Sejarah Pemilu 1977

Setelah berhasil memenangkan pemilu pada tahun 1971. Pemerintah Orde Baru mengalami krisis politik yang terjadi pada tahun 1974 yaitu munculnya peristiwa MALARI. Peristiwa dimana mahasiswa memprotes begitu masifnya modal Jepang masuk ke Indonesia akibat dari diberlakukannya UU Penanaman Modal Asing.

Ketika demonstrasi-demonstrasi mahasiswa bulan Januari 1974 berubah menjadi kerusuhan kota, Sumitro (PangKopkamtib pada waktu itu) kemudian dipaksa mengundurkan diri, beberapa mahasiswa, dan intelektual ditangkap, dan beberapa surat kabar dilarang beredar. Krisis ini merupakan salah satu ujian besar ujian politik dalam masa awal-awal Orde Baru.

Krisis yang terjadi tahun tersebut tidak menyurutkan niat pemerintah Orde Baru untuk melakukan pemilu selanjutnya tahun 1977. Berbeda dengan pemilu sebelumnya, Pemilu 1977 diikuti oleh dua partai yaitu PDI dan PPP, serta satu Golongan Karya(Mereka tidak ingin disebut partai). Pemilu dicanangkan akan akan dilaksanakan pada 2 Mei 1977.

Dua lawan Golkar mempunyai PDI dan PPP mempunyai basis massa tersendiri. PDI yang merupakan terusan dari PNI terkoyak karena konflik dualisme masa lalu yang masih menghinggapinya menjelang pemilu 1977. PPP sebagai fusi dari partai-partai Islam yang ada tampil sebagai wadah utama politik Islam di Indonesia pada masa Orde Baru. Tidak ada konflik yang berarti yang melanda PPP dalam kurun waktu menghadapi pemilu 1977.

Pada pemilu kali ini Golkar melakukan strategi yang sama dengan pemilu 1971. Memobilisasi pegawai pemerintah  yang mana tergabung dalam KORPRI. KORPRI sendiri merupakan salah satu afiliasi GOLKAR.  PPP dalam hal ini mewarisi kader  kader-kader NU serta akar rumputnya, mengingat golongan islam sendiri pada waktu itu lebih banyak golongan tradisional yang diwakili  NU.
Sumber: Alinea.id
Hasil pemilu 1977 Golkar tetap sebagai pemenang dalam hal ini suara Golkar hanya turun sebesar 0.7%, jumlah penurunan yang tidak signifikan. Golkar mendapatkan 62.11%, PPP 29.29%, PDI 8.6%. PPP tampil sebagai pemenang kedua paling tidak mempunyai potensi  kekuatan sebagai oposisi pemerintah Orde Baru walaupun hanya memiliki suara 29% suara di parlemen.

PDI yang merupakan representasi golongan nasionalis terseok-seok dalam pemilu 1977. Padahal golongan nasionalis pada waktu pemilu pertama 1955 muncul sebagai pemenang. Pemilu Pemilu 1977 ini menandakan hal penting, bahwasannya kekuatan partai politik islam sebagai kekuatan yang tidak bisa diremehkan dalam pemerintahan orde baru.

Sumber:

  • Pemilu-pemilu Orde Baru Pasang Surut Kekuasaan Politik olehWilliam Liddle
Bourbon Semoga situs ini bermanfaat bagi anda. salam hangat dari saya

0 Response to "Sejarah Pemilu 1977"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel