Sejarah Singkat Konfrontasi Indonesia Dengan Malaysia

Setelah selsai berkonfrontasi dengan Belanda pada masalah Irian Barat. Indonesia memiliki konflik baru dengan Federasi Malaysia. Federasi Malaysia dipandang oleh Indonesia sebagai bentuk baru imperialisme yang mengancam keberadaan Indonesia. Bersamaan dengan konfrontasi ini keluarlah seruan berupa “mengganyang Malaysia” dan keluarlah seruan politik Dwikora oleh Presiden Soekarno.
sumber: intisari.grid.id
Tindakan provokatif ini tentunya memancing amarah pihak lawan dan membuat konflik semakin menjadi semakin besar. Tentunya konflik antar kedua negara tersebut bisa membuat skala konflik jauh lebih besar dibandingkan dengan konflik Indonesia-Belanda.

Di Dalam negeri Indonesia kondisi politik dan ekonomi tidak stabil. Terjadi manuver dua kekuatan politik besar yaitu Tentara dan PKI dalam upaya merebut hegemoni politik dalam negeri. Kondisi ekonomi pun semakin carut marut dan membuat kesejahteraan rakyat semakin turun, hal ini dikarenakan pemerintah orde lama sibuk dengan konfrontasinya sehingga lupa dengan pembangunan ekonomi yang amat diperlukan oleh rakyat Indonesia.

Amerika yang sedang sibuk dengan Perang Vietnam langsung mengambil inisiatif mendamaikan kedua belah pihak yang berkonflik. Pada tahun 1964 Amerika Serikat mengirimkan mediatornya Robert Kennedy untuk menemui perwakilan kedua negara yang berkonflik di Tokyo, Jepang. Robert Kennedy bertemu dengan Tengku Abdurrahman dan Presiden Soekarno.

Setelah itu terjadi pertemuan di Jakarta untuk membicarakan gencatan senjata, walaupun pemerintah Indonesia masih tetap mempertahankan politik “ganyang Malaysia”. Terjadi pertemuan di Bangkok juga, Malaysia menginginkan pasukan gerilya dan kesatuan lainnya ditarik dari wilayahnya. Namun Indonesia menolak hal tersebut, dengan dalih gencatan senjata bukan berarti penarikan pasukan dan gerilyawan(Yuliato, 2008:68). 

Kali ini Amerika gagal menjadi mediator dan Indonesia tidak mendapatkan keuntungan atas perundingan yang telah terjadi, seperti layaknya masalah pada masalah Indonesia-Belanda mengenai Irian Barat.  Tentunya kegagalan mediator Amerika  hal ini membuat Indonesia mengalami kerugian besar karena konfrontasi dilanjutkan dan konfrontasi tersebut membutuhkan sumber daya materil dan manusia yang lebih besar ditengah kondisi rakyat Indonesia yang semakin sengsara.

Secara hitungan militer pun Indonesia sulit memenangkan konflik dengan Malaysia karena Inggris langsung terlibat langsung. Inggris jauh lebih kuat dalam bidang militer dan telah berpengalaman berbeda dengan Belanda yang dihadapi oleh Indonesia dalam perebutan Irian Barat. Pihak Militer pun tidak semua solid setuju dengan langkah Presiden Soekarno dalam konfrontasi dengan Malaysia. Konfrontasi dengan Malaysia pun akhirnya terhenti pasca kejadian G30S yang mana kejadian tersebut merongrong kekuasaan Presiden Soekarno. Pemerintahan Orde Baru yang naik lebih menekankan kepada pendekatan damai dan dialog terhadap Malaysia karena telah dipusingkan oleh masalah ekonomi.
Bourbon Semoga situs ini bermanfaat bagi anda. salam hangat dari saya

0 Response to "Sejarah Singkat Konfrontasi Indonesia Dengan Malaysia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel