Sejarah Lahirnya Orde Baru

Orde baru mendapatkan kekuasaannya dalam periode krisis pelik yang terjadi menimpa bangsa Indonesia. Orde lama yang dipimpin oleh Sukarno telah menciptakan situasi rumit dalam bidang kekuasaaan. Politik Nasakom yang terdiri dari fraksi Nasionalis, Komunis, dan Agama yang dibuat Pemerintahan Sukarno merupakan kesalahan fatal.

Pihak-Pihak ini dari dulu mempunyai rasa curiga tinggi satu sama lain dan mempunyai rasa permusuhan yang tinggi dalam perpolitikan nasional yang sering kali berujung bentrok. Dalam periode demokrasi parlementer atau liberal sampai pada masa demokrasi terpimpin muncul fraksi politik baru yaitu dari fraksi tentara. Fraksi tentara sendiri merupakan salah satu pemain politik terkuat dalam masa demokrasi terpimpin Indonesia. Pihak tentara sendiri mempunyai musuh berseberangan yaitu Partai Komunis Indonesia yang merupakan musuh terkuat mereka.

Pada masa demokrasi terpimpin pihak tentara dan PKI berebut pengaruh kepemimpinan Presiden Sukarno. PKI pada waktu itu merasa diatas angin karena kecondongan politik Sukarno baik dalam negeri dan luar negeri menguntungkan pihak PKI. Namun PKI sendiri tidak merasa aman dengan kehadiran Tentara karena mengingat dalam kekuasaan negara yang memegang senjata adalah para Tentara bukan partai. PKI melakukan infiltrasi terhadap perwira-perwira tentara dengan memerahkan mereka.

Akhirnya konflik antar Tentara dan PKI pun terjadi, tepatnya tahun 1965 pada tanggal 1 Oktober. Diduga sekelompok perwira aliran kiri, karena terpengaruh dengan PKI menculik dan membunuh tujuh pimpinan militer yang dituduh akan melakukan kudeta terhadap presiden dan mendemisionerkan kabinet Dwikora pimpinan Sukarno. Sampai sekarang kejadian itu merupakan sejarah abu-abu dan banyak versi yang beredar. Karena kekosongan pimpinan tentara, Jenderal Soeharto dari golongan Tentara Angkatan Darat tampil untuk mengisi kekosongan yang terjadi.

Situasi pasca G30S semakin memburuk ditambah lagi dengan krisis ekonomi yang terjadi yang ditandai dengan inflasi tiga digit membuat kondisi semakin chaos. Pada tanggal 11 Maret 1966 Jenderal Soeharto mendapatkan Supersemar(Surat perintah sebelas maret) dari Presiden Sukarno yang pada intinya adalah perintah untuk melakukan tindakan-tindakan yang bertujuan demi menjaga stabilitas keamanan Republik Indonesia.

Mendapatkan Supersemar dengan wewenangnya Jenderal Soeharto membubarkan PKI beserta unsur-unsur underbownya, menjadikan komunisme sebagai ideolog terlarang di Indonesia. Memang saat itu terjadi perdebatan panas mengenai sifat dan cakupan kekuasaan yang dilimpahkan kepada Suharto dengan keluarnya Supersemar-suatu “tindakan lihai promosi politik.” Suharto akhirnya berpendirian tegas: “menurut saya, perintah itu dikeluarkan di saat negara dalam keadaan gawat, di mana integritas Presiden, ABRI, dan Rakyat sedang berada dalam bahaya, sedangkan keamanan, ketertiban dan pemerintahan berada dalam keadaan berantakan.”

Mungkin ini bisa dibilang bahwasannya “Lembaga militer tidak akan mengambil kekuasaan dari rezim sipil yang berhasil dan memiliki legitimasi. Mereka melakukan intervensi ke dalam politik(apakah itu dengan kudeta atau dengan ekspansi kekuasaan dan hak prerogratif dengan gradual) ketika politisi sipil dan partai politik lemah dan terpecah, dan ketika pemerintahan yang tidak utuh dan memanifestasikan kegagalan telah melahirkan kevakuman kekuasaan

Pada akhirnya kekuasaan politik Presiden Sukarno mulai lemah dan Soeharto mulai menancapkan giginya secara de facto pasca keluarnya Supersemar. Pada 12 Maret 1967 Soeharto diangkat sebagai pejabat presiden. Soeharto menjadi presiden sepenuhnya pada Sidang Umum MPRS pada 27 Maret 1968.

Sumber:

  • Hubungan Sipil Militer&Rekonsiliasi Demokrasi oleh Larry Diamond, Marc F. Plattner
  • Suharto: Sebuah Biografi Politik oleh R.E Elson
Bourbon Semoga situs ini bermanfaat bagi anda. salam hangat dari saya

0 Response to "Sejarah Lahirnya Orde Baru"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel