Hukuman Mati Bagi Louis XVI dari Perancis

Pada 21 Januari 1793, Louis dihukum mati, ia berjalan ke guillotine dan dipanjung, Sembilan bulan kemudian Marie Antoinett menyusul dihukum mati dengan guillotine pada 16 Oktober 1793. Mereka berdua didakwa dengan tuduhan sebagai pengkhianat.

Harian SejarahPada 21 Januari 1793, setelah dinyatakan bersalah karena melakukan konspirasi dengan kekuatan asing. Raja Louis XVI dijatuhi hukuman mati oleh Konvensi Nasional Perancis. Hukuman mati tersebut dilakukan dengan cara dipancung dengan guillotine di Place de la Revolution (Lapangan Revolusi ) di Paris.

Suasana Perang Tujuh Tahun Perancis-Inggris (Foto: Wikimedia)
Upaya Perancis dalam menantang Inggris – kekuatan militer utama di dunia pada saat itu – dalam Perang Tujuh Tahun berakhir dengan bencana, menyebabkan hilangnya jajahan Perancis di Amerika Utara dan hancurnya Angkatan Laut Perancis. Tentara Perancis dibangun kembali dan kemudian berhasil menang dalam Perang Revolusi Amerika, namun perang ini sangat mahal dan secara khusus tidak menghasilkan keuntungan yang nyata bagi Perancis. Sistem keuangan Perancis terpuruk dan kerajaan tidak mampu menangani utang negara yang besar.

Sementara itu, keluarga kerajaan hidup nyaman di Versailles dan terkesan acuh tak acuh terhadap krisis yang semakin meningkat. Meskipun secara teori pemerintahan Raja Louis XVI berbentuk monarki absolut, namun dalam praktiknya ia sering ragu-ragu dan akan mundur jika menghadapi oposisi yang kuat.

Louis XVI  menjadi Raja Perancis pada tahun 1774 dan sejak awal pemerintahannya dinilai tidak mampu menangani masalah-masalah keuangan kerajaan yang diwarisi oleh kakeknya Louis XV. Pada tahun 1789 sebagai upaya terakhir mengatasi kritis keuangan kerajaan, Louis membuat States General, dan Majelis Nasional yang mewakili Etats-Généraux (wakil rakyat dari berbagai golongan) yang terdiri dari tiga golongan rakyat Perancis, yaitu Bangsawan, Pendeta, dan Rakyat Biasa.

Berkas:Estatesgeneral.jpg
Pertemuan Etats-Généraux (Foto: Bibliothèque nationale de France)
Ketiga golongan tersebut kemudian menyatakan suaranya di Majelis Nasional yang mencetuskan Revolusi Perancis pada 14 Juli 1789. Rakyat kemudian menyerbu Penjara Bastille yang mereka anggap sebagai gudang dari persenjataan dan amunisi.

Berkas:Anonymous - Prise de la Bastille.jpg
Penyerbuan Bastille, 14 Juli 1789 (Foto: Museum of the History of France)
Meskipun menerima revolusi, namun Louis menolak saran mengenai sistem pemerintahan Monarki Konstitusional yang berusaha menempatkan dia hanya menjadi simbol kerajaan.

Pada bulan Oktober tahun 1789, terdapat massa yang berkumpul di Versailles dan memaksa Raja dan Ratu untuk pindah ke Tuileries. Pada bulan Juni 1791 tekanan dari oposisi terhadap kerajaan semakin sengit yang membuat Louis XVI harus mengungsi ke Austria. Dalam perjalanannya Marie dan Louis ditangkap di Varennes, Prancis, dan dibawa kembali ke Paris. Louis kemudian terpaksa menandatangani penerimaan Monarki Konstitusional yang kemudian menjadikan ia menjadi raja yang hanya sebagai simbol kerajaan.

Pada bulan Agustus 1792, pasangan kerajaan ditangkap oleh sans-cullottes dan dipenjarakan, dan pada bulan September monarki dihapuskan oleh Konvensi Nasional (yang telah menggantikan Majelis Nasional). Pada bulan November, bukti intrik kontra Louis XVI dengan Austria dan negara-negara asing lainnya ditemukan, dan ia diadili karena pengkhianatan oleh Konvensi Nasional.


Louis XIV di Pancung
Kemudian pada 21 Januari 1793, Louis dihukum mati, ia berjalan ke guillotine dan dipanjung, Sembilan bulan kemudian Marie Antoinett menyusul dihukum mati dengan guillotine pada 16 Oktober 1793. Mereka berdua didakwa dengan tuduhan sebagai pengkhianat.

Ini yang disebut 'guillotine'

Read More

Wajah-Wajah Yahudi di Dunia

Wajah-Wajah Yahudi di Dunia
Pada waktu yang sama komunitas imigran di Israel tetap mempertahankan tradisi asli negara negara asal mereka. Hari ini mayoritas dari orang-orang Israel memutuskan dirinya untuk sekuler.

Harian Sejarah - Mayoritas dari orang-orang Yahudi sekarang adalah keturunan ashkenazi (Eropa Timur) atau Sephardi (Spanyol).  Dalam dua kelompok budaya utama ini ada beberapa cabang keagamaan yang mana telah berkembang selama lebih dari beberapa periode waktu untuk memenuhi kebutuhan kehidupan kontemporer.  

Cabang-cabang dari agama Yahudi berbeda dalam kekuatan kepercayaannya dimulai dari ekstrim Ortodoks,  sampai mereka mengadopsi pendekatan lebih liberal terhadap agama dan kehidupan. Tetapi karena Yahudi lebih dari sekedar kepercayaan, berbagai kebiasaan dan tradisi telah berkembang di komunitas yang ada di seluruh dunia. Untuk contoh ada perbedaan besar antara Yahudi Ethiopia dan Yahudi Yaman. Pada dasarnya mereka berbagi bahasa yang sama dan sejarah yang sama,  tidak peduli apa yang iya percayai dan tradisi yang mereka ikuti.

Berikut ini adalah aliran agama Yahudi secara umum:



Reformasi 


Rabi Perempuan (Foto: Messianicjudaism.me)
Gerakan yang di ketahui  yang diketahui sebagai reformasi agama yahudi,  dimulai di Jerman pada awal abad 19. Reformasi kepercayaan Yahudi, torah, dan Talmud tidak mengandung secara harfiah kata-kata Tuhan, tetapi ditulis oleh orang-orang yang terinspirasi oleh Tuhan. Ini dimaksudkan agar mereka dapat beradaptasi terhadap kepercayaan mereka dalam kehidupan modern. Contohnya seperti meningkatnya status perempuan Yahudi reformasi agama Yahudi kenal juga sebagai Yahud liberal dan Yahudi progresif yang merupakan grup terbesar Yahudi di Amerika.

 Ortodoks
(Foto: Orthodox-jews.com)

Yahudi Ortodoks mengikuti tradisi tradisional dan keimanan mereka.  Mayoritas Yahudi yang tinggal di Eropa adalah Ortodoks, tetapi Yahudi ultra-ortodoks salah satu grup yang pertumbuhannya paling cepat. bersifat keras kepala pada kepercayaan agama mereka.

Yahudi ini cenderung hidup terpisah dari komunitas lingkungan sekitar seperti sekolah dan hukum yang berlaku umum pada lingkungannya. mereka menganggap merupakan kesalahan untuk bercampur dengan dunia luar bahkan dengan Yahudi yang kurang taat.  Dalam pergerakan Ultra Ortodoks ada beberapa sekte, setiap pergerakan memiliki kepemimpinan seperti Lubavitch sekte di Amerika Serikat.


Konservatif
(Foto: rudermanfoundation.org)

Solomon Sechter (1847-1915) mengendalikan di belakang pergerakan konservatif, diketahui sebagai Masorti(tradisi).  Yahudi konserfatif mengambil Jalan Tengah antara Ortodoks dan Yahudi Reformis.



Samaria

(Foto: uffingtonpost.com)

Komunitas Samaria di Israel dapat dilacak kemabli pada abad ke 7 sebelum masehi. Walaupun mereka tidak memutuskan diri mereka menjadi Yahudi. Samaria menerima otoritas hukum moses, mematuhi sabat, melaukan penyunantan juga. Hari ini, komunitas samaritan hidup di Israel jumlahnya 500 orang

Yahudi di beberapa negara:


Yahudi di Ethiopia
(Foto: pinterest.com )
Asal dari Yahudi dari Etopia diketahui sebagai Beta Israel (rumah dari Israel). sampai saat ini masih menjadi  sumber perdebatan beberapa sejarawan Yahudi. Yahudi Ethiopia percaya bahwa mereka adalah keturunan dari Raja Sulaiman dan Ratu Sheba. 

Kepercayaan lainnya bahwa mereka termasuk suku yang hilang dari Israel. Apapun Asal  eksistensi mereka,  Yahudi Etopia hanya mencolok pada kisaran 1850-an. Untuk menghindari kelaparan yang diakibatkan situasi perang di Ethiopia, hampir seluruh populasi Yahudi berangkat menuju Israel kurun waktu 1980-an sampai 1990-an.

Yahudi di Israel
(Foto: palestinechronicle.com )
Israel adalah rumah lebih dari 6 juta komunitas yahudi, kedua terbesar di luar Amerika. Hukum pengembalian yang disahkan pemerintah Israel memperbolehkan ribuan Yahudi untuk menjadi warga negara Yahudi yang berasal dari seluruh dunia. Semuanya disambut baik oleh pemerintahan Israel. Pada waktu yang sama komunitas imigran di Israel tetap mempertahankan tradisi asli negara negara asal mereka. Hari ini mayoritas dari orang-orang Israel memutuskan dirinya untuk sekuler.

Yahudi di India 
(Foto: haaretz.com )
Yahudi di India telah diperkirakan telah ada 2000 tahun yang lalu,  mereka dibagi menjadi tiga grup berbeda Bena Israel (Yahudi dari Israel),  Yahudi Cochin, dan  mereka yang datang dari negara Eropa seperti Spanyol. Semua grup ini mempraktikan Sephardi  pada sinagoga mereka.  Hari ini ada beberapa ribu Yahudi India.

 Yahudi di Yaman
(Foto: pamelageller.com )
Ada bukti Yahudi tinggal di Yaman dari abad pertama. Yahudi zaman sangat kuat tradisi keilmuan dan memiliki buku doa sendiri yang disebut Tikial. Sebagian besar mereka hidup di Amerika dan Israel, hanya beberapa saja yang tersisa di Yaman.

Refrensi: Eyewitness Judaism. DK Publishing. 


Read More

Yakinlah, Pancasila Tak Bertentangan dengan Islam

Kiai As'ad Syamsul Arifin (pahlawan nasional), katanya, mencoba meyakinkan publik Islam dengan menyatakan bahwa mengamalkan Pancasila merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam.
Gerakan anti-Pancasila sedang merebak. Para “juru kampanye”nya dengan terus terang menyatakan penolakannya. Bagi mereka, Pancasila adalah thogut dan umat Islam wajib mengingkari thogut itu. Hal tersebut disampaikan wakil ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama  (LBMNU) KH Abdul Moqsit Ghozali pada akun Facebooknya.

Namun, lanjutnya, gerakan ini tak banyak mendapatkan simpati publik. Penolakan terhadap mereka terjadi di mana-mana. NU dan Muhammadiyah sebagai organisasi arus utama terus melakukan pembelaan terhadap Pancasila sebagai dasar negara.

Sebagaimana diketahui, Munas Alim Ulama NU (Munas NU) tahun 1983 di Situbondo memutuskan memantapkan Pancasila sebagai asas organisasi, penjabarannya dalam Anggaran Dasar serta deklarasi hubungan Pancasila dan Islam. Dan satu tahun kemudian, pada Muktamar NU yang ke-27 tahun 1984 di Situbondo diputuskan NU menerima asas tunggal Pancasila. 

“Tiga tiga tahun lalu, Kiai Achmad Siddiq (Rais ‘Amm PBNU) telah menyatakan, Pancasila dan Islam adalah dua hal yang dapat sejalan dan saling menunjang. Keduanya tidak bertentangan dan tidak boleh dipertentangakan. Keduanya tidak harus dipilih salah satu dengan sekaligus membuang yang lain,” terangnya.

Kiai As'ad Syamsul Arifin (pahlawan nasional), katanya, mencoba meyakinkan publik Islam dengan menyatakan bahwa mengamalkan Pancasila merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam.

Menurutnya, pernyataan Kiai As'ad dan Kiai Achmad Siddiq puluhan tahun lalu itu kian relevan di tengah kegamangan politik ideologis yang menimpa sebagian umat Islam Indonesia sekarang. “Maka, yakinlah! wahai umat Islam bahwa Pancasila tak bertentangan dengan Islam,” tegasnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Read More

Suara-suara Skripsi


“Kau ini payah sekali, mengerjakan hal mudah begini saja tidak becus. Silahkan keluar.” Dengan nada tinggi lelaki baya itu mengusirku dari ruangannya.

Hati kecilku berbisik pelan bila aku tidak perlu menangis. Aku berjalan dengan langkah lemas dari pintu ruangan itu, dengan suara hati yang bergeming meletuskan sumpah serapah.

Kekecewaan yang tumbuh dan mekar memenuhi relung sukma, membuat aku berpikir keras untuk sebuah kelogikaan yang ada. Aku tak menyangka jika hal seperti ini harus terjadi dan harus kunikmati dalam hidupku yang seharusnya menikmati masa mudaku yang manis dalam berkarya.

Langkah kakiku yang berjalan tanpa tujuan membawaku ke kantin kampus. Dengan pikiran yang terbang entah ke mana aku menyandarkan tubuhku yang lemah di kursi pelastik.  Kutarik sebatang rokok dari bungkusnya yang putih kemerahan dan berisi peringatan yang mengerikan pada gambarnya. Saat aku hendak menyulutkan api, Rahmad datang membawa segelas kopi yang kupesan.

“Sepertinya kau punya masalah berat, Wir?” Sapa Rahmad membuka cerita.

“Apa kau tak pusing memikirkan skripsimu, Mad?” Tanyaku membalas.

“Ah, aku sama sekali tidak memikirkannya. Bagiku itu tidak terlalu penting ketimbang uang.” Jawab Rahmad bernada datar.

Aku menatap wajah rileksnya lamat-lamat. Sepasang bola mata yang dimilikinya tidak menyatakan kalau ia berbohong.

“Maksudmu?” Tanyaku penuh dengan keheranan.

“Aku telah menyuruh orang untuk membuatnya.” Bisiknya.

“Apa ini sebuah lelucon?” Aku memastikan.

Perlahan bibirnya yang hitam menerbitkan senyum dan melahirkan tawa yang sebenarnya tidak enak untuk di dengar.

“Tentu saja, tidak, Wir! Ini sangat serius. Dan kau mau tahu siapa yang membuatkannya untukku?”

“Siapa?” Tanyaku kian penuh dengan rasa penasaran.

Rahmad memalingkan wajahnya sambil tertawa. Berusaha membakar rasa penasaranku.

“Ah, kau tak akan percaya dengan apa yang akan kukatakan padamu. Percayalah!” Matanya menyorotkan pandangan yang sungguh tak enak untuk dipandang.

“Hei… kau tak akan mungkin berkhayal jika dosen yang membuatkannya, bukan?” Aku berusaha mematahkan misteri yang akan dipecahkannya.

“Apa yang tidak mungkin jika dengan uang, Wir. Semua manusia membutuhkan uang. Terutama di saat ekonomi tengah sulit seperti ini, dan kebutuhan kian banyak dan kian mahal saja.” Cetusnya dengan tawa yang sungguh menyedihkan.

Aku diam sejenak. Coba memikirkan apa yang baru saja aku dengar.

“Boleh sekarang aku tahu, siapa dosen yang membuatkan skripsi untukmu itu?” Tanyaku dengan nada yang nyaris tak terdengar.

Rahmad menatapku penuh curiga. Wajahnya berubah memerah. Seperti menahan tawa.

“Kau tidak akan mengatakan bila kau ingin menempah skripsi juga, bukan? Atau kau malah ingin coba untuk membocorkan hal ini kepada mahasiswa lain?”

“Hah, kau tidak perlu berpikir semacam itu kawan. Aku hanya ingin tahu. Itu saja. Tidak lebih.” Ucapku berusaha tenang.

“Dengan uang lima juta kau bisa menempahnya kepada dosen killer di kampus kita ini, Wira. Bapak Yusra kesayangan kau itu, Wir.” Rahmad memandangku seperti tatapan kuntilanak yang lapar. Juga suara tawanya yang perlahan demi perlahan menghilang di gelapan malam. Ya, menghilang. Menghilang demi membuatkan pesanan lainnya yang telah lama menunggu.

Mendengar pengakuan Rahmad, rasanya aku ingin segera terbang membawa segenggam berlian untuk kulemparkan ke wajah dosen killer yang menjadi pembimbingku itu.



“Dasar!” Umpatku dalam hati



***

“Kau ini benar-benar mahasiswa yang payah, Wira. Sangat payah.” Ungkap dosen pembimbingku berhiaskan tawa mengolok di ujungnya.

“Kenapa harus diperhalus, Pak. Kenapa tidak menggunakan kata bodoh saja? Bukankah itu bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut KKBI?” Aku menanggapi dengan nada yang meninggi.

“Apa maksudmu bebicara begitu?” Pak Yusra menatapku dengan mata yang membulat.

“Ya. Maksud saya, siapa yang payah? Bukankah seharusnya tugas Bapak di sini adalah untuk membimbing mahasiswa Bapak agar sukses melakukan penelitian, dan bukan hanya untuk menyalahkan atau malah mengecap mahasiswa Bapak sebagai mahasiswa yang payah dengan kata yang dimaksudkan sebenarnya adalah manusia bodoh?” Aku memberanikan diri untuk mengatakan hal yang sebenarnya telah lama ada dikepala dan hatiku. Untuk sebuah kebenaran yang mungkin disetujui oleh mahasiswa-mahasiswa lain yang sepemikiran atau sependeritaan denganku.

“Lancang sekali kamu mengatakan hal itu kepada saya. Kamu tidak mengenal saya, hah?” kali ini nada Pak Yusra mengeras dan bola matanya kian membulat sempurna layaknya tatapan seekor macan yang hendak menerkam mangsanya.

“Tentu saja. Tentu saja aku mengenal Bapak. Siapa pula orang yang tak mengenal dosen bergelar doktor dengan nama yang begitu menawan, Yusra Khairul Amrun yang terkenal dengan prestasi gemilangnya dalam dunia pendidikan. Tetapi hilang harga dirinya hanya karena uang lima juta dari mahasiswanya.” Aku merasakan kelegaan saat aku menghabiskan seluruh isi yang telah lama tersimpan di hatiku. Tak dapat terungkap oleh kekata apapun untuk mengibaratkannya.

Dengan wajah merah membara Pak Yusra mengayunkan tangannya untuk menamparku. Tetapi dengan sigap aku mengelak dan bersikap siap untuk hal lain yang tak dapat kuduga setelahnya.

“Inikah sosok dosen yang dibanggakan oleh dosen-dosen lain itu? Dosen yang terkenal dengan pendidikannya yang tinggi serta karya-karya ilmiahnya yang mampu membuat orang lain di luar sana mengerti bahwa pendidikan adalah hal penting yang harus dikembangkan banyak orang dengan sikap yang sejujur-jujurnyanya? Aku rasa mereka salah menilai orang semacam Bapak. Bapak bukan contoh teladan dan sama sekali bukan orang yang dapat menjadi panutan dalam dunia pendidikan terutama bagi kami yang masih mahasiswa ini.”

“Mungkin Bapak akan menggunakan kursi Bapak untuk membuatku harus keluar dari kampus ini secara tidak hormat. Tetapi, apakah Bapak sadar akan satu hal? Jika kami para mahasiswa didoktrin dengan hal yang menjerumuskan moral kami, lalu bagaimana dengan nasib bangsa ini yang sesungguhnya ada di tangan kami. Para pemuda-pemudi Indonesia yang sesungguhnya telah lama rusak moral dan harkat martabatnya karena orang-orang semacam Bapak.” Aku menghela napas panjang di ujung kalimat yang sebenarnya sama sekali tidak aku mengerti.

Aku merapikan bajuku, dan meraih skripsi penuh coretan yang masih tergeletak di atas meja Pak Yusra.

“Kali ini Bapak tak perlu repot-repot menyuruh saya keluar. Terimakasih atas pelajaran berharga ini, Pak. Semoga Tuhan melindungi keluarga Bapak.”

Aku melangkah dengan perasaan yang tak dapat aku gambarkan seperti apa dari pintu ruangan itu. Meninggalkan Pak Yusra dengan emosi yang masih menyelimuti dirinya. Entahlah aku tak perduli. Semua ini begitu membuatku sangat tenang dan tak memiliki beban lagi. Mungkin aku tidak akan bisa melanjutkan bimbingan skripsiku lagi. Tapi entahlah, aku kian tidak lagi perduli. Indonesia, dengan pendidikannya, semoga tetap sejahtera. Harian Sejarah

Penulis : IBING HERMAWAN PURNOMO
Penulis merupakan Mahasiswa STKIP “Tapanuli Selatan” Padangsidimpuan; Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Bergabung dengan Sanggar Menulis Tapsel yang dibina Budi Hatees sejak 2015. Aktif belajar bersama Para Sastrawan Tapanuli Selatan: Toras Baya, H.R Tanjung, Suki Malo, Sunaryo JW, dan M. Haroen.
Read More

Fakta menarik Seputar Senapan AK-47

 Fakta menarik Seputar Senapan AK-47
Harian SejarahTak bisa dimungkiri bahwa AK-47 adalah senapan otomatis yang paling banyak digunakan di dunia. Hal ini disebabkan oleh daya tahan, kekuatan, daya jangkau dan ongkos produksi yang murah sehingga menjadi daya pikat tersendiri bagi pemakainya.

Read More

Film AATS, Kisah Anak Pramuka Melawan Kejahatan Perdagangan Manusia


Satu lagi film nasional yang wajib ditonton oleh keluarga di awal tahun 2017 yaitu film “Ayu Anak Titipan Surga” (AATS). Film ini mengangkat cerita tentang seorang anak Pramuka bernama Ayu (diperankan oleh Putri Luthfiyyah). Ia adalah sosok anak yang cerdas, cantik, berani, jujur, dan berbudi pekerti baik lainnya.

Dalam satu peristiwa, Ayu berusaha menyelamatkan Evi (diperankan oleh Zila Zafila) yang diculik dan disekap oleh kawanan mafia perdagangan manusia (trafficking). Padahal, Evi ialah sosok anak yang mudah cemburu, iri hati dan sifat-sifat lainnya yang tidak terpuji.

Hal itulah yang sering ditunjukkannya kepada Ayu di sekolahnya. Film ini akan tayang secara serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 12 Januari 2017.

Kak Bagus Haryanto, produser dari film ini mengatakan, AATS sebuah film yang diperankan oleh anggota Pramuka Penggalang yang memiliki sifat seperti yang tertuang dalam Dasa Dharma dan Trisatya Pramuka, yakni berani, jujur dan pantang menyerah.

“Mengapa kita mengangkat Pramuka sebagai tema besarnya, karena saat ini satu-satu organisasi di sekolah yang memuat pendidikan karakter saya lihat hanya Pramuka,” ujar Kak Bagus saat dikonfirmasi, Senin (26/12/2016).

Film yang dibuat tahun 2015 di daerah Purwakarta ini sangat menarik, dan pantas ditonton oleh seluruh anggota Pramuka yang ada di Indonesia. Film ini adalah film kedua setelah film “Hasduk Berpola”, yang mengisahkan beberapa kegiatan Pramuka seperti asyiknya kemah, baris-berbaris dan kebersamaan.

“Dengan film ini setidaknya bisa memberikan sedikit gambaran tentang anak-anak kita yang masih memegang prinsip idealisme melalui pendidikan kepramukaan,” jelasnya.

Kak Bagus berharap, semua anggota Pramuka ikut berpartisipasi dalam suksesnya film ini dengan ikut menyebarkan informasi ke media sosial. ‎Bagi Kak Bagus yang juga anggota Pramuka ini merasa punya kebanggaan bahwa nilai-nilai yang ada di dalam organisasi kepanduan  bisa disebarkan melalui media film yang mudah dipahami oleh masyarakat.

“Film ini memuat nilai-nilai pendidikan budi pekerti yang dikemas dengan cara menghibur. Tentunya ini sangat asyik dan keren untuk ditonton oleh anak-anak Pramuka,” tuturnya.

Diketahui, film yang dibuat oleh Rumah Produksi Griya Pelopor Budaya ini sudah berhasil mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Sebelum film ini dirilis, pihak produsen sudah berhasil menggelar acara nonton bareng di berbagai tempat, dan berhasil menjual 100.000 tiket penonton.

Dalam film ini juga tampil sosok Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault. Dia berperan sebagai tokoh yang memberikan apresiasi kepada Ayu atas keberaniannya melawan mafia perdagang manusia.

“Ayu adalah anak remaja Indonesia yang memahami dan melaksanakan Dasa Dharma Gerakan Pramuka. Dasa pertama adalah bertakwa kepada Tuhan YME dan yang terakhir adalah suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Jadi, Ayu ini kita harapkan jadi model yang menginspirasi anak-anak muda Indonesia, remaja Indonesia untuk bisa seperti Ayu,” ujar Kak Adhyaksa. (HA/Humas Kwarnas). Harian Sejarah


Read More

Peperangan Terbesar Sepanjang Sejarah


Dalam perkembangan sejarah manusia selalu diliputi dengan tangis dan darah yang disebabkan oleh peperangan, entah perang antar negara, suku maupun agama. Sebuah perang tidak pernah menyelesaikan sebuah masalah dan hanya menimbulkan kesedihan dan penderitaan dari pihak-pihak yang bertikai. Entah didasari dengan tujuan untuk memperluas wilayah ataupun menaklukan pihak lain, sebuah perang tidak pernah meninggalkan hal positif.
1. Perang Israel – Palestina
Terjadi dari tahun 1948 ketika Inggris berusaha merebut sebuah wilayah yang termasuk didalam Kesultanan Turki Ottoman dan kemudian wilayah tersebut diperuntukan kepada para kaum Yahudi dalam rangka membangun kembali “tanah air” sejak mereka terusir dari wilayah tersebut karena “membangkang” kepada Tuhan sejak ribuan tahun yang lalu. Negara-negara Timur Tengah yang mayoritas penduduk beragama muslim tentu kurang setuju dengan hal tersebut, dengan spontan mereka langsung mengangkat senjata guna melawan Israel dalam Perang Arab-Israel pada tahun 1948. Pada akhirnya Israel yang memenangkan perang ini. Perang lalu terjadi kembali pada 1967, yang dikenal dengan Perang Enam Hari. Penyebab dari perang ini dikarenakan negara Arab masih belum rela untuk menerima Israel.
Dan lagi-lagi perang ini kembali dimenangkan Israel. Meski perang terbuka tidak terjadi lagi setelahnya, namun rupanya konflik intensitas rendah masih berlangsung sampai sekarang. Pada tanggal 13 September 1993, Palestina juga Israel sama-sama telah mengakui kedaulatannya masing-masing melalui kesepakatan yang dikenal dengan kesepakatan Oslo . Namun bagi Hamas yang tidak menyetujui keputusan tersebut sehingga terus mendapatkan tekanan dari Israel hingga kini. Ratusan ribu nyawa telah melayang akibat konflik ini.
2. Perang Salib
Merupakan sebuah perang yang dimulai dengan tujuan memperebutkan sebuah kota bernama Yerussalem yang kemudian meluas menjadi sebuah perang agama terbesar dalam sejarah umat manusia dimana para kaum kristiani yang kemudian direstui oleh Paus Uran II untuk merebut kembali “Tanah Suci” dari kekuasaan Kesultanan Turki pada tahun 1095 dan pada tahun itu pula Perang Salib pertama terjadi.
Kemudian dari peristiwa Perang Salib yang terjadi dari abad ke-9 hingga ke-16 Masehi memunculkan nama Salahudin Al Ayyubi dan Richard “The Lion Heart” sebagai pahlawan pada masa itu. Perang ini sendiri memberikan pengaruh dalam mengantarkan Eropa menuju zaman Renaissance. Istilah “Perang Salib” masih dipakai untuk menunjukkan konflik antar agama yang berlangsung hingga sekarang.
3. Ekspansi Mongol
Ekspansi Mongol adalah sebuah ekspansi besar bangsa Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan untuk menaklukan wilayah Eurasia pada awal abad ke-13. Datang dengan pasukan berkuda dalam jumlah besar dan amat terlatih, Genghis Khan berhasil menebar teror di seantero Eurasia selama 1 dasawarsa.
Genghis Khan berhasil menguasai Tiongkok, menghancurkan Rusia, serta mengalahkan kekaisaran Persia, menduduki Polandia dan Hongaria, dan juga meluluh-lantahkan Baghdad sebagai pusat kekhalifahan Islam pada masa itu. Cara serta motivasi dari Ekspansi Genghis Khan sangat berbeda dengan kaisar-kaisar sebelumnya. Ia menghancurkan apapun yang ada di hadapannya, tanpa pandang bulu. Ia menyerang bukan bertujuan memerintah, melainkan untuk menjarah, memperkosa, serta mengambil paksa gadis-gadis untuk mereka bawa ke negerinya, hal inilah yang menjadikannya ditakuti di seluruh Eurasia.
4. Perang Dunia II
Perang ini terjadi di berbagai belahan dunia yang berlangsung dari tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 14 Agustus 1945 di tiga benua: Eropa, Asia dan Afrika. Di benua Eropa, Adolf Hitler sebagai penguasa Jerman yang berusaha membangkitkan kembali kejayaan Jerman melalui fasisme terlebih dahulu menyerang Polandia. Selanjutnya dengan bantuan dari Italia, Jerman terus memperluas wilayah pendudukannya hingga ke wilayah Uni Soviet.
Dan di Asia, secara tiba-tiba kekaisaran Jepang menyerang pangkalan laut AS di Pearl Harbour yang terletak di pulau Hawaii pada 7 Desember 1941 dengan menggunakan sebuah pasukan yang diberi julukan “Kamikaze” atau pasukan bunuh diri, dan akibat peristiwa ini menjadikan Asia sebagai medan Perang Dunia II. Amerika Serikat yang pada awalnya tidak ikut berperang mulai mengangkat senjata melawan blok Axis, bergabung bersama pasukan Inggris serta Perancis.
Uni Soviet yang mendadak diserang oleh sekutunya sendiri, Jerman dengan Operasi Barbarossanya pada 1941 balik memusuhinya dan memulai rangkaian kekalahan Jerman. Perang yang usai pada 14 Agustus 1945 dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu sesudah dua kotanya, Hiroshima dan Nagasaki dihancurkan dengan bom atom oleh Amerika Serikat. Perang ini mengakibatkan korban sedikitnya 50 juta jiwa, terbentuknya organisasi PBB, dan munculnya Uni Soviet juga Amerika Serikat sebagai negara adidaya. Dan semenjak saat itu Jerman dibagi menjadi 2 bagian yaitu Jerman Barat yang dikuasai oleh pasukan AS dan Sekutu dan Jerman Timur dibawah kekuasaan Uni Soviet.
5. Perang Dunia I
Perang ini berlangsung dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918 disebabkan oleh terbunuhnya pangeran Austria, Franz Ferdinand yang tewas dibunuh oleh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo. Dan perang ini melibatkan blok sentral (Jerman, Austria, Bulgaria & Turki) dengan blok sekutu (Amerika Serikat, Rusia, Perancis, Inggris, Italia & Kanada).
Dan perang ini mengakibatkan runtuhnya kekuasaan monarki absolut di seluruh dunia. Selain itu terdapat empat dinasti, Habsburg, Hohenzollern, Ottoman dan Romanov, yang memiliki era kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya mengalami keruntuhan sesudah perang. Perang ini telah menyebabkan tewasnya 40 juta orang di seluruh dunia serta munculnya depresi ekonomi di tahun 1929.
6. Perang Napoleon
Perang ini timbul selama Napoleon Bonaparte memerintah Perancis dari 1799 hingga 1815 dan berdampak luas di Eropa. Napoleon Bonaparte yang berhasil mengambil alih kekuasaan di Perancis melalui sebuah kudeta 18 Brumaire menata ulang sistem kemiliteran di Perancis dan secara mengejutkan berhasil memperluas kekuasaan Perancis hingga menguasai hampir seluruh wilayah Eropa. Namun Perancis tidak mampu untuk melawan Inggris serta Rusia. Perang Napoleon yang berakhir pada saat ia mengalami kekalahan dalam Pertempuran Waterloo (18 Juni 1815) dan disepakatinya pakta Paris kedua. Jumlah korban tewas sekitar 3,25 juta sampai dengan 6,5 juta jiwa.
Read More

Sejarah Pembuatan Patung Liberty

Saat ini Patung Liberty banyak digunakan untuk aktivitas perayaan. Setiap tanggal 4 Juli (hari kemerdekaan Amerika), area ini akan penuh sesak dengan banyak orang yang ingin menyaksikan meriahnya kembang api. Saat tahun baru pun Patung Liberty juga menjadi latar perayaan yang sangat megah.
Harian SejarahPatung Liberty adalah bangunan paling bersejarah dan fenomenal di Amerika. Patung ini bahkan menjadi ikon Amerika yang sangat diminati oleh banyak orang di dunia. Datang ke Amerika belum lengkap jika belum berkunjung dan berfoto di depan patung yang menjadi simbol kebebasan masyarakat Amerika.Meski saat ini Patung Liberty telah menjadi ikon kebanggaan. Tak banyak orang tahu bagaimana dahulu patung ini dibuat. Bagaimana sang pematung harus berusaha mencari dana ke sana-kemari agar patung ini mampu berdiri. 

Rancangan Awal Patung Liberty


(Foto: fineartamerica.com)
Membahas sejarah pembangunan Patung Liberty tidak bisa dipisahkan dari sang pembuatnya yang sangat fenomenal. Dia bernama Frederic Auguste Bartholdi dan merupakan warga negara Prancis. Sejak kecil, Bartholdi sangat menyukai dunia seni, ia sempat menjalani profesi pelukis di usianya yang masih sangat muda. Untuk mengekspresikan jiwa seninya yang berapi-api, ia berhasil membuat banyak sekali patung. Salah satu hasil kerja keras dari Bartholdi dikerjakannya saat berusia 18 tahun.

Saat beranjak dewasa, ia ikut Perang Franco-Prussian. Dalam perang ini ia mendapatkan gagasan untuk membuat patung bertema kebebasan. Akhirnya ide untuk membuat Patung Liberty tercipta. Lokasi awal yang akan digunakan untuk tempat berdirinya pun bukan Amerika. Bartholdi yang saat itu menjelajah Mesir dan melihat Sphinx bermimpi akan mendirikan patung termegahnya di Terusan Suez.

Pengumpulan Dana yang Sangat Berat


Frederic Auguste Bartholdi
Pengumpulan dana untuk Patung Liberty sangatlah sulit. Bahkan bisa dibilang merupakan proyek yang sangat mustahil. Bartholdi berusaha dengan kekuatannya sendiri untuk memengaruhi banyak orang di Prancis. Ia bergerak dari satu kantor ke kantor yang lain untuk mengumpulkan uang sekecil apa pun itu. Kritik pedas yang dilontarkan oleh banyak orang di Prancis.

Meski demikian ia tetap menjalankan misi besarnya ini. Ia meminta banyak sekali sumbangan, hingga akhirnya terkumpul sekitar 250.000 Franc (setara $750.000) di tahun 1879. Dari sini ia mulai membangun banyak bagian dari patung karena telah mendapatkan dana yang cukup banyak.

Pembuatan Patung Liberty


(Foto: dailymail.co.uk)
Patung Liberty dibuat di Prancis pada tahun 1876. Bartholi menggunakan segala kemampuannya untuk membuat patung hebat ini. Desain dasar dari patung dibuat dari metal-metal produksi Gustav Eiffel yang telah berhasil membuat Menara Eiffel berdiri tegak. Dari metal-metal kuat ini, Bartholdi mulai melapisi beberapa bagiannya dengan batu dan mulai mengukirnya sesuai dengan desain yang telah dibuat.

Selama kurang lebih 8 tahun ia berjuang sendirian. Saat ada pameran ia ikut dan menunjukkan patungnya yang sudah nyaris jadi. Dari pameran ini ia mendapatkan banyak uang yang akan digunakan untuk menyelesaikan proyek yang sangat fenomenal ini. Akhirnya di tahun 1884, Patung Liberty yang merupakan simbol dari dari dewa kebebasan Libertas berhasil diselesaikan dengan sangat sempurna.

Penggalangan Dana di Amerika Serika

Kebanyakan orang hanya mengetahui jika Patung Liberty diberikan oleh Prancis kepada Amerika sebagai hadiah. Pada prinsipnya memang nyaris benar. Patung ini dibuat oleh warga Prancis dan beberapa dananya dikumpulkan dari para donatur. Hal ini dilakukan karena pemerintah Prancis tidak menyetujui proyek ini hingga dana tak kunjung keluar. Terlebih lagi, patung ini memakan banyak sekali biaya.

Saat Patung Liberty akan selesai, Bartholdi ingin meminta orang di Amerika untuk membantunya. Terutama untuk penyelesaian dan juga pengiriman. Biaya yang dibutuhkan lumayan banyak, dan hal ini ditolak oleh pemerintah Amerika. Mereka tidak habis pikir kenapa hanya sekumpulan batuan saja bisa memiliki harga yang sangat mahal.

Akhirnya ada seorang jurnalis bernama Joseph Putlizer yang memiliki ide brilian. Ia menulis sebuah artikel yang memengaruhi warga di Amerika untuk menyumbang. Uniknya, setiap orang yang menyumbang, namanya akan tampil di dalam koran. Strategi ini berhasil dan mampu membuat Patung Liberty berlayar jauh dari Prancis ke Amerika.

Berdirinya Dewi Kebebasan di Tanah Amerika


Setelah setahun penggalangan dana, akhirnya pada tahun 1885 Patung Liberty dibawa dari Prancis menuju Amerika. Patung ini memiliki berat puluhan ribu ton hingga butuh waktu yang cukup lama untuk mengangkutnya. Di Amerika sendiri, penyambutan patung ini dilakukan dengan besar-besaran. Banyak warga New York yang rela membantu dalam proyek ini agar bisa segera melihat patung yang sangat megah tersebut.

Penyusunan Patung Liberty berjalan cukup lama. Dari mulai sampai hingga selesai disusun butuh waktu sekitar 6 bulan. Akhirnya pada 25 Oktober 1886 patung ini mampu berdiri dengan tegak. Bahkan, sehari setelahnya dideklarasikan sebagai hari libur nasional. Banyak orang dari berbagai penjuru Amerika menyaksikan Lady Liberty yang berdiri kokoh sebagai simbol kebebasan di Amerika.

Patung Liberty di Era Modern


Sejarah Pembuatan Patung Liberty
(Foto: Portal Sejarah)
Di era modern seperti sekarang, Patung Liberty sudah secara resmi menjadi tempat wisata andalan di Amerika, khususnya New York. Setiap tahun ada jutaan orang datang dari berbagai belahan dunia untuk menikmati kemegahan patung wanita yang merupakan simbol kebebasan di Amerika ini. Patung ini adalah bukti jika di masa lalu ada pria yang memiliki ambisi untuk mengabadikan sebuah kebebasan di tanah yang telah lama dijajah oleh bangsa Eropa.

Saat ini Patung Liberty banyak digunakan untuk aktivitas perayaan. Setiap tanggal 4 Juli (hari kemerdekaan Amerika), area ini akan penuh sesak dengan banyak orang yang ingin menyaksikan meriahnya kembang api. Saat tahun baru pun Patung Liberty juga menjadi latar perayaan yang sangat megah.

Read More

Edgar Allan Poe, Bapak Karya Fiksi Detektif dan Kriminal Modern

Edgar Allan Poe, Bapak Karya Fiksi Detektif dan Kriminal Modern
Poe kemudian ditemukan meninggal mendadak. Poe meninggal pada usia 40 tahun karena sebab-sebab yang kurang jelas, terutama diduga karena alkohol, obat bius, kolera, rabies, dan hal-hal lain.

Harian SejarahPada hari ini pada tahun 1809,  penyair, cerpenis, editor, kritikus, dan salah satu pemimpin Gerakan Romantik Amerika. Dikenal karena karya-karya macabre-nya, Edgar Allan Poe lahir di Boston, Massachusetts merupakan salah satu praktisi awal penulisan cerita pendek di Amerika dan perintis karya fiksi detektif dan kriminal.  Awal kariernya dimulai dengan sederhana, dengan koleksi cerpen anonim, Tamerlane and Other Poems (1827), disebut hanya dengan 'seorang Boston'. Politian (1835) adalah karya satu-satunya yang berupa drama

Saat berusia sekitar tiga tahun, kedua orang tua Poe meninggal, dan dia kemudian berada di dalam perawatan walinya, John Allan, yang merupakan seorang pedagang tembakau yang kaya. Setelah menamatkan sekolah menengah, Poe kemudian menjadi Mahasiswa di Universitas Virginia pada tahun 1826. Poa tidak dapat melanjutkan kuliahnya setelah delapan bulan, kemudian ia masuk Angkatan Darat AS, namun lagi-lagi ia harus keluar karena melanggar beberapa aturan.

Gelap, tampan, dan merenung. Poe telah menerbitkan tiga karya puisi pada saat itu, namun ia belum banyak menerima banyak perhatian. Pada tahun 1836, saat bekerja sebagai editor di Southern Sastra Messenger di Richmon, Virginia, Poe kemudian menikahi sepupunya. Dia juga menyelesaikan pekerjaannya membuat suatu karya Fiksi yaitu Arthur Gordon Pym yang kemudian diterbitkan pada 1838.

Poe kehilangan pekerjaannya di Messenger karena minum berat, dan pasangan itu pindah ke Philadelphia, di mana Poe bekerja sebagai editor di majalah Burton Gentleman dan Graham Magazine. Dia menjadi terkenal karena kritik langsung dan tajam nya, serta untuk cerita horor gelap seperti "The Fall of the House of Usher" dan "The Tell-Tale Hearth." Juga sekitar waktu ini, Poe mulai menulis cerita misteri, termasuk "The Murders in the Rue Morgue "dan" The purloined Letter .
Hal tersebut membuat ia akan dikenal sebagai bapak karya fiksi kisah detektif dan kriminal modern.

Pada tahun 1844, Poe pindah ke New York. Dia mencetak sukses spektakuler pada tahun-tahun berikutnya dengan puisinya seperti The Raven. Kemudian Poe bekerja untuk meluncurkan The Broadway Journal yang dalam perjalannya gagal karena istri Poe jatuh sakit dan meninggal karena penyakit TBC pada awal 1847.

Kematian istrinya membuat Poe terjerumus lebih dalam kepada gaya hidup minum alkohol dan penyalagunahan narkoba. Poe kemudian kembali ke Richomon pada tahun 1849, Poe kemudian ditemukan meninggal mendadak. Poe meninggal pada usia 40 tahun karena sebab-sebab yang kurang jelas, terutama diduga karena alkohol, obat bius, kolera, rabies, dan hal-hal lain.
Read More

Operasi Onta, Cara Orde Baru Mencegah Komunisme dari Timur Tengah

Belakangan, ternyata Panitia Sembilan bentukan Yaman ini tidak lebih dari omong kosong,” tulis Conboy. Ancaman komunisme dari Timur Tengah hanya ketakutan yang berlebihan (oleh Orde Baru). Justru, kata Conboy, “yang jauh lebih serius adalah ancaman ekspor dari Timur Tengah yang lain: Terorisme Internasional.”
Pasca Penggulingan Soekarno, Soeharto yang sebelu,nya terkenal sebagai Pejabat Presiden dengan kabinet Amperanya resmi menancapkan tonggak kekuasaan yang disebut oleh Jenderal A.H Nasution sebagai Rezim Orde Baru. Kebijakan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan seluruh ajaran komunisme di Indonesia menjadi kebijakan awal yang Soeharto lakukan dalam kepemimpinannya sebagai Preside ke dua Republik Indonesia.

Dilansir dari Historia.id, Rezim Orde Baru selalui mengawasi komuniisme baik di dalam maupun dari luar termasuk negara-negara Timur Tengah seperti Irak, Suriah, Libya, Mesir, dan Yaman. Komunisme pernah mendapat tempat dan memainkan peran politik penting pada 1960-an. Oleh karena itu, intelijen Indonesia menempatkan negara-negara tersebut bersama Uni Soviet, Korea Utara, dan Vietnam Utara, sebagai sumber potensial penyebaran komunisme.

Kita pun mengetahui bahwa pada era tersebut antara tahun 1930-1990 komunisme bukan barang yang aneh di Timur Tengah, di Mesir ada Gamal Abdul Nasser yang berhaluan kiri dengan Arab Sosialisme Uni, di Irak ada Sadam Husein dengan Partai Baaath yang berideologi Sosialisme-Arab, serta sejak 1950an Partai Komunis Yordania yang sudah eksis mengorganisir warga di tepi barat Palestina bersama Palestinishe Komunistishe Partei atau Partai Komunisme Palestina (PKP) yang kemudian bergabung dengan Palestine Liberation Organization (PLO) pada 1987.

Pada tahun 1969, kedutaan besar Irak, Suriah, Mesir, dan Yaman mendapat pengawasan dari satuan Khusus Intelijen (Satsus Intel) yang berada dibawah komando Kopkamtib (Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban). Pada Febuari 1973 Satsus Intel menggelar sebuah operasi dengan sandi “Onta.”

“Operasi Onta yaitu operasi pengintaian dan penyadapan selama sepuluh hari terhadap warga kedutaan Irak dan konsulat Yaman. Pada kwartal ketiga, dua operasi pengintaian kilat yakni Onta II dan Onta III dilanjutkan terhadap para diplomat yang sama,” tulis Ken Conboy dalam Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia.

Satsus Intel pada September 1973 menempatkan satu time permanen di Bandara Internasional Kemayoran. Tim ini melakukan pengarsipan foto-foto bewarna paspor dari Arab yang dicocokan dengan nama-nama yang terdaftar dalam nama yang dijurigai. Daftar tersebut tersusun atas kerja sama dengan intelijen asing.

“Di antara semua negara tersebut, hanya Yaman-lah yang menimbulkan kecurigaan intelijen Indonesia,” tulis Conboy. Hal ini karena Yaman terbagi dua: Yaman Utara dan Yaman Selatan. Dengan dukungan Uni Soviet, Yaman Selatan merdeka pada 1967 dan menjadi negara berhaluan Marxis-Leninis. Yaman baru bersatu setelah Uni Soviet runtuh.

Menurut Conboy, Satsus Intel telah mencatat kegiatan-kegiatan mencurigakan diplomat Yaman. Mereka kerap melakukan pertemuan rutin dengan personel kedutaan Uni Soviet, Vietnam Utara, dan Korea Utara. 

Satsus Intel mencurigai adanya pihak konsultan yang bersponsor dalam pembentukan Panitia Semibilan, yang merupakan dewan beranggotakan orang Indonesia keturunan Arab di Bogor yang merupakan simpatisan pemerintah Yaman. Kecurigaan ini didasari dari kunjungan sejumlah orang Indonesia keturunan Arab yang berkunjung ke konsulat Yaman pada jam-jam kunjungan yang tidak lazim. Penyadapan kemudian dilakukan terhadap konsulat Yaman selama 10 tahun dan melakukan penyalinan terhadap surat-surat yang masuk dan keluar dari konsulat. Diketahui bahwa Panitia Sembilan tersebut berisi orang yang memiliki keterlibaan dengan masalah dalam negeri Yaman dan memprakarsai terbentuknya sebuah partai politik Indonesia dengan nama Solidaritas Islam.

Belakangan, ternyata Panitia Sembilan bentukan Yaman ini tidak lebih dari omong kosong,” tulis Conboy. Ancaman komunisme dari Timur Tengah hanya ketakutan yang berlebihan (oleh Orde Baru). Justru, kata Conboy, “yang jauh lebih serius adalah ancaman ekspor dari Timur Tengah yang lain: Terorisme Internasional.” Harian Sejarah

Read More