Dampak Keterlibatan Australia dalam Perang Dunia I

Perang Dunia I telah berakhir dengan simbolis ditandai dengan penandatangan Perjanjian Versailles, dimana pihak Jerman dan sekutunya mengalami kekalahan telak dan harus tunduk  terhadap tuntutan sekutu dalam  perjanjian tersebut. Australia sebagai negara yang terletak di dunia selatan ikut terlibat dalam Perang Dunia I yang medan utamanya adalah tanah Eropa.

Keterlibatan Australia sendiri amat dipengaruhi oleh Inggris yang merupakan negeri induknya. Keterlibatan Australia dalam Perang Dunia I yang memihak Inggris membawa dampak positif dan negatif sesudah perang berakhir, baik kondisi dalam negerinya yang mencakup bidang sosial ekonomi, serta kebijakan luar negeri Australia kedepannya. Dinamika pasca Perang Dunia I akibat keterlibatan Perang Dunia I tidak bisa dihindari. Berikut adalah dampak dari Perang Dunia I terhadap Australia:

1. Korban yang tidak sedikit

Australia sebagai bagian persemakmuran Inggris yang ikut tunduk terhadap negeri induknya mau tidak mau terlibat dalam perang yang terjadi di bumi Eropa. Anggota persemakmuran seperti Kanada dan Selandia Baru juga turut serta mengirimkan kamu laki-lakinya untuk mengikuti Perang Dunia I. Ganasnya medan pertempuran di Eropa membawa korban yang tidak sedikit bagi Australia, baik yang terbunuh, terluka, maupun yang hilang. Tabel dibawah merupakan rincian tentara yang dikirim oleh negara persemakmuran serta korban jiwanya:
Australia sendiri pada waktu itu mempunyai penduduk kurang lebih lima juta pada tahun 1914, sekitar 60.000 pria Australia yang dikirimkan ke medan pertempuran tewas, persentase korban pun dari pihak Australia paling tinggi diantara negara pesemakmuran Inggris lainnya. Kehilangan tersebut bisa dibilang kerugian besar bagi Australia karena korban yang tewas atau pun lainnya bisa dikatakan sebagai pria-pria yang masih produktif yang seharusnya menggerakan ekonomi Australia.

2.  Mendapatkan Daerah Baru

Berakhirnya Perang Dunia I dengan hadirnya perjanjian Versailes maka membuat Jerman sebagai pihak yang kalah harus menyerahkan daerah koloni yang dikuasainya kepada pihak pemenang. Australia sebagai pihak pemenang mendapatkan bagian daerah koloni Jerman di wilayah Pasifik yang tidak begitu jauh dari tanah Australia.   Bekas Koloni Jerman di Pasifik dilindungi oleh Mandat Liga Bangsa. Mandat Pasifik Selatan diberikan ke Jepang, yang mencakup beberapa kelompok pulau Modern Palau, Kepulauan Mariana Utara, Negara Federasi Mikronesia, dan Kepulauan Marshall. Mandat wilayah New Guinea diberikan kepada Australia, mencakup bagian timur laut dari New Guinea dan beberapa pulau terpencil, Sementara Selandia Baru dan Inggris mendapatkan kepulauan Samoa Barat.

3. Peran Perempuan Semakin Besar

Dikirimkannya pria Australia dalam perang tentunya meninggalkan kekosongan pabrik-pabrik yang ada di Australia. Tentunya hal ini harus segera diisi agar ekonomi Australia tetap hidup. Perempuan Australia yang selama ini tidak mengambil peranan besar dalam menggerakan pabrik-pabrik yang ada, akhirnya mengambil peranannya ketika terjadinya Perang Dunia I.  Kepergian laki-laki terutama ayah yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga membuat para istri menggantikan posisi mereka sebagai pencari nafkah. Para perempuan yang selama ini terlindung di rumah, mengurus rumah tangga dan membesarkan anak-anak mereka kini harus bekerja dari pagi hingga sore hari, malah sebagian pabrik menuntut jam kerja yang lebih panjang hingga larut malam. Kondisi ini membuat  perubahan sosial dalam rumah tangga.

4. Transisi Ekonomi

Perang Dunia I menjadi berkah tersendiri bagi Australia dalam bidang ekonomi. Australia sendiri sebelum terjadinya Perang Dunia I pertama dikenal sebagai negara yang mengandalkan sektor pangan dalam menggerakan ekonomi terutama untuk ekspor. Kondisi perang yang terjadi memaksa Australia untuk menjadi negara industri baru yang mengembangkan barang-barang industri untuk kebutuhan dalam negerinya.  Hal tersebut sebenarnya diakibatkan oleh blokade laut serta penggunaan kapal-kapal dagang yang sebelumnya untuk mengangkut barang malah untuk menjadi angkutan perang. Sehingga mau tidak mau membuat Australia harus mandiri. Selain itu berkembang industri manufaktur modern yang berkaitan dengan baja serta industri petrokimia (sulfide). Walaupun industri tersebut untuk tujuan perang, paling tidak ada memainkan peranan penting dalam ekonomi Australia untuk kedepannya.

Sumber:

  • Bruce Dunnet dan Bornie Howwit, Oxford Insight History: Australian At Wars, Oxford University Press, UK, 2014. 
  • Adinda Fathin , Peran dan Konstribusi Pekerja Perempuan Pada Masa Perang Dunia I (1914-1918), Victoria, Australia, Universitas Indonesia Depok , 2009.
  • Peter Chasseud , Mapping The First World War, HarperCollins, UK, 2013


Bourbon Semoga situs ini bermanfaat bagi anda. salam hangat dari saya

0 Response to " Dampak Keterlibatan Australia dalam Perang Dunia I"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel