Sejarah Pembebasan Irian Barat Oleh Indonesia

Upaya diplomasi membahas masalah Irian Barat telah dilakukan oleh Indonesia dan Belanda, namun pertemuan-pertemuan itu lebih banyak menghasilkan kebuntuan tanpa adanya titik temu kejelasan masalah tersebut.

Belanda tetap tidak ingin mengembalikan wilayah Irian Barat tersebut ke Indonesia. Namun demikian alasan politik dibalik penundaan soal Irian Barat ini juga perlu dipahami. Keputusan penundaan ini tidak terlepas dari strategi Belanda yang ingin bertahan di Irian Barat. Belanda mengharapkan Indonesia kacau dan berpeluang kembali (ke Indonesia) melalui Irian Barat(Siswanto, 2016:67)

Pasca melakukan Konferensi Asia Afrika, Indonesia mendapatkan dukungan politik dari negara para peserta untuk masalah Irian Barat. Dukungan internasional yang luas telah didapatkan, namun Belanda tetap bergeming dan tetap menduduki Irian Barat. Belanda tidak memperdulikan suara-suara internasional, ia tetap pada keyakinannya untuk tetap berkuasa disana.

Indonesia lalu bersikap lebih keras lagi terhadap Belanda yang tidak kekeh bertahan disana. Indonesia akhirnya melakukan kebijakan yang lebih agresif lagi kepada Belanda dengan melakukan nasionalisasi besar-besaran terhadap perusahaan Belanda yang berada di Indonesia pada akhir 1957.

Keluarnya dekrit Presiden 5 Juli 1959 telah mengakhiri masa demokrasi liberal menjadi masa demokrasi terpimpin. Haluan kebijakan politik luar negeri Indonesia pun turut berubah. Disini terlihat orientasi kebijakan politik luar negeri Indonesia lebih mendekat ke kiri. Pada titik inilah Indonesia sudah kehilangan kesabaran dan berusaha melakukan opsi militer terhadap pendudukan Belanda di Irian Barat. 

Pada akhir tahun 1960 Menteri Keamanan Nasional Jenderal A.H. Nasution, mengadakan kunjungan ke Uni Soviet untuk menandatangani persetujuan pembelian senjata atas dasar kredit jangka panjang yang tidak begitu memberatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pembelian senjata tersebut adalah yang terbesar dalam sejarah Indonesia yang pernah dilakukan dengan luar negeri(Cholil, 1979:23). Disinilah mulai terbentuknya armada tempur Indonesia secara besar-besaran. Belanda bukannya semakin takut akan kebesaran militer Indonesia, malah menunjukan sikap siap bertempurnya dengan memperbesar jumlah armada tempur di Irian.

Presiden Soekarno dalam rangka berkonfrontasi langsung dengan pihak Belanda lalu memutuskan membuat TRIKORA(Tri Komando Rakyat)  untuk mobilisasi seluruh rakyat Indonesia dalam upaya pembebasan Irian Barat. Trikora tersebut berisikan: Gagalkan pembentukan Negara Boneka Papua, Kibarkan sang merah putih di tanah Irian Barat, Bersiap untuk mobilisasi umum untuk mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air.

Armada tempur RI menjadi terkuat di bagian selatan dunia, membuat Amerika was was karena Indonesia mendapatkan persenjataan dari Uni Soviet yang merupakan musuh Amerika Serikat. Amerika Serikat yang sedang dipusingkan dengan masalah Vietnam akhirnya berusaha mendesak kedua belah pihak untuk berunding kembali dalam masalah Irian Barat.

Indonesia dan Belanda, atas desakan Amerika, akhirnya bertemu kembali di satu meja. Delegasi Indonesia dipimpin Adam Malik, sedangkan Belanda mengutus Dr. Jan Herman van Roijen. Diplomat AS, Ellsworth Bunker, bertindak sebagai penengah. Inti perundingan yang dikenal dengan nama Perjanjian New York ini adalah bahwa Belanda harus menyerahkan Papua bagian barat kepada Indonesia selambat-lambatnya tanggal 1 Mei 1963.

Selama proses pengalihan, wilayah tersebut akan dipegang sementara oleh United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) yang dibentuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Selain itu, Belanda juga harus menarik pasukannya dari Irian Barat. Sementara pasukan Indonesia diperbolehkan bertahan namun di bawah koordinasi UNTEA(Tirto, 15 Agustus 2017). Perjuangan dengan gaya konfrontatif tersebut telah berhasil membawa Irian Barat kembali ke pangkuan  Indonesia.

Sumber:

Bourbon Semoga situs ini bermanfaat bagi anda. salam hangat dari saya

0 Response to "Sejarah Pembebasan Irian Barat Oleh Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel