya sebagai partai tunggal.

Konflik telah membawa korban tidak sedikit. Konflik mengakibatkan terjadinya migrasi massal pengungsi dari Laos ke Thailand. Mereka terdiri dari kaum yang kalah konflik  dan etnis minoritas. Salah satu etnis minoritas adalah Suku Hmong yang membantu CIA selama konflik indochina. Mereka dilatih dibawah CIA dan memasok senjata sehingga mereka bisa menjadi pejuang gerilya dibawah pengaruh CIA.

Orang Hmong percaya bahwa Laos di pegunungan utara merupakan “tanah yang dijanjikan”  dalam gerakan Chao Fa(Surgawi Tuhan). Pembagian suku Hmong dibagi atas dua marga, Lo dan Ly, Lo bergabung dengan komunis sedangkan Ly mengikuti Prancis. Dimana mereka juga nanti merupakan menjadi jantung dari “Angkatan Darat Rahasia” selama perang sipil di Indochina.

Banyak dari mereka yang melarikan diri dari negaranya. Permulaan konflik internal yang melanda suku Hmong ketika naiknya pada tahun 1975 Pathet Lao menjadi penguasa. Ia menyingkirkan penguasa monarki lama dan berusaha menyingkirkan suku Hmong dengan jalan pertempuran. Sebagian besar pertempuran di sepanjang Laos Utara di mana merupakan markas besar Hmong.

Eskalasi dimulai dari awal tahun 1975 hingga 1980. sepertiga dari populasi Hmong tewas pasca penarikan pasukan AS di Indochina. Selain itu diduga suku Hmong juga mengalami serangan kimia yang diduga milik Uni Soviet hal ini ditemukan oleh ilmuwan barat dan membuka penyelidikan terbuka oleh PBB. Pada waktu itu sendiri memang kental suasana perang dingin antar blok barat dan blok timur.

Pemerintahan Laos juga dituduh melakukan genosida terhadap suku Hmong dengan bantuan Vietnam. Bentuk kekerasan, teror pemboman, pembantaian, dan pemerkosaan masal yang awalnya hanya intra negara sekarang bersifat melibatkan negara asing. Pada awal 1990 an kampanye militer pemerintah laos meningkat dan banyak suku Hmong berlindung ke negara Thailand, Australia, bahkan Amerika Serikat. Namun lama kelamaan semakin membaiknya hubungan dengan negara tetangga ASEAN lainnya, Laos membatasi operasinya.

De-eskalasi konflik di Laos sebenarnya sudah terlihat pada tahun 1989 ketika Laos mengadakan pemilihan umum pertama sejak 1975 dimana komunis berhasil mempertahankan kekuasaan mereka. Pada tahun 1991, Thailand dan Laos menandatangani pakta keamanan dan kerjasama. Setahun kemudian USA menjalin kontak dengan pemerintahan Laos dan membuka hubungan diplomatik.

Etnis Hmong sudah tidak memiliki sarana lagi untuk melawan pemerintah kala itu.  Organisasi pembebasan etnis Laos (ELOL) Ethnic Liberation Organization of Laos yang sebelumnya dikenal sebagai kelompok Chao Fa mereka sudah tidak berminat melawan pemerintah. Mereka mulai merangkul kelompok etnis minoritas lainnya. Pada 31 Desember 1989 konflik diam sejenak sebetulnya dalam rangka mencari solusi damai antara antara pemerintah laos dan suku hmong dibawah prakarsa Thailand, Vietnam, Uni Soviet, dan Amerika Serikat.

Sumber: Laos Conflict oleh Sandra Martinic
Bourbon Semoga situs ini bermanfaat bagi anda. salam hangat dari saya

0 Response to "Sejarah Konflik Laos"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel