Perang Irak-Iran (1980-1988), Kekhawatiran Pasca Revolusi Iran

Prajurit Iran dengan masker gas di medan pertempuran. Foto: Wikipedia
Harian SejarahPerang Iran-Irak (1980-1988), merupakan konflik militer yang berkepanjangan antara Iran dan Irak pada 1980-an. Perang dilakukan secara terbuka pada 22 September 1980, ketika pasukan bersenjata Irak menginvasi Iran bagian barat di sepanjang.  Peperangan ini bermula ketika pasukan Irak menerobos perbatasan Iran pada 22 September 1980 akibat masalah perbatasan yang berlarut-larut antara kedua negara dan juga kekhawatiran Saddam Hussein atas perlawanan Syiah yang dibawa oleh Imam Khomeini dalam Revolusi Iran.

Irak mengklaim bahwa perang telah dimulai awal bulan itu, pada tanggal 4 September. Pertempuran itu berakhir pada 1988 dengan gencatan senjata, meskipun dimulainya kembali hubungan diplomatik dengan normal antar kedua negara, akan tetapi penarikan pasukan tidak terjadi sampai penandatanganan perjanjian perdamaian secara resmi pada 16 Agustus 1990.

Sengketa wilayah menjadi salah satu yang melatarbelakangi perang ini. Irak ingin menguasai wilayah perbatasan yang merupakan penghasil minyak Iran di Khuzestan, wilayah yang dihuni sebagian besar oleh etnis Arab di mana Irak berusaha untuk memperluas bentuk kedaulatan wilayahnya. Presiden Irak, Saddam Hussein ingin menegaskan kembali kedaulatan negaranya atas Shatt al-'Arab, yang berada di tepi sungai yang dibentuk oleh pertemuan Sungai Tigris dan Efrat. Secara historis wilayah tersebut merupakan perbatasan antara kedua negara.
Peta Peperangan Irak-Iran
Walaupun perang Iran-Irak yang dimulai dari tahun 1980-1988 merupakan perang yang terjadi di wilayah Teluk Persia, akar dari masalah ini sebenarnya sudah dimulai sejak lebih dari berabad-abad silam. Berlarut-larutnya permusuhan yang terjadi antara kerajaan Mesopotamia (terletak di lembah sungai Tigris-Eufrat, yang kini merupakan negara Irak modern) dengan kerajaan Persia atau negara Iran modern.

Pasukan Irak dalam pertempuran. Foto: weaponsandwarfare.com
Saddam juga prihatin atas upaya pemerintah revolusioner Islam Iran untuk menghasut pemberontakan di antara mayoritas Syiah Irak untuk memberontak terhadap pemerintahannya. Irak mengambil keuntungan dari perselisihan Iran dan Amerika Serikat yang didahului oleh penyitaan aset Kedutaan AS di Taheran oleh militan Iran serta demoralisasi dan pembubaran pasukan regular Iran yang semua merupakan buntut dari Politik Isolasi yang dilakukan oleh pemerintahan baru Iran.

Pada bulan September 1980 tentara Irak bergerak maju ke depan menuju Khuzestan, pergerakan pasukan Irakn membuat Iran terkejut. Pasukan Irak kemudian menguasai Kota Khorramshahr tetapi gagal untuk menguasai pusat penyulingan minyak dari Abadan, dan pada bulan Desember 1980 gerak maju pasukan Irak mengalami perlambatan sekitar 50-75 mil (80-120 km) dari Iran setelah mendapatkan perlawanan Iran yang tak terduga sepanjang perjalanan.

File:Army of the Guardians of the Islamic Revolution troop marching with gun and headband.jpeg
Pasukan Revolusi Islam Iran. Foto: BBC Fars
Iran kemudian melakukan serangan balik dengan mengerahkan milisi revolusioner yang memperkuat angkatan perang Iran. Serangan balasan ini membuat Irak untuk melepaskan beberapa wilayah yang sebelumnya dikuasai pada tahun 1981. Iran mendorong mundur pasukan Irak yang melintasi Sungai Karun dan kemudian merebut kembali Kota Khorramshahr pada tahun 1982.

Pada tahun berikutnya Irak secara bertahap menarik pasukannya dari seluruh wilayah pengepungan Iran. Kesepakatan perdamaian kemudian terjadi antara kedua belah negara dengan dilakukannya penukaran tawanan perang. Meskipun perdamaian sempat terjadi, Iran dibawah kepemimpinan Ruhullah Khomeini melahirkan permusuhan yang kuat terhadap pemimpin Irak, Saddam Husein.

Peperangan terus dilakukan oleh Iran untuk menggulingkan pemerintahan Saddam Husein. Meskipun demikian, pertahanan yang kuat dari pasukan Irak membuat pertempuran yang dilangsungkan oleh Iran cenderung statis yang hanya bergejolak di depan perbatasan masing-masing tanpa kemajuan berarti.

Serangan Iran
File:Children In iraq-iran war4.jpg
Tentara anak-anak Iran yang terlibar dalam Perang Irak-Iran. Foto: Sajed.ir
Iran kerap kali melancarkan serangan infanteri. Iran kemudian menggunakan gelombang serangan manusia yang terdiri dari pasukan bersenjatan dan anak-anak muda yang diberikan wajib militer. Fokus penyerangan Iran dilakukan menyasar militer Irak. Kedua negara tersebut kemudian terlibat dalam beberapa serangan udara dan rudal sporadis yang menyasar Ibukota masing-masing, pangkalan militer dan instalasi minyak. Pengiriman minyak menggunakan tanker tak luput dari serangan di Teluk Persia.

Kapasitas pengekspor minyak kedua negara itu sangat berkurang di berbagai kali karena serangan udara dan shutoffs pipa, dan pengurangan konsekuen dalam pendapatan pendapatan dan mata uang asing mereka membawa program ekonomi-pembangunan negara-negara 'untuk berhenti dekat.

Kegiatan ekspor minyak Iran dan Iran merosot tajam sepanjang peperangan yang terjadi. Serangan yang menyasar pipa-pipa, kilang minyak, dan pengangkutan minyak yang dilakuakn kedua negara membawa Irak dan Iran kepada keadaan ekonomi yang merosot tajam dan mengancam pembangunan nasional.

Pendanaan Perang
File:Me, Iraqi war tank.jpg
Tank T-62 Uni Soviet yang digunakan Irak dalam pertempuran di Provinsi Khuzestan. Foto: Flickr/Hamed Sabe
Peperangan yang terjadi antara Irak dan Iran mendapatkan sokongan dari negara-negara lain. Negara-negara seperti Arab Saudi dan Kuwait membiayai peperangan yang terjadi, serta secara diam-diam Amerika Serikat dan Uni Soviet terlibat dalam penadanaan perang dibalik Irak. Irak menerima beberapa senjata baru dari Uni Soviet. Irak memperoleh tank T-55 dan T-62, pelucur roket BM-21 (Organ Stalin), dan helikopter tempur Mi-24. Iran dalam melakukan peperangan disokong dana oleh sekutu utamanya, Suriah dan Libya.

Irak sepanjangan pertengahan tahun 1980-an menyerukan perdamaian, tetapi reputasi Irak di dunia Internasional terlanjur rusak setelah ditemukannya laporan penggunaan senjata kimia yang digunakan dalam peperangan Irak-Iran. Penggunaan senjata kimia juga dilakukan terhadap suku kurdi di Irak yang bersimpati terhadap Iran. Tercatata sekitar 5000 warga kurdi tewas dalam satu serangan yang dilakukan di sekitar desa Kurdia, Halabjah pada bulan Maret 1988.

Iran kemudian terpaksa menerima mediasi yang diajukan PBB setelahh perekonomian negaranya terus memburuk setalah sebelumnya menolak melakukan genjatan senjata.

Korban Perang Irak-Iran


Jumlah korban di kedua sisi tidak jelas; namun yang dapat diketahui bahwa terjadi pengerahan secara besar terhadap laki-laki yang berusia cukup untuk menjalani wajib militer. Perkiraan jumlah korban berkisar dari 1.000.000. Jumlah tewas di kedua belah pihak itu mungkin 500.000, dengan Iran menderita kerugian terbesar. Diperkirakan bahwa antara 50.000 dan 100.000 orang Kurdi terbunuh oleh pasukan Irak selama rangkaian kampanye militer yang diberi nama kode Anfal ("rampasan") yang berlangsung pada tahun 1988.

Pada bulan Agustus 1990, sementara Irak untuk menginvasi Kuwait. Iran dan Iran kemudian memulihkan hubungan diplomatiknya. Irak menyetujui persyaratan Iran untuk penyelesaian perang: penarikan pasukan Irak dari wilayah Iran yang diduduki, pembagian kedaulatan atas selat Shatt al-'Arab, dan pertukaran tawanan perang.
Tawanan Perang Irak. Foto: Britannica
Pertukaran tawanan terakhir antara kedua negara ini terjadi pada tahun 2003. Perang ini juga memiliki kemiripan seperti Perang Dunia I. Taktik yang digunakan seperti pertahanan parit, pos-pos pertahanan senapan mesin, serangan dengan bayonet, penggunaan kawat berduri, gelombang serangan manusia.

Penggunaan senjata kimia (seperti gas mustard) secara besar-besaran dilakukan oleh tentara Irak untuk membunuh pasukan Iran dan juga penduduk sipilnya, seperti yang dialami juga oleh warga suku Kurdi di utara Irak. 


Read More

Negara Utara dan Selatan, Persaingan Ekonomi Global

Pasca berakhirnya Perang Dingin yang ditandai dengan keruntuhan Uni Soviet pada tahun 1991. Konstelasi politik dinia yang sebelumnya terbagi atas Blok Barat yang berhaluan Liberalisme-Demokrasi dan Blok Barat yang berhaluan Sosialisme-Komunisme bisa dikatakan belum berakhir. Hal ini dikarenakan kekuatan komunis dunia belum runtuh secara keseluruhan, meskipun Uni Soviet sebagai pusat komunisme Dunia runtuh. Cina, Vietnam, Kuba, dan Korea Utara menjadi kekuatan komunisme yang tersisa di dunia, setelah demokratisasi yang melanda Eropa Timur dan Tengah.

Persaingan yang terjadi setelah perang ideologi dimenangkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya beralih dari politik dan militer menjadi pada ajang adu kekuatan ekonomi. Dunia kemudian terbagi atas beberapa kekuatan ekonomi yang kemudian dikenal dengan istilah dunia bagian Utara dan Selatan. Hal ini didasari dari kekuatan ekonomi suatu negara dan pengaruh suatu negara terhadap kekuatan ekonomi di Dunia. Polarisasi kekuatan ekonomi ini dibareng dengan terbentuknya organisasi-organisasi ekonomi di dunia.

Di Eropa terbentuk Masyarakat Ekonomi Eropa yang kemudian dikenal dengan sebutan Uni Eropa (1993), di Asia Pasifik kemudian terbentuk Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) tahun 1989 yang bertujuan untuk mengukuhkan pertumbuhan ekonomi, mempererat komunitas dan mendorong perdagangan bebas di seluruh kawasan Asia-Pasifik , dan kemudian organisasi kerja sama mulitilateral seperti North American Free Trade Agreement (NAFTA) pada tahun 1994 yang merupakan organisasi kerja sama AS, Kanada, dan Mexico.

Negara-negara dunia ketiga yang sebelumnya pada perang dingin bersikap netral menghadapi kekuatan politik blok barat dan timur kemudian mereorganisasi dan berubah haluan menjadi berfokus pada pembangunan manusia dan ekonomi. Di Asia Tenggara kemudian dipelopori oleh Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina kemudian membentuk organisasi kerja sama Asia Tenggara yang dikenal dengan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) pada 8 Agustus 1967. 


Negara Utara dan Selatan



  • Negara- negara bagian utara disebut juga dengan negara-negara maju. Negara maju berarti negara yang berpedapatan perkapita tingg, menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata.
  • Negara-negara bagian selatan atau disebut juga sebagai negara berkembang adalah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang kurang dibandingkan dengan norma global.
Pengecualian terjadi untuk Australia dan Selandia baru. Meskipun letaknya di Selatan, tapi keduanya tergolong negara maju.

DAFTAR NEGARA UTARA DAN NEGARA SELATAN


Negara utara dan selatan dibatasi dengan garis hitam, terkecuali Australia dan Selandia baru yang letaknya di selatan, tetapi tergolong negara maju.

Negara Utara (Ekonomi Maju)



  • Anggota Uni Eropa: Austria, Jerman, Belanda, Belgia, Yunani, Portugal, Denmark, Irlandia, Spanyol, Finlandia, Italia, Swedia, Prancis, Luxemburg, dan Inggris
  • Negara non-UE: Andorra, Norwegia, Islandia, San Marino, Liechtenstein, Swiss, Monaco, Vatikan
  • Negara bukan Eropa: Australia, Jepang, Kanada, Selandia Baru, Korea Selatan, Singapura, Hongkong, Taiwan, Israel, dan Amerika Serikat

Negara Selatan (Ekonomi Berkembang)


  • Benua Asia : Kazakstan, Uzbekistan, Arab, Irak, Iran, Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Brunei Darussalam, Bangladesh, India, Nepal, Srilanka, Laos, Vietnam, Kamboja, Taiwan,
  • Benua Afrika : Kongo, Madagascar, Mesir, Kamerun, Zimbabwe, Afrika Selatan, Moroko, Sudan.
  • Benua Amerika : Brazil, Ecuador, Argentina.

Hubungan Utara dan Selatan

Hubungan yang terjalin antara negara-negara utara dan negara-negara berkembang terutama di bidang ekonomi. Bentuk hubungannya berupa kerjasama kedua negara utara dan selatan. Negara utara akan menanamkan modalnya dalam bentuk investasi atau bantuan modal ke negara selatan. Negara utara kemudian akan mendirikann perusahaan-perusahaan asing. Nantinya keuntungan akan diterima kedua pihak. Negara penerima modal akan menerima keuntungan berupa penarikan pajak, pembangunan dan pembagian keuntungan. Sedangkan negara pemberi modal akan terpenuhi kebutuhan nasionalnya.

Negara utara sangat maju dibidang teknologi, namun minim sumber daya alam. Sedangkan kondisi negara berkembang terjadi sebaliknya, yaitu sumber daya alam yang melimpah, namun teknologi minim. Negara utara membutuhkan negara selatan sebagai pemasok sumber daya ekstraktif. Biasanya negara utara mengimpor bahan mentah dari negara selatan, kemudian di olah menjadi barang jadi. Setelah itu dijual kembali di negara selatan atau untuk pemenuhan kebutuhan nasionalnya.

Pemberian modal pinjaman merupakan bentuk kerja sama negara utara dan selatan dalam bentuk moneter. Pinjaman modal diberikan oleh negara selatan untuk membantu meningkatkan perekonomian dalam negeri. Sistem kredit pembayarannya bisa berupa suku bunga, transfer surplus dan kapital. Pinjaman modal inilah yang menyebabkan perekonomian negara selatan cenderung rawan. Kerawanan ini disebabkan karena modal dan kekuatan ekonomi yang menopang perekonomian cenderung berasal dari luar sehingga jika terjadi intervensi sekecil apapun terhadap negara penerima modal akan mengakibatkan guncangan baik ekonomi maupun politik dalam negeri.

Kerja sama yang lainnya biasanya dilakukan berbentuk transfer teknologi, baik teknologi pangan, komunikasi ataupun militer. Negara selatan yang tidak ingin terus bergantung kepada negara utara akan menekan kontrak transfer teknologi dalam jangan kontrak berlangsung. Dan negara utara akan mempersiapkan tenaga ahli secara bertahap dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswanya untuk berlajar ke negara-negara berteknologi maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan Rusia.

Sifat Hubungan Utara dan Selatan

Pengambilan sumber daya ekstraktif milik negara selatan oleh negara utara bersifat ekspolitatif. Negara utara terus berusaha memaksimalkan pengambilan sumber daya milik negara selatan untuk memenuhi kebutuhannya. Sering yang terjadi, kerjasama yang dibuat lebih menguntungkan negara utara dari pada seimbang. Misalnya kerjasama Indonesia-Amerika dalam PT. Freeport Indonesia. Semula kerjasama ini adalah pengambilan batu bara oleh Amerika di daerah Papua. Pada kenyataanya ketika diadakan inspeksi, yang diambil oleh Amerika bukan hanya batu bara, melainkan emas dan hal itu sudah terjadi berpuluh-puluh tahun tanpa ada penanggulangan apapun.


Tenaga kerja buruh di negara selatan juga tereksploitasi oleh negara utara. Pendirian pabrik industri negara utara di negara selatan menyerap tenaga kerja lokal yang jumlahnya sangat banyak. Namun, pemberian upah minim dengan waktu kerja yang sangat lama membuat hal ini termasuk pengekploitasian tenaga kerja. Eksploitasi tenaga kerja di negara selatan semakin meningkat karena upah butuh yang rendah menyebabkan lebih banyak lagi perusahaan negara utara yang ingin menanamkan modalnya di negara selatan.

Pemberian kredit modal oleh negara utara kepada negara selatan hanya membuat ketergantungan yang tidak sehat terhadap negara utara. Dengan ketergantungan tersebut membuat negara selatan cenderung stagnan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi serta rawan terhadap stabilitas nasional. Indonesia pernah mengalami kehancuran ekonomi yang disebabkan oleh krisis moneter pada tahun 1998 yang salah satunya disebabkan penarikan investasi besar-besaran karena krisis ekonomi yang melanda Asia. Krisis moneter 1998 tersebut kemudian mengacaukan stabilitas ekonomi dan keamanan negara yang berujung pada anjloknya perkonomian Indonesia yang ditopang oleh modal dari luar negeri.
Read More

Perkembangan Islam di Indonesia: Antara Negara dan Reformasi


Perkembangan Islam di Indonesia dapat kita secara menyeluruh dalam sejarah nasional Indonesia. Islam datang ke Nusantara dibawa oleh pedagang-pedagang Muslim dari Gujarat, Arab, Persia, dan Cina serta melakukan infilitrasi sejak abad ke-7-15 M dan terus berkembang serta eksis di Nusantara, khususnya di Pulau Jawa sejak abad ke-17 M. Masuknya Islam di Nusantara yang menjadi cikal bakal Indonesia saat ini melalui beberapa saluran seperti perdagangan, perkawinan, tasawuf, dan bahkan dalam perkembangannya Islam di Indonesia memperluas hegemoninya melalui peperangan guna memperluas kekuasaan politik kerajaan-kerajaan Islam. 

Ekspansi kemudian dilakukan kepada kerajaan Islam lainnya atau kepada kerajaan Hindu atau Buddha yang tersisa di Nusantara, seperti Kesultanan Banten yang meruntuhkan sisa-sisa Kerajaan Padjajaran atau Kesultanan Demak yang mengekspansi Kerajaan Majapahit. Islam juga tumbuh selaras dengan kebudayaan di Indonesia, selama melakukan infilitrasi di Nusantara. Infiltrasi dilakukan dengan menggunakan perpaduan budaya, berbeda dengan Islamisasi di wilayah Timur Tengah yang cenderung menggerus kebudayaan lama. 

Islam di Indonesia mengubah kebudayaan yang ada agar selaras dengan nilai-nilai Islam, Sunan Bonang dan Kalijaga menggunakan wayang sebagai media penyebaran dakwah Islam untuk menarik simpati masyarakat Jawa pada saat itu. Penyebaran Islam dilakukan dengan tidak mengubah dominan nilai yang ada di masyarakat, para pendakwah seperti Wali Songo melakukan penyebaran Islam kepada masyarakat seolah-olah Islam adalah bagian dari masyarakat Jawa.

Di era Indonesia Modern, Islam tumbuh dan berkembang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia, selain sebagai agama terbesar yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, Islam juga menjadi bagian dari identitas politik dan perjuangan. Selain sebagai identitas politik, Islam pun khususnya di Jawa terbagi menjadi beberapa golongan kelas sosial, menurut Clifford Geertz dalam Agama Jawa: abangan, santri, priyayi dalam kebudayaan Jawa, mengungkapkan tentang adanya trikotom kelompok-kelompok Islam di Jawa yang terbagi atas abangan, santri dan priyayi. Pengelompokan ini ternyata telah mempengaruhi banyak orang dalam melakukan analisis baik tentang hubungan antara agama dan budaya, ataupun hubungan antara agama dan politik.

Orang abangan berangapan bahwa pengamalan ajaran Islam berintikan sebagai ajaran kemanusiaan yang berfokus pada bagaimana menerapkan Islam dalam kehidupan sehari-hari dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam secara parsial. Orang abangan tidak menjalankan ajaran Islam dengan sepenuhnya, semisalnya dalam sudut peribadatan, hal ini dikarenakan masih tercampurnya ajaran Islam dengan kebudayaan Hindu-Buddha yang melekat dalam kebudayaan masyarakat Jawa, orang abangan ini yang dikenal menjalankan ajaran Islam Kejawen. 

Ajaran Islam Kejawen ini salah satunya begitu melekat dalam kehidupan Islam di Keraton Yogyakarta dan Surakarta yang menjalankan ajaran Islam, namun masih mempercayai mitologi jawa kuno seperti, bahwa “seorang raja berkerabat dengan Nyi Roro Kidul.” Berbeda dengan abangan, santri dan priyayi merupakan kelompok Islam yang menjalankan agama sebagai bagian dari kehidupan, kelompok santri akan tumbuh disekolah-sekolah agama yang disebut “pesantren” dan cenderung konservatif, sedangkan golongan priyayi merupakan kelompok Islam yang berasal dari golongan bangsawan yang pada era Pemerintahan Hindia Belanda mendapatkan pendidikan barat dan cenderung berpandangan reformis dan moderat dalam menjalankan kehidupan beragama. Namun meski demikian. 

Golongan santri menyebut bahwa orang-orang barat sebagai orang kafir yang ingin melakukan kristenisasi terhadap abangan dan berusaha untuk melakukan pencegahan, meskipun disisi lain abangan mendapatkan sentimentasi sebagai orang-orang musyrik dari kelompok santri. Hingga pada akhirnya antara santri, abangan, dan priyayi menyatukan kekuatan untuk melakukan perlawanan terhadap kolonialisme yang dilakukan oleh bangsa barat, terlepas dari agama persatuan tersebut lebih dapat dilihat sebagai semangat nasionalisme membebaskan tanah Jawa dari monopolisme dan kolonialisme terhadap perekonomian dan politik. 

Hal ini hampir dapat dikatakan mirip seperti perlawanan kaum paderi dan kaum adat yang sebelumnya terlibat konflik atas pandangan agama namun akhirnya menyatukan kekuatan untuk melawan Belanda yang berusaha melakukan politik devide et impera dan pax netherlandica terhadap Minangkabau.

Pada abad ke 20, perlawanan bangsa Indonesia tidak hanya dalam bentuk perlawanan militer dan politik, tetapi meluas ke dalam hampir semua bidang kehidupan seperti politik, ekonomi dan sosial. Pada masa ini muncul sejumlah organisasi Islam moderen yang menerapkan prinsip pengetahuan rasional dan memanfaatkan perkembangan teknologi. 

K.H Abdul Wahid Hasyim
Jika pada masa sebelumnya banyak digunakan jimat-jimat kekebalan untuk melawan Belanda, sementara teknologi dianggap sebagai produk kafir yang harus dihindari; maka pada abad ke 20 metode atau cara-cara Barat yang tidak bertentangan dengan Syariat Islam banyak dimanfaatkan. Salah satunya pengenaan celana dan jas yang pada kurun waktu 1900-1945 dianggap sebagai simbol dari kafir barat, namun akhirnya banyak digunakan oleh orang-orang Islam yang menganggap sebagai keterbukaan Islam dalam menerima kebudayaan, salah satu pelopor penggunaan jas dan celana pada masa pergerakan nasional adalah K.H Wahid Hasyim yang merupakan anak dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), K.H Hasyim Ashari.

Organisasi-organisasi Islam pada kurun waktu 1900-1945 juga mempengaruhi khasanah perkembangan Islam di Indonesia. Dimulai dari organisasi Islam yang bersifat politik seperti Sarekat Islam, Masyumi, Partai Nahdlatul Ulama (NU) dan organisasi Islam yang mengedepankan pendidikan sebagai persiapan mempersiapkan kemerdekaan seperti Muhammadiyah.

Pada dekade 1950-an terdapat tokoh-tokoh Islam yang terlibat langsung dalam pemerintahan Republik Indonesia yang pada era tersebut memberlakukan demokrasi Liberal. Natsir yang merupakan petinggi Masyumi mengawali kabinet Demokrasi Liberal menjadi Perdana Menteri dari 6 September 1950 - 21 Maret 1951 dan berperang dengan mengeluarkan "mosi integral" yang merupakan sebuah hasil keputusan parlemen mengenai bersatunya kembalinya sistem pemerintahan Indonesia dalam sebuah kesatuan. Syafrudin Prawiranegara, seorang tokoh Masyumi lainnya, berperan dalam mengatasi persoalan moneter Indonesia pasca revolusi dengan kebijakan "Gunting Syafrudin." Burhanudin Harahap berperan meletakkan dasar-dasar pemilu yang demokratis yang menjadi acuan dilaksanakannya pemilu tahun 1955.

Islam Pada Masa Orde Baru dan Reformasi

Pada tahun 1971, tepatnya setelah pemilu tahun 1971. Pemerintah Orde Baru mengeluarkan kebijakan fusi partai politik untuk menyederhanakan peta perpolitikan di Indonesia. Partai-partai yang di fusi berkelompok menjadi tiga kelompok yang terdiri dari golongan nasionalis dan golongan Islam, serta satu golongan karya. Partai-partai yang dilakukan fusi ini berkembang berdasarkan program kerja dan berusaha untuk diarahkan tidak terbawa oleh ideologi partai. 
  1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan fusi dari NU, Parmusi, PSII, dan Partai Islam Perti yang dilakukan pada tanggal 5 Januari 1973 (kelompok partai politik Islam.)
  2. Partai Demokrasi Indonesia (PDI), merupakan fusi dari PNI, Partai Katolik, Partai Murba, IPKI, dan Parkindo (kelompok partai politik yang bersifat nasionalis.
  3. Golongan Karya (Golkar).

Hal ini mengakibatkan pergeseran politik partai Islam yang cenderung untuk berpolitik berdasarkan perebutan kekuasaan di legislatif.

Selain melakukan fusi yang meleburkan kekuatan-kekuatan politik partai-partai, pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan pemeurnian ajaran Pancasila dan pemberlakuan asa tunggal Pancasila yang mengakibatkan seluruh kekuatan partai politik haruslah berdasarkan ideologi Pancasila dalam berpolitik dan menjalankan pendidikan politik kepada kader dan masyarakat, memang Pancasila tidak bertentangan dengan Ideologi Islam. 

Ketetapan ini  tercantum pada UU No. 3 tahun 1985 tentang ditetapkannya Pancasila sebagai asas Partai Politik. Tidak lama setelah dikeluarkannya UU No. 3 tahun 1985, Orde Baru kembali mengeluarkan kebijakan mengenai Pancasila sebagai asas tunggal untuk organisasi-organisasi kemasyarakatan melalui UU No. 8 tahun 1985. Organisasi masyarakat diberi waktu dua tahun untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asas.

Mengenai asa tunggal Pancasila, tidak banyak dari golongan Islam memprotes terhadap kebijakan ini, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama yang menyatakan Ideologi Pancasia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Hal ini sesuai dengan ketetapan Muktamar NU 1984 yang menyatakan bahwa Pancasila dan NKRI Sudah Final karena sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Pada masa Reformasi yang mengakhiri kekuasaan Orde Baru pada tahun 1998. Ketetapan mengenai asa tunggal Pancasila dicabut. Hal ini mengakibatkan seluruh kekuatan politik Islam dapat mengekspresikan Ideologi Islam dan aliran-aliran lainnya selama tidak bertentangan dengan Ideologi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan kebebasan berpolitik yang terjadi di masa Reformasi, membuat bebas masuknya ideologi-ideologi dari luar, termasuk ideologi Islam yang memiliki aliran-aliran yang telah berkembang di luar negeri. 

Pada masa reformasi pula Ideologi yang bersifat fundamentalis dan konservatif serta ideologi yang bersifat ekstrimis menampakan diri dalam perpolitikan yang dilakukan oleh golongan Islam, hal ini karena NU dan Muhammadiyah tidak lagi menjadi dwi-tunggal yang mengundang perhatian banyak pengamat asing. Selain NU dan Muhammadiyah, realitasnya, ada banyak organisasi massa Islam di Indonesia, misalnya Persis atau Perti, namun memang tidak sebesar dua organisasi sebelumnya.

Salah satunya muncul organisasi Front Pembela Islam yang dikenal cukup konservatif yang bertujuan untuk mendirikan Negara Indonesia berlandaskan syariat Islam. Dan muncul organisasi-organisasi Islam yang lainnya yang tergabung dalam organisasi masyarakat (ORMAS). Meskipun hanya berupa ORMAS, hal ini lah yang cenderung dapat merubah konstelasi politik hinga ke lapisan bawah masyarakat tentang perpolitikan Islam dan seluruh aspek kehidupan umat Islam Indonesia.

Partai-partai Islam pun kembali bermunculan, diantaranya adalah PPP, PBB, Partai Keadilan, Partai Persatuan, Masyumi, Partai Kebangkitan Umat (PKU), Partai Abud Yatama (PAY), PSII-1905, PNU dan Partai Cinta Damai (PCD), serta PKB, PAN, Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia (SUNI). Partai Politik Islam ini berusahan untuk merebut kekuasaan politik di DPR dan MPR, bahkan berkoalisi baik dengan partai Islam ataupun nasionalis untuk merebut kursi Lembaga Kepresidenan. 

Meskipun partai-partai Islam ini tidak meraih suara terbesar, namun koalisi mereka menjadi Poros Tengah yang dapat menghalangi tampilnya aliran dan kelompok Politikus nasionalis dan koalisinya serta memunculkan beberapa tokoh utama pada posisi-posisi strategis di lembaga eksekutif dan legistatif. Seperti Amin Rais sebagai ketua DPR-RI dari PAN dan Gus Dur sebagai Presiden dari PKB yang merupakan partai bentukan NU. Terorisme juga menjadi bagian yang mewarnai sejarah kontemporer Indonesia selama masa reformasi. 

Aksi-aksi terorisme ini melekat dengan kehidupan umat Islam di Indonesia karena pelaku-pelaku tindak terorisme yang berlaku sebagai oknum membawa Ideologi-ideologi kekerasan yang mereka klaim berlandaskan ideologi Islam. Ideologi-ideologi inilah yang disinyalir masuk ke Indonesia dari negara-negara Timur Tengah yang mengalami konflik berkepanjangan. Peristiwa-perista tindak terorisme yang membawa Islam sebagai landasan tindakannya membuat resah kehidupan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Islam di Indonesia yang dikenal sebagai Islam yang reformis dan moderat tercoreng dengan tindakan-tindakan terorisme yang mengatasnamakan umat Islam Indonesia.


Peristiwa Bom Bali 1 (2002), Bom Hotel JW Marriott (2003), Bom Kedubes Australia (2004), Bom Bali 2 (2005), Bom Hotel JW Mariott dan Ritz-Carlton (2009), Bom Mapolresta Cirebon (2011), dan Bom Plaza Sarinah (2016), serta Bom Thamrin (2016) menjadi bukti bahwa kehidupan Islam Indonesia yang moderat tengah dirusak oleh Ideolog-Ideologi luar yang ingin mengarahkan Indonesia terlibat konflik Arab Spring yang tengah terjadi di negara-negara Teluk. Namun sepertia apa yang kita lihat bahwa perkembangan Ideologi semacam ini memang tidak berkembang pesat oleh karena Ideologi Islam Indonesia yang cenderung mengedepankan sifat moderat, luhur, dan reformis sehingga tidak terjerumus terhadap ideologi-ideologi praktis yang membawa Islam sebagai tujuan perjuangannya seperti, Wahabi dan Khawarij.

Meskipun demikian, kita tidak dapat membiarkan perkembangana ideologi semacam ini berkembang. Hal ini harus kita lakukan melihat perkembangan ideologi tersebut yang tengah melakukan kaderisasi terhadap pemuda-pemuda Indonesia yang secara usia mudah untuk dilakukan dogmatisasi. Dogmatisasi ini biasanya dilakukan dalam pengkaderan-pengkaderan yang dilakukan pada organisasi-organisasi Islam tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA, hingga Perguruan Tinggi (PT).

Daftar Pustaka

  • Geertz Clifford. 2013. Agama Jawa : Abangan, Santri, Priyayi Dalam Kebudayaan Jawa. Depok, Indonesia: Komunitas Bambu
  • Kartodirdjo Sartono. 1987. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900. Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama
  • Ricklefs M.C. 2005. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta, Indonesia: Gadjah Mada University Press
  • Mujilan, Kaelany. 2016. Materi Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Agama Islam. Depok, Indonesia: Gadjah Mada University Press
  • Tjandrasasmita Uka. 2009. Arkeologi Islam Nusantara.  Jakarta, Indonesia: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
  • Tim Tempo. 2016. Seri Tempo Tokoh Islam Awal Kemerdekaan: Wahid Hasyim. Jakarta, Indonesia: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
  • Poesponegoro Djoened Marwati, Notosusanto Nugroho, dkk, dkk. 2008. Sejarah Nasional Indonesia II (Edisi Pemutkhiran). Jakarta, Indonesia: Balai Pustaka
  • Poesponegoro Djoened Marwati, Notosusanto Nugroho, dkk. 2008. Nasional Indonesia III (Edisi Pemutkhiran). Jakarta, Indonesia: Balai Pustaka
  • Frederick H. William dan Soeroto Soeri. 1984. Pemahaman Sejarah Indonesia. Indonesia: LP3ES
" Artikel ini merupakan tugas LTM yang saya buat sebagai tugas di FIB, Universitas Indonesia. Anda bisa mendapatkannya dalam bentuk file (PDF). [Klik] "


Read More

Perang Teluk II, Perselisihan yang Panas Irak dan Kuwait

Tentara Irak menggunakan Tank Tempur T-72M yang digunakan pada Perang Teluk II saat menginvasi Kuwait dan menghadapi pasukan NATO dan Koalisi PBB. Foto: www.navy.mil
Perang Teluk I (1990-1991) atau yang dikenal dengan Gulf War, merupakan peperangan yang melibatkan Irak melawan Kuwait berserta koalisi pasukan PBB dan Nato. Perang tersebu berawal saat pasukan Irak menyerbu Kuwait pada 2 Agustus 1990 dipicu oleh klaim Irak yang menyatakan bahwa negeri tersebut dahulu merupakan salah satu wilayah Irak. Belakangan diketahui bahwa perang itu sebenarnya adalah usaha Irak untuk tidak membayar utangnya kepada Kuwait.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e0/DesertStormMap_v2.svg/1500px-DesertStormMap_v2.svg.png
Peta Konsep Perang Teluk II. Foto: Wikimedia
Sehari kemudian pada 3 Agustus 1990, Dewan Keamanan PBB mengultimatum Iraak untuk menghentikan penyerbuannya ke Kuwait. Tanggal 6 Agustus PBB mengambil langkah lebih keras yakni melakukan embargo kepada Irak agar negeri pimpinan Saddam Husein menarik pasukannya dari Kuwait. Irak pun berang, malahan pada 8 Agustus ereka secara resmi menyatakan telah menganeksasi Kuwait dalam kuasanya.
Pasukan Amerika Serikat pada Pertempuran Irak dan Kuwait. Foto: historyguy.com
Upaya Irak menguasai Kuwait membuat Arab Saudi buru-buru menghubungi pasukan Amerika Serikat dan NATO untuk melakukan langkah keras menyerbu Irak agar berhenti menguasai Kuwait. Beberapa negara teluk lain seperti Mesir yang lain juga bergabung untuk menghentikan langkah Irak. Operasi Desert Shield merupakan hasilnya, tercatat sebagai ladang tempur pasukan sekutu Amerika Serikat-Arab melawan 300.000 tentara Irak di Kuwait.

Akhir November, tepatnya tanggal 29 merupakan saat pasukan PBB mengancam turun tangan melawan Irak apabila tidak meninggalkan tanah Kuwait hingga 15 Januari 1991. Jumlah pasukan Amerika Serikat-NATO-Arab untuk melawan Irak sudah terkumpul 700.000 personil dan siap menggempur Irak. Saddam Husein masih keras kepala, ia tidak takut dan malah makin berkoar-koar bahwa wilayah Kuwait memang seharusnya milik Irak.

Meskipun tidak ada data resmi mengenai jumlah pasukan Irak di Kuwait, namun beberapa sumber menyatakan bahwa Irak menggelontorkan hingga lebih dari 600.000 tentara. Korban tewas dilansir mencapai 100.000 jiwa di sisi Irak, namun pasukan sekutu hanya kehilangan 300 nyawa di Kuwait.

Gempuran pasukan koalisi melawan Irak dimulai pada 16-17 Januari 1991. Mereka membombardir wilayah Irak dari udara dalam Operasi Desert Storm. Operasi tersebut menyasar sistem komunikasi Irak, bangunan pemerintah, gudang senjata, kilang minyak dan bahkan memutus akses jalan di seluruh Irak.
Pesawat F-14 AS menghancurkan sumur-sumur minyak Kuwait untuk memukul mundur pasukan Irak.  Foto: Britannica.com
Pertengahan Februari pasukan sekutu mulai mengalihkan serangan mereka melalui jalur darat di wilayah Irak dan Kuwait. Operasi Desert Sabre kemudian dilancarkan melalui wilayah darat Saudi pada 24 Februari 1991 dan berhasil merebut Kuwait tiga hari berikutnya. Bukan hanya merebut Kuwait, mereka juga berhasil memukul mundur pasukan elit Irak dan menghancurkan gudang senjata. 28 Februari tercatat sebagai hari dimana pasukan Irak secara resmi meninggalkan Kuwait.

Irak terpaksa mengakui kedaulatan Kuwait dalam perjanjian mereka dengan pasukan sekutu serta melucuti semua senjata pemusnah massal dalam jangkauan hingga 150 km. Sanksi ekonomi berupa embargo juga menyiksa rakyat Irak. Pemberontakan yang meluas yang disponsori pasukan Kurdi dan Syiah di wilayah selatan dan dibalas dengan gempuran besar-besaran oleh Saddam Husein. Aksi keras Saddam Husein dibalas dengan pelarangan pasukan udara Irak oleh PBB.

Operasi Desert Fox kemudian dilancarkan sebagai usaha menetralkan pasukan udara Irak. Operasi ini dilaksanakan hingga tahun 2002 hingga akhirnya Amerika Serikat mengusulkan resolusi PBB yang berisi inspeksi senjata besar-besaran milik Irak. Maret 2003 merupakan saat dimana Amerika Serikat dan Inggris mulai menurunkan pasukannya di perbatasan Irak sebagai upayya untuk melengserkan Saddam Husein dari kepemimpinan Irak.


PBB menganggap penurunan pasukan Amerika Serikat dan Inggris di Irak ini sudah berlebihan dan tidak mendukung aksi ini. Saddam Husein tetap tidak gentar dengan perlakuan kedua negara ini hingga Irak digempur habis-habisan selama 48 jam nonstop. Penggempuran ini sebagai penindaklanjutan agar Saddam Husein turun kuasa. 20 Maret 2003 merupakan saat dimana Saddam Husein terpaksa turun dari jabatan kepemimpinan Irak serta menutup kisah Perang Irak.
Read More

Film Janur Kuning : Serangan Umum 1 Maret 1949 (1979)


Sutradara: Alam Surawidjaja

Tanggal rilis: 1979 (Indonesia)

Produser: Abbas Wiranatakusuma

Skenario: Arto Hady, Syafnizal Durab

Durasi: 2:28:30

Nominasi: Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik

Sinopsis: 

Film Janur Kuning di buat untuk mengenang mereka yang telah tiada semasa perjuangan merebut kembali kemerdekaan Republik Indonesia. Film Perjuangan yang saat ini sudah sangat susah sekali untuk di temui di TV.

Jenderal Sudirman (Deddy Soetomo) meski dalam kondisi sakit dan ditandu namun ia masih memimpin perang gerilya. Jenderal Sudirman meragukan perjalanannya ke Jogya karena kuatir perjanjian Roem Royen akan sama dengan perjanjian-perjanjian sebelumnya. Namun Letnan Suharto(Kaharuddin Syah) meyakinkan Jenderal Sudirman untuk memasuki kota Jogya karena Belanda telah kalah perang. Apalagi Presiden dan wakil presiden telah kembali ke Jogya hanya tinggal TNI yang belum kembali ke Jogya. Kalau Jenderal Sudirman menolak kembali Ke Jogya maka pemerintahan akan timpang dan tidak berjalan. Akhirnya Jenderal Sudirman luluh dan mau dibawa ke Jogya dengan ditandu.

Dalam upacara ketika memeriksa barisan prajurit TNI, Jenderal Sudirman menghampiri seorang prajurit gagah berani benama Komarudin. Komarudin meminta maaf pada Jenderal Sudirman karena ia pernah melakukan kesalahan dalam menghitung hari, namun sebagai seorang prajurit yang gagah berani, ia dianggap tidak bersalah oleh Jenderal Sudirman. Dalam pidatonya Jenderal sudirman menekankan kalau kita adalah cinta damai namun lebih cinta Kemerdekaan dari Belanda yang telah membuat persatuan dan kesatuan Indonesia bercerai berai. Dalam kondisi sakit Jenderal Sudirman tidak bisa tenang, ia tidak habis piker kenapa Belanda membatalkan perjanjian Renville. Sementara Jenderal Sudirman kalau boleh memilih ia akan mati di medan perang di bandingkan ia harus mati di tempat tidur.

****

Di kediamannya Istri Suharto, Siti Hartinah yang sedang hamil tua memiliki perasaan yang tidak enak. Ia menanyakan apakah latihan perangnya jadi atau tidak.  Namun Suharto meyakinkan kalau perasaan itu adalah bawaan bayi.

Sementara itu rakyat Jogya di kejutkan dengan suara raungan kapal terbang di atas langit Jogya. Termasuk juga dengan Sri Sultan Hamengku Buwono dan Suharto yang di buat kaget. Pada awalnya penduduk mengira kalau itu adalah latihan perang, namun Suharto segera tanggap dan meminta istrinya untuk menyiapkan perlengkapan. Suharto segera mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya ia mengambil kesimpulan kalau Belanda ingin merebut lapangan terbang Maguwo.

Suharto memerintahkan untuk menyiarkan melalui RRI Jogya dengan poin-poin sebagai berikut :  Kita telah di serang, Pada tanggal 19 Desember 1948 Angkatan Perang Belanda menyerang Kota Jogyakarta dan lapangan terbang Maguwo(lebih di kenal dengan Agresi Militer Belanda 2), Angkatan Perang Belanda telah membatalkan persetujuan gencatan senjata dan terakhir Semua angkatan perang menjalankan rencana yang telah diadakan u ntuk menghadapi serangan Belanda. Suharto pun berharap agar Pasukan Siliwangi turut berjuang untuk mempertahankan ibukota Republik Indonesia ini. (Jogya kala itu, skg Ibukota Indonesia adalah Jakarta). Namun sayang sekali Pasukan Siliwangi telah ditarik kembali ke Jawa Barat.

Akhirnya terjawab sudah oleh Suharto, perasaan tidak enak yang di alami oleh istrinya adalah karena Ibukota akan di serang. Akhirnya Istri Suharto disuruh untuk mengungsi, sementara itu Jenderal Sudirman disinyalir sudah keluar dari istana Jogyakarta. Sedangkan Suharto menyuruh anak buahnya untuk membakar markas setelah dokumen-dokumen penting telah ia singkirkan.

Baku tembak antara pasukan TNI dengan Belanda pun terjadi. Belanda bergerak memasuki ibukota. Demi perjuangan, maka Jenderal Sudirman untuk sementara waktu di suruh menyingkir dari Jogya. Sedangkan Suharto mencoba memberi perlawanan terhadap Belanda. Jenderal Sudirman tidak mengira kalau Belanda menyerang Belanda dari Maguwo. AKhirnya demi perjuangan, Jenderal Sudirman pun menyingkir dari Jogya. Rakyat pun di buat kalang kabut akibat pendudukan Belanda di Ibukota Jogyakarta. Sementara dari pihak Indonesia jatuh banyak korban dari para pejuang. Pos Pertolongan pun terpaksa di didirikan di pinggiran kota karena kuatir Belanda akan segera memasuki kota. Yang menonjol, Di Indonesia memiliki prajurit yang gagah berani bernama Komarudin. Ia menantang Belanda dengan dadanya.

Belanda berhasil menduduki kota Jogya. Untuk mengamankan jika terjadi keadaan yang darurat, Presiden Sukarno kekuasaan kepada  menteri kemakmuran untuk membentuk pemerintahan di Sumatera Barat jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat di Ibukota, maka pemerintahan akan di pindahkan ke Sumatera Barat. Akibat pendudukan Belanda, rakyat menjadi susah dibuatnya, orang-orang yang dicurigai sebagai TNI di tangkap.  Sedangkan Suharto dan anak buahnya terus melanjutkan perang gerilya. Dengan menyamar sebagai petani Suharto dan anak buahnya dengan berjalan kaki menyingkir dari kota Jogya melalui hutan-hutan sambil memberikan perintah setiap singgah di komandan perang di sector yang di lewati. Suharto juga menyiapkan strategi untuk membuat serangan balasan terhadap Belanda.

Pasukan Belanda semakin bertindak sewenang-wenang terhadap warga pribumi yang tidak tahu apa-apa. Yang dianggap ekstrimis ditangkap. Dalam pelariannya pasukan yang di pimpin Suharto berhadapan dengan prajurit Belanda. Dalam baku tembak yang terjadi dengan Belanda, Suharto di isukan mati tertembak. Hingga membuat kemarahan prajuritnya. Namun isu tersebut tidak berlangsung lama, karena Suharto akhirnya muncul ditengah-tengah mereka.

Sementara itu Belanda terus berusaha memecah belah penduduk dengan membuat kekacauan. Belanda dibantu oleh pengkhianat-pengkhianat bangsa melakukan kegiatan yang meresahkan masyarakat. Rakyat yang sudah menderita dari kekejaman Belanda, namun masih ditambah menderita dengan ulah para pengkhianat bangsa. Sementara itu SUharto menyiapkan Serangan balasan kepada pihak Belanda. Untuk menandai serangan yang kedua, maka tanda yang akan di gunakan adalah Janur Kuning.

*******

Suharto menerima surat dari Istrinya yang mengabarkan bahwa ia akan segera melahirkan. Disaat demikian sebenarnya ia ingin di temani oleh suaminya, Suharto, namun mengingat tugas Suharto yang berat maka ia pun mengerti dan mendukung perjuangan Suharto.

Untuk menyusun strategi penyerangan, Suharto mengkoordinasikan rencana penyerangan secara matang. Rencana penyerangan akan di lakukan pada 1 Maret 1949.  untuk menyemangati perjuangan rakyat, Suharto memberikan keyakinan kalau Indonesia masih mampu. Suharto ingin menunjukkan pada dunia kalau Indonesia masih memiliki angkatan perang yang tangguh. Untuk memberi tanda pada serangan nanti, maka Suharto menyuruh untuk memakai tanda Janur kuning yang di kalungkan. Dengan di Bantu oleh elemen masyarakat dan TNI yang bersatu , maka Serangan umum 1 Maret 1949 pun terjadi. Indonesia memiliki seorang pejuang yang gagah berani dan tidak takut mati seperti Komarudin. Meski seringkali bertindak di luar kendali namun keberanian yang ditunjukkan untuk membela Indonesia membuat prajurit yang lain ikut bersemangat.

Pertempuran sengit pun terjadi. Pasukan belanda yang di pimpin oleh Kolonel Van Langen Kocar Kacir. Pasukan Indonesia terus maju dan memukul jantung pertahanan Belanda. Akhirnya pertempuran selama 6 Jam di Jogya membuahkan hasil bagi Indonesia. Jogya kembali di kuasai oleh RI.

Read More

Film Jenderal Soedirman (2015)



Sutradara : Viva Westi

Produser : -

Penulis : Tubagus Deddy

Pemeran : Adipati Dolken, Ibnu Jamil, Mathias Muchus, dll

Distributor : -

Tanggal Rilis : 27 Agustus 2015

Durasi : -

Genre : Aksi, Biografi, Drama,


Sinopsis :

"Belanda menyatakan secara sepihak sudah tidak terikat dengan perjanjian Renville, sekaligus menyatakan penghentian gencatan senjata. Pada tanggal 19 Desember 1948, Jenderal Simons Spoor Panglima Tentara Belanda memimpin Agresi militer ke II menyerang Yogyakarta yang saat itu menjadi ibukota Republik.

Soekarno-Hatta ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka. Jenderal Soedirman yang sedang didera sakit berat melakukan perjalanan ke arah selatan dan memimpin perang gerilya selama tujuh bulan.

Belanda menyatakan Indonesia sudah tidak ada. Dari kedalaman hutan, Jenderal Soedirman menyiarkan bahwa Republik Indonesia masih ada, kokoh berdiri bersama Tentara Nasionalnya yang kuat.

Soedirman membuat Jawa menjadi medan perang gerilya yang luas, membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu.

Kemanunggalan TNI dan rakyat lah akhirya memenangkan perang. Dengan ditanda tangani Perjanjian Roem-Royen, Kerajaan Belanda mengakui kedaulatan RI seutuhnya."

Read More

Film Pengkhianatan G30 S PKI (1984)


Sutradara : Arifin C. Noer

Produser : G. Dwipayana

Penulis : Arifin C. Noer dan Nugroho Notosusanto

Pemeran : Bram Adrianto, Syubah Asa, Ade Irawan, dll

Distributor : -

Tanggal Rilis : 1984

Durasi : 271 menit

Genre : Dokumenter, Drama, Propaganda


Sinopsis :

"Film ini menggambarkan masa menjelang kudeta dan beberapa hari setelah peristiwa tersebut. Dalam kala kekacauan ekonomi, enam jenderal diculik dan dibunuh oleh PKI dan TNI Angkatan Udara, konon untuk memulai kudeta terhadap Presiden Soekarno. Jenderal Soeharto muncul sebagai tokoh yang menghancurkan gerakan kudeta tersebut, setelah itu mendesak rakyat Indonesia untuk memperingati mereka yang tewas dan melawan segala bentukkomunisme. Film ini juga menampilkan pergantian rezim pemerintahan Indonesia dari Presiden Soekarno ke Soeharto menurut versi pemerintahan Orde Baru. Film ini menggambarkan gerakan G30S sebagai gerakan kejam yang telah merencanakan "setiap langkah dengan terperinci",  menggambarkan sukacita dalam penggunaan kekerasan yang berlebihan dan penyiksaan terhadap para jenderal, penggambaran yang telah dianggap menggambarkan bahwa "musuh negara adalah bukanlah manusia".

Film ini adalah film dalam negeri pertama yang dirilis secara komersial dan menampilkan peristiwa 1965 tersebut.[3Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI meraih sukses secara komersial maupun kritis. Film ini dinominasikan untuk tujuh penghargaan di Festival Film Indonesia 1984, memenangkan satu, dan mencapai angka rekor penonton - meskipun dalam banyak kasus penonton diminta untuk melihat film ini, alih-alih secara sukarela.

Film ini terus digunakan sebagai kendaraan propaganda oleh pemerintah Orde Baru selama tiga belas tahun, di mana pemerintahan Soeharto kala itu memerintahkan satu-satunya stasiun televisi di Indonesia saat itu, TVRI, untuk menayangkan film ini setiap tahun pada tanggal 30 September malam. Film ini juga diperintahkan menjadi tontonan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia, walaupun memperlihatkan adegan-adegan yang penuh kekerasan berlebihan. Pada saat stasiun-stasiuntelevisi swasta bermunculan, mereka juga dikenai kewajiban yang sama. Peraturan ini kemudian dihapuskan sejak jatuhnya Soeharto tahun 1998. Sejak itu film ini telah menjadi kurang diminati lagi dan belum pernah lagi diputar di stasiun televisi Indonesia. Meskipun aspek artistik film ini tetap diterima dengan baik, kekeliruan sejarahnya telah menuai banyak kritik."



Read More

Film Adriana (2013)


Sutradara : Fajar Nugros

Produser : Sophia Muller dan Eko Kristianto

Penulis : -

Pemeran : Eva Celia, Adipati Dolken, Kevin Julio, dll

Distributor : Visi Lintas Films

Tanggal Rilis : 07 November 2013

Durasi : 100 menit

Genre : Drama, Romantis


Sinopsis :

"Pertemuan Andra (Adipati Dolken) dengan Adriana di lift Perpustakaan Nasional akhirnya berbuntut rumit, panjang, namun romantis. Ajakan Mamen untuk pertemuan selanjutnya diterima Adriana dengan syarat, Mamen harus memecahkan teka-teki yang diberikannya. Jawaban dari teka-teki itulah yang menjadi penunjuk waktu dan tempat pertemuan mereka berikutnya.

Bersama Bayu (Kevin Julio), sahabatnya semasa di bangku SMA yang menyukai sejarah, Mamen mengupas lapis demi lapis sejarah Jakarta, guna memecahkan teka-teki Adriana. Namun masalah menjadi semakin rumit, setelah muncul orang ketiga. Pada saat bersamaan, Adriana justru dikejutkan dengan teka-teki yang dilemparkan kepadanya dari seseorang yang misterius.

Adriana, Mamen, dan Sobar, kemudian mencari jawaban dari teka teki itu yang lantas menyeret ketiganya pada sejarah Soekarno, Muhammad Hatta dan Adriana van den Bosch. Mereka menjelajahi Jakarta untuk menemukan jawaban. Perjalanan itu memberikan pelajaran penting, bahwa Jakarta menyimpan sejarah unik pada masa lalu dan memendam impian dan cinta yang tak pernah padam.



Read More

Film Sang Pencerah (2010)


Sutradara : Hanung Bramantyo

Produser : Raam Punjabi

Penulis : Hanung Bramantyo

Pemeran : Lukman Sardi, Yati Surachman, Slamet Rahardjo, dll

Distributor : Multivision Plus

Tanggal Rilis : 08 September 2010

Durasi : 2:00:40

Genre : Biografi, Drama Religi, Sejarah


Sinopsis :
" Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat, Syirik dan Bid'ah.

Dengan sebuah kompas, dia menunjukkan arah kiblat di Masjid Besar Kauman yang selama ini diyakini ke barat ternyata bukan menghadap ke Ka'bah di Mekah, melainkan ke Afrika. Usul itu kontan membuat para kiai, termasuk penghulu Masjid Agung Kauman, Kyai Penghulu Cholil Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo), meradang. Ahmad Dahlan, anak muda yang lima tahun menimba ilmu di Kota Mekah, dianggap membangkang aturan yang sudah berjalan selama berabad-abad lampau.

Walaupun usul perubahan arah kiblat ini ditolak, melalui suraunya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah. Ahmad Dahlan dianggap mengajarkan aliran sesat, menghasut dan merusak kewibawaan Keraton dan Masjid Besar.

Bukan sekali ini Ahmad Dahlan membuat para kyai naik darah. Langgar kidul di samping rumahnya, tempat dia salat berjemaah dan mengajar mengaji, bahkan sempat hancur diamuk massa lantaran dianggap menyebarkan aliran sesat . Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda, serta mengajar agama Islam diKweekschool atau sekolah para bangsawan di Jetis, Yogyakarta.

Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Ganesha), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adhiswara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman."



Read More

Invasi Soviet ke Afganistan, Usaha Penaklukan yang Gagal


Invasi Uni Soviet ke Afganistan pada tahun 1979 merupakan bagian dari Perang Soviet-Afganistan yang merupakan usaha Soviet yang berusaha mempertahankan pemerintahan Marxis-Lenin di Afganistan, dan mendukung Partai Demokrasi Rakyat Afganistan, menghadapi mujahidin Afganistan yang ingin menggulingkan pemerintahan. Uni Soviet mendukung pemerintahan Afganistan, sementara para mujahidin mendapat dukungan dari banyak negara, antara lain Amerika Serikat dan Pakistan.

Pasukan Soviet pertama kali sampai di Afganistan pada tanggal 25 Desember 1979, dan penarikan pasukan terakhir terjadi pada tanggal 2 Februari 1989. Uni Soviet lalu mengumumkan bahwa semua pasukan mereka sudah ditarik dari Afganistan pada tanggal 15 Februari 1989.

Invasi Soviet di Afganistan yang dimulai pada akhir Desember 1979 merupakan langkah Soviet ikut campur dalam perpolitikan Afganistan untuk menumpas pemberontak dan berakhir dengan usaha menguasai Afganistan.

Pada bulan April 1978 pemerintahan Mohammad Daud Khan dikudeta oleh militant sayap kiri pimpinan Nur Muhammad Taraki. Pemerintah yang baru ini dipayungi oleh partai-partai sayap kiri Afganistan. Pemerintah yang baru ini mulai melekatkan hubungannya dengan Uni Soviet guna meminta bantuan menumpas lawan politik mereka. Pasukan musuh mereka adalah para Mujahidin Afganistan dan front antikomunis disana.


Uni Soviet memiliki ide lain, pada 24 Desember 1979 dikirim sebanyak 30.000 tentara untuk menduduki Afganistan dan menjadikannya Negara bawahannya. Amerika tidak tinggal diam, pihak Paman Sam ikut andil menangkis usaha Soviet dengan mempersenjatai besar-besaran pasukan Mujahidin Afganistan yang sangat antikomunis.

Hasil gambar untuk afghanistan soviet invasion
Para Mujahid. Foto:pinterest.com

Perang di Afganistan semakin sengit dan seimbang antara pasukan mujahidin dengan tentara Soviet. Penambahan 100.000 tentara dilakukan oleh Soviet sebagai upaya pendudukan Afganistan. Taktik gerilya mereka gunakan untuk menumpas pasukan mujahidin dan seteru lainnya dan terbukti sangat efektif awalnya. 

Akhirnya para mujahid berhasil menggempur balik Soviet menggunakan senjata-senjata canggih dan misil anti pesawat tempur pemberian Amerika yang dikirim via Pakistan. Tercatat lebih dari 4 juta warga mengungsi menuju Negara tetangga seperti Afganistan dan Pakistan untuk menghindari perang yang berkecamuk disana.

Usaha pendudukan Afganistan yang gagal disinyalir menjadi salah satu penyebab runtuhnya Uni Soviet. Hal ini karena perang tersebut mengorbankan 15.000 nyawa tentara dan sejumlah besar uang untuk hal tersebut. Tahun 1988 pihak Soviet menandatangani perjanjian bersama Amerika, Pakistan dan Afganistan untuk menarik pasukan mereka masing – masing. 15 Februari tercatat sebagai hari dimana seluruh pasukan Soviet ditarik dari Afganistan.


Read More