Sejarah Peradaban Candi Borobudur Indonesia

Sejarah Peradaban Candi Borobudur IndonesiaCandi borobudur merupakan salah satu tempat wisata dan destinasi yang sering banyak dikunjungi oleh orang baik dari warga lokal maupun turis. Selain, itu candi borobudur ini juga sering digunakan sebagai tempat ibadah oleh umat buddha.

Candi borobudur ini terletak di Borobudur, Magelang, Jawa tengah, Indonesia. Candi borobudur ini dibangun pada sekitar kurang lebih 770 Masehi dan selesai dibangun pada sekitar tahun 825 Masehi. Bangunan ini didirikan dengan posisi bersusun dan dilengkapi dengan stupa. Borobudur sendiri adalah candi terbesar atau kuil buddha terbesar di dunia. Candi borobudur sendiri ditetapkan sebagai sebagai Situs Warisan Dunia pada 1991 oleh UNESCO.

Bangunan keagamaan yang disebut dengan candi yang merujuk pada semua bangunan yang berasal dari masa Hindu-Buddha di Nusantara.. Untuk nama borobudur sendiri tidak diketahui secara pasti dan jelas asal nya dari mana. Tetapi, kala itu ada penulis buku yang menuliskan karyanya yang berjudul “Sejarah Pulau Jawa” karya Sir Thomas Stamford Raffles. Pada saat itu ia mengatakan bahwa nama borobudur sendiri diambil dari kata Bore-Budur yang kemudian ditulis menjadi borobudur untuk menyebut salah satu desa yang letaknya tidak jauh dari candi tersebut yaitu desa bore (Boro) kemudian untuk Budur sendiri ia mengatakan bahwa istilah Budur merupakan istilah yang berkaitan dengan Buddha yang jika diartikan dalam bahasa jawa berarti Purba atau bermakna. Banyak sekali teori teori yang berusaha untuk mencoba menjelaskan mengenai nama candi ini.

Sejarah Peradaban Candi Borobudur Indonesia

Sejarah Peradaban

Dalam pembangunan candi borobudur ini tidak diketahui pasti siapa yang membangun dan untuk apa tujuannya membangun candi tersebut. Diperkirakan candi borobudur sendiri dibangun pada tahun 800 masehi. Dalam pembangunan candi ini perlu membutuhkan waktu kirang lebih sekitar 75 – 100 Tahun lebih yang benar benar telah dirampungkan pada masa pemerintah raja Samaratungga. Tetapi, setelah rampung borobudur sempat tidak diurus dan terlantar berabad abad yang tidak kelihatan karena berada dibawah lapisan tanah dan debu vulkanik yang makin lama ditumbuhi pohon dan semak belukar atau rumput rumput yang menjalar sehingga borobudur kala itu benar benar menyerupai bukit. Alasan mengapa borobudur terlantar dan ditinggalkan hingga kini tidak ada yang tahu pasti apa penyebabnya. Kemudian borobudur kembali mengundang perhatian di tahun 1885 saat Yzerman, Ketua Warga Arkeologi di Yogyakarta, mendapati kaki tersembunyi. Setelah pemugaran, borobudur kembali menjadi pusat keagamaan dan ziarah agama buddha. Candi borobudur juga sering dijadikan obyek wisata dan destinasi.

Makna Bangunan

Borobudur merupakan suatu bangunan yang terdiri dari beberapa seni dan mahakarya yang mengandung makna dan arti yang bernilai. Borobudur merupakan sebuah stupa yang dilihat dari atas bentuk pola mandala besar. Pada dinding candi juga memiliki banyak relief relief dan ukiran yang memiliki makna.

Selain ukiran dan relief terdapat juga arca dalam pembangunan candi borobudur buddha ini. Candi borobudur memiliki bangunan yang sangat lias dan tinggi. Pembangunan candi borobudur juga diatur menyusun dan meningkat ke atas. Pengunjung yang menaiki candi borobudur diatas dapat secara langsung melihat pemandangan disekitarnya. Candi borobudur juga memiliki banyak ruang seperti pintu masuk dan kuar disetiap sisinya untuk memudahkan pengunjung dan umat budha yang beribadah. Dan juga dilengkapi dengan anak tangga untuk naik keatas. Dan memiliki beberapa patung dan arca didalamnya yang bermakna dalam setiap detailnya.