4 Momen Bersejarah Papua Freedom Dan Indonesia

4 Momen Bersejarah Papua Freedom Dan Indonesia – Indonesia dan Papua bagian barat memiliki sejarah yang sangat panjang hingga ke masa pra-kolonial. Namun, selama masa dan kondisi yang terkepung itu, kedua belah pihak tetap memiliki pola pikir yang sama.

4 Momen Bersejarah Papua Freedom Dan Indonesia

hariansejarah – Yaitu untuk mengusir kolonialisme dan memperoleh kebebasan. West Papua sendiri memiliki ikatan yang sangat besar dengan Indonesia, yang sebagian besar tertuang dalam empat momen sejarah yang disusun oleh Westpapuadiary ini.

1 . The Netherland New Guinea Or Nugini Belanda

Sama seperti Indonesia, Papua Nugini dan sekitarnya berada di bawah penjajahan Belanda atau Belanda. Belanda berada di puncak kekuasaan setelah mengambil alih kedaulatan Sultan Tidores pada tahun 1660. Namun, pada tahun 1793 Inggris juga menetap di Manokwari dan berusaha untuk menjajahnya.

Upaya itu gagal. Namun konflik antara kolonial barat masih berkecamuk. Jadi, pada tahun 1824 kedua belah pihak berbagi setengah dari Papua di sepatu mereka. Bagian barat nugini menjadi bagian dari Hindia Belanda. Selama waktu itu, banyak oposisi muncul karena penjajahan yang satu atas yang lain terus datang.

Baca Juga :  Lima Fakta Menarik Tentang Indonesia

Jerman juga berusaha untuk menetap di wilayah tersebut. Karena desakan dan konflik yang terus-menerus, Belanda juga menjangkau Fak Fak dan Manokwari untuk menghindari klaim Australia atas wilayah tersebut. Selama ini Westpapuadiary juga menyoroti bahwa kegiatan Belanda dibawa ke era sebelum perang. Saat itu, Papua Barat dan beberapa wilayah Papua lainnya merupakan bagian dari nugini Belanda.

2.  Kemerdekaan Indonesia dan Konflik Belanda

Ketika Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan setelah Jepang menyerah pada tahun 1945, Indonesia bagian timur masih berada di bawah pemerintahan Belanda. Termasuk Papua Barat yang menderita akibat penjajahan keras dari Belanda. Terlepas dari situasi dan kemerdekaan Indonesia, Belanda tidak ingin membebaskan Papua.

Pemerintah juga berupaya lebih untuk merebut hati dan dukungan masyarakat setempat dengan menyediakan pembangunan yang lebih baik di Irian. Tapi, nasionalis dan pemerintah Indonesia ingin membebaskan Papua dan memasukkan nugini sebagai bagian dari republik Indonesia. Konflik antara Indonesia dan Belanda sebagian besar pada perjuangan diplomatik dan bersenjata selama lebih dari empat tahun.

Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII) didirikan pada tahun 1946 di bawah pimpinan Silar Papare. Saat itu partai politik melawan pemerintah belanda. Westpapuadiary akhirnya menemukan titik terang karena pada Desember 1949, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Pada tahun 1949 diadakan Konferensi Meja Bundar (KMB).

Tapi sekali lagi, itu adalah ketidakjelasan. Belanda mengecualikan kedaulatan Indonesia atas Nugini Belanda. Dengan alasan perbedaan ras dan etnis, Belanda ingin Papua Barat berdiri sebagai negara individu. Kedua belah pihak tidak mau kalah, yang kemudian membawa masalah ini ke PBB atau PBB.

3. Irian Liberation Supreme Operation By Soekarno

Dalam konferensi di PBB, Menlu Belanda mengusulkan untuk menempatkan West Papua di bawah pemerintahan PBB. Namun, dewan menolak opsi tersebut. Usulan semacam itu kemudian menimbulkan konflik yang lebih besar yang berakhir dengan Soekarno membentuk Komando Operasi Tertinggi Pembebasan Irian (tahun 1961) atau yang dikenal dengan Operasi Mandala.

Operasi tersebut dipimpin oleh Suharto dan memulai tentara pembebasan pada tahun 1962. Westpapuadiary juga menemukan banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mencapai dan membebaskan Papua. Namun, kebanyakan dari mereka gagal karena perang gerilya lebih sulit di Papua secara geografis.

Kabar baiknya adalah bahwa mandala operasi 1962 tidak pernah terjadi sejak perjanjian New York dibuat. Kesepakatan pada 15 Agustus 1962, menyimpulkan bahwa Belanda akan memberikan Papua kepada UNTEA atau Otoritas Eksekutif Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa. Itu adalah organisasi di bawah sekretaris jenderal PBB untuk menyelesaikan konflik antara Indonesia dan Belanda.

Keputusan dan kesepakatan itu merupakan bagian dari sejarah besar Indonesia dan Papua Barat sejak memutuskan pembebasan wilayah tersebut. Perjanjian UNTEA menyatakan bahwa administrasi wilayah Papua akan diserahkan kepada Indonesia setelah 1 Mei 1963. Namun, sampai saat itu, penduduk setempat memiliki hak untuk memilih bergabung dengan Indonesia atau merdeka.

4. Pepera 1969

Di bawah pengawasan PBB, kekuatan de jure Indonesia di Papua dimulai. Sejak 1 Mei 1963, Papua telah sepenuhnya diserahkan kepada Indonesia. Namun, posisi pemerintah Papua Barat cukup kabur. Disebutkan pula bahwa pada September 1963, Iran barat dikenal sebagai wilayah karantina karena menyerahkan pemerintahan kepada Indonesia.

Westpapuadiary menyoroti PEPERA atau tindakan gerakan pilihan bebas pada tahun 1969 untuk memperkuat status wilayah tersebut. Di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengarah pada pernyataan yang jelas tentang di mana Papua berada.

Itu adalah masa di mana pria dan wanita Papua Barat memiliki hak untuk memilih kemerdekaan atau integrasi. Dan hasilnya menunjukkan secara aklamasi untuk integrasi dan wilayah tersebut dinamakan irian barat.

Sebagai salah satu wilayah Indonesia bagian timur, banyak orang yang tidak terlalu memperhatikan Papua. Namun, wilayah tersebut telah menjadi bagian dari Indonesia dan telah memerangi kolonialisme bersama Indonesia. Pembebasan Papua bagian barat merupakan bagian dari upaya gabungan dari pemerintah pusat dan irian daerah, yang menjadi momen manis bagi kedua belah pihak.